Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENGARUH SERAT TEHADAP MODULUS ELASTISITAS BETON TANPA AGREGAT KASAR Christianto, Daniel; Liucius, Yenny Untari; Handoyo, Patrick Matthew
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 3, Agustus 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i3.34131

Abstract

Concrete is a primary material in modern construction due to its ability to withstand compressive loads. However, elasticity is also a crucial factor in maintaining structural stability under dynamic loads. One innovation to improve concrete quality is the use of Reactive Powder Concrete (RPC), a type of concrete without coarse aggregate, composed of ultra-fine materials and reinforced with steel fibers. This study aims to evaluate the mechanical properties of RPC, particularly the modulus of elasticity and compressive strength, in steel fiber-reinforced concrete without coarse aggregate. Six cylindrical specimens measuring 150 mm × 300 mm were prepared using a mix of OPC cement, silica sand, silica fume, superplasticizer, marble powder, water, and steel fibers. All samples underwent 28 days of steam curing before being tested using a Universal Testing Machine (UTM). The compressive strength results ranged from 62.90 MPa to 98.91 MPa, while the modulus of elasticity ranged from 44,711.5064 MPa to 54,951.6954 MPa. The results formed a non-linear curve. Abstrak Beton merupakan material utama dalam konstruksi modern karena kemampuannya menahan beban tekan. Namun, elastisitas juga menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas struktur terhadap beban dinamis. Salah satu inovasi untuk meningkatkan mutu beton adalah penggunaan reactive powder concrete (RPC), yaitu beton tanpa agregat kasar yang terdiri dari material berukuran sangat halus dan diperkuat dengan serat baja. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sifat mekanik RPC, khususnya modulus elastisitas dan kuat tekan, pada beton berserat baja tanpa agregat kasar. Sebanyak enam benda uji berbentuk silinder berukuran 150 mm × 300 mm dibuat menggunakan campuran semen OPC, pasir silika, silica fume, superplasticizer, tepung marmer, air, dan serat baja. Seluruh sampel menjalani perawatan menggunakan metode steam curing selama 28 hari, kemudian diuji dengan Universal Testing Machine (UTM). Hasil pengujian tekan yang didapat berkisar antara 62,90 MPa hingga 98,91 Mpa, dan hasil uji modulus elastisitas didpat berkisar antara 44.711,5064 MPa hingga 54.951,6954 Mpa. Dari hasil yang telah didapat membentuk kurva non-linear.
PANJANG PENGANGKURAN DAN JARAK TEPI PADA KUAT TARIK ANGKUR ADHESIF Christianto, Daniel; Patrick, Patrick; Untari Liucius, Yenny
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, November 2023
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v6i4.24947

Abstract

Anchors are used to transfer structural loads in tension, shear, or a combination of both. One example of an anchor type is the post-installed adhesive anchor. Post-installed adhesive anchors are installed after the concrete has hardened. The main advantage of post-installed anchors is the flexibility of installation time, which makes it easier to schedule construction activities. One of the factors that determine the tensile strength of an anchor is the embedment depth and edge distance of the anchor in the concrete. Typically, the embedment depth and edge distance used are obtained from the anchor manufacturer's brochure or catalog and are also regulated in SNI 2847:2019. With the advancement of technology and new products from manufacturers, it is necessary to conduct tensile strength tests to compare the results of different embedment depths and edge distances. In this research, tensile tests were conducted on post-installed adhesive anchors with embedment depths of 35 mm, 105 mm, and 150 mm, with edge distances of 75 mm, 130 mm, and 250 mm at each depth. From the test results, it can be concluded that the embedment length of the anchor affects the tensile strength, as deeper embedment results in greater tensile strength for the anchor. Abstrak Angkur digunakan untuk menyalurkan beban struktural dalam tarik, geser atau kombinasi antara tarik dan geser. Salah satu contoh jenis angkur adalah angkur pasca pasang adhesif. Angkur pasca pasang adhesif adalah jenis angkur yang di pasang setelah beton mengeras. Keunggulan utama angkur pasca pasang adalah adalah fleksibilitas waktu pemasangan sehingga memudahkan mengatur jadwal konstruksi. Salah satu faktor yang menentukan kuat tarik pada angkur adalah kedalaman penanaman angkur dan juga jarak tepi angkur pada beton. Umumnya kedalaman penanaman angkur dan jarak tepi yang digunakan didapatkan dari brosur atau katalog pabrik angkur itu sendiri dan juga diatur dalam SNI 2847:2019 dengan berkembangnya teknologi dan produk-produk baru dari manufaktur perlu adanya uji kekuatan tarik untuk membandingkan hasil kekuatan tarik yang diperoleh dengan kedalaman penanaman dan jarak tepi yang berbeda-beda. Pada penelitian ini dilakukan pengujian tarik pada angkur pasca pasang adhesif dengan kedalaman penananaman sebesar 35 mm, 105 mm dan 150 mm dengan jarak tepi 75 mm, 130 mm dan 250 mm pada masing-masing kedalaman. Dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa kedalaman penanaman angkur mempengaruhi hasil kuat tarik, semakin dalam penanaman angkur maka semakin besar kuat tarik dari angkur tersebut.
ANALISIS KEPUASAN PENGGUNA PARKIR STASIUN KERETA TANGERANG Liucius, Yenny Untari; Angkat, Hokbyan R.S.; Najid; Wuisan, Vicky Eldora
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Mei 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i2.28017

Abstract

Evaluasi fasilitas parkir stasiun Kereta Rel Listrik Commuter Line Tangerang ditinjau dengan Pedoman Teknis Penyelenggaraan Fasilitas Parkir dengan pembagian kueisioner kepuasan pelanggan terhadap kinerja dan harapan untuk mendapat data primer lalu diolah dengan metode importance performance analysis (IPA) dan data sekunder didapat dari pengumpulan data karcis parkir kendaraan roda dua dan roda empat untuk mengetahui kapasitas ruang parkir, volume parkir, durasi parkir, akumulasi parkir, indeks parkir, tingkat penggantian (turn over) parkir, akumulasi parkir, dan satuan ruang parkir. Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan pelanggan, karakteristik tempat parkir stasiun Kereta Rel Listrik Commuter Line Tangerang.Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, tempat parkir pada tempat penilitian ini pada hari biasa tidak dapat menampung kendaraan roda dua dan berdasarkan persepsi pengguna dengan metode IPA tempat parkir sudah dinilai cukup baik, namun masih terdapat aspek yang harus diperbaiki atau ditingkatkan seperti ketersediaan atap penutup kendaraan dan kebersihan area parkir. Evaluation of parking facilities at the Tangerang Commuter Line Electric Train station was reviewed using the Technical Guidelines for the Implementation of Parking Facilities by distributing customer satisfaction questionnaires regarding performance and expectations to obtain primary data which was then processed using the importance performance analysis (IPA) method and secondary data was obtained from collecting vehicle parking ticket data. two-wheeled and four-wheeled vehicles to determine parking space capacity, parking volume, parking duration, parking accumulation, parking index, parking turnover rate, parking accumulation and parking space units. This evaluation aims to determine customer satisfaction and the characteristics of the Tangerang Commuter Line Electric Train Station parking lot. Based on the analysis that has been carried out, the parking lot at this research location on weekdays cannot accommodate two-wheeled vehicles and based on user perceptions using the IPA method the parking space is already considered quite good, but there are still aspects that need to be improved or improved, such as the availability of vehicle roof coverings and the cleanliness of the parking area.
PENDAPAT PENGGUNA PERLINTASAN LIAR TENTANG PENUTUPAN KEMBALI PADA PERLINTASAN TIDAK SEBIDANG JL. KYAI TAPA Kenjhiro, Okky; Liucius, Yenny Untari; Angkat, Hokbyan R.S.
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Mei 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i2.28034

Abstract

A railway level crossing is a track that only trains pass through and acts as a level crossing with a highway. Roxy level crossing is a level crossing on Jalan Kyai Tapa, Kec. Grogol Petamburan, West Jakarta. Jalan Kyai Tapa crossing is one of the crossings that has been closed by PT KAI, but there are some people who take the opportunity to reopen in violation of the law. This research was conducted using quantitative methods and data were obtained from questionnaires from the surrounding community and two-wheeled riders who crossed the level crossing on Jalan Kyai Tapa, Kec. Grogol Petamburan, West Jakarta. The study aims to analyze the community's response to re -closing the level crossing that violates the crossing law and responses from road users. Perlintasan kereta api tidak sebidang merupakan jalur yang hanya di lalui kereta dan tindak menjadi perpotongan sebidang dengan jalan raya. Perlintasan tidak sebidang Roxy merupakan perlintasan tidak sebidang di Jalan Kyai Tapa, Kec. Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Perlintasan Jalan Kyai Tapa adalah salah satu perlintasan yang telah di tutup PT KAI, tetapi ada beberapa orang yang mengambil kesempatan untuk membuka kembali secara mengalanggar hukum. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode kuantitaif dan peroleh data dilakukan dari kuesioner Masyarakat sekitar dan pengendara roda dua yang melintas di perlintasan tidak sebidang di Jalan Kyai Tapa, Kec. Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Penelitian bertujuan untuk menganalisis tanggapan masyarakat untuk menutup kembali perlintasan tidak sebidang yang mengalanggar hukum perlintasan dan tanggapan dari pengguna jalan.
PEMBANGUNAN RUANG SERBAGUNA RT 02/RW 07, KELURAHAN RAWA MEKAR JAYA-TANGERANG Liucius, Yenny Untari; Bataric, Rosani Surya; Vania Yori Wakano; Dhea Angelica Kho
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 4 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i4.33601

Abstract

The need for a community hall or multipurpose room in an RT environment is very necessary. This multipurpose room is used to facilitate all residents' activities/needs, for example for discussions, meetings, sports, a place for children to study, play games, to practice all activities and so on. The real condition at the location is that there is no special space for residents' needs, so they need to borrow a resident's house if they want to have a meeting. So, because its function is quite important, it is necessary to have a community hall in the area. The land for the community hall is available. However, the partners had difficulty designing and building the community hall. Therefore, the focus of our service activities is to support experts in designing the community hall. We will provide a design from an architectural and structural perspective, including calculating the strength and stability of the community hall structure. The design uses hollow iron because it is light and works relatively quickly and easily. Apart from the design scope, we also carry out regular supervision in the construction process. In the implementation of this service activity there were several obstacles, including several changes to the design even though it had reached the construction stage. However, the construction process can be completed on time so that it can be immediately used for activities by residents of RT 02, RW 07, Rawa Mekar Jaya Village, South Tangerang. ABSTRAK Kebutukan akan balai warga atau ruang serbaguna dalam sebuah lingkungan RT sangatlah diperlukan. Ruang serbaguna ini dapat berfungsi sebagai tempat untuk memfasilitasi semua kegiatan/keperluan warga misalnya untuk berdiskusi, pertemuan rapat, olah raga, tempat belajar anak-anak, bernain, untuk latihan semua kegiatan dan lain sebagainya. Kondisi riil di lokasi adalah memang tidak memiliki ruang khusus untuk keperluan warga, sehingga perlu meminjam rumah warga bila ingin rapat. Maka dikarenakan fungsinya yang cukup penting, perlu adanya balai warga di lingkungan tersebut. Lahan untuk balai warga tersebut sebenarnya telah tersedia. Namun, mitra memiliki kesulitan untuk mendesain dan membangun balai warga tersebut. Maka dari itu, fokus dari kegiatan pengabdian kami adalah mendukung dari segi tenaga ahli untuk mendesain balai warga tersebut. Desain akan kami berikan dari segi arsitektur dan segi struktur, termasuk perhitungan kekuatan dan kestabilan dari struktur balai warga. Desain menggunakan besi hollow dikarenakan sifatnya yang ringan dan pengerjaan yang relatif cepat dan mudah. Selain dalam lingkup desain, kami juga melakukan pengawasan berkala dalam proses pembangunannya. Pada pelaksanaan kegiatan pengabdian ini terdapat beberapa kendala, di antaranya adalah terjadi beberapa kali perubahan desain walaupun sudah sampai pada tahap pembangunan. Walaupun demikian, proses pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga dapat segera digunakan untuk kegiatan warga RT 02, RW 07, Kelurahan Rawa Mekar Jaya, Tangerang Selatan.
PERHITUNGAN STRUKTUR RUMAH DI DAERAH CIPONDOH, TANGERANG DENGAN SISTEM OPEN FRAME Liucius, Yenny Untari; Gracello Halim; Felicia Refalina Tantobudiono; Felicia Yohana
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i2.34817

Abstract

The scope of Civil Engineering work can be determined broadly, both in terms of infrastructure and buildings or residences. As one of the basic human needs, a residence needs to be designed and calculated to meet safety and comfort requirements. The strength of the house needs to be calculated so that it can withstand the working load, including the dead load, live load, and earthquake load. Without proper calculations, residential homes are at risk of experiencing structural damage or failure, which can be detrimental both in terms of life safety and financial aspects. The aim of this PKM activity is to calculate the structure of a three-story residential house and produce for construction drawings in accordance with the provisions of the Standar Nasional Indonesia (SNI). After studying architectural drawings, the team decided to use an open frame structural system that utilizes the stiffness of columns and beams as lateral strength to withstand earthquake forces. For the lower structure, because the hard soil is at a depth of 4-6 m, a Strauss pile type is used. This type of foundation will also make it easier to work on because it can use a simple drilling machine. Also, because this house is in a fairly narrow location and is flanked by houses that have been built next to it. The for-construction drawings have been produced on time and the construction has been completed more quickly than the initial schedule. ABSTRAKCakupan bidang pekerjaan teknik sipil sangat luas, baik dari segi infrastruktur maupun bangunan gedung atau rumah tinggal. Sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia, rumah tinggal perlu didesain dan dihitung agar memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan. Rumah perlu dihitung kekuatan strukturnya agar mampu menahan beban yang bekerja, diantaranya berat sendiri struktur, beban hidup, dan beban gempa. Tanpa perhitungan yang tepat, rumah tinggal berisiko mengalami kerusakan atau kegagalan struktur, yang dapat merugikan baik dari aspek keselamatan jiwa dan finansial. Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah untuk melakukan perhitungan struktur rumah tinggal tiga lantai dan menghasilkan gambar kerja untuk di lapangan sesuai dengan ketentuan pada Standar Nasional Indonesia (SNI). Setelah mempelajari gambar arsitektur, tim memutuskan untuk menggunakan sistem struktur open frame yang memanfaatkan kekakuan kolom dan balok sebagai kekuatan lateral untuk menahan gaya gempa. Maka, untuk struktur bawah, karena tanah keras berada di kedalaman 4-6 m maka digunakan jenis strauss pile. Jenis fondasi ini akan memberikan kemudahan juga dalam pengerjaannya karena dapat menggunakan mesin bor sederhana. Hal ini juga lebih memudahkan dikarenakan rumah ini berada di lokasi yang cukup sempit dan diapit oleh rumah yang telah terbangun di sebelahnya, Gambar kerja telah dihasilkan tepat waktu dan pembangunan telah diselesaikan lebih cepat dari rencana awal.  
STUDI KUAT LENTUR PADA BETON TANPA AGREGAT KASAR DENGAN SERAT BAJA Christianto, Daniel; Liucius, Yenny Untari; Tan, Albert
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 4, November 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i4.34114

Abstract

This research investigates the flexural strength of Reactive Powder Concrete (RPC) reinforced with micro steel fibers and designed without coarse aggregates. RPC is an advanced cementitious composite characterized by its dense matrix and ultra-high compressive strength, achieved through the use of ultra-fine materials such as quartz sand, silica fume, and marble powder. The addition of micro steel fibers is intended to enhance the flexural capacity and ductility of the concrete. A total of six beam specimens measuring 100 × 100 × 400 mm were tested using the third-point loading method in accordance with ASTM C78. All specimens underwent steam curing for 28 days. The results show that fiber-reinforced RPC significantly improves flexural performance, with values exceeding 300 MPa and compressive strengths averaging above 80 MPa. These findings suggest that fiber-reinforced RPC offers a promising alternative for high-performance structural applications and has strong potential for implementation in Indonesia due to the local availability of raw materials and compatible production methods. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kuat lentur beton Reactive Powder Concrete (RPC) yang diperkuat dengan serat baja dan tidak menggunakan agregat kasar. RPC merupakan jenis beton inovatif yang memiliki kepadatan tinggi dan kuat tekan sangat tinggi karena menggunakan material berukuran sangat halus seperti pasir kuarsa, silica fume, dan tepung marmer. Penambahan serat baja mikro dalam campuran RPC dilakukan untuk meningkatkan kekuatan lentur dan daktilitas beton. Pengujian dilakukan terhadap enam sampel balok berukuran 100 × 100 × 400 mm dengan metode third-point loading sesuai standar ASTM C78. Perawatan dilakukan selama 28 hari dengan metode uap panas. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan serat baja dalam RPC mampu meningkatkan kekuatan lentur secara signifikan, mencapai nilai di atas 300 MPa, dengan kuat tekan rata-rata di atas 60 MPa. Temuan ini menunjukkan bahwa RPC berserat dapat menjadi alternatif beton struktural berkinerja tinggi yang layak dikembangkan di Indonesia karena ketersediaan bahan dan peralatan lokal yang mendukung.
PENGARUH SERAT TERHADAP TEGANGAN DAN REGANGAN PADA BETON TANPA AGREGAT KASAR Liucius, Yenny Untari; Tavio; Christianto, Daniel; Lim, Benedict
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 4, November 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i4.34124

Abstract

This research aims to obtain stress and strain diagram curves and analyze the amount of compressive force produced by fibrous concrete without coarse aggregate. This research uses the type of concrete RPC (Reactive Powder Concrete). RPC is a concrete innovation with materials that have small particle sizes to fill cavities in concrete and can increase the strength of the concrete. For this study, silica fume additives were used to produce concrete with better quality than concrete in general. This study began by using cylinder-shaped concrete samples with a diameter of 10 x 20 cm. After that, concrete compressive tests were carried out to obtain stress and strain diagram curves. This study is expected to obtain the results of total concrete compressive strength and stress strain diagram for fibrous concrete without coarse aggregate, because the provisions of ACI (American Concrete Institute) are only used for normal concrete. In this study, it was found that the actual curve was non-linear and the concrete samples that had been tested were not crushed into fragments because they were retained by the fibers. Based on the data analysis that has been carried out, the peak stress of the sample is obtained between 31 MPa and 66 MPa. The amount of energy that can be absorbed by concrete is between 0,0866 to 0,3418 with an average multiplying factor of 0,4989. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk medapatkan kurva diagram tegangan dan regangan (Stress Strain) dan menganalisis besar gaya tekan yang dihasilkan oleh beton berserat tanpa agregat kasar. Penelitian ini menggunakan jenis beton RPC (Reactive Powder Concrete). RPC merupakan inovasi beton dengan bahan material yang memiliki ukuran partikel kecil guna mengisi rongga-rongga pada beton dan dapat meningkatkan kekuatan daripada beton tersebut. Untuk penelitian ini digunakan bahan tambahan silica fume untuk menghasilkan beton dengan mutu yang lebih baik dibanding dengan beton pada umumnya. Penelitian ini dimulai dengan menggunakan sampel beton berbentuk silinder dengan ukuran diameter 10 x 20 cm. Setelah itu dilakukan tes tekan beton untuk mendapatkan kurva diagram tegangan dan regangan. Penelitian ini diharapkan dapat mendapatkan hasil total kuat tekan beton dan diagram tegangan regangan untuk beton berserat tanpa agregat kasar, dikarenakan ketentuan pada ACI (American Concrete Institute) hanya digunakan untuk beton normal. Dalam penelitian ini didapatkan kurva aktual bersifat non-linear dan sampel beton yang telah dilakukan pengetesan tidak hancur menjadi serpihan karena tertahan oleh serat. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan di peroleh peak stress sampel antara 31 MPa hingga 66 MPa. Besar energi yang dapat diserap oleh beton berada diantara 0,0866 hingga 0,3418 dengan rata-rata faktor pengali sebesar 0,4989.
EVALUASI KINERJA DENGAN METODE PUSHOVER PADA STRUKTUR KOMPOSIT 10 LANTAI DENGAN VARIASI BRACING Liucius, Yenny Untari; Winata, Rangga; Leman, Sunarjo; Sandjaya, Arif
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 4, November 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i4.34228

Abstract

Indonesia, located in a seismically active region, faces significant challenges in earthquake-resistant structural design. One widely used method to evaluate structural performance under seismic loads is nonlinear pushover analysis. In this study, pushover analysis was employed to assess performance levels and determine ductility parameters of a 10-story composite structure with various bracing configurations. Three structural models were analyzed with different types of bracing added in the Y direction. Model 1 is a composite structure with SRC columns and steel beams; Model 2 uses inverted V bracing; and Model 3 incorporates multi story X bracing. Structural performance was evaluated using two approaches: the Capacity Spectrum Method (CSM) and the Displacement Coefficient Method (DCM). Furthermore, for buildings with composite columns, steel beams, and steel bracing, the response modification factor (R), overstrength factor (Ω₀), and displacement amplification factor (Cd) are not yet specified in SNI 1726-2019. The structural models were developed in three dimensions using MIDAS GEN software. The results show that Model 1 achieves IO–LS performance levels in both X and Y directions, while Models 2 and 3 exceed CP in the Y direction. The R values of all models are relatively similar. However, Models 2 and 3 show lower Ω₀ values compared to Model 1 in the Y direction. Cd of Model 2 is lower than Model 1, while Cd of Model 3 is higher. Based on the findings, Model 1 is recommended as the most optimal structural option among the three models. Abstrak Indonesia, yang terletak di kawasan seismik aktif menghadapi tantangan besar dalam perencanaan struktur tahan gempa. Salah satu metode yang banyak digunakan untuk mengevaluasi kinerja struktur terhadap beban gempa adalah analisis non-linier pushover. Dalam penelitian ini, analisis pushover digunakan untuk menilai tingkat kinerja dan mencari nilai parameter daktilitas struktur komposit dengan tambahan variasi bracing pada struktur gedung 10 lantai. Tiga model struktur dianalisis dengan pendekatan penambahan bracing pada struktur arah Y dengan tipe yang berbeda. Model 1 berupa struktur komposit dengan kolom SRC dan balok baja, model 2 berupa struktur komposit bracing inverted V, dan model 3 berupa struktur komposit dengan bracing multistory X. Evaluasi kinerja struktur dilakukan dengan analisis pushover menggunakan dua pendekatan, yaitu Capacity Spectrum Method (CSM) dan Displacement Coefficient Method (DCM). Selain itu, untuk bangunan dengan struktur kolom komposit dan balok baja dengan bracing baja, nilai faktor modifikasi respons (R), faktor kuat lebih (Ω₀), dan faktor pembesaran defleksi (Cd) belum diatur dalam SNI 1726-2019. Pemodelan struktur dilakukan secara tiga dimensi menggunakan software MIDAS GEN. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa Model 1 memiliki level kinerja IO–LS pada arah X dan Y, sedangkan Model 2 dan 3 menunjukkan kinerja IO-LS pada arah X dan melebihi CP pada arah Y. Nilai faktor modifikasi respons (R) pada ketiga model relatif serupa. Selain itu, nilai overstrength factor (Ω₀) pada Model 2 dan 3 lebih rendah dibandingkan Model 1 pada struktur arah Y, sedangkan nilai displacement amplification factor (Cd) arah Y struktur pada Model 2 lebih rendah dari Model 1, sementara pada Model 3, nilai Cd justru lebih tinggi dibandingkan Model 1. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, model 1 disarankan sebagai opsi struktur terbaik diantara ketiga model yang ada.