Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENANAMAN BIBIT BAKAU DI KAWASAN WISATA MANGROVE TELOK BANGKO, KOTA BONTANG Ritonga, Irwan Ramadhan; Eryati, Ristiana; Paputungan, Mohammad Sumiran; Suyatna, Iwan; Kusumaningrum, Widya; Adnan, Adnan; Nurfadilah, Nurfadilah; Suryana, Irma; Budiarsa, Anugrah Aditya; Bulan, Dewi Embong
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.61250

Abstract

Mangrove (bakau) is one of the coastal plants that might function socially, ecologically and economically. One of the coastal areas of East Kalimantan that has experienced damage due to human activities is in Bontang City, specifically Telok Bangko. Therefore, planting bakau seedlings is one of the efforts to maintain the bakau ecosystem in the coastal areas of Bontang City. The purpose of this community service activity is to increase knowledge and understanding of the importance of mangrove in coastal areas by planting mangrove seedlings. This community service activity was carried out on September 29, 2024 in the Telok Bangko mangrove tourism area, Bontang City. The method used in this activity was lecture and followed by direct practice in the field. The results of this activity were 500 mangrove seedlings (Rizophora mucronata) were planted at the location of the activity by students and academics of Mulawarman University. The results of this activity could increase knowledge and understanding for each participant in determining the right planting location, type, how to plant mangroves and evaluate activities. This activity is also expected to benefit the community both economically and ecologically in the Telok Bangko mangrove area. The process of evaluating activities must be carried out to support the success of this activity, such as maintenance, periodic data collection (monitoring) of mangrove seedlings (% survival rate) that have been planted by participants.Mangrove (bakau) merupakan salah satu tumbuhan pesisir yang dapat berfungsi secara sosial, ekologi dan ekonomi. Salah satu kawasan pesisir Kalimantan Timur yang  telah mengalami kerusakan akibat aktivitas manusia terdapat di Kota Bontang, khususnya Telok Bangko. Karenanya, menanam bibit bakau merupakan salah satu usaha untuk mempertahankan ekosistem bakau di wilayah pesisir kota Bontang. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya bakau di wilayah pesisir dengan cara menanam bibit bakau. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada tanggal 29 September 2024 di kawasan wisata mangrove Telok Bangko, Kota Bontang. Metode ceramah dan praktek langsung merupakan metode yang dilakukan di kegiatan pengabdian masyarakat ini. Hasil kegiatan yang didapatkan dari kegiatan ini adalah bibit bakau (Rizophora mucronata) telah ditanam sebanyak 500 bibit di lokasi kegiatan oleh para siswa dan akademisi Universitas Mulawarman. Hasil kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kepada setiap  peserta dalam penentuan lokasi penanaman, jenis, cara menanam bakau dan evaluasi kegiatan secara tepat. Kegiatan ini juga diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat baik secara ekonomi dan ekologi di kawasan mangrove Telok Bangko. Proses evaluasi kegiatan harus dilakukan untuk mendukung keberhasilan dari kegiatan ini, seperti pemeliharaan, pendataan berkala (monitoring) bibit bakau yang hidup (% survival rate) yang telah ditanam oleh peserta kegiatan.
PENINGKATKAN PEMAHAMAN DAN NILAI MAHASISWA DENGAN METODE PRAKTIKUM Irwan Ramadhan Ritonga; Dewi Embong Bulan; Mohammad Sumiran Paputungan; Nurfadilah Nurfadilah; Irma Suryana; Adnan Adnan; Iwan Suyatna; Ristiana Eryati; Widya Kusumaningrum; Rani Novia; Ahmad Ahmad; Firman Firman; Andi Fitri Sakmiana
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Sains Vol 4 No 2 (2023): August
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jips.v4i2.1519

Abstract

Education is one indicator of a country's progress, because it has improved the quality of human resources. One of the Educational activities in the university is joint practicums to improve students' understanding of critical thinking patterns and values. The purpose of this practicum was to examine and analyze the ability of essential patterns of thinking, level of understanding of theory and method, and student learning outcomes as well in the study programme of Marine Science, Mulawarman University. Practicum activities were conducted in Malahing village, Bontang City in November 2022. A total of 52 students took part in the activities. All data in this activity were collected from initial critical thinking skills tests (pre-test) and after (post-test), score from practicum’s report, and participants' perceptual responses in the form of online questionnaires. It was found that the student's critical thinking skills in this activity were in the moderate category based on N-Gains score (0,46). In General, the percentage of understanding and student learning outcomes was in good category (71-84). Based on the student responses, about 92.3% of students were enthusiastic and happy with the practicum learning method. Thus, joint practicum activities might influence increasing student understanding and grades.
Cadmium (Cd) Content in Sediments Along the Somber River, Balikpapan City, East Kalimantan Mufidah, Fitriatul; Paputungan, Mohammad Sumiran; Ritonga, Irwan Ramadhan
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 4b (2025): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i4b.10891

Abstract

Human activities in the Somber River area of Balikpapan, such as settlements, industry, shipping, and fisheries, have the potential to cause cadmium (Cd) contamination, threatening the mangrove ecosystem and aquatic biota. This study aimed to determine the concentration and contamination level of Cd in the sediments of the Somber River, Balikpapan. Sediment samples were systematically collected from four stations representing different anthropogenic influences, using a hand corer (50 cm depth). Cadmium concentration was analyzed using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) following acid digestion. It was found that the Cd concentrations ranged from 0.04 to 1.01 µg/g, with an average of 0.37 ± 0.29 µg/g dry weight. All values were below the national sediment quality guideline. The accumulation of Cd showed an increasing trend with greater sediment depth. The calculated Contamination Factor (CF) indicated low to moderate contamination levels at all stations. Overall, the sources of Cd along the Somber River originate from both natural processes and anthropogenic activities from the land.
Struktur Komunitas Makrozoobentos di Pantai Tanah Merah, Perairan IKN Baru, Kalimantan Timur Irma Suryana; Irwan Ramadhan Ritonga; Mohammad Sumiran Paputungan; Brigitha Anjeli Agathajani; Elisar Elisar
Journal of Marine Research Vol 13, No 3 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i3.41556

Abstract

Makrozoobentos mampu hidup di sedimen lumpur, pasir, batu, kerikil maupun sampah organik di perairan laut, sungai, kolam ataupun danau. Ia merupakan organisme yang berperan dalam rantai makanan sebagai konsumen primer dan konsumen sekunder serta membantu terdistribusinya nutrien dan mineral di substrat perairan. Penelitian pendahuluan ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang struktur komunitas Makrozooobentos di pantai Tanah Merah Samboja, serta melihat jenis substrat sedimen dan kandungan nutriennya. Peletakkan kuadran plot berukuran 2 x 0,25 m2 pada luasan 2400 m2 yang terbagi menjadi 6 titik pengamatan pada zona subtidal memperoleh 182 individu Makrozooobentos yang teridentifikasi sebagai 19 spesies kelas Gastropoda, 15 spesies Bivalvia dan 1 spesies dari kelas Scapopoda. Kelimpahan total dikonfirmasi sebesar 228 ind/m2 dimana pola sebaran kelimpahan per titik linear dengan kandungan Nitrat, Ortofosfat, total Fosfat dan Karbon organik dalam sedimen. Indeks keanekaragaman, keseragaman dan dominansi secara berurutan terukur 3,085 (tinggi), 0,854 (tinggi) dan 0,064 (tidak ada jenis yang mendominasi). Adapun persentase fraksi pasir dalam kisaran 90-97% sebagai kategori tipe substrat.   Macrozoobenthos lives on mud, sand, stone, gravel or organic waste in the ocean floor, river, pond or lake. It is an active organism in the food chain as a decomposer and contributes to spreading some nutrients and minerals on the sediment substrate. This first record research had been to describe the structure community of Macrozoobenthos at Tanah Merah’s beach in Samboja district, also analyzed the type of substrate and the composition of the nutrient. The laying plot in size 2 x 0,25 m2 on the area of 2400 m2, which divided into six substations was, found 182 individuals of Macrozoobenthos, which is confirmed as 19 species of Gastropods, 15 species of Bivalva and 1 species of Scaphopoda. The total abundance was 227,5 ind/m2, whereas each substation's distribution pattern had linearity with nitrate, orthophosphate, total phosphate, and C-organic contents in the sediment. The diversity, uniformity, and dominance index sequentially confirmed 3,085 (high), 0,854 (high), and 0,064 (low). Then, it was confirmed sand fraction in range 90-97% for the type of substrate.
Kondisi Kesehatan Mangrove dan Stok Karbon Biomassa di Area Bontang Mangrove Park Rahmawani Rahmawani; Mohammad Sumiran Paputungan; Dewi Embong Bulan
Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i2.46545

Abstract

Kajian terkini mangrove di Mangrove Bontang Park terbatas pada kajian perubahan luasan area mangrove, namun belum menghitung nilai stok karbon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stok karbon yang tersimpan di biomassa mangrove di lokasi tersebut dan menganalisis hubungannya dengan sebaran tingkat kesehatan mangrove. Pengambilan data dilakukan di pada bulan Februari 2023. Sebaran zona penelitian berdasarkan model sebaran indeks kesehatan mangrove menggunakan data citra Sentinel-2A yang dibagi menjadi 3 zona yaitu Zona Excellent, Zona Moderate, dan Zona Poor. Data lapangan yang diambil antara lain jumlah tegakan, persentasi tutupan kanopi dan diameter batang pohon. Aplikasi MonMang 2.0 digunakan dalam mengukur tingkat kesehatan mangrove secara langsung di lapangan. Stok karbon pada biomassa mangrove dihitung menggunakan persamaan alometrik biomassa mangrove dan faktor konversi biomassa-karbon. Hasil validasi indeks kesehatan mangrove menggunakan MonMang 2.0 menunjukkan bahwa tingkat kesehatan mangrove di lokasi penelitian termasuk dalam kategori cukup baik. Stok karbon pada biomassa atas (AGB) diestimasi sebesar 180,74 MgC/ha dan stok karbon biomassa bawah memiliki rata-rata 102,29 MgC/ha dengan total 283,04 MgC/ha. Hasil analisis data menunjukkan tidak terdapat hubungan signigikan antara stok karbon pada biomassa mangrove dan indeks kesehatan mangrove. The recent study of mangroves in Bontang Mangrove Park was limited in studying changes in mangrove area, but the carbon stocks were not quantify. This research aimed to estimate the carbon stock stored in mangrove biomass and to analyze its relationship with the mangrove health distribution in there. The distribution of research zones were based on the mangrove health index distribution model by using Sentinel-2A image data. The model result divided into 3 zones that were Excellent Zone, Moderate Zone and Poor Zone. Field data collection was done in February 2023. Data collection included the number of stands, canopy cover and diameter at breast height. The MonMang 2.0 application was used to measure the health level of mangroves, directly in the field. Carbon stock in mangrove biomass was calculated by using the mangrove biomass allometric equation and the biomass-carbon conversion factor. The validation results of the mangrove health index using MonMang 2.0 showed that the level of mangrove health at the research location was moderate. Carbon stock in above-ground biomass (AGB) estimated at 180.74 MgC/ha and below-ground biomass was 102.29 MgC/ha with a total carbon stock was at 283.04 MgC/ha. No significant relationship was found between carbon stocks in mangrove biomass and the mangrove health index.
Penilaian Risiko Logam Tembaga (Cu) pada Anadara granosa Terhadap Kesehatan Manusia Nurwahyu Ningsih; Irma Suryana; Mohammad Sumiran Paputungan; Irwan Ramadhan Ritonga
Journal of Marine Research Vol 15, No 1 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i1.46415

Abstract

Logam tembaga (Cu) merupakan salah satu nutrien yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Namun, ada saat logam Cu masuk ke tubuh manusia telah melewati baku mutu, mungkin dapat mengakibatkan efek samping terhadap kesehatan manusia. Logam Cu dapat masuk ke lingkungan perairan melalui bioakumulasi dalam rantai makanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi Cu dan menganalisis risiko kesehatan akibat mengkonsumsi Kerang Darah (Anadara granosa) terhadap tubuh manusia baik dewasa dan anak – anak. Sampel A. granosa dengan ukuran berbeda dibeli dari beberapa pasar tradisional di kota Samarinda. Konsentrasi Cu pada A. granosa ditentukan dengan menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Kisaran Cu pada daging A. granosa adalah 0,10 – 0,26 µg/g dengan rerata 0,20 ± 0,05 µg/g berat basah. Konsentrasi Cu pada A. granosa lebih rendah dari beberapa baku mutu untuk bahan pangan manusia berdasarkan Ditjen POM No.03725/B/SK/1989 (20,0 µg/g). Akumulasi Cu pada A. granosa dipengaruhi oleh panjang, berat, kebiasaan makan dan habitat. Penilaian risiko menunjukkan bahwa semua nilai bahaya target (HQ) yang diamati berada dibawah ambang batas 1 (HQ<1). Hal ini menunjukkan tidak ada potensi risiko bahaya non-karsinogenik jangka panjang bagi tubuh orang dewasa dan anak – anak di kota Samarinda akibat konsumsi A. granosa.  Copper metal (Cu) is one of the nutrients needed by the human body. However, if Cu metal entering the human body has exceeded the quality standard, it may cause adverse effects on human health. Cu metal could enter the aquatic environment through bioaccumulation in the food chain. The purpose of this study is to determine the concentration of Cu and analyse the health risks of consuming blood clams (Anadara granosa) to the human body both adults and children. Samples of A. granosa with different sizes were purchased from several traditional markets in Samarinda city. Cu concentration in A. granosa was determined using Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). The range of Cu in A. granosa meat was 0,10 – 0,26 µg/g with a mean of 0,20 ± 0,05 µg/g wet weight. Cu concentration in A. granosa was lower than several quality standards for human food based on Ditjen POM No.03725/B/SK/1989 (1,00 µg/g). Cu accumulation in A. granosa was influenced by length, weight, feeding habits and habitat. The risk assessment indicates that all observed Hazard Quotient (HQ) values were below the threshold of 1 (HQ<1), demonstrating no potential long-term non-carcinogenic risk to adults and children in Samarinda from the consumption of A. granosa.
STRUKTUR KOMUNITAS DAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON PADA PERAIRAN ESTUARI SUNGAI WAIN KOTA BALIKPAPAN KALIMANTAN TIMUR Naufal Batara; Mohammad Sumiran Paputungan; iwan Suyatna
Jurnal Tropical Aquatic Sciences Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Tropical Aquatic Sciences
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/tas.v5i1.3608

Abstract

Perairan estuari sungai Wain merupakan ekosistem yang rentan terhadap perubahan kualitas lingkungan akibat aktivitas antropogenik di Kariangau. Tujuan dilakukan penelitian adalah menganalisis struktur komunitas dan kelimpahan fitoplankton sebagai indikator biologis untuk menilai kondisi kesuburan perairan. Pengambilan sampel dilaksanakan pada bulan September 2024 di 9 titik. Pengukuran parameter dilakukan secara in situ terhadap suhu, pH, kecerahan, dan  oksigen terlarut dengan menggunakan alat ukur lapangan seperti termometer digital, pH meter, DO meter, dan secchi disk. Pengukuran kelimpahan fitoplankton dengan metode penyaringan menggunakan plankton net berukuran mesh 25 µm dan dianalisis menggunakan mikroskop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan fitoplankton berkisar antara 2.255 - 2.731 ind/L, yang mengindikasikan bahwa perairan Sungai Wain tergolong mesotrofik atau memiliki tingkat kesuburan sedang. Fitoplankton yang teridentifikasi didominasi oleh dua kelas utama, yaitu Bacillariophyceae dan Dinophyceae, dengan Chaetoceros sebagai kelompok yang paling dominan. Selain itu, terdapat Pseudonitzschia sp., salah satu spesies fitoplankton yang beracun. Nilai indeks keanekaragaman (H') terkategori sedang, indeks keseragaman (E) terkategori tinggi, dan indeks dominansi (C) terkategori rendah.
ESTIMASI LAJU PRODUKSI SERASAH DAN PENILAIAN KESEHATAN HUTAN MANGROVE DI PANTAI PASIR MAYANG, KABUPATEN PASER Akbar Ramadhan Akbar; Mohammad Sumiran Paputungan; Dewi E. Bulan
Jurnal Tropical Aquatic Sciences Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Tropical Aquatic Sciences
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/tas.v5i1.3615

Abstract

Ekosistem mangrove berperan penting dalam menjaga stabilitas pesisir dan mendukung siklus nutrien melalui produksi serasah sebagai sumber bahan organik. Informasi mengenai produksi serasah mangrove di Pantai Pasir Mayang, Kabupaten Paser, hingga saat ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi laju produksi serasah dan menilai kondisi kesehatan hutan mangrove pada tiga stasiun dengan karakteristik lingkungan berbeda, yaitu area dekat pemukiman, kawasan wisata, dan area yang relatif jauh dari aktivitas manusia. Penilaian kesehatan mangrove dilakukan berdasarkan parameter diameter batang dan tutupan kanopi yang dihitung menjadi Mangrove Health Index (MHI) menggunakan aplikasi MonMang v2.0. Produksi serasah diukur dengan metode litter trap berukuran 1×1 m² (diameter mata jaring 1 mm) yang dipasang pada plot 10×10 m². Pengambilan sampel dilakukan selama 30 hari dengan interval pengumpulan setiap 10 hari sebagai ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai MHI tertinggi terdapat pada stasiun yang jauh dari pemukiman dengan kategori baik (67,54%), sedangkan nilai terendah berada pada stasiun dekat pemukiman dengan kategori sedang (53,56%). Rata-rata produksi serasah tertinggi tercatat pada stasiun jauh dari pemukiman sebesar 10,51 ± 2,85 g/m²/hari, sementara produksi terendah terdapat pada stasiun dekat pemukiman sebesar 5,90 ± 1,86 g/m²/hari. Perbedaan nilai kesehatan mangrove dan estimasi produksi serasah antar stasiun menunjukkan variasi kondisi ekosistem pada lokasi penelitian. Data ini memberikan informasi dasar mengenai produktivitas serasah dan kondisi vegetasi mangrove sebagai pertimbangan dalam pengelolaan dan pemantauan ekosistem mangrove di Pantai Pasir Mayang.
Cemaran Logam Berat pada Kerang Darah (Anadara granosa) dari Perairan Babulu Laut Penajam Paser Utara dan Risiko Terhadap Kesehatan Manusia Erian Febri Satriawan; Marsanda Marsanda; Muhammad Ikhsan Saputra; Mohammad Sumiran Paputungan; Irma Suryana; Irwan Ramadhan Ritonga
Buletin Oseanografi Marina Vol 15, No 2 (2026): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v15i2.82217

Abstract

Perairan Babulu Laut yang terletak di Kabupaten Penajam Paser Utara dikenal sebagai salah satu sentra produksi kerang darah (Anadara granosa) di Kalimantan Timur. Wilayah perairan tersebut memiliki potensi risiko paparan logam berat yang dapat terakumulasi pada jaringan biota laut, sehingga berimplikasi terhadap timbulnya gangguan kesehatan pada masyarakat yang mengonsumsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat arsen (As), tembaga (Cu), besi (Fe), mangan (Mn), dan seng (Zn) pada A. granosa serta menilai potensi risiko kesehatan akibat konsumsinya. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2024 hingga April 2025 di perairan Babulu Laut Penajam Paser Utara. Analisis kandungan logam berat dilakukan menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Hasil penelitian menunjukkan kandungan As sebesar 0,003–0,973 mg/kg, Cu 0,064–0,133 mg/kg, Fe 2,357–4,519 mg/kg, Mn 0,102–0,205 mg/kg, dan Zn 0,736–0,991 mg/kg. Konsentrasi As, Cu, Mn, dan Zn masih berada di bawah baku mutu berdasarkan beberapa referensi, sedangkan Fe telah melampaui baku mutu yang ditetapkan oleh BPOM (2009). Nilai Estimated Daily Intake (EDI) logam As melebihi Reference Dose (RfD), sedangkan logam lainnya masih berada di bawah nilai RfD sehingga diduga berpotensi menimbulkan efek penyakit. Nilai Tolerable Hazard Quotient (THQ) dan Hazard Index (HI) <1 menunjukkan tidak adanya risiko non-karsinogenik. Namun, nilai Cancer Risk (CR) logam As >1×10⁻⁴ mengindikasikan potensi risiko karsinogenik akibat konsumsi A. granosa dari perairan Babulu Laut Penajam Paser Utara. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan lingkungan pesisir terpadu dan pengawasan keamanan pangan laut, mengingat potensi risiko karsinogenik arsen (As) dari konsumsi jangka panjang A. granosa, terutama pada kelompok anak-anak.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Aditya Irawan Adnan Adnan Adnan Adnan Agathajani, Brigitha Anjeli Ahmad Ahmad Ahmad Ahmad Ahmad Ahmad Ahmad Nabillah Ramadhan Akbar Ramadhan Akbar Alan Frendy Koropitan Ali Arman Lubis Alimuddin, Alimuddin Ambomasse, Yusril M. An Nisa Octavia Andi Fitri Sakmiana Andi Fitri Sakmiana Andini, Ardita Dwisepti Anindia Resty Syafira Anugrah Aditya Budiarsa, Anugrah Arwadi, Mohammad Tri Arwadi, Tri Ashar, Andini Aulia Ayuk Azwar Pramucti Brigitha Anjeli Agathajani Brigitha Anjely Agatha Jani Bulan, Dewi Embong Chella Nur Kumala Dayang Nathasya Aurelia Putri Awari Dewi E. Bulan Dewi Embong Bulan Dewi Embong Bulan Dewi Embong Bulan Dharmawan, I Wayan Eka Elisar Elisar Elisar, Elisar Ence Alya Vira Azizah Erian Febri Satriawan Eryati, Ristiana Ferdy Gustian Firman , Firman Firman Firman Hamdhani, Hamdhani I Wayan Nurjaya Irma Suryana Irma Suryana Irma Suryana Irma Suryana Irma Suryana Irma Suryana Irwan Ramadhan Ritonga Irwan Ramadhan Ritonga Irwan Ramadhan Ritonga Iwan - Suyatna Iwan Suyatna Iwan Suyatna Jani, Brigitha Anjely Agatha Jemi Irlanda Haikal Kolibongso, Duaitd Kusumaningrum, Widya Loto, Naomi Mario Putra Suhana Marsanda Marsanda Mufidah, Fitriatul Muhammad Ikhsan Saputra Muhammad Trial Fiar Erawan Naufal Athasyah Naufal Batara Norma Gupita Novia, Rani Nur Hasanah Nurdiansah, Doni Nurfadilah Nurfadilah Nurfadilah Nurfadilah Nurfadilah Nurfadilah Nurul Tri Oktavia Nurwahyu Ningsih Putra, Andry Purnama Putra, Andry Purnama Rahmawani Rahmawani Ramli Ramli Rani Novia Rani Novia Renyaan , Jeverson Ristiana Eryati Ristiana Eryati Robin Saputra Simanihuruk, Dorsen Hotma Tua Suryana, Irma Susi Rahmawati Susi Rahmawati Suyatna , Iwan Syafira, Anindia Resty Tri Prartono Utama, Ferdy Gustian Utama, Ferdy Gustian Viddo Try Anggoro Widya Kusumaningrum Widya Kusumaningrum Widya Kusumaningrum Zibar, Zan