Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENYULUHAN MASYARAKAT PENGRAJIN MEBEL BAMBU TENTANG TEKNIS PENGGAMBARAN DI DESA BELEGA, GIANYAR Rahayu, Ni Nyoman Sri; Dewi, Ni Made Emmi Nutrisia; Persada, Nyoman Gema Endra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19212

Abstract

ABSTRAKMebel bambu banyak diproduksi oleh pengrajin di Desa Belega. Masalah yang dipecahkan dalam pengabdian ini adalah terkait upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan teknis penggambaran mebel interior bambu. Tujuan Kegiatan pengabdian ini adalah agar dapat meningkatkan pengetahuan teknis penggambaran mebel interior bambu yang mana pengetahuan mengenai gambar sangat diperlukan ketika berhadapan dengan klien dan menjelaskan mebel. Manfaat kegiatan: (1) Dapat mempermudah pengrajin dalam produksi; (2)  Meningkatkan pengetahuan pengrajin mengenai teknis penggambaran.   Metode diantaranya: (1) Input: Metode survey, observasi ke workshop, dokumentasi dan wawancara; (2) Proses: Digunakan teknik penyuluhan individu. Pendekatan dengan datang ke tempat bekerja pengrajin, memberikan informasi mengenai teknis penggambaran meliputi dimensi, denah, tampak samping, potongan, perspektif, skala; (3) Output : Metode evaluasi. Tim kembali bertanya menggunakan kuisioner guna mengetahui pemahaman peserta. Skor peserta pada kuisioner tahap kedua menunjukkan peningkatan dibanding kuisioner pertama yang menandakan peserta sudah mendapatkan pemahaman yang benar sesuai materi yang dijelaskan. Keahlian mengolah bambu menjadi mebel bagi masyarakat di Desa Belega adalah potensi desa yang harus dipertahankan. Jika sebelumnya pengrajin bambu terbiasa dengan pekerjaan lapangan, dengan adanya kegiatan penyuluhan ini, pengrajin bambu mendapat pengetahuan tambahan mengenai teknis gambar. Sehingga harapannya mereka dapat lebih mudah membaca gambar kerja sebagai panduan dalam mengerjakan mebel bambu. Kata kunci: penyuluhan; pengrajin; mebel bamboo; teknis penggambaran. ABSTRACTMany bamboo furniture is produced by craftsmen in Belega Village. The problem solved in this community service is related to efforts made to improve knowledge of technical drawing for bamboo furniture. The aim of this community service activity is to increase knowledge of technical drawing for bamboo furniture, where it is very necessary when dealing with clients and explaining furniture. Benefits of the activity: (1) Can make production easier for craftsmen; (2) Increasing craftsmen's knowledge about technical drawings. In this counseling, a survey was carried out by observing visiting craftsmen's workshops using individual counseling techniques. The methods include: (1) Input: Survey method, observations to the workshop, documentation and interviews; (2) Process: its used Individual technique counseling. Approach by coming to the craftsman's work place, providing information about technical drawings including dimensions, plans, side views, cuts, perspectives, scale; (3) Output: Evaluation method. The team asked questions for the twice using a questionnaire to find out the participants' understanding. The participant's score on the second questionnaire showed an increase compared to the first questionnaire. Its indicating thFdiat the participant had gained the correct understanding according to the subject explained. The skill of processing bamboo into furniture for the people of Belega Village is a potential of the village that must be maintained. If previously bamboo craftsmen were accustomed to field work, with this community service activity, bamboo craftsmen gained additional knowledge of technical drawing for bamboo furniture. So it is hoped that they can more easily read working drawings as a guide in working on bamboo furniture. Keywords: counseling; craftsmen; bamboo furniture; technical drawing.
Empowering Wana Kriya MSMEs Through Utilizing Local Wood Into Decoration and Accessory Products LESTARI, Ni Putu Emilika Budi; PRANAJAYA, I Kadek; PUTRI, Putu Yudha Asteria; DEWI, Ni Made Emmi Nutrisia; PRASIANI, Ni Komang; MANDALA, I Gusti Ngurah Agung Kepakisan; MAHADIPTA, Ngurah Gede Dwi; PARAMITA, Ni Kadek Ayu Pradnya; WICAKSANA, Gede Dharma Arya; CAHYONO, Irfan; WIRATAMA, Dhanendra; WIBAWA, Ida Bagus Surya
Akuntansi dan Humaniora: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Akuntansi dan Humaniora: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Oktober – Januari 2026)-
Publisher : Indonesia Strategic Sustainability

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service program aims to empower the Wana Kriya MSME in Pering Village, Gianyar, Bali through the sustainable use of local wood to create economically valuable decorative and accessory products. The activities are carried out through several stages, including socialization, training in creativity and product design innovation, branding training, photography, product identity, and visual content. In addition, training is provided on digital marketing and social media utilization, MSME management, production, and entrepreneurship. The counseling and community empowerment program is carried out with the theme "Building MSMEs Based on Local Resources: Developing a Creative Economy and Sustainability Towards Creative and Competitive Villages." Appropriate technology support is realized through the provision of tools for cutting and finishing funded by a grant from the Directorate of Research, Technology, and Community Service, Directorate General of Research and Development, Ministry of Higher Education, Science, and Technology for Fiscal Year 2025. The application of digital information technology is carried out through the creation of promotional media on Facebook, Instagram, and marketplace integration. The results of the activities show an increase in the ability of partners to produce local wooden decorative and accessory products that are more creative, high-quality, and have a stronger visual identity and digital marketing strategy. This program encourages the development of the creative economy, sustainability, and competitiveness of Pering Village towards a creative village based on local resources.
Strategi Perancangan Arsitektur dan Interior dalam Penataan Hutan Wisata Berbasis Potensi dan Budaya Lokal untuk Pariwisata Berkelanjutan di Desa Abang Baturiti I Made Satria Wira; Ni Made Emmi Nutrisia Dewi; Kadek Risna Puspita Giri
Waca Cipta Ruang Vol. 11 No. 2 (2025): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v11i2.15835

Abstract

Desa Abang di Kabupaten Tabanan memiliki keragaman potensi alam dan budaya lokal yang signifikan, meliputi kawasan hutan pinus, kontur topografi yang dinamis, mata air alami, serta praktik sosial-budaya yang hidup di tengah masyarakat. Potensi alam ini menjadi landasan bagi pengembangan hutan wisata yang berbasis ekowisata dan kearifan lokal. Namun, dalam implementasinya, kawasan ini menghadapi sejumlah permasalahan tata ruang, seperti zonasi yang tidak terstruktur, jalur sirkulasi yang kurang terarah, ketiadaan sistem penanda ruang, serta belum adanya strategi desain interior yang mendukung kenyamanan dan fungsionalitas ruang luar. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi desain interior dan zonasi ruang yang mampu merespon permasalahan tersebut melalui pendekatan deskriptif-kualitatif dengan mengintegrasikan konsep Tri Hita Karana. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelompokan zona ruang berdasarkan aktivitas dan kebutuhan pengunjung menjadi dasar dalam menciptakan tata ruang yang efisien dan adaptif. Strategi interior difokuskan pada peningkatan kenyamanan ruang terbuka melalui integrasi pencahayaan alami, sirkulasi udara silang, serta pemilihan material dan elemen visual yang merepresentasikan identitas budaya setempat. Dengan mengadopsi prinsip arsitektur ekologis dan filosofi penataan ruang tradisional Bali yang berlandaskan Tri Hita Karana. Strategi desain interior dan zonasi ruang ini berkontribusi dalam menciptakan pengalaman ruang yang nyaman, kontekstual, dan edukatif, sekaligus memperkuat fungsi hutan wisata sebagai ruang rekreatif dan berkelanjutan di Desa Abang. Kata Kunci:, Budaya lokal, desain interior, hutan wisata, pariwisata berkelanjutan, tri hita karana, zonasi ruang
INOVASI ECO-CRAFT BERBASIS LIMBAH KULIT KERANG LAUT UNTUK PEMBERDAYAAN UMKM AYU & BAGUS COLLECTION DI DESA SERANGAN Nutrisia Dewi, Ni Made Emmi; Wika Artawan, I Kadek; Agung Kepakisan Mandala, I Gusti Ngurah; Pradnya Paramita, Ni Kadek Ayu; Asteria Putri, Putu Yudha; Emilika Budi Lestari, Ni Putu; Pranajaya, I Kadek; Prasiani, Ni Komang; Yogantari, Made Vairagya; Dwi Mahadipta, Ngurah Gede; Sintia Dewi, Ni Kadek Tarisa
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Abdi Masyarakat November 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v9i1.6915

Abstract

Serangan Village, as a coastal area, generates a large amount of shell waste that has the potential to be processed into products with economic value. This community service program aims to enhance the capacity of Ayu & Bagus Collection MSMEs in Serangan Village through eco-craft innovations based on marine shell waste. The implementation methods include needs assessment, training, mentoring, and the provision of supporting facilities. The training covers product design based on local wisdom, business management, digital marketing strategies, and the use of technology in production and promotion. In addition, the community service team provided various supporting tools, such as production and finishing equipment, funded by a grant from the Directorate of Research, Technology, and Community Service, Directorate General of Research and Development, Ministry of Higher Education, Science, and Technology, in the 2025 Fiscal Year. The results indicate an increase in product quantity, improved skills of partners in producing more creative eco-craft designs, more structured business management, and better utilization of digital media for marketing. The provision of equipment also supports business sustainability by accelerating production and improving product quality. This program contributes directly to the empowerment of MSMEs and environmental preservation through the utilization of shell waste. Thus, the collaboration of training and facility provision demonstrates a potential model of community empowerment through eco-craft that is competitive, sustainable, and rooted in local potential.