p-Index From 2021 - 2026
13.697
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Proyeksi: Jurnal Psikologi Psikologika : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Jurnal Psikologi Jurnal Psikologi JURNAL PSIKOLOGI UDAYANA Psikodimensia: Kajian Ilmiah Psikologi PSYMPATHIC Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi Jurnal Psikologi Integratif Jurnal Psikologi Perseptual Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Jurnal Ecopsy Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Jurnal Psikologi Talenta JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Motiva: Jurnal Psikologi Jurnal Spirits Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru PEDULI: Jurnal Imiah Pengabdian Pada Masyarakat Psikologi Konseling: Jurnal Kajian Psikologi dan Konseling Psikostudia : Jurnal Psikologi Jurnal Ilmiah Psikologi Mind Set Jurnal Psikohumanika Jurnal Pendidikan dan Konseling Jurnal Ilmiah Psyche Psychopreneur Journal Jurnal Psimawa : Diskursus Ilmu Psikologi dan Pendidikan Psikosains: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi Bulletin of Counseling and Psychotherapy Jurnal Inovasi Penelitian Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Patria : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Health and Behavioral Science Jurnal Psikologi Malahayati G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Psikoborneo : Jurnal Ilmiah Psikologi Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan INSPIRA: Indonesian Journal of Psychological Research JOURNAL OF PSYCHOLOGY HUMANLIGHT Action Research Literate (ARL) Jurnal Impresi Indonesia Journal of Social Research Jurnal Psikologi Wijaya Putra (Psikowipa) Jurnal Social Library Jurnal Cakrawala Ilmiah JISOS: Jurnal ilmu sosial Journal of Innovation Research and Knowledge Jurnal Psikologi Insight Media Bina Ilmiah Psikologia : Jurnal Psikologi Magistrorum et Scholarium: Jurnal Pengabdian Masyarakat Innovative: Journal Of Social Science Research Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora (JURRISH) Jurnal Bimbingan dan Konseling Indonesia Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development Manajemen : Jurnal Ekonomi Devotion : Jurnal Pengabdian Psikologi Psycho Holistic Jurnal Psikologi Udayana Jurnal Riset Psikologi Humanitas
Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA ADAPTASI KARIR DAN JOB HOPPING INTENTION PADA KARYAWAN GENERASI Z Melsi Ranita Tamanampo; Doddy Hendro Wibowo
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 3: Agustus 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara adaptasi karir dan job hopping intention pada karyawan generasi Z. Adaptasi karir dipandang sebagai kompetensi psikososial yang berperan dalam menghadapi perubahan dan tantangan pekerjaan, sedangkan job hopping intention adalah kecenderungan individu untuk sering berpindah pekerjaan dalam waktu singkat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel berjumlah 156 responden berusia 15–28 tahun yang telah melakukan perpindahan kerja dalam waktu 1–2 tahun. Instrumen yang digunakan adalah Career Adapt-Abilities Scale (CAAS) dan skala Job Hopping dari Lake et al. (2017). Hasil analisis Pearson menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara adaptasi karir dan job hopping intention (r = -0,014; p = 0,859). Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor lain di luar adaptasi karir kemungkinan memiliki pengaruh lebih besar terhadap intensi karyawan untuk berpindah kerja
Hubungan Antara Konsep Diri dan Kematangan Karier Siswa SMA “X” di Salatiga Hartono, Oei Yanashia Siswo; Wibowo, Doddy Hendro
Action Research Literate Vol. 7 No. 11 (2023): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v7i11.203

Abstract

Karier adalah hal yang sangat penting bagi manusia, maka dari itu individu harus memiliki kematangan karier yang baik dan salah satu yang mempengaruhi kematangan karier adalah konsep diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan antara konsep diri dan kematangan karier pada siswa SMA “X” di Salatiga. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian secara kuantitatif dengan teknik total sampling, total populasinya adalah 126 siswa. Metode analisis data menggunakan korelasi product moment dari Pearson. Terdapat dua skala yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu skala konsep diri dan skala kematangan karier. Hasil dari penelitian yaitu terdapat korelasi sebesar r = 0,322 dengan p = 0,001 (p<0,05), hal ini terdapat hubungan yang signifikan positif antara konsep diri dan kematangan karier. Artinya bila konsep diri tinggi maka kematangan karier juga tinggi, sebaliknya jika konsep diri rendah maka kematangan karier juga rendah. Hasil penelitian ini dalam menjadi acuan para guru BK untuk dapat membimbing siswa untuk memiliki konsep diri yang baik. Sehingga siswa dapat memiliki kematangan karier yang baik.
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA REMAJA AWAL Claudia Maysitta Yuslin Nanda; Doddy Hendro Wibowo
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 6 (2025): Nopember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kewajiban utama remaja awal adalah belajar, yang mencakup menyelesaikan tugas tepat waktu dan menghadapi tantangan dengan baik. Akan tetapi, saat ini banyak remaja awal yang terbiasa menunda pekerjaannya terutama yang berkaitan dengan sekolah atau bisa disebut dengan prokrastinasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar dengan prokrastinasi akademik pada remaja awal. Sampel pada penelitian ini dipilih menggunakan teknik quota sampling, dengan jumlah responden sebanyak 58 remaja awal aktif SMP Atmaja Wacana dari kelas 7-9. Metode pengumpulan data menggunakan Skala Motivated Strategies for Learning Questionnaire untuk mengukur motivasi belajar dan Skala Pure Procrastination Scale untuk mengukur prokrastinasi akademik. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi dari Pearson Product Moment. Berdasarkan hasil analisis data, didapatkan nilai koefisien antara prokrastinasi akademik dan motivasi belajar adalah 0,087 dengan nilai signifikansi = 0,514 (p > 0,05) yang berarti keduanya tidak memiliki hubungan yang signifikan. Maka dari itu, motivasi belajar tidak secara signifikan berhubungan dengan prokrastinasi akademik.
Self-Compassion with Loneliness in Late Teens Who Are Migrating Biring, Reski Natalia; Wibowo, Doddy Hendro
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 12, No 1 (2024): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v12i1.13432

Abstract

Late adolescence is a time when individuals begin to prepare themselves to determine their future. For this reason, many teenagers choose to migrate for the sake of their desired future, but late teens often experience loneliness. To reduce feelings of loneliness, teenagers need to increase self compassion for themselves. This research aims to determine the relationship between self compassion and loneliness in late adolescents who are migrating. This study uses a quantitative approach. The number of samples in this study was 203 young people who were currently migrating, sampling using the quota sampling technique. The measuring instrument used in this research is the Self Compassion Scale (SCS). Loneliness scale version 3 (UCLA version 3). The data analysis technique used is the Pearson Product Moment correlation technique. The results of this study show a correlation coefficient of r = -0.510 with a significance value of 0.000 (p<0.01), which means there is a significant negative relationship between self compassion and loneliness in late adolescents who are migrating. This means that the higher the self compassion, the lower the level of loneliness experienced by teenagers who are migrating. Vice versa, the lower self compassion, the higher the level of loneliness experienced by teenagers who are migrating. The implication of this research is that late adolescents who are migrating are not immersed in feelings of loneliness and need to increase self compassion by carrying out activities according to their own desires or are popular which provide benefits for themselves and the people around them, to avoid feelings of loneliness.Masa remaja akhir merupakan masa dimana individu mulai mempersiapkan diri untuk menentukan masa depan. Oleh sebab itu banyak remaja memilih untuk merantau demi masa depan yang diinginkan, namun remaja akhir sering mengalami loneliness. Untuk mengurangi perasaan loneliness maka remaja perlu meningkatkan self compassion pada dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self compassion dengan loneliness pada remaja akhir yang sedang merantau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 203 remaja akhir yang sedang merantau, pengambilan sampel pada menggunakan teknik quota sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini yaitu skala Self-Compassion Scale (SCS). Skala Loneliness scale version 3 (UCLA versi 3). Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik korelasi Product Moment Pearson. Hasil penelitian ini menunjukan koefisien korelasi r = -0.510 dengan nilai signifikansi 0.000 (p<0.01) yang berarti terdapat hubungan negatif signifikan antara self compassion dengan loneliness pada remaja akhir yang sedang merantau. Artinya, semakin tinggi self compassion maka semakin rendah tingkat loneliness yang dimiliki remaja yang sedang merantau. Begitu pun sebaliknya, semakin rendah self compassion maka semakin tinggi tingkat loneliness yang dimiliki remaja yang sedang merantau. Implikasi dari penelitian ini, yaitu remaja akhir yang sedang merantau tidak terlarut dalam perasaan loneliness dan perlu meningkatkan self compassion dengan melakukan aktivitas sesuai dengan keinginan diri sendiri atau digemari yang memberikan manfaat bagi diri sendiri dan orang disekitar, sehingga terhindar dari perasaan loneliness.
Locus of Control and Psychological Capital: The Key to Success for Thrifting Entrepreneurs Bangsa, Galang Sukma; Wibowo, Doddy Hendro
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 12, No 3 (2024): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v12i3.15123

Abstract

Psychological capital is one of the important personal resources for entrepreneurs, especially when they are in a less conducive environment. In addition to psychological capital, locus of control is also an important element in influencing an entrepreneur in running his business. This study aims to determine the relationship between locus of control and psychological capital in thrifting entrepreneurs. This study used snowball sampling technique and involved 110 thrifting entrepreneurs. The data collection method used the IPC-Locus of Control Scale and Psychological Capital Questionnaire-24 (PCQ-24). Based on the results of data analysis using Spearman rank correlation coefficient, the correlation coefficient between internal locus of control and psychological capital is 0.235 with a p value of 0.007 (p < 0.05) and the correlation coefficient between external locus of control and psychological capital is -0.259 with a p value of 0.003 (p < 0.05). Thus, thrifting entrepreneurs with high internal locus of control tend to have high psychological capital. The effort that thrifting entrepreneurs can make to increase psychological capital is to believe that everything that happens to their business is dominated by internal factors such as their ability to manage their business plays an important role in the progress of their business.Psychological capital merupakan salah satu sumber daya pribadi yang penting bagi wirausahawan, terutama saat berada dalam lingkungan yang kurang kondusif. Selain psychological capital, locus of control juga merupakan elemen yang penting dalam mempengaruhi seorang wirausahawan dalam menjalankan usahanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara locus of control dengan psychological capital pada wirausahawan thrifting. Penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling dan melibatkan wirausahawan thrifting sejumlah 110 orang. Metode pengumpulan data menggunakan Skala IPC-Locus of Control dan Psychological Capital Questionnaire-24 (PCQ-24). Berdasarkan hasil analisis data menggunakan Spearman rank correlation coefficient, didapatkan koefisien korelasi antara locus of control internal dengan psychological capital sebesar 0,235 dengan nilai p sebesar 0,007 (p < 0,05) dan koefisien korelasi antara locus of control eksternal dengan psychological capital sebesar -0,259 dengan nilai p sebesar 0,003 (p < 0,05). Dengan demikian, wirausahawan thrifting dengan locus of control internal tinggi cenderung memiliki psychological capital yang tinggi. Upaya yang dapat dilakukan wirausahawan thrifting untuk meningkatkan psychological capital adalah dengan meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi pada usahanya didominasi oleh faktor internal seperti kemampuannya dalam mengelola usaha berperan penting dalam kemajuan usahanya.
Korelasi antara pengambilan keputusan resiko dan intensi berkarir wirausaha pada mahasiswa Lestyorini, Endah Nurul; Wibowo, Doddy Hendro
JURNAL SPIRITS Vol 12 No 1 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/spirits.v12i1.12715

Abstract

Salah satu penyebab meningkatnya jumlah pengangguran di Indonesia adalah tingginya angka penggangguran terdidik. Permasalahan pengangguran tersebut dapat diatasi dengan cara menciptakan lowongan kerja mandiri melalui kegiatan berwirausaha. Penelitian ini bertujuan untuk melihat adakah hubungan pengambilan risiko dan intensi berkarier wirausaha pada mahasiswa di universitas swasta XX. Mahasiswa aktif sebanyak 337 orang dipilih sebagai sampel, dengan teknik non-probability sampling. Hasil analisis data menunjukan nilai koefisien r=0,751 (p<0.05) artinya ada hubungan positif yang signifikan antara pengambilan risiko dan intensi berkarir wirausaha mahasiswa universitas swasta XX. Implikasi penelitian ini mahasiswa dapat memulai sebuah usaha untuk mengaktualisasikan keinginannya untuk berwirausaha dengan keberanian menghadapi dan mempertanggungjawabkan risiko yang akan muncul ketika berwirausaha
Gambaran karakter diri pelaku seni tari prajuritan di desa Banyubiru Yuwono, Emmanuel Satyo; Wibowo, Doddy Hendro
JURNAL SPIRITS Vol 13 No 2 (2023): May 2023
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/spirits.v13i2.15814

Abstract

Prajuritan is a war dance where a group of men and women dance together. Warrior dance, full of meaning, is a form of local wisdom that the people in Banyubiru Village, Semarang Regency, Central Java Province live. This research aimed to discover the self-characteristic description of Tari Prajuritan performers in Banyubiru Village. This study implemented a phenomenological-descriptive qualitative method. The data were collected through interviews and observation. The participants in this study were 3 Tari Prajuritan dancers from Banyubiru Village. The research results on the self-characteristic description of Tari Prajuritan dancers include firmness in decision-making, a confident character in relationships, responsibility, and an attitude toward serving others.
Enhancing self-determination to optimize career decision-making Sagala, Selfi Priska; Wibowo, Doddy Hendro
JURNAL SPIRITS Vol 14 No 1 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/spirits.v14i1.15836

Abstract

This researcher is important for teenagers who still have anxiety about their desired career because one of the factors in making career decisions is self-determination which can help teenagers in making career decisions because self-determination is the drive that exists within an individual to achieve life goals, especially career. From the explanation above, the aim of this research is to answer the existence of a relationship between self-determination and career decision making among teenagers in Salatiga City Orphanage. The method used in this research uses quantitative methods with a quantitative correlational research design. The data collection technique used in this research was distributing psychological scales in the form of a physical questionnaire. The sampling technique used is nonprobability sampling with purposive sampling technique. The population of this study were teenagers in Salatiga City Orphanage with 105 subjects. The sampling technique used was purposive sampling. The research results showed a correlation of 0.523 (p<0.05), which means there is a significant positive relationship between self-determination and career decision making among teenagers in Salatiga City Orphanage. So that teenagers who have good self-determination will find it easier to make career decisionsthat suit their abilities
Hubungan Dukungan Sosial Teman Sebaya dan Psychological Well-Being Pada Mahasiswa Rantau Pasca Pandemi Santoso, Aldofo Yofino; Wibowo, Doddy Hendro
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13544

Abstract

Mahasiswa rantau akan dihadapkan dengan situasi-situasi dan tuntutan baru yang dapat memicu stress. Untuk menghadapai tuntutan dan situasi tersebut maka diharapkan memiliki psychological well-being agar tidak menghambat dalam proses perkuliahan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah ada hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan psychological well-being pada mahasiswa rantau pasca pandemic. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan Sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Jumlah partisipan sebanyak 200 responden. Alat ukur dukungan sosial menggunakan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MPPS), alat ukur psychological well-being menggunakan Ryff Psychological Well-Being Scale. Hasil perhitungan uji korelasi product moment dari Karl Pearson antara dukungan sosial dengan psychological well-being diperoleh pearson correlation sebesar 0,659 dengan sig.= 0,004 (p<0,05) Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial dengan psychological well-being. Studi ini menyarankan bahwa meningkatkan dukungan sosial dan psychological well-being bagi mahasiswa perantau menjadi peran penting dalam menjalani perkuliahan.
PSYCHOLOGICAL WELL-BEING DAN BURNOUT PADA KARYAWAN PRODUKSI YANG BEKERJA SECARA MONOTONI Wibisono, Agustinus Yogi; Wibowo, Doddy Hendro
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i2.10139

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara psychological well-being dan burnout para karyawan produksi yang bekerja secara monotoni di PT. XYZ. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan analisa statistik parametris dengan teknik regresi linier sederhana. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 150 karyawan produksi yang bekerja secara monotoni di PT. XYZ. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah psychological well-being scales dan burnout scales. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa psychological well-being memiliki hubungan negatif signifikan terhadap burnout. Temuan ini menunjukan bahwa tingkat psychological well-being karyawan produksi yang bekerja secara monotoni di PT. XYZ berada pada tingkatan yang rendah dan memiliki tingkat burnout yang tinggi. Pada penelitian ini, peneliti juga menyarankan perusahaan untuk meningkatkan psychological well-being karyawannya supaya mencegah terjadinya burnout dan berdampak pada peningkatan produktivitas perusahaan Kata Kunci: Psychological Well-Being, Burnout, Monotoni AbstractThe purpose of this study was to determine whether there is a correlation between psychological well-being and burnout of production employees who work monotonously at PT. XYZ. This study used quantitative methods and parametric statistical analysis with simple linear regression techniques. Sample determination in this study used purposive sampling technique with a total sample of 150 production employees who worked monotonously at PT. XYZ. The measuring instruments used in this study were psychological well-being scales and burnout scales. The results of the analysis were obtained with a correlation number of -0.666 and a significance value of 0.000 (p<0.05). The results of this study showed that psychological well-being has a significant negative correlation with burnout. This finding showed that the level of psychological well-being of production employees who work monotonously at PT. XYZ was at a low level and has a high burnout rate. In this study, researchers also advised companies to improve the psychological well-being of their employees in order to prevent burnout and create improvement in company productivity. Keywords: Psychological Well-Being, Burnout, Monotony
Co-Authors Aditama, Rona Frediansa Afif Jauza Suhpatriajati Al azzam, Dennis Wildan Albertus Candra One Number Simanjorang Andika, Andre Novan Andreas Kristiawan Angelique Shifra Putri Ardhana, Daniel Evan Aryani, Fitrie Asih Nuryani Aurelia Tiffany Hartanto Bambang Nursiswanto Bangsa, Galang Sukma Biring, Reski Natalia Bunga Tara Ayodani Chrisanta Arum Veronica Claudia Maysitta Yuslin Nanda Crescenzo, Pietro Debora Vestalia Debora Vestalia Debora Vestalia Deline Atfanti Putri Desia Wahyu Febrianingrum Desia Wahyu Febrianingrum Destariza Akbar Dwi Pamungkas Deviani Dwi Putri Dewanti Indah Permatasari Dewita Karema Sarajar Dharminto Bima Sakti Dhiya Surya Salsabilla, Kr Dwi Setya Ariani Elang Patria Samudra Elisabet Istharini Ellyda Yohan Pranindhita Pranindhita Elvitha Fricilya Sou Emmanuel Satyo Yuwono Endah Nurul Lestyorini Enjang Wahyuningrum Ergy Nehemia Erida Yeussy Nainggolan Eryna Mariestha Siahaan Esther Jacobus Eunike Euangeline Trifena Laalah Fabiola Ester Karunia Pangalila Fahsadilla, Syehan Fanda, Keisya Shaskia Dea Felipe Porsa Jason Pemasela Fernandes, Brigida Daniela Henriques Filibiana, Natasya Devi Frangki Reinaldo Laike Galang Sukma Bangsa Giannita Virgy Pramono Goszal, Irene Miracle Philian Happy, Anggunita Shekina Hartono, Oei Yanashia Siswo Helmita Asima Manalu Hendry Martin Kawengian Hermawan, Michael Ida Sinlaeloe Ika Oktafia Indra Lucky Ohy Invokavit Putri Mbarasi Wau Irene Miracle Philian Goszal Irmanuelan Mangansige Janetiana, Maria Teresa Jessica Pramesti Pranoto Joti Dyana Handayani Kevin Alvito Adi Pradipta Kezia Puspitha Evav Lobwaer Kojongian, Monica Geaby R. Kojongian, Monica Geaby Rivana Krismi Diah Ambarwati Kurniawan, Nathanael Adin Nugroho Kurniawan, Zanuar Ishak Laksono Septhallia Anjani Lalangjaya Sinawang Surya Lase, Poppy Dyan Jelita Lestyorini, Endah Nurul M.A Therik, Wilson Mahastya Mahastya Manurung, Anggie Maureen Margaretta Nababan Marshanda Meiva Reasoa Meitrix Amelia Langie Melsi Ranita Tamanampo Merna Christina Latumahina Nani Nadya Cintariani Nathanael Adin Nugroho Kurniawan Nicholas Iswadi Nisaul Mahmudah Nisaul Mahmudah Nugroho, Adyatma Susilo Nugroho, Oktafian Noka Yudistira Oktavina May Anja Olivia Fridaram Padang, Emastya Lisu Paijanto, Yohanes Pamungkas Putra Santosa Pamungkas, Destariza Akbar Dwi Patricia, Cherenita Fonda Petra Gian Cinta Cicilia Pranoto, Jessica Pramesti Putri, Cantika Berlian Kusuma Raharja, Kho Susan Rahmadhanty, Shiva Ramadhani, Nadya Vinansia Rian Delmar Etwiory Rikman Unter Rosana Puspa Kalam Sagala, Selfi Priska Salsalbillah Ramadhanti Santoso, Aldofo Yofino Santoso, Yosie Okta Sari, Wulan Hertika Setiarsih, Hanik Siahaan, Eryna Mariestha Sucianggala, Markus Alvin Suryanto Sudibyo, Rafi Qurniawan Bayu Sukmawati Sukmawati Syehan Fahsadilla The, Aurelia Tiffany Hartanto Theresia Sulistyani Tobing, David Frands Agus Elymar Lumban Trijati, Robertus Adimas Tuwo, Praysi Theresia Valensia, Karen Joe Vania Yus Veda Veronica Bintang Kusumaningtyas Veronica Bintang Kusumaningtyas Viola Nathasya Wahyu Caraka Pratama Wahyuni Kristinawati Walewangko, Alexandra Celadine Katya Wangko, Samuel Miracle Wibisono, Agustinus Yogi Wowor, Marcell Devano Rangga Yayi Suryo Prabandari Yohana Listiyono Putri Yosafat Banu Satriantono Zania Timur Maulidina Zefanya Amarya Christy