Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING DALAM MENINGKATKAN PRESTASI AKADEMIK SISWA MELALUI MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK Simbolon, Erikson; Sagala, R. Ferianus; Simarmata, Petrus
IN VERITATE LUX Vol 6 No 1 (2023): IN VERITATE LUX: Jurnal Ilmu Kateketik Pastoral Teologi, Pendidikan, Antropologi,
Publisher : STP St. Bonaventura Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63037/ivl.v6i1.17

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penerapan model blended learning, dilihat dari prestasi Akademi peserta didik. Permasalahan penelitian ialah Bagaimana penerapan model benda learning terhadap prestasi akademik peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Katolik kelas XI. Penelitian dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Berastagi. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi serta informan penelitian terdiri atas guru Pendidikan Agama pendidikan Katolik dan peserta didik dengan kunci instrumen peneliti sendiri. Objek penelitian sekaligus sebagai data primer penelitian ialah penerapan model blended learning terhadap prestasi akademik peserta didik yang dilakukan guru Pendidikan Agama Katolik dan peserta didik. Data yang sudah terkumpul dari lapangan akan dianalisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan cara keabsahan data penelitian maka peneliti melakukan triangulasi baik teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model blended learning dapat meningkatkan prestasi akademik siswa dalam pembelajaran pendidikan Agama Katolik.
PARTISIPASI UMAT DALAM LITURGI DI PAROKI SANTO PETRUS DAN PAULUS KABANJAHE Ginting, Pelta; Simbolon, Erikson
IN VERITATE LUX Vol 6 No 1 (2023): IN VERITATE LUX: Jurnal Ilmu Kateketik Pastoral Teologi, Pendidikan, Antropologi,
Publisher : STP St. Bonaventura Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63037/ivl.v6i1.18

Abstract

This research was conducted to determine the participation of the people in liturgical celebrations at the Berastepu Station, St. Petrus and Paulus Parish, Kabanjahe. The research methodology used in this research is qualitative. Data collection techniques are carried out by observation, interviews, and documentation. Data processing techniques are carried out by data reduction, data analysis, and drawing conclusions. The place of research is at Berastepu Station, St. Peter and Paulus Parish, Kabanjahe. The number of informants for this study were 15 people. The findings of this study are that the people's appreciation of the Church's liturgy is still very low. This low appreciation is evident in the participation of the people in the liturgy which is still passive
DIFUSI INOVASI MODEL PEMBELAJARAN MENULIS KARYA ILMIAH BERBASIS KONTRUKTIVISME Simbolon, Erikson
IN VERITATE LUX Vol 4 No 1 (2021): IN VERITATE LUX: Jurnal Ilmu Kateketik Pastoral Teologi, Pendidikan, Antropologi,
Publisher : STP St. Bonaventura Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63037/ivl.v4i1.49

Abstract

Pendekatan yang dilakukan adalah difusi inovatif pendekatan pembelajaran berbasis konstruktivisme sebagai salah satu pendekatan pembelajaran yang sangat efektif terhadap proses pelaksanaan pembelajaran. Selama ini banyak sekolah yang proses pembelajarannya masih bersifat konvensional, dengan kata lain bahwa proses belajar mengajar antara siswa dengan guru hanya dilakukan dengan syarat terjadinya pertemuan antara siswa dengan guru di dalam kelas. Jika pertemuan antara siswa dengan guru tidak terjadi maka secara otomatis proses pembelajaran pun tidak dapat dilaksanakan. Selain itu proses transfer ilmu pengetahuan hampir sepenuhnya dilakukan di dalam kelas dengan metode konventional yang menyebabkan transfer ilmu pengetahuan sangat membosankan bagi siswa. Keadaan seperti ini sangat jelas dapat menghambat proses pembelajaran di sekolah yang dapat berakibat berkurangnya pemahaman siswa terhadap suatu materi pelajaran. Di sisi lain banyak sekolah yang belum memanfaatkan model pembelajaran dalam proses pembelajaran sehingga pembelajaran terkesan kurang menarik dan menantang bagi siswa. Kurang menarik dan menantangnya pembelajaran membuat siswa kesulitan memahami pelajaran yang disajikan oleh guru. Maka perlu ditekankan kepada guru untuk menggunakan model pembelajaran dalam mengajar. Jika pembelajaran menarik dan disenangi oleh siswa maka proses pendidikan di sekolah akan mempermudah siswa memahami materi pembelajaran sehingga penyebaran ilmu pengetahuan kepada siswa dapat tercapai
MANAJEMEN DAN INTERAKSI SISWA DALAM KELAS Simbolon, Erikson
IN VERITATE LUX Vol 4 No 2 (2021): IN VERITATE LUX: Jurnal Ilmu Kateketik Pastoral Teologi, Pendidikan, Antropologi,
Publisher : STP St. Bonaventura Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63037/ivl.v4i2.51

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan prinsip-prinsip manajemen kelas, pendekatan dalam manajemen kelas, dan kondisi fisik kelas. Prinsip-prinsip manajamen kelas diharapkan ditanamkan oleh guru dalam kelas. Demikian halnya dengan pendekatan dalam manajemen kelas dan lingkungan fisik yang menguntungkan dan memenuhi syarat dalam mendukung meningkatnya intensitas proses pembelajaran dan mempunyai pengaruh positif terhadap pencapaian pembelajaran. Guru sangat berperan dalam mengembangkan pengetahuan peserta didik dalam belajar di kelas. Manajemen kelas merupakan wahana untuk melaksanakan pembelajaran yang menarik dan bervariasi bagi siswa di dalam kelas. Kegiatan manajemen kelas merupakan kegiatan menciptakan dan mempertahankan suasana dan kondisi kelas sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung efektif dan efisien. Maka guru diharapkan menerapkan prinsip-prinsip manajemen kelas, pendekatan dalam manajemen kelas, dan komponen-komponen manajamen kelas sehingga kelas menjadi tempat yang menarik bagi siswa untuk belajar dan hasilnya siswa akan dapat belajar dengan baik
PENDIDIKAN KARAKTER ANAK USIA SEKOLAH DASAR PENDIDIKAN KARAKTER ANAK USIA SEKOLAH DASAR PENDIDIKAN KARAKTER ANAK USIA SEKOLAH DASAR PENDIDIKAN KARAKTER ANAK USIA SEKOLAH DASAR PENDIDIKAN KARAKTER ANAK USIA SEKOLAH DASAR PENDIDIKAN KARAKTER ANAK USIA SEKOL Simbolon, Erikson
IN VERITATE LUX Vol 3 No 1 (2020): IN VERITATE LUX: Jurnal Ilmu Kateketik Pastoral Teologi, Pendidikan, Antropologi,
Publisher : STP St. Bonaventura Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63037/ivl.v3i1.58

Abstract

The aim of writing this research is to determine the concept of character education and the implementation of character education for elementary school age children in the family. The location of this research is the Santa Elisabeth Tanjung Selamat neighborhood with ten families as informants. The selection of informants was carried out using purposive sampling and snowball sampling techniques. The method used in this writing is qualitative. The findings of this research show that families have implemented character education for children in the family which is implemented in everyday life. The form of implementing character education is carried out by parents by teaching children to be polite, friendly, responsible, and independent in everyday life. To educate children about life, every Sunday they join their parents in celebrating the Eucharist and also during Lent, Easter and Christmas.
RANCANGAN EVALUASI PROGRAM KKNP SANTO BONAVENTURA DENGAN MODEL CIPP Simbolon, Erikson
IN VERITATE LUX Vol 1 No 2 (2018): IN VERITATE LUX: Jurnal Ilmu Kateketik Pastoral Teologi, Pendidikan, Antropologi,
Publisher : STP St. Bonaventura Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63037/ivl.v1i2.86

Abstract

The purpose of writing this article is to find out how to design an evaluation of a context, input, process, product (CIPP) education program, the purpose and function of a context, input, process, product (CIPP) program evaluation, and the steps for evaluating a context, input, process program, product (CIPP). The evaluation was carried out on the real pastoral work study program currently being implemented. This evaluation should be carried out by an external evaluator to maintain the independence of the evaluation results. The evaluation results can be used as input as to whether the program implemented is good or not based on the competencies that will be mastered by the student. If it is good then the program can be continued and if not then it is stopped based on input from the program evaluation maker
Peran Guru Pendidikan Agama Katolik dalam Menumbuhkan Nilai Moral Peserta Didik di Kelas XI Sitepu, Abdi Guna; Srinora, Elisa; Simbolon, Erikson
JAMPARING: Jurnal Akuntansi Manajemen Pariwisata dan Pembelajaran Konseling Vol 2, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jamparing.v2i2.3101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai moral peserta didik dan peran guru pendidikan agama katolik dalam menumbuhkan nilai moral peserta didik.  Nilai moral peserta didik yaitu: jujur, disiplin, bertanggung jawab dan kemandirian. Peran guru pendidikan agama katolik yaitu: sebagai model dan teladan, sebagai pendidik dan sebagai gembala. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi serta informan peneliti terdiri atas guru pendidikan agama katolik, guru sejawat dan peserta didik dengan kunci instrumen peneliti sendiri. Data yang sudah terkumpul dari lapangan akan dianalisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan cara mereduksi, menyusun display data dan menyimpulkan data penelitian. Mengukur keabsahan data penelitian maka peneliti melakukan triangulasi baik teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru pendidikan agama katolik berpengaruh baik dalam menumbuhkan nilai moral peserta didik. Guru pendidikan agama katolik telah menerapkan peran seperti model dan teladan, pendidik, dan gembala yang mampu menumbuhkan nilai moral peserta didik, sehingga nilai moral peserta didik di kelas XI telah meningkat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Implementation of Differentiated Learning of Merdeka Curriculum in Catholic Religious Education Lessons simbolon, Erikson; Bangun, Andry Ella Paustina
Edunesia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : research, training and philanthropy institution Natural Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51276/edu.v5i2.946

Abstract

This research aims to determine how differentiated learning is implemented in Catholic Religious Education subjects at Budi Murni 2 Medan Junior High School. The research method used is qualitative research, which uses data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques are done through data reduction, display, and conclusion drawing. Differentiated learning is motivated by ecological theory, multiple intelligences, zone of proximal development, and learning modalities.  Differentiated learning applied by Catholic Religious Education teachers is implemented through three aspects: content, process, and product differentiation. The results of the study found that Catholic Religious Education teachers have implemented differentiated learning well, but in its implementation, there are obstacles experienced by teachers, including time constraints, variations in students' abilities and learning styles, classroom management, and students' readiness. The implications of this research make students enthusiastic about participating in Catholic Religious Education learning. This enthusiasm is manifested through changes in the active participation of students in learning. The differentiation strategy can also fulfill learners' individual learning needs, increase their involvement and motivation in the learning process, and help them effectively achieve learning objectives.
Peran Dewan Pastoral Stasi Sebagai Gembala Dalam Pertumbuhan Iman OMK di Stasi Hati Tak Bernoda Bunda Maria Tri Sakti Paroki Santo Yohanes Penginjil Mandala Hutajulu, Luki Aleksander; Simarmata, Petrus; Simbolon, Erikson
Jurnal Multidisiplin Teknologi dan Arsitektur Vol 2, No 2 (2024): November 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/motekar.v2i2.3901

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis peran Dewan Pastoral Stasi dalam memfasilitasi pertumbuhan iman Orang Muda Katolik (OMK) di Stasi Hati Tak Bernoda Bunda Maria Tri Sakti Paroki Santo Yohanes Penginjil Mandala. Dalam konteks pastoral, Dewan Pastoral Stasi memiliki tanggung jawab besar sebagai gembala yang membimbing dan mendampingi umat terkhusus OMK dalam berbagai aspek kehidupan beriman. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan observasi partisipatif untuk menggali peran dan kontribusi nyata Dewan Pastoral Stasi terhadap pertumbuhan iman OMK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dewan Pastoral Stasi berperan penting dalam menyediakan program pendampingan rohani, pelatihan, dan kegiatan liturgi yang terstruktur dan sesuai dengan kebutuhan generasi muda. Selain itu, dukungan moral dan emosional yang diberikan oleh Dewan Pastoral Stasi terbukti efektif dalam memperkuat komitmen iman dan keterlibatan aktif OMK dalam kehidupan gereja. Temuan ini menekankan pentingnya peran Dewan Pastoral Stasi dalam menumbuhkan iman OMK yang dinamis dan berdaya guna.
Involvement of Catholic Young People in the Koinonia Field Trinovena Br Manjorang; Abdi Guna Sitepu; Erikson Simbolon
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 3, No 2 (2024): September 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v3i2.3104

Abstract

This article aims to understand the level of involvement of Catholic youth in the field of koinonia and to formulate strategies to increase their participation. Catholic youth, aged between 13 and 35 years and unmarried, play a crucial role in the development of the Catholic Church and are responsible for the sanctification of life and active participation in fellowship. However, the phenomenon shows that many young Catholics are losing interest in church activities and tend to be more attracted to worldly activities than spiritual ones. This creates a challenge in maintaining their engagement in the field of koinonia (fellowship). In this article, the author employs a qualitative approach, reviewing books and journals to elaborate on the content to be discussed. The results of this research indicate that the presence of Catholic youth in koinonia activities is very minimal, though their involvement in each activity is already active. Therefore, Catholic youth still need encouragement to increase their attendance in every Introduction group prayer activity, recollection, liturgical celebration, catechesis, and leadership training.