Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Desain Infografik Naratif Vermikompos Untuk Mendukung Pertanian Organik Petani Torongrejo Kota Batu Ambarwati, Ari; Yunus, Mohammad; Tito, Sama’ Irodat; Nurhidayati, Nurhidayati
Journal of Dedicators Community Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdc.v7i1.2872

Abstract

The campaign of organic agricultural literacy in Indonesia is a strategic issue today. Awareness to pursue organic farming in Indonesia has not been followed by adequate organic farming literacy campaigns. This dedication examines the preparation of vermicompost narrative infographic designs for organic farming for Torongrejo farmers. A total of 34 farmers were respondents to find out how the right vermicompost narrative infographic design to support organic farming was structured. Respondents were accompanied directly to apply vermicompost, then respondents were asked to answer 17 questions in a questionnaire related to how vermicompost narrative infographics are made so that farmers get maximum information about vermicompost that supports organic farming. The results of the initial questionnaire showed that narrative infographics were needed by Torongrejo farmers to support organic farming, using vermicompost with a percentage of 94.12%. The readability of the vermicompost narrative infographic of Torongrejo farmers is 93.38%. The design of the vermicompost narrative infographic facilitates and guides Torongrejo village farmers to implement land fertilization independently and sustainably, because they stay connected to the contact person and access tutorials on using vermicompost on the youtube link available in the infographic
‘Ulamā,’ Maṣlaḥah, and the Politics of Fatwa: The Shifting of Ali Gomaa's Fatwa Approach during the 2011 Egyptian Revolution Sulaiman, Akhmad; Masrukhin, Mohammad Yunus; Burdah, Ibnu
Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Vol 57 No 2 (2023)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajish.v57i2.1356

Abstract

Numerous scholars have advanced the thesis that rulers in Muslim-majority countries engage ‘ulamā’ to legitimize their political authority. This assertion seems pertinent to the actions of the state mufti of Egypt, Ali Gomaa, who issued a fatwa prohibiting demonstrations during the 2011 Egyptian Revolution. Applying the scholars' thesis to Gomaa's fatwas reveals complexity, as it turns out that Gomaa revised his fatwas, particularly those related to the transition from prohibiting demonstrations to endorsing peaceful assemblies. This research aims to analyze two aspects: exploring the motivating factors behind the changes in Gomaa's fatwas and identifying the inherent substantive shifts in his fatwas. By employing Foucault's discourse theory, the study delves into Gomaa fatwas during the 2011 Egyptian Revolution, meticulously documented on digital platforms. The research findings indicate that Gomaa's shift in fatwas stems from a vested desire for his pronouncements to achieve widespread acceptance and authority among a populace that embraces protest as an expression of freedom of speech. Gomaa modifies his fatwa, transitioning from an outright prohibition of demonstrations to permitting peaceful assemblies while encouraging demonstrators to exercise restraint through a suggestive fatwa allowing for leaving Friday prayer. Gomaa has orchestrated a paradigmatic shift in his fatwa approach, moving away from interpreting demonstrations as opposition to the rulers, grounded in preserving soul and property, toward recognizing them as manifestations of free speech rooted in citizens' rights. Banyak sarjana telah mengemukakan teori bahwa penguasa di negara-negara mayoritas Muslim melibatkan ‘ulamā’ untuk melegitimasi otoritas politik mereka. Pernyataan ini tampak relevan dengan tindakan mufti negara Mesir, Ali Gomaa, yang mengeluarkan fatwa melarang demonstrasi selama Revolusi Mesir tahun 2011. Penerapan teori para sarjana ke fatwa-fatwa Gomaa mengungkap kompleksitas, karena ternyata Gomaa merevisi fatwanya, khususnya yang terkait dengan peralihan dari melarang demonstrasi menjadi mendukung demonstrasi damai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dua aspek: mengeksplorasi faktor-faktor motivasi di balik perubahan fatwa Gomaa dan mengidentifikasi pergeseran substantif yang melekat dalam fatwanya. Dengan menggunakan teori wacana Foucault, studi ini menunjukkan bahwa pergeseran fatwa Gomaa berasal dari keinginan yang kuat agar pengumumannya diterima secara luas dan memiliki otoritas di kalangan masyarakat yang mendukung protes sebagai bentuk ekspresi kebebasan berbicara. Gomaa memodifikasi fatwanya, beralih dari larangan demonstrasi secara mutlak menjadi mengizinkan pertemuan demontrasi yang damai, sambil secara bersamaan mendorong para demonstran untuk menahan diri melalui fatwa yang mengizinkan meninggalkan salat Jumat. Gomaa mengatur pergeseran paradigma dalam pendekatan fatwanya, yakni dari menjauhi interpretasi demonstrasi sebagai bentuk perlawanan terhadap penguasa berdasarkan konsep pemeliharaan jiwa dan properti, menuju pemahaman bahwa demonstrasi adalah manifestasi kebebasan berpendapat yang didasarkan atas hak-hak warga negara.
Implementasi Sistem Computer-Based Test (CBT) Dalam Pengelolaan Ujian di MAN Insan Cendekia Paser Buana, Idih Angga; Yunus, Mohammad; Suratman, Suratman
Jurnal Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Borneo Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Borneo, 5(2), Juni 2024
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/jtikborneo.v5i2.7822

Abstract

Penelitian ini menyelidiki penggunaan sistem pengujian berbasis komputer (CBT) dalam manajemen ujian di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Paser. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif, efisien, dan berdampak penggunaan CBT dalam ujian sekolah menengah. Metodologi penelitian meliputi observasi, wawancara, dan analisis dokumen yang berkaitan dengan pelaksanaan CBT di MAN Insan Cendekia Paser. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CBT berhasil meningkatkan efisiensi manajemen ujian karena pengawasan manual menjadi kurang penting dan soal ujian menjadi lebih fleksibel. Selain itu, terlihat dampak positif pada partisipasi siswa dan pemahaman mereka tentang materi ujian. Namun demikian, penelitian ini juga menunjukkan beberapa masalah teknis dan kebijakan yang dihadapi selama proses implementasi. Beberapa di antaranya adalah ketersediaan infrastruktur teknologi dan kebutuhan pelatihan staf. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan wawasan menyeluruh tentang penggunaan CBT di MAN Insan Cendekia Paser dan menawarkan saran tentang cara memasukkan teknologi ini ke dalam sistem pendidikan setempat untuk meningkatkan manajemen.
Islamic Law and The Politics of Nation-State: Debating Citizenship Fiqh Through The Al-Maskut 'Anhu Discourse Prihantoro, Hijrian Angga; Hasan, Noorhaidi; Masrukhin, Mohammad Yunus
AHKAM : Jurnal Ilmu Syariah Vol. 23 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajis.v23i2.28139

Abstract

The jurisprudential aspects of citizenship (known as fiqh al-muwāṭanah), emerging from the realm of ijtihād, have sparked considerable debate due to their theoretical nature. The term "citizenship fiqh" is not explicitly mentioned in the Quran or Sunna; consequently, it lacks demonstration within the context of the Prophetic era. This study aims to delve into citizenship fiqh by examining the discourse known as al-maskūt' anhu, shedding light on how Muslim scholars validated novel findings. To achieve this objective, the paper employs Foucault's critical discourse analysis theory to showcase that each era holds the prerogative to embrace distinct political systems and legal frameworks. Adopting a qualitative approach and drawing from various literary sources, this research proposes embracing the al-maskūt 'anhu discourse as the fundamental concept underpinning studies on citizenship within Islamic legal thought. This investigation discerns that citizenship fiqh embodies a blend of political and religious engagement. It can be effectively harnessed as a mechanism of legal governance during the nation-state era, provided it effectively contributes to the populace's well-being and fosterssocial equity. Abstrak: Aspek-aspek fikih kewarganegaraan (fiqh al-muwāṭanah), yang muncul dari ranah ijtihad, memicu banyak perdebatan karena sifat teoretis nya. Terminologi “fikih kewarganegaraan” tidak ditemukan secara eksplisit dalam Al-Quran atau Sunah, dan sebagai konsekuensinya, tidak terdemonstrasi kan dalam konteks era kenabian. Artikel ini bertujuan untuk menggali konsep fikih kewarganegaraan melalui diskursus al-maskūt ‘anhu, dan menyoroti bagai mana para sarjana muslim memvalidasi temuan-temuan baru. Artikel ini meng guna kan teori analisis wacana kritis Foucault untuk menunjukkan bahwa setiap era memiliki hak prerogatif untuk mengadopsi sistem politik dan kerangka hukum yang berbeda. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan menganalisis berbagai sumber literatur, penelitian ini merekomendasikan diskursus al-maskūt 'anhu sebagai konsep dasar yang mewadahi studi kewarganegaraan dalam pemikiran hukum Islam. Studi ini menemukan bahwa fikih kewarganegaraan, pada dasarnya, mencakup perpaduan diskursif antara aspek politik dan agama. Hal ini dapat dimanfaatkan secara efektif sebagai mekanisme tata kelola hukum pada era negara-bangsa, dengan catatan dapat berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat dan mendorong kesetaraan sosial.
EFEKTIVITAS Bacillus thuringiensis SEBAGAI BIOINSEKTISIDA PADA TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt.) TERHADAP SERANGAN ULAT GRAYAK (Spodoptera frugiperda J.E. Smith) Mirgozali, Mirgozali; Wahid, Abd; Yunus, Mohammad; Mutmainah, Mutmainah
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 5 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i5.2749

Abstract

Tanaman jagung adalah sejenis tanaman biji-bijian dari famili poaceae yang menjadi salah satu komponen utama dalam pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas Bacillus thuringiensis terhadap serangan ulat grayak Spodoptera frugiperda pada tanaman jagung manis (Zea mays saccharate Sturt.). Manfaat dari penelitian ini adalah diharapkan bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan mengenai agen hayati Bacillus thuringiensis yang dapat di manfaatkan sebagai bioinsektisida untuk menekan kepadatan populasi hama Spodoptera frugiperda pada tanaman jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pertanian Kelurahan Tondo, Kecamatan, Mantikulore, Palu, Sulawesi Tengah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2024 sampai bulan Januari 2025. Penelitian ini menggunakan metode ekperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan konsentrasi Bacillus thuringiensis yaitu B0: Kontrol konsentrasi 0%, B1: Bt dengan konsentrasi 20%, B2: Bt dengan konsentrasi 30%, B3: Bt dengan konsentrasi 40%, dan B4: Bt dengan konsentrasi 50%. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan dengan konsentrasi 40% cenderung efektif dalam menekan kepadatan populasi dan intensitas serangan larva Spodoptera frugiperda yaitu sekitar 50%.
Ideology, Maqāṣid, and Politics: The Paradox of Al-Qaraḍāwī’s Islamist Thought Sulaiman, Akhmad; Masrukhin, Mohammad Yunus; Sunaryo, Agus; Zaman, Akhmad Roja Badrus
Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Vol 59 No 2 (2025)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajish.v59i2.1615

Abstract

The renewal of maqāṣid (Islamic legal objectives) emphasizes the substance and purpose of the law, in contrast to ideology, which compels adherence to non-negotiable commitments. This study investigates Yūsuf Al-Qaraḍāwī’s reluctance to apply maqāṣid-based hermeneutics to qaṭʿiyyat al-dilālah (texts with definitive meaning), situating this reluctance within the ideological framework of Islamism to which he remained committed. Through a combined textual and contextual analysis of Al-Qaraḍāwī’s writings and relevant secondary literature, the study demonstrates that his resistance to contextual reinterpretation—reinforced by the status of these texts as qaṭʿiyyah al-wurūd—derives from their construction as immutable foundations of orthodoxy that safeguard the unity of the ummah. This stance serves a dual ideological function: it preserves qaṭʿiyyah texts as fixed boundaries within an Islamic polity and mobilizes them as symbols of pan-Islamic solidarity. Although Al-Qaraḍāwī’s vision of a supranational Islamic state evolved into a transnational authority network through the International Union of Muslim Scholars (IUMS), the underlying ideological imperatives of unity and divine sovereignty remained intact. The article concludes that Al-Qaraḍāwī’s thought exemplifies both the possibilities and limitations of maqāṣid reasoning when situated within the doctrinal commitments of Islamism. This study contributes to a deeper understanding of how Islamic legal thought is transformed into an instrument of ideological legitimation within modern Islamic reformism.
PENGARUH EKSTRAK AKAR TUBA (Derris elliptica Benth) TERHADAP LARVA Crocidolomia binotalis Zeller (Lepidoptera: Pyralidae) PADA TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L). Ramadani , Aldila; Pasaru, Flora; Mohammad Yunus
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 14 No 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/qnzgzc02

Abstract

Pakcoy (Brassica rapa L.) merupakan komoditas hortikultura strategis dengan tingkat konsumsi yang tinggi, namun produktivitasnya di Indonesia masih terhambat oleh hama Crocidolomia binotalis Z. Larva dari spesies ini menyerang titik tumbuh serta jaringan daun, yang secara signifikan dapat memicu kegagalan panen. Mengingat penggunaan insektisida sintetik secara masih berdampak buruk bagi ekosistem, diperlukan solusi berkelanjutan melalui pemanfaatan biopestisida. Ekstrak akar tuba (Derris elliptica) menawarkan potensi sebagai alternatif ramah lingkungan karena kandungan senyawa rotenonnya yang efektif bekerja sebagai racun kontak maupun racun perut terhadap serangga target. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak akar tuba (EAT) terhadap kepadatan populasi, intensitas serangan larva C. binotalis, serta produksi tanaman pakcoy. Penelitian dilaksanakan pada Agustus hingga Oktober 2024 di Desa Sidera, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 5 perlakuan konsentrasi EAT (0%, 1%, 2%, 3%, dan 4%) dengan 5 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak akar tuba (EAT) memberikan pengaruh nyata terhadap penurunan kepadatan populasi larva C. binotalis, dengan rata-rata populasi terendah sebesar 1,84 ekor/tanaman pada konsentrasi 4% di pengamatan 22 HST. Sejalan dengan hal tersebut, intensitas serangan juga mengalami penurunan signifikan pada perlakuan konsentrasi 4% dengan tingkat kerusakan terendah berkisar antara 28,9% hingga 31,93% pada akhir pengamatan. Penurunan populasi dan intensitas serangan ini berkontribusi positif terhadap peningkatan hasil panen, di mana produksi tanaman pakcoy tertinggi dicapai pada perlakuan konsentrasi 4% yaitu sebesar 33,34 ton/ha. Temuan ini mengindikasikan bahwa EAT memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi salah satu pengendalian hama terpadu.
From Islamism to Neo-Islamism: Political Exegesis in Sayyid Quṭb and Majd Makkī Abu Sufyan; Mohammad Yunus; Ibnu Burdah
Mutawatir : Jurnal Keilmuan Tafsir Hadith Vol. 15 No. 1 (2025): JUNE
Publisher : Department of Qur'an dan Hadith Faculty of Ushuluddin and Philosophy UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/mutawatir.2025.15.1.133-154

Abstract

This article examines the political and ideological dimensions of contemporary Sunni Qur’anic exegesis through a comparative analysis of Sayyid Quṭb and Majd Makki. It focuses on Fī Ẓilāl al-Qur’ān and al-Mu‘īn ‘alā Tadabbur al-Kitāb al-Mubīn to explore how each scholar articulates the relationship between scripture and political order. The study employs a qualitative library-based approach, using comparative content analysis to examine key themes, interpretive strategies, and socio-political contexts shaping both works. The findings show that Quṭb advances a movement-oriented hermeneutics (manhaj ḥarakī) that frames the Qur’an as a basis for systemic resistance against secular authority through the concept of ḥākimīyah. In contrast, Makki develops a contemplative (tadabbur-based) approach that increasingly incorporates themes of democracy, pluralism, and anti-authoritarianism, particularly in response to the Syrian revolution and its digital discourses. This study argues that the contrast between the two reflects a broader shift in Sunni political exegesis from ideological, system-driven Islamism toward a more pragmatic and context-responsive neo-Islamism. It contributes to the study of religion and politics by demonstrating how Qur’anic interpretation functions as a dynamic site of ideological negotiation and political praxis in the modern Muslim world.