Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Evaluation of Early Screening for Mental Emotional Problems after the Covid-19 Pandemic in Preschool Children Esme Anggeriyane
Gaster Vol 21 No 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gaster.v21i2.889

Abstract

Mental and emotional problems at every age level are increasing and exacerbated by the Covid-19 pandemic. The Covid-19 pandemic from 2019 to 2022 affects the growth and development of preschool children. Growth and development are influenced by mental and emotional problems of children so the importance of early screening to detect in children aged 36-72 months. This study aimed to determine the description of early screening for mental-emotional problems in preschool children at Margo Utomo Kindergarten, Puntik Dalam Village due to the Covid-19 pandemic. The design of this research was descriptive-quantitative. The screening was carried out on 40 children by interviewing with parents based on guidelines of the Ministry of Health of the Republic of Indonesia in 2016 regarding the Mental Emotional Problem Questionnaire with totaling 14 questions, answer choices "yes" and "no". Total sampling technique with descriptive data analysis. The results showed that most of the preschool children experienced the possibility of having mental-emotional problems (suspects) with a total of 26 children (65%). The important of periodic screening is carried out on children to detect developmental deviations in school children so that appropriate and early intervention can be given.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KEJADIAN BULLIYING DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA KOTA BANJARMASIN Anwari, Muhammad; Syafwani, M.; Anggeriyane, Esme
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 14 No 4 (2023): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di tingkat Asia, persentase siswa yang diintimidasi di sekolah mencapai 70%. Dalam hal kekerasan di sekolah, Indonesia menempati urutan pertama dengan 84%. Dampak terjadi ketika Setelah di-bully, korban mengalami emosi negatif (seperti marah, dendam, depresi, malu, dan sedih). Dampak psikologis yang paling berbahaya adalah kemampuannya gangguan psikologis pada korban seperti kecemasan berlebihan, perasaan takut, depresi, keinginan bunuh diri dan gangguan stres pascatrauma (post-traumatic stress disorder). Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui penyebab terjadinya perilaku bulliying pada siswa SMPN di Banjarmasin. Metode penelitian menggunakan uji chi square, didapatkan hasil ada pengaruh dari masing-masing faktor
Mengatasi Bullying Dengan Edukasi Dan Pendidikan Karakter Pada Anak Usia Sekolah Melalui Media Audiovisual Anggeriyane, Esme; Azhar Abulkhair Jayadie, Afif; Nor Afipah, Rika; Heni Adelia, Galuh; Nor Alifah Ramadhia, Gita; Zainuddin, Muhammad
Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul Vol. 1 No. 2 (2023): Volume 1 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/pmsdu.v1i2.69

Abstract

Bullying adalah perilaku perundungan yang diwujudkan dalam berbagai bentuk seperti pelecehan verbal, cedera fisik, pemerasan, dan intimidasi. Kegiatan ini bertujuan agar peserta didik mengerti cara mengatasi perundungan dilingkungan sekolah dan setelah mengikuti penyuluhan peserta didik dapat menjelaskan kembali pengertian perundungan, menyebutkan bentuk-bentuk perundungan, faktor penyebab perundungan, cara mengatasi perundungan, pengetahuan tentang perundungan, dampaknya, dan cara untuk memeranginya sehingga siswa tidak lagi mengalami kerugian di sekolah sebagai akibat dari hal buruk dari teman sekelas mereka. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 03 Juni 2023 di Halaman SD 6 Muhammadiyah Kota Banjarmasin pada peserta didik kelas 4A dan 4B yang berjumlah 35 orang dengan metode ceramah, tanya jawab dan diskusi. Evaluasi kegiatan dapat dilihat sebagian besar peserta didik mengalami perubahan pengetahuan sebelum diberikan edukasi rata-rata 85,7% dan sesudah diberikan edukasi sebesar 87,4% sehingga hasil capaian mengalami perubahan berkisar 1,7%. Penanaman Pendidikan karakter penting dilakukan dalam keselarasan interaksi di lingkungan sekolah.
Optimalisasi Fungsi Kognitif Lansia Melalui Pemeriksaan Kesehatan Menggunakan Mini Mental State Examination (MMSE) Dalam Upaya Pencegahan Demensia Anggeriyane, Esme; Nurcahyani, Amanda Regita; Maretha, Amnaria; Nurhalidza, Nurhalidza; Ni’mah, Alya Hawwa; Az Zahrah, Hafizhatul Auliya
Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul Vol. 2 No. 2 (2024): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/pmsdu.v2i2.262

Abstract

Lansia merupakan individu yang memasuki usia tua. Pada lansia terjadi beberapa penurunan fungsi baik dari fungsi fisik, psikologis, dan kognitif. Ketika terjadi penurunan kognitif pada lansia artinya lansia akan mengalami penurunan fungsi pada memori atau ingatan, penurunan kesadaran, dan penurunan bahasa. Tujuan dari kegiatan ini untuk mengoptimalisasi fungsi kognitif lansia melalui pemeriksaan kesehatan menggunakan Mini Mental State Examination (MMSE) dalam upaya pencegahan demensia di Pengajian Masjid Mujahidin Belitung Darat Banjarmasin. Instrumen yang dipakai pada kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk mengetahui fungsi kognitif lansia yaitu SPO Mini Mental State Examination (MMSE) yang telah baku dan digunakan oleh profesional. Kegiatan ini dilaksanakan melalui metode wawancara yang mana diawali dengan mengisi lembar kehadiran, pemeriksaan tekanan darah, skrining dengan metode wawancara lalu diakhiri dengan evaluasi hasil pengkajian serta pendidikan kesehatan tentang senam otak dengan media leaflet. Hasil dari kegiatan didapatkan fungsi kognitif peserta berada pada kategori normal sebanyak 14 orang dan 1 orang berada pada kategori probable gangguan kognitif.
Upaya Peningkatan Kompetensi Preseptor Penata Anestesi Melalui Pelatihan Preseptorship Model Suwandewi, Alit; Mariani, Mariani; Anggeriyane, Esme; Aprilia, Hanura; Marthuridy, Roly Marwan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.14865

Abstract

ABSTRAK Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, sebagai salah satu institusi pendidikan kesehatan di Indonesia dan pertama kali di Kalimantan yang menyelenggarakan Program Studi Keperawatan Anestesiologi Program Sarjana Terapan. Salah satu keunggulan dari prodi ini adalah Keperawatan Anestesi Klinis sebagai keahlian dan menghasilkan penata pada level ahli, untuk mencapai keunggulan tersebut dalam menunjang pembelajaran perlu adanya bimbingan klinik sebagai sarana mahasiswa belajar agar kompetensi unggulan bisa tercapai. Pembelajaran klinik harus dilakukan oleh pembimbing klinik atau perceptor yang memiliki kapasitas dan kompetensi yang baik. Kompetensi mengajar dan keterampilan seorang pembimbing klinik atau preceptor menjadi pilar penting dalam pendidikan keperawatan anestesiologi. Model Preceptorship akan memandu perencanaan dan pelaksanaan prodsedur preceptorship dimulai dari struktur, proses, dan hasil pembimbing, serta saran-saran untuk meningkatkan preceptorship oleh pemangku kepentingan yang berbeda untuk meningkatkan efektifitasnya dalam klinis pendidikan keperawatan anestesiologi. Materi pada pelatihan preseptorship model yakni kebijakan pelatihan preceptorship, konsep dasar pembelajaran klinik, metode asuhan keperawatan anestesi/kepenataan anestesi, preceptorship model,  metode pembelajaran  klinik, dan metode penilaian pendidikan klinik serta simulasi bimbingan teknis.Pelatihan ini diikuti oleh Preceptor klinik yakni Rumah sakit yang telah berkerjasama dengan Univesitas Muhammadiyah Banjarmasin, baik RS negeri maupun RS Swasta dan dosen dilingkungan Fakultas Keperawatan dan Kesehatan dalam peningkatan kompetensi preseptor penata anestesi pada pelatihan preseptorship model ini didapatkan hasil pengetahuan pretest pengetahuan tinggi sebanyak 19 orang (56%) dan postest pengetahuan tinggi 34 orang (100%) yang dijawab oleh peserta  pelatihan. Hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa pengetahuan peserta berada pada katagori tinggi dan peserta sangat antusias karena mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dalam membimbing mahasiswa Kata Kunci: Pembelajaran Klinik, Peningkatan Kompetensi, Preseptorship Model  ABSTRACT University of Muhammadiyah Banjarmasin, as one of the health education institutions in Indonesia and the first time in Kalimantan to organize an Anesthesiology Nursing Study Program Applied Bachelor Program. One of the advantages of this study program is Clinical Anesthesia Nursing as expertise and producing stylists at the expert level, to achieve these advantages in supporting learning, clinical guidance is needed as a means for students to learn so that superior competencies can be achieved. Clinical learning must be carried out by clinical supervisors or perceptors who have good capacity and competence. Teaching competence and skills of a clinical supervisor or preceptor are important pillars in anesthesiology nursing education. The Preceptorship Model will guide the planning and implementation of the preceptorship process starting from the structure, process, and results of the supervisor, as well as suggestions for improving preceptorship by different stakeholders to increase its effectiveness in clinical anesthesiology nursing education. The material in the preceptorship model training is preceptorship training policy, basic concepts of clinical learning, anesthesia nursing care / anesthesia structuring methods, preceptorship models, clinical learning methods, and clinical education assessment methods and technical guidance simulations. This training was attended by Preceptor clinics, namely hospitals that have collaborated with the University of Muhammadiyah Banjarmasin, both state and private hospitals and lecturers within the Faculty of Nursing and Health in increasing the competence of anesthesiologist receptors in this model of preceptor preceptor obtained the results of high knowledge pretest knowledge as many as 19 people (56%) and high knowledge postest 34 people (100%) answered by training participants. The result of the activity can be concluded that the participants knowledge was in the higt category and the participants werw very enthusiastic because they hained knowledge and skill in guiding students. Keywords: Clinical Learning, Competency Improvement, Model Preceptorship
The Implementation of Health Education Using Snake & Ladders Game and Audiovisual Media to Improve Stunting Knowledge Level on Primigravida Mothers Rahmatullah, M. Rifqi; Anggeriyane, Esme; Anwari, Muhammad
Gaster Vol 22 No 2 (2024): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gaster.v22i2.1344

Abstract

Background: Stunting is the condition where a child’s growth and development are disrupted due to chronic malnutrition and recurrent infections, especially in the first 1000 days of life. Increasing the mother's knowledge needs to be carried out with various health education media approaches. Objective: To determine the different effects of health education using the Snakes & ladders game and audiovisual media on the stunting knowledge level of primigravida mothers at Pekauman Community Health Center of Banjarmasin. Method: This research was quasi-experimental with a two-group pretest and posttest design with two kinds of interventions. The population was 67 primigravida mothers, purposive sampling with 60 primigravida mothers who came for antenatal care and bivariate analysis used independent sample T-test. Results: There were differences average score of knowledge before health education using the snake and ladders game was 70.00, and the audiovisual media was 65.57. Then, after health education media using the game of snakes and ladders was 91.77, and audiovisual media was 89.33. Conclusions: Health education using the snakes and ladders game had a higher value and was more effective than audiovisual media in improving the stunting knowledge level of primigravida mothers. Health workers can provide interesting health education about stunting to primigravida mothers.
The Effect of Anesthesia Nursing Care Writing Training on Increasing Readiness to Guide Preceptors Anggeriyane, Esme; Suwandewi, Alit; Aprilia, Hanura; Mariani, Mariani; Mathuridy, Roly Marwan; Norfriati, Norfriati
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2025): January 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i1.3766

Abstract

Good nursing care plays an important role in helping patients achieve optimal health. Clinical preceptors play a significant role in the learning process of prospective nurse anesthesia students. Qualified preceptors are equipped with knowledge and skills through special training. This study aims to evaluate the effectiveness of preceptorship training on the competency of anesthesia clinic preceptors. This type of quasi-experimental research with a pretest-posttest design. The research subjects were preceptors in the OK, IGD, RR and ICU rooms at Banjarmasin and Banjarbaru city hospitals. This research uses an instrument in the form of a readiness questionnaire to guide preceptors. The results showed that before training, 15 preceptors (44.1%) had sufficient readiness to guide the writing of nursing care. After training, 33 preceptors (97.1%) showed good readiness. The Wilcoxon test produces a value of p = 0.000 (p 0.05), which shows a significant effect of preceptorship training on preceptor readiness in guiding. Preceptorship training is effective in increasing the competency of clinical preceptors in guiding nursing care, so this training is important to carry out on an ongoing basis to improve the quality of nursing education and practice.
Analisis Gambaran Kejadian Masalah Mental Emosional Anak Usia Prasekolah di Taman Kanak-Kanak (TK): Studi Deskriptif Anggeriyane, Esme; Baiti, Noor; Azmi, Akhmad Najiba; Lestari, Suci
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 3 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.3.162-173

Abstract

Masa prasekolah anak merupakan periode kritis, jendela kesempatan dan keemasan sehingga optimalisasi tumbuh kembang anak dipersiapkan sejak dini menuju Indonesia Emas 2045. Namun, masalah mental emosional pada anak prasekolah sering dimaklumi bahkan tidak disadari oleh orangtua dengan asumsi yang tidak berdasar. Prevalensi masalah mental emosional khusus pada anak prasekolah secara spesifik tidak terdokumentasi sehingga upaya peningkatan stimulasi orangtua cenderung belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian masalah mental emosional anak prasekolah di Kota Banjarmasin. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi penelitian berjumlah 8.981 orang tua siswa dari 308 Taman Kanak-Kanak (TK). Sampel berjumlah 852 orang tua siswa dengan time interval sampling dengan mempertimbangkan  data sekolah di Kota Banjarmasin. Instrumen penelitian menggunakan Kuesioner Masalah Perilaku Emosional (KMPE) sebanyak 14 pertanyaan dari Kementerian Kesehatan Republik  Indonesia  tahun 2022. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukan 503 siswa (60%) dengan kemungkinan mengalami masalah mental emosional. Pentingnya peran berbagai pihak dalam mendukung upaya skrining dini dapat meningkatkan optimalisasi perkembangan anak dari masa ke masa. Kata kunci: anak, mental emosional, prasekolah 
Menuju Generasi Emas 2045: Peran Guru dalam Skrining Dini Masalah Mental Emosional pada Anak Prasekolah Anggeriyane, Esme; Fitri, Siti Yuyun Rahayu; Dhamayanti, Meita; Rakhmawati, Windy; Hilaliyah, Nurul
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i4.4587

Abstract

Masa prasekolah merupakan periode penting dalam perkembangan aspek fisik, kognitif, dan emosional anak. Namun, masalah mental emosional pada anak prasekolah sering kali tidak terdeteksi sejak dini dan tidak disadari oleh orang disekitar anak. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman guru mengenai pentingnya skrining dini masalah mental emosional pada anak prasekolah dalam mendukung tercapainya Generasi Emas 2045. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui sosialisasi dan edukasi kepada 42 orang guru PAUD dan TK di Kecamatan Banjarmasin Utara. Metode kegiatan terdiri ceramah, simulasi penggunaan Kuesioner Masalah Perilaku Emosional (KMPE) dan diskusi interaktif. Hasil kegiatan berdasarkan indikator aktivitas berupa memperhatikan materi, kemampuan melakukan skrining, keaktifan dalam diskusi dan mengikuti kegiatan hingga selesai. Didapatkan sebagian besar guru dengan partisipasi aktif dan menyadari tentang pentingnya deteksi dini masalah mental emosional anak prasekolah. Skrining dini dapat menjadi langkah preventif yang efektif untuk mendukung perkembangan anak menuju Generasi Emas 2045 melalui peran aktif guru dalam deteksi dini masalah mental emosional di lingkungan sekolah.
MANAJEMEN KECEMASAN PADA IBU HAMIL DENGAN DIAGNOSA PERSALINAN SECTIO CAESAREA Anggeriyane, Esme; Maghfirah, Anida; Febiola, Fla Nabila; Andini, Nur Anisa; Choirunnisa, Sabrina; Noviyanti, Elvira
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.27937

Abstract

Abstrak: Masa kehamilan dimulai sejak terjadinya pembuahan hingga proses kelahiran. Meskipun kehamilan disebut sebagai proses alamiah, namun proses kehamilan dapat disertai dengan kondisi patologis yang dapat membahayakan kesehatan ibu dan janin sehingga dapat menimbulkan cemas dan khawatir pada ibu hamil, terlebih pada ibu hamil dengan diagnosa persalinan sectio caesarea. Teknik guided imagery adalah salah satu intervensi yang baik untuk ibu hamil dalam memanajemen kecemasan dengan melakukan relaksasi tarik napas dalam kemudian mengajak diri untuk hadir dalam sugesti positif. Kegiatan ini bertujuan agar ibu hamil dapat mengelola kecemasan dan ketenangan emosional guna meningkatkan keterampilan softskill dan hardskill dalam menghadapi kecemasan menjelang persalinan dengan sasaran kegiatan pada 19 ibu hamil di Desa Tatah Belayung Baru Kabupaten Banjar. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi interaktif, praktik serta evaluasi keterampilan mempraktekkan intervensi guided imegery. Penilaian evaluasi keterampilan dengan Standar Operasional Prosedur guided imagery dengan 3 kategori; baik, cukup dan kurang berdasarkan format penilaian observer, tahapan praktik serta sikap. Penilaian kegiatan dilakukan oleh fasilitator yang bertugas dan evaluasi akhir peserta berada pada kategori baik (74%).Abstract: The pregnancy period starts from fertilization until the birth process. Even though pregnancy is said to be a natural process, the pregnancy process can be accompanied by pathological conditions that can endanger the health of the mother and fetus, so it can cause anxiety and worry in pregnant women, especially in pregnant women diagnosed with cesarean section delivery. The Guided Imagery technique is a good intervention for pregnant women in managing anxiety by relaxing, taking deep breaths and then inviting yourself to be present with good suggestions. This activity aims to provide training in anxiety management techniques for pregnant women with the target of the activity being to refer to 19 pregnant women in Tatah Belayung Baru Village, Banjar Regency. The methods used are lectures, interactive discussions, practice, and evaluation of guided imagery intervention skills. The skills evaluation assessment is divided into 3 categories; good, sufficient, and poor based on the observer assessment form, practice stages, and attitudes. The assessment of this activity was assisted by the facilitator and in the final evaluation most of the assessment categories were good (74%).