Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

EVALUASI PROGRAM IRIGASI PERPOMPAAN DALAM MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN TANA TORAJA Idam Hanafi K; La Sumange; Herman Nursaman; Helda Ibrahim
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of the pump-based irrigation program in enhancing food security in Tana Toraja Regency, with a case study conducted in Mengkendek District. The research addresses three main issues: (1) the effectiveness of the implementation of the pump irrigation program, (2) the program’s contribution to food security in terms of availability, access, and stability, and (3) supporting and inhibiting factors influencing the program’s implementation. A qualitative descriptive method supported by quantitative data from a Likert-scale questionnaire was employed. A total of 21 farmers from seven farmer groups participated in the study. The findings indicate that the pump irrigation program is effective, with an average score of 4.02 (high category). The program contributes significantly to improving food availability and access, as reflected in increased production, income, and cropping intensity. Food stability also improved, although it remains affected by price fluctuations and uneven water distribution caused by the region’s topography. Key supporting factors include strong farmer participation, government support, and adequate water sources. Major constraints involve high operational costs, frequent pump damage, limited technical training, and mountainous terrain. The study concludes that pump-based irrigation plays an important role in strengthening food security, yet requires further technical and institutional optimization to ensure sustainability.
Peran Penyuluh Dalam Pengembangan Usahatani Cengkeh (Studi Kasus Desa Bontojai Kecamatan Bontocani Kabupaten Bone): The Role Of Extension Workers In The Development Of Clove Farming (Case Study of Bontojai Village, Bontocani District, Bone Regency) Arham, Andi; Sumange, La; Syamsinar, Syamsinar
Agribusiness and Socioeconomic Journal Vol. 4 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian, menganalisis peran penyuluh pertanian, dan mengevaluasi dampak penyuluh pertanian terhadap pengembangan usahatani cengkeh di Desa Bontojai, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone. Cengkeh merupakan komoditas unggulan di wilayah ini, namun masih menghadapi kendala seperti produktivitas yang rendah dan minimnya pemanfaatan teknologi pertanian modern. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan kuesioner menggunakan skala Likert empat poin. Responden dalam penelitian ini adalah 25 petani cengkeh yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh pertanian berperan sebagai motivator, edukator, inovator, dan fasilitator dalam mendampingi petani. Berdasarkan hasil kuesioner, peran penyuluh pertanian dinilai berada dalam kategori "setuju" dengan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan produktivitas petani. Namun, masih terdapat tantangan seperti terbatasnya jumlah penyuluh pertanian dan rendahnya partisipasi sebagian petani dalam kegiatan penyuluhan pertanian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyuluh pertanian memiliki peran strategis dalam pengembangan usahatani cengkeh dan merekomendasikan peningkatan intensitas dan kualitas penyuluhan pertanian di masa mendatang.
Peran Media Informasi pada Usahatani Padi Sawah di Kelurahan Galung Kecamatan Liliriaja Kabupaten Soppeng Sumange, Andi Muhammad Faried Anshari; Sumange, La; Rahman, Syamsul
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i1.19875

Abstract

Increasing food security today is not only a real action in agricultural activities, but has implemented information technology for data processing, and has been used in various fields, especially agriculture based on the internet and multimedia, especially millennial farmers in utilizing technology to increase their farming productivity. The study was conducted from February to April 2025 in Galung Village. The farmer population was 153 people, 15% were selected so that 23 people were selected as samples. The study aims to examine social media and supporting and inhibiting factors for the use of social media in Rice Farming in Galung Village. Data analysis used is descriptive and analysis using the Likert Scale. The results of the study showed that the use of social media Youtube and WhatsApp for hand tractors had a very influential value of 3.7 and 3.6, Transplanters via Youtube, Facebook and WhatsApp had an influence, quite influential with values 2.5, 1.5 and 1.8. Combine Harvester had an influence, quite influential, values 2.8, 2.4 and 1.3. Technology in the form of seeds, fertilizers and medicines had
POTENSI PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN PADA HUTAN KEMASYARAKATAN (HKM) ASSAMATURU KELURAHAN BULUTANA KECAMATAN TINGGIMONCONG KABUPATEN GOWA Sahrullah; Sumange, La; Ibrahim, Helda
Jurnal Eboni Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/eboni.v7i2.2803

Abstract

Hutan Kemasyarakatan merupakan salah satu skema Perhutanan Sosial yang bertujuan untuk memberdayaan masyarakat yang tinggal didalam dan disekitar kawasan hutan melalui pemberian akses legal dalam pengelolaan hutan negara secara lestari. Kelompok Tani Hutan Assamaturu merupakan salah satu kelompok tani hutan yang telah mendapat izin perhutanan sosial dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tahun 2022 berdasarkan SK.10330/MENLHK-PSKL/PKPS/PSL.0/12/2022 tanggal 27 Desember 2022 dengan luas 110 Hektar. Terdapat 2 kelompok usaha perhutanan sosial yang dikembangkan yaitu agroforestry dan wisata. Potensi sumberdaya alam yang dimiliki cukup besar sehingga dapat menjadi modal utama dalam pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai potensi jasa lingkungan yang terdapat pada kawasan Hutan Kemasyarakatan Assamaturu di Kelurahan Bulutana Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi lapangan dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HKm Assamaturu memiliki empat kategori jasa lingkungan utama berdasarkan klasifikasi MEA (2005), yaitu: (1) jasa penyediaan berupa air bersih, air irigasi lahan pertanian dan hasil hutan bukan kayu; (2) jasa pengaturan berupa pengatur iklim mikro dan tata air; (3) jasa budaya dalam bentuk potensi ekowisata seperti wisata air terjun, area camping ground, wahana bermain air, wahana sepeda gunung, flying fox dan nilai-nilai spiritual kultural; serta (4) jasa penunjang berupa keanekaragaman hayati. Potensi ini belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan modal usaha untuk melengkapi fasilitas sarana prasarana pendukung. Diharapkan agar hasil penelitian ini dapat menjadi acuan dalam pengelolaan dan pemanfaatan jasa lingkungan pada kawasan hutan kemasyarakatan Assamaturu sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengabaikan fungsi ekologis kawasan hutan.
MODEL PEMBERDAYAAN BERBASIS INOVASI PADA USAHA LEBAH MADU (STUDI KASUS KTH MAKKATUO DI KABUPATEN GOWA) MAJID, NUSQAR; Musdalipa, Musdalipa; Ibrahim, Helda; Sumange, La Sumange
Jurnal Eboni Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/eboni.v7i2.2828

Abstract

Usaha lebah madu merupakan salah satu bentuk pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kegiatan inovatif pemberdayaan Kelompok Tani Hutan (KTH) dalam pengembangan usaha lebah madu di wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Jeneberang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menggali pengalaman, strategi, dan dinamika pemberdayaan KTH Makkatuo sebagai kelompok tani unggulan dalam budidaya lebah madu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan inovatif yang dilakukan mencakup adopsi teknologi tepat guna dalam budidaya lebah, penguatan kelembagaan melalui pembentukan koperasi dan forum multipihak, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan teknis dan pengembangan produk. Selain itu, kemitraan strategis dengan pihak swasta dan pemerintah telah memperkuat akses pasar dan pendanaan. Kegiatan pemberdayaan ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas madu hingga 40% dan pendapatan petani sebesar 35%. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya strategi pemberdayaan berbasis inovasi, kolaborasi, dan konteks lokal sebagai pendekatan efektif dalam pengembangan usaha HHBK yang berkelanjutan.
Analisis pengaruh luas lahan, tenaga kerja, penggunaan pupuk, modal dan pengalaman petani terhadap produksi lada di Desa Bantilang, Kecamatan Towuti. Siti Kirana Tajwi; La Sumange; Syamsinar Syamsinar
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.11976

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi produksi lada di Desa Bantilang, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur. Faktor-faktor yang diteliti meliputi luas lahan, tenaga kerja, penggunaan pupuk, modal, dan pengalaman petani. Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian berjumlah 512 petani lada, sedangkan sampel yang digunakan sebanyak 50 petani yang dipilih secara purposive sampling. Data yang digunakan terdiri atas data primer yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan kuesioner, serta data sekunder yang diperoleh dari berbagai instansi terkait dan literatur pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan program IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel luas lahan, tenaga kerja, penggunaan pupuk, modal, dan pengalaman petani berpengaruh signifikan terhadap produksi lada dengan nilai F hitung sebesar 1076,394 dan nilai signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,992 menunjukkan bahwa 99,2% variasi produksi lada dapat dijelaskan oleh kelima variabel independen dalam model, sedangkan sisanya sebesar 0,8% dijelaskan oleh faktor lain di luar penelitian. Secara parsial, luas lahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi lada dengan nilai signifikansi 0,000. Sementara itu, tenaga kerja, penggunaan pupuk, modal, dan pengalaman petani tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi lada karena masing-masing memiliki nilai signifikansi lebih besar dari 0,05. Dengan demikian, luas lahan merupakan faktor yang paling menentukan dalam peningkatan produksi lada di Desa Bantilang. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan dan pengembangan usahatani lada yang lebih produktif.
Strategi Peningkatan Pendapatan Gula Aren Berbasis Agribisnis (Studi Kasus KTH Liku Pancing Desa Parigi Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa) Herini Pratiwi; Majdah Muhyiddin Zain; Helda Ibrahim; La Sumange
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 2 (2025): AGROVITAL VOLUME 10, NOMOR 2, NOVEMBER 2025
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v10i2.6396

Abstract

KTH Liku Pancing adalah kelompok tani yang memiliki potensi gula aren yang cukup melimpah namun pengelolaannya belum optimal. Rendahnya nilai tambah dan pendapatan petani gula aren di Desa Parigi akibat keterbatasan pengolahan, akses pasar, dan diversifikasi produk, sehingga diperlukan strategi peningkatan berbasis agribisnis yang terintegrasi untuk mengoptimalkan potensi ekonomi komoditas tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi peningkatan pendapatan petani gula aren berbasis agribisnis pada Kelompok Tani Hutan (KTH) Liku Pancing di Desa Parigi, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa. Pengambilan data dilakukan secara sensus terhadap seluruh anggota kelompok sebanyak 25 orang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis SWOT. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai total faktor internal (IFAS) adalah 1,88 yang terdiri dari skor kekuatan sebesar 0,92 dan kelemahan sebesar 0,96. Sementara itu, nilai total faktor eksternal (EFAS) adalah 2,33 yang terdiri dari skor peluang sebesar 1,34 dan ancaman sebesar 0,99. Posisi KTH Liku Pancing berada di kuadran II dengan koordinat X = -0,02 dan Y = 0,175, yang menunjukkan strategi Stabilisasi. sebagai pendekatan yang tepat. Strategi yang paling cocok yaitu WO yaitu strategi stabilisasi yang dirancang untuk memanfaatkan peluang eksternal guna mengatasi kelemahan internal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi strategis yang dapat diterapkan oleh KTH Liku Pancing dan kelompok tani lainnya untuk meningkatkan efisiensi usaha, produktivitas, dan nilai tambah produk gula aren melalui pendekatan agribisnis serta menjadi referensi dan landasan ilmiah dalam pengembangan penelitian lebih lanjut terkait agribisnis komoditas lokal, kelembagaan petani, serta strategi peningkatan pendapatan di sektor pertanian pedesaan.
Kontribusi Program Irigasi Perpompaan terhadap Ketahanan Pangan Masyarakat di Kabupaten Tana Toraja Idam Hanafi K; La Sumange; Herman Nursaman; Helda Ibrahim
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 12 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i12.5179

Abstract

This study analyzes the contribution of the pump-based irrigation program to improving food security in Tana Toraja Regency, focusing on the dimensions of availability, access, and stability. The research was conducted in Mengkendek District, where pump irrigation has become a major strategy for addressing water shorthages in highland agricultural systems. A descriptive qualitative approach supported by quantitative data using a Likert-scale questionnaire was employed. Twenty-one farmers representing seven farmer groups participated in the study. The results show that pump irrigation significantly enhances food availability by increasing production, cropping frequency, and cultivated land area. Food access improved through higher income and greater purchasing power, enabling more diverse and nutritious food consumption.  Food stability also increased, supported by more consistent production throughout the year, although challenges such as pump damage, fuel costs, and topographical barriers remain. Overall, pump-based irrigation contributes substantially to strengthening household food security; however, sustained support through technical assistance, institutional strengthening, and operational cost management is needed to ensure long-term program sustainability.
PERAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DALAM PENGEMBANGAN EKOWISATA DI KEBUN RAYA PUCAK KABUPATEN MAROS Fransiska Pakolo; Majdah M. Zain; Helda Ibrahim; La Sumange
Jurnal Sains Agribisnis Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jsa.v5i2.2200

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Corporate Social Responsibility (CSR) dalam pengembangan Ekowisata di Kebun Raya Pucak, Kabupaten Maros. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan mendeskripsikan peran CSR dalam pengembangan ekowisata di Kebun Raya Pucak. Penelitian ini menggunakan metode skala Likert yaitu metode dimana digunakan untuk mengukur sikap, pendapat atau persepsi seseorang terhadap suatu pernyataan. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 10 orang masyarakat yang tingal di sekitar Kebun Raya Pucak sebagai responden, 10 orang pengelola Kebun Raya Pucak dan 4 orang karyawan perusahaan pelaksana program CSR sebagai informan. Hasil penelitian berdasarkan pengisian instrumen skala Likert menunjukkan bahwa program CSR sangat berperan dalam pengembangan ekowisata di Kebun Raya Pucak. Pelaksanaan program CSR tersebut memiliki peran penting yaitu meningkatkan kualitas fasilitas dan kenyamanan pengunjung yang mana hal ini dapat berimbas dalam meningkatnya nilai ekonomi masyarakat termasuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah di Provinsi Sulawesi Selatan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membuktikan sejauh mana pelaksanaan CSR di Kebun Raya Pucak memiliki dampak nyata dalam pembangunan berkelanjutan dan dapat menjadi acuan kebijakan pelaksanaan program CSR yang lebih baik, khususnya di sektor ekowisata.
Analisis Preferensi Konsumen Dalam Menentukan Strategi Pemasaran Produk Tempe di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan Aguinalty Sofia Rante Allo; La Sumange; Syamsinar Syamsinar; Helda Ibrahim
Jurnal MeA (Media Agribisnis) Vol 11, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/mea.v11i1.391

Abstract

. In Lapandan Village, Makale District, tempeh entrepreneurs such as Jeslyn Tempeh Business face various challenges in maintaining and developing their business amidst increasingly dynamic changes in consumer preferences. One of the main problems faced is the lack of a structured marketing strategy based on consumer data, so that the tempeh products offered are less attractive to the wider market. In addition, product promotion is still carried out conventionally through limited distribution channels without the use of digital media and without paying attention to the characteristics of the target market segment. The type of research used SWOT analysis in this study is used to identify internal and external factors that influence the development of the tempeh business, as a basis for developing a strategy based on consumer preferences. The results of the study Based on the SWOT analysis, the IFAS value of 3.56 and EFAS of 3.36 places Jeslyn Tempeh Business in Quadrant I (SO-Aggressive Strategy), which means it has high strengths and opportunities. The most appropriate strategy is to utilize internal strengths to capture external opportunities, through product innovation, digital promotions, expansion of distribution networks, and partnerships with local business actors. The SO strategy is the primary choice for increasing business growth and competitiveness, as it strengthens Tempe Jeslyn's market position and supports the sustainable development of local food