Articles
ANTARA REALITA DAN EKSPEKTASI: NARASI QUIET QUITTING PADA GENERASI Z
Ergy Nehemia;
Doddy Hendro Wibowo
Manajemen: Jurnal Ekonomi Vol. 7 No. 3 (2025): Manajemen : Jurnal Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Simalungun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36985/67w43w15
Quiet quitting didefinisikan sebagai upaya minimal dan pengurangan tanggung jawab di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan memahami perilaku quiet quitting pada pekerja generasi Z menggunakan metode kualitatif fenomenologi, dengan snowball sampling untuk memilih tiga partisipan, pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan observasi, serta analisis melalui coding verbatim dari rekaman. Hasil menunjukkan bahwa ketidakpuasan karyawan terhadap penghargaan mendorong penurunan usaha dan keterlibatan, berdampak negatif pada produktivitas. Tema utama pemicu dan manifestasi meliputi penurunan komitmen pekerjaan rendah, penolakan pekerjaan tambahan, dan batasan minimum dalam bekerja. Quiet quitting pada Generasi Z merupakan respons adaptif terhadap ketidakseimbangan ekspektasi dan realitas kerja, sehingga organisasi perlu memprioritaskan apresiasi, kompensasi adil, dan work-life balance untuk mencegahnya serta meningkatkan komitmen pekerja
Hubungan Gaya Kepemimpinan Transformasional dan Motivasi Kerja pada Karyawan di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Salatiga
Dhiya Surya Salsabilla, Kr;
Doddy Hendro Wibowo
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 26, No 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Batanghari Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33087/jiubj.v26i2.5572
This study aims to determine the relationship between transformational leadership style and employee work motivation at the Salatiga City Regional Drinking Water Company (RDWC) This study used quantitative methods. The subjects in this study numbered 134 people, selected using a saturated sampling technique, where the entire study population was sampled. The data collection process was conducted using Pearson correlation. The results showed a positive and significant relationship between transformational leadership style and employee work motivation at the Salatiga City Regional Drinking Water Company (RDWC).
Revitalization of Javanese culture as a cultural resilience mechanism against radicalism
Emmanuel Satyo Yuwono;
Doddy Hendro Wibowo;
Wahyuni Kristinawati;
Irene Miracle Philian Goszal
JURNAL SPIRITS Vol 16 No 1 (2025): volume 16 n0 1 2025
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30738/spirits.v16i1.21439
This research aims to explore how the revitalization of Javanese culture plays a role in building cultural resilience as a strategy for the prevention of radicalism. Employing a qualitative approach, the study involved in-depth interviews with Javanese cultural experts, former individuals exposed to radical ideologies, religious leaders, and security apparatus personnel experienced in handling extremism. The thematic analysis identified three primary themes: (1) Kejawen values as a cognitive-affective framework that forms cultural resilience; (2) the practice of Gotong Royong (cooperation) as a source of communal resilience that strengthens the sense of connection and collective alertness; and (3) traditional Arts and Rituals as Mechanisms of Local Identity Formation, which functions to protect individuals from seeking alternative identities offered by radical ideologies. These findings confirm that the revitalization of Javanese culture is not merely the preservation of tradition, but rather an adaptive mechanism that reinforces the community's resilience in rejecting the penetration of violent ideologies. Thus, cultural resilience becomes an essential foundation for sustainable radicalism prevention efforts based on local wisdom. The implications of this study emphasize the importance of utilizing local cultural values and practices in a reflective manner in the formulation of community-based radicalism prevention programs, particularly through the strengthening of cultural spaces, values education, and sustained social participation.
HUBUNGAN KETERLIBATAN DALAM ORGANISASI KEMAHASISWAAN DENGAN ADAPTABILITAS KARIR PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR
Indra Lucky Ohy;
Doddy Hendro Wibowo
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 6 (2025): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58344/jii.v4i6.6622
Adaptabilitas karir menjadi suatu kemampuan yang perlu dimiliki oleh mahasiswa terutama saat menghadapi masa transisi dimana mereka harus beradaptasi terhadap perubahan perannya menjadi pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan keterlibatan dalam organisasi kemahasiswaan dengan adaptabilitas karir pada mahasiswa tingkat akhir. Penelitian ini melibatkan mahasiswa tingkat akhir dengan jumlah 100 mahasiswa menggunakan metode pengambilan sampel yaitu non-probability sampel dengan teknik accidental sampling. Alat ukur yang digunakan berupa angket kuesioner skala likert yang terdiri dari kuesioner Career Adapt-Ability Scale (CAAS) dan Extracurricular Involvement Inventory (EII). Analisa data menggunakan uji korelasi product moment-Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif signifikan antara keterlibatan mahasiswa dan adaptabilitas karir pada mahasiswa dengan koefisien korelasi sebesar r = 0,574 dengan hasil sig. = 0,001 atau (p<0, 05). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk lebih aktif dalam organisasi kemahasiswaan guna meningkatkan keterampilan yang dapat menunjang kesiapan dalam memasuki dunia kerja.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN AGRESIVITAS PADA MAHASISWA KBM FUTSAL UNIVERSITAS X
Albertus Candra One Number Simanjorang;
Doddy Hendro Wibowo
Journal Of Psychology humanlight Vol. 3 No. 1 (2022): June: Journal Of Psychology humanlight
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51667/jph.v3i1.868
Penelitian ini memiliki tujuan untuk menentukan hubungan antara kecerdasanemosional dan agresivitas pada atlet KBM Futsal Universitas X. Partisipan adalahatlet KBM Futsal Universitas X dengan jumlah 40 orang. Pengumpulan data yangakan digunakan adalah skala kecerdasan emosional yang terdiri dari 30 butir danskala agresivitas yang terdiri dari 28 butir dan keduanya telah memenuhi syaratreliabilitas yang baik. Analisis data menggunakan teknik korelasi Pearson productmoment. Hasil penelitian ini menunjukan koefisien korelasi sebesar -0.570 dengannilai signifikansi 0,000 (p< 0,05), artinya semakin tinggi tingkat kecerdasanemosional seseorang, maka tingkat agresivitasnya semakin rendah. Melaluipenelitian ini diharapkan bagi pemain futsal KBM Universitas X sebaiknya tetapmempertahankan bahkan meningkatkan Kecerdasan Emosional yang dimiliki agaragresivitas pemain menjadi lebih berkurang.
Revealing the Relationship between Loneliness and Sleep Quality in Migrating Employees
Aurelia Tiffany Hartanto;
Doddy Hendro Wibowo
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 4 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/psikostudia.v13i4.15365
Individuals who work outside the city often feel lonely, which can adversely affect their sleep quality. This study aims to determine the correlation between loneliness and sleep quality in employees who migrate. The hypothesis of this study is that there is a positive relationship between loneliness and sleep quality in overseas employees. In this study using accidental sampling technique. The subjects involved in this study amounted to 100 employees who migrated in Jakarta with an age range of 18-30 years and lived alone in boarding houses or rented houses. The data collection method uses the Sleep Quality Scale (SQS) and the Russell-University of California Los Angeles (R-UCLA) loneliness scale version 3. The data analysis technique used is the Spearman rank correlation coefficient. Based on the results of data analysis, the correlation coefficient was 0.581 and the p value = 0.000 (p<0.05). These results indicate that there is a significant positive relationship between loneliness and sleep quality, meaning that the higher the loneliness felt by overseas employees, the higher the poor sleep quality. Thus, reducing loneliness will improve sleep quality in overseas employees.Individu yang bekerja di luar kota seringkali merasakan kesepian yang dapat berdampak buruk bagi kualitas tidurnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesepian dengan kualitas tidur pada karyawan yang merantau. Hipotesis penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara kesepian dengan kualitas tidur pada karyawan rantau. Dalam penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 100 karyawan yang merantau di Jakarta dengan rentang usia 18-30 tahun dan tinggal sendirian di kos atau kontrakan. Metode pengumpulan data menggunakan skala Sleep Quality Scale (SQS) dan skala Russel-University of California Los Angeles (R-UCLA) loneliness scale versi 3. Teknik analisis data yang digunakan adalah Spearman rank correlation coefficient. Berdasarkan hasil analisis data, didapatkan koefisien korelasi sebesar 0,581 dan nilai p = 0,000 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif signifikan antara kesepian dengan kualitas tidur artinya semakin tinggi kesepian yang dirasakan karyawan rantau maka semakin tinggi kualitas tidur yang buruk. Dengan demikian mengurangi kesepian akan meningkatkan kualitas tidur pada karyawan rantau.
Peran Psychological Capital Sebagai Prediktor Work Engagement Pada Karyawan Generasi Milenial
Aditama, Rona Frediansa;
Wibowo, Doddy Hendro
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 4 (2022): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i4.9135
The aims of this study is determine whether psychological capital has an effect on work engagement in millennial generation employees at PT X. This study uses quantitative methods and parametric statistical analysis with simple linear regression techniques. A total of 100 millennial generation employees (male = 37; female = 63) at PT X were sampled in this study. Determination of the sample in this study using purposive sampling technique. The measuring instrument used in this research is the Utrecht Work Engagement Scale (UWES) and the Psychological Capital Questionnaire (PCQ). The results of the reliability of the UWES measuring instrument are 0,866 and for PCQ is 0,848 From the results of simple linear regression analysis, the value of p = 0.000 (p < 0.05). These results indicate that psychological capital has a positive and significant effect on work engagement. Companies need to increase work engagement through increasing psychological capital in employees.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah psychological capital berpengaruh terhadap work engagement pada karyawan generasi milenial di PT X. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan analisis statistik parametris dengan teknik regresi linier sederhana. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Sebanyak 100 karyawan generasi milenial (Laki-laki = 37 ; perempuan = 63) di PT X menjadi sampel dalam penelitian ini. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Utrecht Work Engagement Scale (UWES) dan Psychological Capital Questionnaire (PCQ). Hasil reliabilitas alat ukur UWES adalah 0,866 dan untuk PCQ adalah 0,848 Dari hasil analisis regresi linier sederhana, diperoleh nilai p = 0.000 (p<0.05). Hasil ini menunjukan bahwa psychological capital berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap work engagement. Perusahaan perlu meningkatkan work engagement karyawan melalui peningkatan psychological capital pada diri karyawan.
Live Successfully, Don't Be Afraid: Internal Locus Of Control And Fear Of Success In Career Women
Walewangko, Alexandra Celadine Katya;
Wibowo, Doddy Hendro
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11, No 1 (2023): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/psikoborneo.v11i1.9469
Every woman has equal opportunities, rights and freedoms with men to develop her career. There is a view that if women can achieve success, they will get negatif consequences from their social environment. The purpose of this study was to find out whether there is a relationship between Internal Locus Of Control and Fear Of Success in career women. This study uses a correlational quantitative method. By determining the sample using non-probability sampling technique, namely accidental sampling. The participants involved in this study were 101 career women. The scale trial produced a reliability coefficient on the Internal Locus Of Control scale of 0.796 and on the Fear Of Success scale of 0.909. The data analysis technique used is product moment analysis by obtaining a correlation coefficient of r = -0.658 and a significance value of 0.000 (p <0.05) meaning that this indicates that there is a negatif relationship between Internal Locus Of Control and Fear Of Success in career woman.Setiap wanita mempunyai kesempatan, hak serta kebebasan yang setara dengan kaum pria untuk mengembangkan kariernya. Terdapat pandangan apabila wanita dapat mencapai sebuah kesuksesan maka akan mendapatkan dampak negatif dari lingkungan sosialnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara Internal Locus Of Control dengan Fear Of Success pada wanita karier. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Dengan penentuan sampel menggunakan teknik non probability sampling, yaitu accidental sampling. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 101 wanita karier. Uji coba skala menghasilkan koefisien reliabilitas pada skala Internal Locus Of Control sebesar 0,796 dan pada skala Fear Of Success sebesar 0,909. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis product moment dengan memperoleh koefisien korelasi sebesar r = - 0, 658 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05) artinya hal ini menunjukkan bahwa adanya hubungan negatif antara Internal Locus Of Control dengan Fear Of Success pada wanita karier.
KETERIKATAN KERJA DAN KINERJA KARYAWAN DI PERUSAHAAN PADAT KARYA DI INDONESIA
Dennis Wildan Al azzam;
Doddy Hendro Wibowo
PSIKOWIPA (Psikologi Wijaya Putra) Vol 5 No 2 (2024): PSIKOWIPA
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wijaya Putra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38156/psikowipa.v5i2.148
Keberhasilan organisasi bergantung pada kinerja karyawan, dan peningkatan keterikatan kerja menjadi fokus utama bagi pengusaha, terutama di perusahaan padat karya di Indonesia. Banyak perusahaan ini menghadapi tantangan dalam mempertahankan keterikatan kerja staf manajemen karena tingginya beban kerja dan lingkungan kerja yang kurang mendukung. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab sejauh mana keterikatan kerja berhubungan dengan kinerja di sektor ini, menggunakan 129 responden staf manajemen sebagai sampel. Analisis data dilakukan dengan korelasi Spearman menggunakan dua skala, yaitu skala keterikatan kerja dan skala kinerja. Hasil menunjukkan hubungan positif dan signifikan (r = 0,559, p = 0,000), mengindikasikan bahwa semakin tinggi keterikatan kerja, semakin tinggi kinerja karyawan. Hal ini menekankan pentingnya keterikatan kerja sebagai elemen penting dalam strategi peningkatan kinerja, memberikan panduan bagi perusahaan padat karya untuk meningkatkan keterikatan kerja guna mendorong produktivitas yang lebih tinggi, yang pada akhirnya mendukung keberhasilan organisasi secara keseluruhan.