Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Leadership Model of Pastor and Presbyter in Church Stewardship Pairikas, Fenetson; Tari*, Ezra; Luji, Daud Saleh
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 9, No 1 (2024): Februari, Educational Studies, History of Education and Social Science
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v9i1.29085

Abstract

The goal of this article is to demonstrate the significance of pastors and presbyters working together to lead the church. This is due to a lack of them having to create healthy relationships and support one another. The research method used was qualitative. According to the findings of the study, pastors and presbyters have a role as pastors who care for congregation members. They must maintain relationships with the congregation, answer questions, offer support, and shepherd the congregation in their spiritual journey. The pastor is responsible for the worship service, preaching God's Word, and leading the congregation in prayer. Meanwhile, the presbyter has responsibility for handling church funds, creating church policies, and helping make key decisions. Pastors and presbyters collaborate to guide the church in carrying out its spiritual and administrative missions. They must have a positive working connection, support one another, and understand one another's roles. This contributes to the formation of a healthy and successful church in ministry.
Edukasi Implementasi Manajemen Kepemimpinan Guru Berbasis EMASLIM di SD GMIT Oemaulain Rote Ndao Adi Saingo, Yakobus; A. E. Lao, Hendrik; Kasse, Simon; Leobisa, Jonathan; Pairikas, Fenetson; Riyanti Supriadi, Ester
Devotion: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52960/dev.v2i1.244

Abstract

Kegiatan PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) ini dilakukan oleh dosen Program Studi Magister Pendidikan Agama Kristen, Institut Agama Kristen Negeri Kupang. Tujuan kegiatan PKM ini adalah untuk melakukan edukasi implementasi manajemen kepemimpinan guru berbasis EMASLIM di SD GMIT Oemaulain Rote Ndao. Kegiatan PKM dilaksanakan menggunakan metode PAR (Participatory Action Research) yang dipandang cukup relevan karena metode PAR sebagai salah satu aktifitas diskusi yang melibatkan stakeholders dengan pemberian informasi dan solusi dalam proses perubahan perilaku sosial pada suatu komunitas menjadi semakin baik/kondusif. Kegiatan PKM tersebut, diaplikasikan dengan aktifitas ceramah dan dikuatkan melalui diskusi serta tanya jawab antara pemateri dan 11 orang guru SD GMIT Oemaulain Rote Ndao, sebagai peserta. Adapun materi yang disampaikan terkait implementasi manajemen kepemimpinan guru dalam pola EMASLIM, yaitu guru harus menjadi educator, berperan sebagai manager, berperan sebagai administrator, berperan sebagai supervisor, berperan sebagai leader, berperan sebagai innovator, dan mampu menjadi motivator sehingga dapat menciptakan iklim belajar yang nyaman dan kondusif di dalam kelas maupun lingkungan sekolah. Manajemen kepemimpinan guru berbasis EMASLIM yang diterapkan secara utuh dan menyeluruh akan memampukan guru mengelola kelas secara tepat dan aktifitas pendidikan dapat terselenggara dengan baik di SD GMIT Oemaulain Rote Ndao.
Generasi Alpha Yang Inklusif: Kontribusi Pendidikan Agama Kristen Di Sekolah Dalam Menghargai Keberagaman Yerliana Boymau; Jonathan Leobisa; Fenetson Pairikas; Yakobus Adi Saingo
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2025): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i3.3988

Abstract

Tujuan penelitian generasi alpha yang inklusif: kontribusi Pendidikan Agama Kristen di sekolah dalam menghargai keberagaman dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literature yang pengumpulan datanya melalui buku, artikel penelitian, prosiding dan dokumen yang memiliki keterkaitan dengan topik penelitian. Data yang terkumpul dianalisis secara reduksi dan memaparkan hasil bahwa anak-anak generasi Alpha harus didik untuk menghormati keberagaman melalui lembaga pendidikan dengan pembelajaran bermutu yang membentuk moral dan karakter inklusi nya. Karakter inklusi pada generasi Alpha dapat dibentuk melalui pembelajaran Pendidikan Agama Kristen yang menjadi sarana untuk mendorong serta memotivasi untuk anak-anak dapat terbuka terhadap perbedaan agama dan bersedia terlibat dalam berbagai kegiatan yang dapat menciptakan kerukunan. Upaya pembentukan karakter inklusi dapat ditempuh dengan menanamkan nilai-nilai Kristiani melalui Pendidikan Agama Kristen. Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen menjadi sarana menanamkan dan membentuk karakter inklusi sehingga anak-anak generasi Alpha dapat menjadi pribadi yang menghargai keberagaman, dan menghidupi prinsip-prinsip moral yang kuat, berempati, bertanggung jawab, dan mengedepankan inklusivitas di tengah keberagaman. Generasi Alpha dapat memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk menyampaikan Pendidikan Agama Kristen yang mengandung pesan moral relevan dengan penguatan jiwa dan karakter inklusi. Generasi Alpha yang berkepribadian inklusi dapat menjadi garda terdepan dalam memperkuat solidaritas untuk menciptakan kerukunan umat beragama.
Strategi Mewujudkan Sekolah Ramah Anak (Studi Kasus SMP Kristen Harapan Soe) Alan J.A.M Tefa; Nelman A Weny; Fenetson Pairikas
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 7 No 1 (2023): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/satya-sastraharing.v7i1.1027

Abstract

Abstrak Sekolah ramah anak adalah satuan pendidikan formal, nonformal, dan informal yang aman, bersih,sehat, peduli dan berbudaya lingkungan hidup dan mampu menjamin hak-hak anak dan perlindungan anak dari kekerasan dan perlakuan salah lainnya serta mendukung partisipasi anak dalam pendidikan. Tujuan Penelitian untuk mengetahui tentang esensi dari sekolah ramah anak, strategi mewujudkan sekolah ramah anak, serta mengetahui apa saja kendala yang dihadapi dalam mewujudkan sekolah ramah anak di SMP Kristen Harapan Soe. Metode Penelitian adalah penelitian kualitatif dan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan Focus discussion group (FGD), setelah itu data difalidasi menggunakan teknik trianggulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) esensi dasar sekolah ramah anak bagi SMP Kristen Harapan Soe ialah program yang mengkondisikan sekolah menjadi rumah kedua yang nyaman bagi anak. 2) Ada enam strategi yang diterapkan dalam mewujudkan sekolah ramah anak. 3) Kurangnya guru yang terlatih hak-hak anak, terbatasnya biaya penyelenggaraan pendidikan, terdapat orang tua yang kurang peduli dengan pendidikan anaknya, kurangnya kerjasama dengan pihak dari luar sekolah. Berdasarkan hasil analisis data maka dapat disimpulkan bahwa SMP Kristen Harapan Soe menerapkan enam strategi mewujudkan sekolah ramah anak. Enam strategi tersebut sudah mewakili indikator sekolah ramah anak (SRA). Namun,dalam pelaksanaanya masih terdapat kendala yang alami pihak sekolah. Keywords: Esensi, Strategi, Sekolah Ramah Anak
Relevant Pastoral and Teaching Models in Pentecostal Churches in Indonesia Region I Kupang City Robi Adison Kause; Ezra Tari; Fenetson Pairikas
Journal of General Education and Humanities Vol. 5 No. 3 (2026): June
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v5i3.1702

Abstract

This research analyzes relevant models of pastoring and Bible teaching at the Pentecostal Church in Indonesia (GPdI) Region I, Kupang City. The research problem stems from the phenomenon of congregational spiritual stagnation, characterized by weak prayer lives, limited Bible reading, low service involvement, and teaching that is less contextually relevant amid the challenges of secularization and technology. The research objective is to determine how pastors carry out pastoral duties holistically and to develop teaching strategies that meet the spiritual needs of the congregation. The research method is a qualitative approach grounded in practical theology. Data were collected through observation, interviews, and literature reviews, and analyzed using descriptive-analytical methods. The research results indicate four main dimensions of relevant pastoring: based on divine calling and exemplary leadership; contextual prayer ministry; responsive, relational, and adaptive, integrative within limitations. Furthermore, four relevant teaching points were found: faithfulness to the word as the primary foundation, emphasis on practical application, dependence on the Holy Spirit, and flexibility of methods according to the congregational context. The research concludes that the relevant model is transformative in shaping a Christ-like character within the congregation.
Kepemimpinan naratif-memori: Paradigma pembangunan jemaat melalui praktik anamnesis komunal Fenetson Pairikas
KURIOS Vol. 11 No. 3: Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v11i3.1501

Abstract

Artikel ini mengkonstruksi paradigma kepemimpinan naratif-memori sebagai alternatif terhadap model kepemimpinan gereja yang dominan bersifat visioner-futuristik dan manajerial-korporat. Melalui pendekatan kualitatif-konstruktif dengan metode korelasi kritis, penelitian ini mengintegrasikan teologi memori (Metz, Volf, Ricoeur), teori kepemimpinan naratif (Gardner, Hauerwas), dan liturgi formatif (Smith, Schmemann) untuk mengembangkan kerangka kepemimpinan yang berakar pada praktik anamnesis. Temuan menunjukkan bahwa kepemimpinan naratif-memori menawarkan lima dimensi transformatif: pemimpin sebagai kurator memori komunal, liturgi sebagai teknologi pembentukan identitas, narasi sebagai medium integrasi pengalaman fragmentaris, memori sebagai sumber rekonsiliasi pasca-trauma, dan anamnesis sebagai kritik profetik. Dalam konteks Indonesia yang ditandai pluralitas dan berbagai luka sejarah, model ini menyediakan kerangka teologis dan praktis untuk pembangunan jemaat yang mengintegrasikan pengakuan atas penderitaan masa lalu dengan harapan eskatologis.
Sosialisasi Pemuda Bukan Masalah tetapi Harapan: Menggali Kekuatan dan Mengatasi Kelemahan di GMIT Jemaat Imanuel Baumata Fenetson Pairikas; Jessintha Filardin Laukapitang; Delsi Oktoviana Oematan; Yasinta Emalia Waang; Jeanne Paula Konay; Agustina Ha’e; Deciana Mese Baok; Yakob Pai Tiba; Korne Amelia Haba Ito
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2025): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/jbkyr175

Abstract

Tulisan ini membahas pentingnya sosialisasi pemuda dalam konteks kehidupan bergereja, khususnya di GMIT Jemaat Imanuel Baumata, dengan menekankan bahwa pemuda bukanlah masalah, melainkan harapan gereja masa depan. Pemuda memiliki potensi besar dalam hal kreativitas, energi, semangat, dan idealisme yang dapat menjadi kekuatan transformatif dalam pelayanan dan masyarakat. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), tim dosen dan mahasiswa melakukan sosialisasi dan pendampingan secara partisipatif, edukatif, dan dialogis. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemuda menghadapi tantangan serius seperti krisis identitas, ketidakstabilan emosi, dan minimnya pembinaan rohani. Namun, melalui pendekatan mentoring antar generasi, pemuridan, serta pendidikan karakter Kristiani, potensi pemuda dapat diberdayakan secara efektif. Alkitab sendiri mencatat bagaimana Tuhan memakai pemuda untuk misi-Nya. Oleh karena itu, paradigma gereja perlu diubah: dari melihat pemuda sebagai beban, menjadi melihat mereka sebagai mitra strategis dalam pelayanan dan pembangunan rohani jemaat.
Penguatan Tugas dan Fungsi Pengajar Pelayan Anak dan Remaja di Klasis Lobalain Daud Saleh Luji; Ezra Tari; Fenetson Pairikas
DEDICATIO: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Desember: DEDICATIO: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of community service activities is related to explaining the duties and functions of teachers. Strengthening the roles and responsibilities of teachers serving children and adolescents is a crucial action in ensuring the continuity of their education and optimal development. Teachers are still hampered by a lack of tools and understanding of teaching creativity. Methods for implementing services, discussing and practicing. Interact with children to convey the goals and themes in storytelling activities. From the results of community service activities, it can be concluded that generally they are able to implement pop up books with puppet shows on stage. The teacher reveals about story development. The teacher emphasizes communication strategies that can affect children's emotions.
Korban Ke Penyitas: Upaya Sekolah Mengatasi Bullying Fisik Melalui Pendekatan Empatik Yasinta Emalia Waang; Jeanne Paula Konay; Fenetson Pairikas; Jonathan Leobisa; Yakobus Adi Saingo
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 2 No. 2 (2025): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perundungan fisik di sekolah berdampak serius pada perkembangan psikologis dan sosial siswa. Sayangnya, pendekatan hukuman seringkali gagal memulihkan korban sepenuhnya. Artikel ini membahas bagaimana pendekatan empati dapat menjadi strategi efektif dalam membantu siswa korban perundungan untuk bertransformasi menjadi penyintas. Empati, yang terdiri dari dimensi kognitif, afektif, dan welas asih, diterapkan sebagai dasar tindakan restoratif yang mendorong pemulihan emosional dan sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan desk study, dengan data dikumpulkan dari berbagai literatur seperti buku, jurnal ilmiah, dan prosiding. Data dianalisis secara reduktif, mengungkapkan bahwa peran aktif guru, konselor, teman sebaya, serta keterlibatan keluarga dan lembaga keagamaan seperti gereja, merupakan kunci untuk menciptakan lingkungan sekolah yang suportif dan aman. Dengan pendekatan ini, sekolah tidak hanya mencegah kekerasan tetapi juga menumbuhkan budaya penyembuhan dan pemberdayaan.