Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal EnviScience (Environment Science)

Evaluasi Pengelolaan Sampah pada Bank Sampah Induk Kalpataru Kabupaten Lumajang dalam Mendukung Ekonomi Sirkular Mardius , Yosian Sistra; Irfany Rupiwardani; Yusup Saktiawan
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 8 No. 2 (2024): Challenges and Opportunities Digital Health: Addresssing Climate Change, Public
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v8i2.780

Abstract

Bertambahnya jumlah penduduk berdampak secara langsung terhadap jumlah timbulan sampah. Pola konsumsi masyarakat yang instan turut mempengaruhi komposisi dan karakteristik sampah. Salah satu bentuk solusi dan upaya pengurangan sampah dengan menerapkan prinsip 3R (reduce, reuse, dan recycle) sebagai sarana edukasi, perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah, dan pelaksanaan ekonomi sirkular, yang dikelola oleh masyarakat, badan usaha, dan/atau pemerintah daerah. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi pengelolaan sampah pada bank sampah induk kalpataru kabupaten lumajang dalam mendukung ekonomi sirkular. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini juga dapat memberikan konteks dan nuansa yang lebih kaya bagi peneliti. Dalam penelitian kualitatif, hal-hal yang sulit diungkapkan dalam angka dapat ditemukan dan dieksplorasi melalui analisis teks, observasi, dan wawancara mendalam. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan Logical Frameworks (kerangka kerja logis). Berdasarkan hasil observasi  di bank sampah induk Kalpataru, pengelolaan sampah di bank sampah mendapatkan skor 70%, kategori kurang. Sementara fasilitas di bank sampah induk Kalpataru mendapatkan skor 63%, kategori kurang. Hasil observasi terhadap tata kelola bank sampah induk Kalpataru mendapatkan skor 44%,kategori sangat kurang. Diperlukan evaluasi dan pelaporan tertulis dan lengkap untuk mengetahui kinerja bank sampah secara keseluruhan untuk meningkatkan pengelolaan sampah pada bank sampah induk Kalpataru .
Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun Khusus Minyak Pelumas (Oli) Bekas Pada Bengkel Motor Di Kota Malang Roto, Mariana; Rupiwardani, Irfany; Yohanan, Agus
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v6i2.377

Abstract

Bengkel kendaraan roda dua di Kota Malang merupakan salah satu usaha yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Hal ini dapat berpengaruh terhadap kerusakan lingkungan, salah satunya yaitu pencemaran akibat oli bekas. Berdasarkan kriteria limbah yang dikeluarkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup, oli bekas termasuk kategori limbah B3 karena mengandung bahan berbahaya dan beracun yang berupa logam berat seperti belerang, kromium, sulphur, nitrogen chlorine, bromine dan senyawa teroksidasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun khusus minyak pelumas (oli) bekas pada bengkel motor di kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Populasi yang diteliti adalah 2 bengkel dengan informan yang diambil sebanyak 7 orang di bengkel AHHAS Surya Bangkit Motor dan 3 orang di bengkel Yamaha BSM yang terdiri dari pengelola bengkel, kepala mekanik dan pekerja mekanik dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan pengelolaan limbah oli bekas pada bengkel AHHAS sudah cukup sesuai dari segi input dan proses sedangkan di bengkel Yamaha BSM masih belum sesuai karena hampir sebagian input dalam menunjang proses pengelolaan limbah oli bekas belum terlalu lengkap dan tidak sesuai dengan peraturan yang ada. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengelolaan limbah oli bekas yang ada di bengkel AHHAS Surya Bangkit Motor sudah sesuai dengan peraturan yang ada sedangkan bengkel Yamaha BSM masih belum sesuai karena dari segi input dan proses masih banyak yang belum dilengkapi dan tidak memenuhi syarat sesuai dengan peraturan yang ada.Kata kunci: Pengelolaan, Limbah B3, Minyak Pelumas Bekas
Pengaruh Sanitasi Rumah dan Perilaku Penderita Terhadap Kejadian TB-Paru di Puskesmas Janti Kota Malang Lasong, Heribertus; Yohanan, Agus; Rupiwardani, Irfany
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v6i2.378

Abstract

Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Pada dasamya kuman penyebab TB paru dapat menyerang organ tubuh lain, akan tetapi sebagian besar menyerang paru-paru. Jumlah kasus TB paru di Puskesmas Janti Kota Malang sebanyak 200 kasus dari tahun 2019 s/d 9 April 2022 dan yang belum sembuh sebanyak 25 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh sanitasi rumah dan perilaku penderita dan menganalisa pengaruh sanitasi rumah dan perilaku penderita terhadap kejadian TB paru di Puskesmas Janti Kota Malang. Penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Jumlah sampel yang diambil adalah 25 responden penderita TB paru yang belum sembuh dengan tehnik pengambilan sampel yaitu total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat rumah sehat sebanyak 21 rumah responden (84%), rumah tidak sehat sebanyak 4 rurnah responden (16%), sedangkan responden berperilaku baik sebanyak 24 responden (96%) dan perilaku kurang sehat sebanyak 1 responden (4%). Hasil uji regresi linear ganda menunjukan bahwa ada pengaruh yang sangat rendah antara sanitasi rumah dan perilaku penderita terhadap kejadian TB Paru di Puskesmas Janti Kota Malang. Disarankan melakukan kegiatan inspeksi sanitasi rumah dan memberikan konseling, imformasi, edukasi (KIE) dan penyuluhan tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada masyarakat terutama diwilayah kerja Puskesmas Janti Kota Malang.Kepustakaan   : 39 kepustakaan (2012-2021)Kata Kunci     : Kejadian TB paru, Sanitasi rumah, Perilaku penderita 
Potensi Nilai Ekonomi Budidaya Maggot sebagai Biokonversi Sampah Rumah Tangga menggunakan Analisis Break Even Point (BEP) Ounga, Elfrida; Rupiwardani, Irfany; Saktiawan, Yusup
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v7i1.517

Abstract

Currently, waste is a big problem in Indonesia. The increasing number of population has an effect on the waste that will be produced. Waste has different economic values according to the composition of the waste. Prevent waste generation in TPA by increasing sales value so as to reduce waste. The purpose of this study was to analyze the magnitude of the potential economic value of maggot cultivation as household waste bioconversion using BEP (Break Even Point) analysis. The design of this research is descriptive quantitative with the BEP (Break Even Point) method. Research data obtained by way of observation and in-depth interviews. The informants in this study consisted of main informants and supporting informants. The results showed that household organic waste generated an average of 5-8 kg per day which was deposited into the waste bank. The potential for aquaculture bioconversion is shown by the ratio of 1 kg of maggot to consuming 2-5 kg per day of organic waste. BEP analysis shows that maggot cultivation is said to break even if it is able to sell 51 kg of maggot.Saat ini sampah menjadi salah satu masalah yang cukup besar di Indonesia. Jumlah penduduk yang semakin meningkat berpengaruh pada sampah yang akan dihasilkan. Sampah memiliki nilai ekonomi yang berbeda-beda sesuai dengan komposisi sampah. Mencegah timbulan sampah di TPA dengan menambah nilai jual sehingga dapat mereduksi sampah. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis besarnya potensi nilai ekonomis budidaya maggot sebagai biokonversi sampah rumah tangga menggunakan analisis BEP (Break Even Point). Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan metode BEP (Break Even Point). Data penelitian diperoleh dengan cara observasi dan wawancara mendalam. Informan dalam penelitian ini terdiri dari informan utama dan informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa timbulan sampah organik rumah tangga mencapai rata-rata 5-8 kg per hari yang disetorkan ke bank sampah. Potensi dari biokonversi budidaya ditunjukkan dengan perbandingan 1 kg maggot menghabiskan 2-5 kg per hari sampah organik. Analisis BEP menunjukkan budidaya maggot dikatakan impas jika mampu menjual 51 kg maggot.
Assessment of Sanitation Inspection Results of Refilled Drinking Water Depots in the Working Area of Tambak Wedi Public Health Center, Surabaya City, in 2020–2022 Muslim, Muhammad Hanif; Rahadian Wicaksono1, Rizky; Subhi, Misbahul; Joegiantoro, Rudy; Rupiwardani , Irfany
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 9 No. 02 (2025): Environmental Health and Sanitation Issues
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v9i02.867

Abstract

DAMIU is a business entity that manages drinking water for public consumption needs in bulk form and not in bottled form. Based on the profile of the Surabaya City Health Service for 2019-2021, Tambak Wedi Community Health Center is included in the top 10 in the category of low levels of DAMIU sanitation inspection results for 3 years, namely from 2019-2021. Based on data from the Surabaya City Health Service, in 2019 53.85% did not meet the requirements. In 2020, 44.44% did not meet the requirements. In 2021, 54.44% do not meet the requirements. This research aims to determine the evaluation of the implementation of DAMIU sanitation inspections in the Tambak Wedi Health Center Work Area. This research is descriptive research using quantitative and qualitative research methods. The data obtained was then analyzed and evaluated using a management information system approach by evaluating the input, process, output and outcome variables of management sanitation inspection activities. The research results showed that the input components which included: work plans received a good category, policies received a good category. Human resources include: head of community health center in good category, sanitarian in good category, budget in good category, inspection method in good category, facilities in good category. Process components include: implementation planning obtained a good category, implementation of sanitation inspections obtained a good category, implementation results obtained a good category, employee development in the poor category, raw water processing in a good category, behavior of handlers, cleaning of gallon/outlets in a good category, periodic laboratory examinations in a good category. output component: evaluation of the implementation of inspections in the good category. The outcome component (quality of refillable drinking water) is in the poor category. So there is a need for intensity in training DAMIU employees and increasing the number of health center sanitarian personnel.