Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN TERAPI DZIKIR TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS LANSIA DI PONDOK LANSIA Heny Nurmayunita; Amin Zakaria; Hengky Irawan
coba Vol 11 No 1 (2022): November 2022
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v11i1.469

Abstract

Latar Belakang : Lanjut usia dalam kehidupannya mengalami kemunduran dan perubahan. Perubahan pada mental atau psikologi akan mempengaruhi kesejahteraan psikologis pada lansia. Masalah kesejahteraan psiklogis masih sering terjadi pada lansia, terutama pada lansia yang berada di pondok lansia. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui Pegaruh Pemberian Terapi Dzikir Terhadap Kesejahteraan Psikologis Lansia Di Pondok Lansia Al-Ishlah Malang. Metode : Metode dalam peneitian menggunakan metode Pre Eksperimen dengan One group Pre-post test. Sampel dipilih dengan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi dan didapatkan sampel sejumlah 32 orang. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah terapi dzikir dan Kesejahteraan Psikologis lansia. Setelah data terkumpul kemudian dilakukan pengolahan data melalui tahapan editing, coding, scoring, uji statistic, dan kesimpulan. Uji statistik yang digunakan adalah menggunakan uji Wilcoxon. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh terapi dzikir terhadap kesejahteraan psikologis dengan menggunakan uji wilcoxon dengan nilai Asymp.Sig. (2-tailed) bernilai 0,000. Kesimpulan : Ada Pengaruh terapi dzikir terhadap kesejahteraan psikologis lansia. Oleh karena itu diharapkan lansia dapat menerapkan terapi dzikir secara mandiri maupun berkelompok dalam kegiatan rutin dan perawat yang ada dipanti secara terus menerus melakukan follow up terhadap upaya peningkatan kesejahteraan psikologis lansia dan memberikan umpan balik yang positif. Kata Kunci: Terapi Dzikir, Kesejahteraan Psikologis, Lansia
Analisa Penerapan Perawatan Luka Ganggren pada Penderita Ulkus Diabetes: Literatur Review Puguh Santoso; Dwi Rahayu; Hengky Irawan
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan: Maret 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.88 KB) | DOI: 10.32583/keperawatan.v14i1.40

Abstract

Jumlah penderita diabetes mellitus dengan luka diabetic terus meningkat dengan komplikasi yang beragam pula.  Perawatan luka yang  efektif serta pemilihan metode perawatan luka yang tepat mampu  meningkatkan keberhasilan proses penyembuhan luka serta dapat menurunkan angka morbiditas dan biaya yang harus dikeluarkan pasien. Tujuan dilakukannya literature review ini adalah untuk menganalisa  penerapan perawatan luka ganggren  pada penderita ulkus diabetes   Metode: pencarian Literature dari berbagai search engine antara lain SINTA,  PUBMED,  Garuda  dan  google  scholar.  Hasil pencarian artikel didapatkan 10 artikel yang memenuhi kriteria yang ditentukan peneliti, antara lain desain yaitu deskriptif eksploratif, cross sectional, deskriptif cross sectional study, case-control, deskriptif analitik, deskriptif dari tahun 2010-2021 kemudian dilakukan analisa PICO framework. Hasil: Mayoritas hasil penelitian menunjukan peningkatan penyembuhan luka ganggren.  Kesimpulan: Perawatan luka   menunjukan pengaruh yang  signifikan dalam mempercepat penyembuhan luka diabetik.
Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular pada Lansia Dwi Rahayu; Hengky Irawan; Puguh Santoso; Erna Susilowati; Didik Susetiyanto Atmojo; Heny Kristanto
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Peduli Masyarakat, Maret 2021
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v3i1.449

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah salah satu yang merupakan penyebab kematian di dunia. Indonesia merupakan salah satu Negara yang menghadapi masalah baik penyakit menular ataupun Penyakit Tidak Menular (PTM). PTM ini biasanya muncul tanpa gejala serta tidak menunjukkan adanya tanda klinis tertentu, sehingga sebagian besar masyarakat tidak menyadari tentang adanya bahaya penyakit tidak menular tersebut. Jika masyarakat tahu akan deteksi dini penyakit tidak menular ini, maka upaya pencegahan terjadinya penyakit ini akan segera dilakukan. Tujuan dilakukannya pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan tentang penyakit tidak menular serta melakukan pemeriksaan tekanan darah rutin, pemeriksaan gula darah, asam urat serta kolesterol untuk melakukan deteksi dini adanya penyakit tidak menular. Pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode penyuluhan dan dilanjutkan dengan pemberian konsultasi bagi lansia yang membutuhkan. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di Posyandu Lansia “Dharma Husada Insan Mandiri” Kelurahan Balowerti Kota Kediri dengan jumlah lansia yang datang yaitu sebanyak 50 lansia. Pelaksanaan pengabdian masyarakat mampu meningkatkan pengetahuan Lansia sehingga mereka memiliki motivasi untuk melakukan pencegahan penyakit tidak menular serta mengetahui hasil pengukuran tekanan darah, gula darah, asam urat dan pemeriksaan kolesterol yang bisa digunakan untuk mengurangi faktor resiko penyebab terjadinya penyakit tidak menular. Pada pemeriksaan kesehatan yang dilakukan didapatkan ada beberapa lansia yang mengalami peningkatan tekanan darah, ada yang mengalami kenaikan kadar gula darah, asam urat ataupun kolesterol.
Pelaksanaan Vaksinasi Covid 19 di Polsek Kota Kediri: Implementation of Covid 19 Vaccination at Kediri City Police Dwi Rahayu Rahayu; Hengky Irawan; Puguh Santoso; Dyah Ika Krisnawati; Erna Susilowati; Elfi Quyumi Rahmawati; Fajar Rinawati; Yunarsih; Sucipto; Didik Susetiyanto Atmojo; Heny Kristanto
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat : Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2022): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIKES Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.004 KB)

Abstract

Abstrak: Pandemi COVID-19 yang terjadi  saat ini telah menimbulkan berbagai dampak yang sangat signifikan pada seluruh bidang kehidupan masyarakat. Salah satu cara yang sangat mungkin untuk mencegah penyebaran virus ini adalah dengan mengembangkan vaksin. Vaksinasi bertujuan untuk memberikan kekebalan spesifik terhadap suatu penyakit tertentu. Indonesia menjadikan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 sebagai bagian dari strategi penanggulangan pandemi COVID-19. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk mempercepat terlaksananya kegiatan vaksinasi Covid 19 di Kota Kediri. Metode Pengabdian masyarakat ini dilakukan mulai dari perencanaan sampai dengan evaluasi dan rencana tindak lanjut pelaksanaan vaksinasi Covid 19. Pengabdian Masyarakat ini dilakukan di Polsek Kota Kediri dengan sasaran masyarakat umum yang bersedia datang ke lokasi kegiatan. Pengabdian masyarakat dalam pemberian vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat kelompok sasaran masyakat umum yang dilakukan pada hari Sabtu tanggal 5 Maret 2022 jam 08.00 sampai jam 15.00 WIB di Polsek Kota Kediri telah berhasil memberikan vaksinasi pada 350 orang. Kegiatan pemberian vaksin COVID-19 kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan imunitas tubuh dengan mengaktifkan antibodi dalam tubuh supaya dapat mengurangi dampak dari penularan Penyakit COVID-19 dan sebagai upaya memutus rantai penyebaran penyakit COVID-19. Abstract: The current COVID-19 pandemic had  very significant impact on people's lives. One very possible way to prevent the spread of this virus is to develop a vaccine. Vaccination aims to provide specific immunity against a particular disease. Indonesia has made the implementation of the COVID-19 vaccination part of its strategy for dealing with the COVID-19 pandemic. The purpose of this action is to accelerate the implementation of Covid 19 vaccination in Kediri. This action method is carried out starting from planning to evaluation and follow-up plans for the implementation of the Covid 19 vaccination. This action is carried out at the Kediri City Police Station with the target of the general public. Community service in the provision of COVID-19 vaccination for the target group of the general public which was carried out on Saturday, March 5, 2022, 08.00 to 15.00 WIB at the Kediri City Police, has succeeded in vaccinating 350 people. The activity of giving the COVID-19 vaccine to the community aims to increase the body's immunity by activating antibodies in the body in order to reduce the impact of the transmission of COVID-19 disease and as an effort to break the chain of spread of the COVID-19 disease.  
PELATIHAN TANGGAP DARURAT PADA FORUM RELAWAN PALANG MERAH REMAJA KOTA KEDIRI Erik irham Lutfi; Idola Perdana Sulistyoning Suharto; Hengky Irawan; Didik Susetiyanto Atmojo
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2020): Jurnal Abdi Masyarakat Mei 2020
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v3i2.984

Abstract

ABSTRACTThe activity of self-development in the effort to deal with disaster situations and in need of help is a must for every member of the PMR. One of them is a joint training activity on emergency response management. The joint training activities carried out by the Kediri City PMR member forum in collaboration with the volunteers of the Kediri City PMI were held in December 2019 at Akper Dharma Husada Kediri with 44 PMR students and 5 PMI volunteers. Training activities include introduction of victim assessments to evacuation of victims to the nearest health care center. The training activities use the case solving method with evaluation in the form of practicum and written evaluation of the activities that have been carried out. Based on the evaluation of all training participants can work on problems related to the case, so it can be concluded that the training has had an impact on both the cognitive and psychomotor training participants. It is hoped that all participants who are members of the Red Cross youth volunteer forum in the city of Kediri can provide assistance if in the future find the same case in an effort to provide assistance to victims in need.Keywords: joint training, forum PMR Kediri City ABSTRAKKegiiatan pengembangan diri dalam upaya kesiapsiagaan menghadapi situasi bencana maupun yang membutuhkan pertolongan merupakan suatu keharusan bagi setiap anggota PMR. Salah satunya adalah kegiatan latihan bersama tentang penatalaksanaan tanggap darurat. Kegiatan latihan bersama yang dilaksanakan oleh forum anggota PMR kota kediri bekerjasama dengan relawan PMI kota kediri dilaksanakan pada bulan desember 2019 di Akper Dharma Husada Kediri dengan jumlah peserta 44 siswa PMR dan 5 orang relawan PMI. Kegiatan pelatihan berupa pengenalan assesmen korban sampai evakuasi korban ke tempat pusat pelayanan kesehatan terdekat. Kegiatan pelatihan menggunakan metode pemecahan kasus dengan evaluasi berupa praktikum dan evalusi tertulis tentang kegiatan yang sudah dilakukan. Berdasarkan evaluasi seluruh peserta pelatihan bisa mengerjakan soal terkait dengan kasus, sehingga dapat disimpulkan pelatihan telah memberikan dampak baik kognitif maupun psikomotor peserta pelatihan. Hal ini di harapkan semoga semua peserta yang tergabung dalam forum relawan palang merah remaja kota kediri dapat memberikan pertolongan apabila dikemudia hari menemukan kasus yang sama dalam upaya pemberian pertolongan pada korban yang membutuhkan.Kata kunci: latihan bersama, forum PMR Kota Kediri
STRATEGI MENGHADAPI KERAGUAN MASYARAKAT TERHADAP VAKSINASI COVID-19 BERDASARKAN 5C-FRAMEWORK Susiani Endarwati; Lely Khulafa'ur R; Rahma Novita Asdary; Hengky Irawan
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Abdi Masyarakat Mei 2022
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v5i2.2578

Abstract

ABSTRACTIn the midst of a significant increase in positive cases of Covid-19, vaccination is Indonesia's way to keep the number from the increasing spread of Covid-19 infections. The launch of the acceleration of vaccines that are also being assisted by the TNI and POLRI is hampered by fear, doubt or refusal to be vaccinated by certain communities or groups. Explore the level of doubt and confidence of vaccination target participants based on the 5C framework: confidence (confidence), complacency (complacency), convenience / constraints (ease / constraints), calculation of risk (calculation of risk), and collective responsibility (group responsibility)). This vaccination activity is carried out simultaneously, with the target of ± 800 doses every week starting from August to December 2021 in the Kediri Kota Sector Police Work area, in the framework of the Semeru Merdeka Vaccination. The widely used research framework shows that there are five main determinants, the individual's level of doubt about vaccination: trust, satisfaction, ease (or constraints), risk calculation, and group responsibility. The majority of people present at the Merdeka Semeru vaccination site in the kediri city police station showed confidence in health workers, satisfied with the                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  provided.Keywords : vaccination,Covid-19,Polri,Vaccine hesitancy,5c-frameworkABSTRAK Di tengah peningkatan signifikan kasus positif Covid-19, vaksinasi menjadi cara Indonesia untuk menjaga jumlah dari semakin merebaknya infeksi Covid-19. Peluncuran percepatan vaksin yang juga tengah dibantu oleh TNI dan POLRI terhambat oleh rasa takut, keraguan atau penolakan untuk divaksinasi oleh komunitas atau kelompok tertentu. Menggali tingkat keraguan dan kepercayaan peserta sasaran vaksinasi berdasarkan kerangka 5C: confidence (kepercayaan), complacency (kepuasan diri), convenience/constraints (kemudahan/kendala), calculation of risk (perhitungan terhadap risiko), dan collective responsibility (tanggung jawab kelompok)). Kegiatan vaksinasi ini dilakukan secara simultan, dengan sasaran ± 800 dosis setiap minggunya dimulai bulan Agustus sampai dengan Desember 2021 di wilayah Kerja Kepolisian Sektor Kediri Kota, dalam rangka Vaksinasi Merdeka Semeru. Kerangka penelitian yang banyak digunakan menunjukkan bahwa ada lima faktor penentu utama, level individu mengenai keraguan akan vaksinasi yakni: kepercayaan, kepuasan, kemudahan (atau kendala), perhitungan risiko, dan tanggung jawab kelompok. Mayoritas masyarakat yang hadir di lokasi vaksinasi Merdeka Semeru wilayah kerja Polres Kota Kediri menunjukkan rasa percaya terhadap tenaga kesehatan, puas akan layanan yang diberikan,Kata Kunci:Vaksinasi,Covid-19,Polri,Vaccine hesitancy,5c-framework
PERSONAL HYGIENE MANDI DALAM PENCEGAHAN DEKUBITUS PASIEN STROKE Moh Alimansur; Hengky Irawan
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban Vol. 2 No. 1 (2020): JURNAL PENELITIAN
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.394 KB) | DOI: 10.47710/jp.v2i1.31

Abstract

Stroke patients are often treated with prolonged bed rest. This condition makes stroke patients vulnerable to pressure sores. Maintaining the patient's hygiene by bathing the patient can be an effort to reduce the risk of pressure sores. The purpose of this study was to determine the effect of personal hygiene bathing with the incidence of pressure sores. The research design used was descriptive-analytic. The study population was all stroke patients who were hospitalized in the Kediri City Regional Hospital. Sampling technique with Purposive Sampling. The sample size obtained was 40 respondents. Data was collected using observation and interview sheets. Data analysis uses ordinal regression analysis. The results of the ordinal regression analysis obtained a p-value of 0,000 which means that bathing the patient will reduce the number of pressure sores in stroke patients. Bathing the patient will increase patient comfort, patient satisfaction, smooth blood flow, and certain tissue pressures can be reduced so that the risk of damage to skin tissue or pressure sores can be prevented. The recommendation that can be given is to bathe the patient must be done routinely and correctly according to the patient's condition.
ANALISIS PELAKSANAAN TUJUH LANGKAH MENUJU KESELAMATAN PASIEN DI PUSKESMAS: LITERATURE REVIEW Fransiska Oktavia Puteri; Inge Dhamanti; Hengky Irawan
coba Vol 11 No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v11i2.481

Abstract

Pendahuluan: Isu keselamatan pasien di puskesmas harus menjadi perhatian khusus mengingat keselamatan pasien menjadi salah satu komponen penting dalam penilaian akreditasi puskesmas. Tujuh Langkah Menuju Keselamatan Pasien merupakan pedoman bagi puskesmas untuk melaksanakan program keselamatan pasien. Tujuan: Menganalisis pelaksanaan program keselamatan pasien di puskesmas dilihat dari penerapan terhadap tujuh langkah menuju keselamatan pasien. Metodologi: Penelusuran artikel dilakukan melalui database Google Scholar dan GARUDA menggunakan kata kunci “Tujuh Langkah Menuju Keselamatan Pasien” DAN “Pelaksanaan Keselamatan Pasien di Puskesmas”. Total temuan artikel sebanyak 51, tetapi hanya 5 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi, yaitu penelitian kualitatif, primary source, topik penerapan tujuh langkah menuju keselamatan pasien, dan lokasi penelitian adalah Puskesmas. Hasil: Terdapat total studi 5 puskesmas dari 5 artikel yang digunakan dalam penelitian ini dengan lokasi di Provinsi Kalimantan Timur dan Jawa Tengah yang telah melaksanakan penerapan tujuh langkah menuju keselamatan pasien. Apabila ditinjau dari setiap langkahnya, terdapat contoh penerapan pada masing - masing langkah menuju keselamatan pasien. Namun, penerapan tersebut belum dilaksanakan sepenuhnya oleh kelima puskesmas yang menjadi sampel dalam penelitian ini. Kesimpulan: Penerapan tujuh langkah menuju keselamatan pasien belum dilaksanakan dengan baik dan optimal oleh puskesmas. Langkah yang paling banyak diterapkan oleh puskesmas adalah langkah enam dan langkah tujuh, yaitu melakukan investigasi insiden dengan Root Cause Analysis (RCA) dan melaksanakan evaluasi dan pemberian solusi dalam pencegahan insiden serta melaksanakan metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis). Kata Kunci: Keselamatan Pasien, Puskesmas, Tujuh Langkah Menuju Keselamatan Pasien
EFEKTIFITAS PERAWATAN LUKA METODE MOISTWOUND HEALING DAN METODE KONVENSIONAL TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PADA POST SIRKUMSISI METODE ELEKTRIK CAUTER DI KLINIK KHITAN SMART INDONESIA LAMANDAU: EFFECTIVENESS OF WOUND TREATMENT MOISTWOUND HEALING METHOD AND CONVENTIONAL METHODS ON WOUND HEALING IN POST CIRCUMS SIDE ELECTRIC CAUTER METHOD IN INDONESIA SMART CIRCUMCISION LAMANDAU Dody Ari Wibowo; Junianto Fitrianto; Ahmad Wasis Setiadi; Hengky Irawan
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pamenang ( JIP )
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v5i2.183

Abstract

Abstrak Sterilitas yang kurang baik pada saat sirkumsisi dan higiene pasca sirkumsisi yang tidak terjaga menyebabkan infeksi luka operasi, sehingga membutuhkan perawatan luka post sirkumsisi dengan teknik perawatan luka moist dan konvensional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas perawatan luka metode moist wound healing dan metode konvensional terhadap penyembuhan luka pada post sirkumsisi metode elektrik cauter di Klinik Khitan Smart Indonesia Lamandau. Peneliti ini tergolong Quasi Experimental dengan pedekatan Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien post sirkumsisi metode elektrik cauter di Klinik Khitan Smart Indonesia Lamandau sebanyak 34 anak post sirkumsisi dengan 17 anak kelompok moist dan 17 anak kelompok konvensional yang dikumpulkan menggunakan teknik acidental sampling. Instrumen penyembuhan luka menggunakan skor Southampton. Analisis data dengan menggunakan uji statistik mann withney test dengan kemaknaan r ≤ 0,05. Hasil penilitian ini menunjukkan data bahwa kelompok post moist wound healing menunjukkan sebagian besar responden mengalami penyembuhan luka dengan komplikasi minor sebanyak 12 responden (70,6%) dan ada penambahan 5 responden yang mengalami luka normal. Sedangkan post konvensional menunjukkan hampir seluruh responden mengalami penyembuhan luka dengan komplikasi minor sebanyak 14 responden (82,4%), namun masih ada 1 responden post perawatan konvensional yang mengalami infeksi luka. Analisa uji beda setelah diberikan perawatan moist wound healing dan konvensional dengan hasil analisis dengan nilai sig (2-tailed) = 0,001, jadi > α, sehingga H1 ditolak dan H0 diterima, artinya tidak ada perbedaan antara penyembuhan luka dengan perawatan moistwound healing dan perawatan konvensional pada post sirkumsisi metode elektrik cauter di Klinik Khitan Smart Indonesia Lamandau . Penyembuhan luka sirkumsisi dengan perawatan moistwound healing dan perawatan konvensional tidak mengalami perbedaan. Meskipun demikian luka sirkumsisi dipengaruhi beberapa faktor perawatan diantaranya kesehatan psikologis, cara/metode khitan, usia dan nutrisi. Perawat diharapkan memberikan informasi dengan mengadakan penyuluhan berkaitan dengan kesiapan psikologis anak sebelum khitan dan motivasi orang tua untuk memberikan nutrisi tinggi protein untuk membentu penyembuhan luka khitan. Kata kunci : Anak Post Luka Sirkumsisi, Moist Wound Healing, Perawatan Luka Konvensional Abstract Poor sterility during circumcision and poor post-circumcision hygiene cause surgical wound infections, requiring post-circumcision wound care with moist and conventional wound care techniques. The purpose of this study was to determine the effectiveness of wound care using the moist wound healing method and conventional methods for post-circumcision wound healing by the electric cautery method at the Smart Indonesia Lamandau Circumcision Clinic. This researcher is classified as Quasi Experimental with the Nonequivalent Control Group Design approach. The population of this study were all post-circumcision patients with the electric cautery method at the Smart Indonesia Lamandau Circumcision Clinic as many as 34 post-circumcision children with 17 children in the moist group and 17 children in the conventional group who were collected using the acidental sampling technique. The wound healing instrument uses the Southampton score. Data analysis used the Mann Withney statistical test with a significance of p ≤ 0.05. The results of this research show that the post moist wound healing group showed that the majority of respondents experienced wound healing with minor complications, as many as 12 respondents (70.6%) and there were an additional 5 respondents who experienced normal wounds. While post conventional showed that almost all respondents experienced wound healing with minor complications as many as 14 respondents (82.4%), but there was still 1 post conventional treatment respondent who experienced wound infection. Different test analysis after being given moist wound healing and conventional treatment with the results of the analysis with a sig value (2-tailed) = 0.001, so p > α, so that H1 is rejected and H0 is accepted, meaning that there is no difference between wound healing with moistwound healing treatment and conventional treatment in post-circumcision electric cautery method at Smart Indonesia Lamandau Circumcision Clinic.Healing of circumcision wounds with moist wound healing treatment and conventional treatment is no different. However, circumcision wounds are influenced by several treatment factors, including psychological health, circumcision methods, age and nutrition. Nurses are expected to provide information by holding counseling regarding the psychological readiness of children before circumcision and the motivation of parents to provide high protein nutrition to help heal circumcision wounds. Keyword: Children Post Wound Circumcision, Moist Wound Healing, Conventional Wound Care
Faktor - faktor yang Berpengaruh Terhadap Kesejahteraan Psikologis Lansia di Pandok Lansia Heny Nurmayunita Heny; Amin Zakaria Amin; Hengky Irawan Irawan
JURNAL KEBIDANAN Vol. 12 No. 02 (2023): Jurnal Kebidanan Dharma Husada
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN DHARMA HUSADA KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35890/jkdh.v12i02.292

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Lanjut usia dalam kehidupannya sehari-hari akan banyak mengalami kemunduran dan perubahan. Lansia dapat mengalami permasalahan psikologis, seperti adanya perasaan tak berguna, perubahan pada pola hidup, kecenderungan untuk berpikir bahwa ia tidak dibutuhkan lagi, merasa sedih dan kesepian karena kehilangan teman sebaya, pasangan hidup dan keluarga seperti yang dialami lansia pada umumnya di pondok lansia. Kesejahteraan Psikologis rendah pada lansia dapat menyebabkan depresi, ansietas, gangguan somatisasi. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kesejahteraan Psikologis Lansia Di Pondok Lansia Al Ishlah Malang. Metode : Penelitian ini menggunakan metode Crossecsional. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi dan didapatkan sampel sejumlah 32 lansia. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah Faktor usia, social ekonomi, dukungan sosial dan kesejahteraan psikologis lansia. Setelah data terkumpul kemudian dilakukan pengolahan data melalui tahapan editing, coding, scoring, uji statistic, dan kesimpulan. Uji statistik yang digunakan adalah menggunakan regresi linear berganda. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara usia dengan kesejahteraan psikologis lansia (p=0,01), ada hubungan yang signifikan antara social ekonomi dengan kesejahteraan psikologis lansia (p=0,019), ada hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan kesejahteraan psikologis lansia (p=0,02) Kesimpulan : Melihat hasil penelitian ini diharapkan lansia dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis dengan menggunakan strategi yang dirasa mampu untuk dilakukan oleh lansia secara mandiri maupun berkelompok dalam kegiatan rutin dan perawat yang ada dipanti secara terus menerus melakukan follow up terhadap upaya peningkatan kesejahteraan psikologis lansia dan memberikan umpan balik yang positif Kata Kunci: Terapi Dzikir, Kesejahteraan Psikologis, Lansia ABSTRACT Background : Older people in their daily lives will experience many setbacks and changes. Elderly can experience psychological problems, such as feelings of uselessness, changes in lifestyle, tendency to think that they are not needed anymore, feeling sad and lonely because of the loss of peers, spouses and families, as experienced by the elderly in general in nursing home. Low psychological well-being in the elderly can cause depression, anxiety, somatization disorders. The purpose of this study was to determine the factors that influence the psychological well-being of the elderly in nursing home of Al-Islah Malang. Methods : This study uses the Cross-sectional method. The sample was selected using a purposive sampling technique with inclusion and exclusion criteria and a sample of 32 elderly. The variables used in this study are age, socioeconomic, social support and psychological well-being of the elderly. After the data is collected, data processing is then carried out through the stages of editing, coding, scoring, statistical testing, and conclusions. The statistical test used is using multiple linear regression. Results: The results showed that there was a significant relationship between age and the psychological well-being of the elderly (p=0.01), there was a significant relationship between socio-economic and the psychological well-being of the elderly (p=0.019), there was a significant relationship between social support and the psychological well-being of the elderly (p=0.019). p=0.02) Conclusion : Look at the results of this study, it is hoped that the elderly can improve psychological well-being by using strategies that are felt capable of being carried out by the elderly independently or in groups in routine activities and nurses in the nursing homes continuously follow up on efforts to improve the psychological well-being of the elderly and provide positive feedback Keywords: Dhikr Therapy, Psychological Well-being, Elderly