Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Proses Pendampingan Pembelajaran Digital dan Penguatan Literasi di PKBM Abdi Cahaya Fajar Kota Bengkulu Ari Putra; Wiwin Yunita; Ebta Aulia; Intan Suraningsih
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.725

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pembelajaran digital dan penguatan literasi di PKBM Abdi Cahaya Fajar Kota Bengkulu melalui program pendampingan kepada tutor dan warga belajar. Permasalahan yang dihadapi mitra meliputi keterbatasan kemampuan penggunaan media digital dalam pembelajaran, rendahnya literasi digital warga belajar, serta belum optimalnya pemanfaatan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) sebagai pusat literasi. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui observasi awal, sosialisasi, pelatihan pembelajaran digital, pendampingan literasi, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tutor dan warga belajar mulai mampu memanfaatkan media digital dalam proses pembelajaran secara lebih fleksibel dan interaktif. Selain itu, kegiatan pendampingan juga meningkatkan partisipasi warga belajar dalam kegiatan literasi melalui pemanfaatan TBM dan penguatan keterampilan digital marketing sederhana. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan pembelajaran digital dan literasi pada pendidikan nonformal.
Transformasi Pendidikan Kesetaraan Berbasis Digital di PKBM Pelita Bangsa: Peluang untuk Inovasi Pembelajaran dan Tantangan Literasi Digital Wiwin Yunita; Ari Putra; Dinda Meriani; Rina Aprianti
JURNAL ARMADA PENDIDIKAN Vol 4 No 2 (2026): JURNAL ARMADA PENDIDIKAN
Publisher : Kilau Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60041/jap.v4i2.473

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong perubahan dalam penyelenggaraan pendidikan nonformal, khususnya pada program pendidikan kesetaraan di PKBM Pelita Bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran berbasis digital serta mengidentifikasi peluang dan tantangan dalam pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan populasi seluruh warga belajar dan pendidik di PKBM Pelita Bangsa, sedangkan sampel penelitian ditentukan secara purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media dan platform digital mampu meningkatkan fleksibilitas belajar, memperluas akses pendidikan, serta menciptakan proses pembelajaran yang lebih interaktif dan efisien. Namun demikian, pelaksanaan pembelajaran digital masih menghadapi beberapa kendala, seperti rendahnya literasi digital peserta didik, keterbatasan sarana teknologi, dan belum optimalnya kompetensi pendidik dalam penggunaan media digital. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan adanya penguatan kapasitas digital bagi pendidik dan peserta didik serta peningkatan dukungan infrastruktur teknologi agar pelaksanaan pendidikan kesetaraan dapat berjalan secara efektif, inklusif, dan berkelanjutan.
Dukungan Sosial Emosional Sebagai Strategi Penjaminan Mutu Pendidikan Pesantren Abdurrahman Al-Fatih Bengkulu: Penelitian Ari Putra; Wiwin Yunita; Zahrah Fatin Tanzola; Aprimarsandi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.7089

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis implementasi dukungan sosial emosional sebagai strategi penjaminan mutu pendidikan di Pondok Pesantren Abdurrahman Al-Fatih Kota Bengkulu. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh dari 12 informan terdiri atas kepala sekolah, guru, wali asrama, pengurus, santri, dan orang tua. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik melalui open coding, kategorisasi, dan identifikasi tema utama. Hasil penelitian menunjukkan empat tema implementasi dukungan sosial emosional: perhatian emosional guru terhadap kondisi psikologis santri, pembelajaran humanis dan kreatif, sistem reward dan perjanjian belajar, serta keterlibatan multipihak yang sistemik. Temuan ini menegaskan bahwa dukungan sosial emosional bukan sekadar pendekatan humanis, melainkan strategi struktural yang berkontribusi langsung pada pencapaian indikator mutu pendidikan pesantren, meliputi iklim belajar kondusif, motivasi, kedisiplinan, dan kesejahteraan psikologis santri. Dengan demikian, efektivitas penjaminan mutu pendidikan pesantren tidak dapat dipisahkan dari kualitas dukungan sosial emosional yang diterima santri secara menyeluruh dari seluruh pemangku kepentingan. Secara praktis, pesantren perlu mengintegrasikan indikator sosial emosional ke dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), melalui penguatan kompetensi emosional guru, penetapan rasio ideal wali asrama dan santri, serta formalisasi program konsultasi santri sebagai bagian integral siklus evaluasi mutu lembaga
Development of a Numeracy Literacy Test Instrument with a Bengkulu Cultural Context Based on Android Ispring Suite and AI Elwan Stiadi; Ari Putra; Diah Selviani
International Journal of Innovation and Education Research Vol. 4 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/ijier.v4i2.47385

Abstract

This study aims to develop a valid and reliable numeracy literacy test instrument with the local cultural context of Bengkulu based on an Android application using iSpring Suite integrated with artificial intelligence (AI). This research was a development research (Research and Development) using the Cennamo and Kalk model which consists of five stages: defining, planning, demonstration, development, and evaluation. The research population was eighth-grade students in junior high schools (SMP) in Bengkulu, totaling 90 students. The research sample was determined using purposive sampling technique of 60 students. The numeracy literacy test instrument was developed based on numeracy literacy indicators from PISA and adapted to the local cultural context of Bengkulu such as tin mining, plantation production, and local wisdom of Bengkulu. Instrument validity was tested through expert judgment and empirical validity using factor analysis, while reliability was measured using Cronbach Alpha. The results showed that the numeracy literacy test instrument developed had achieved a valid category (content validity index = 0.89; construct validity = 0.85) and high reliability (α = 0.928) with 28 valid items from 35 initial items. The Android application based on iSpring Suite with AI integration is able to provide automatic and adaptive feedback to users. This instrument can be used as a contextual and technology-based numeracy literacy assessment and learning tool to improve numeracy abilities of junior high school students in Bengkulu.
Development of Project-Based Integral Calculus Teaching Materials Assisted by Geogebra Applications in Integral Calculus Courses Elwan Stiadi; Ari Putra; Diah Selviani
International Journal of Innovation and Education Research Vol. 5 No. 1 (2026): International Journal of Innovation and Education Research (IJIER)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/ijier.v5i1.51025

Abstract

Integral Calculus is a compulsory course in the Mathematics Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Bengkulu. The main focus of this course is to introduce students to the basic concepts and techniques in integral calculus. By studying Integral Calculus, students are also expected to hone their analytical, critical, and creative thinking skills in solving various problems involving integral concepts. To hone students' analytical, critical, and creative thinking skills, projects can be implemented in their learning. The design and implementation of projects in Integral Calculus can be done using the Geogebra application. However, currently available Integral Calculus teaching materials only contain materials and problems. This makes learning less interesting and makes students less active in class. This research aims to help overcome the challenges often associated with complex and abstract mathematical concepts and provide students with the opportunity to deepen their understanding of Integral Calculus concepts in a more active way. The subjects of this study were third-semester students of the Mathematics Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Bengkulu, taking the Integral Calculus course in the 2024/2025 academic year. This study applied the 4-D model: define, design, develop, and disseminate. Data collection methods used in this study were observation, interviews, recording, and questionnaire distribution. Furthermore, the data analysis techniques used were the validity and feasibility of the teaching materials through validation sheets and practicality sheets. The validation sheet was used to measure the validity of the content and language in the teaching materials, while the practicality sheet assessed the ease of use of the teaching materials in terms of presentation, language, and visual representation. The results of this study are valid and practical teaching materials. In addition, the results of this study will be realized in the form of teaching materials with ISBN numbers, and there will be additional results in the form of IPR.
PELATIHAN PENGEMBANGAN KOMIK EDUKASI BUDAYA BENGKULU BERBANTUAN KECERDASAN ARTIFISIAL UNTUK PROGRAM PARENTING EDUCATION Alexon Alexon; Ari Putra; Ilham Bakti; Meity Christianty Darenoh
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2025): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v9i3.9712

Abstract

Pelatihan ini diselenggarakan menunjang kapasitas pengajar kelas orang tua dalam menyajikan materi pengasuhan melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat kompetensi Pamong Belajar dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi, khususnya komik edukasi interaktif yang mengangkat budaya lokal Bengkulu dengan dukungan platform AI. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahap utama, yaitu persiapan, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi. Peserta berjumlah 25 orang yang terdiri atas Pamong Belajar dari SPNF-SKB Bengkulu Tengah serta tutor PAUD dari Kecamatan Karang Tinggi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan peserta berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Rata-rata skor meningkat dari 43,20 menjadi 68,40 atau sebesar 58,33%, dengan 84% peserta mencapai kategori kemampuan tinggi pada post-test. Kegiatan ini berkontribusi positif terhadap pengembangan media pembelajaran inovatif berbasis budaya lokal dan peningkatan kompetensi Pamong Belajar dalam pemanfaatan AI untuk pendidikan keluarga.
Penguatan Kemandirian Digital Masyarakat melalui Program DIGICAM (Digital Creative Academy) di Desa Cibogohilir Yana Nursita; Devi Merina Tuz Sa’diyah; Ari Putra; Retno Dwi Lestari
AJAD : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): AUGUST 2026
Publisher : Divisi Riset, Lembaga Mitra Solusi Teknologi Informasi (L-MSTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59431/ajad.v6i2.904

Abstract

The challenges of the Society 5.0 era demand the transformation of society from passive digital consumers into productive content creators. This community service project aims to enhance digital literacy and autonomy among productive-age residents in Cibogohilir Village, who previously faced limitations in optimizing gadgets for value-added purposes. The implementation method was rooted in andragogy and the experiential learning cycle through the DIGICAM (Digital Creative Academy) program. The program execution stages comprised planning, preparation, workshop implementation, intensive mentoring, and evaluation. The core intervention focused on training and mentoring sessions for creative content production utilizing the CapCut application. The results indicated a significant escalation in participants' digital autonomy. The tangible outputs of this service are a portfolio of short promotional videos for village MSMEs and local educational infographics. The long-term impact of this program is the establishment of residents' digital resilience and the realization of self-reliance in amplifying the village's economic and social potential independently.
PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN MELALUI PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN: PENDEKATAN PEMBELAJARAN BERBASIS PENGALAMAN DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK Ela Ananda Pamungkas; Ari Putra; Ririn Gusti
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol. 9 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/comm-edu.v9i2.31068

Abstract

Studi ini meneliti implementasi program pengembangan kepemimpinan melalui pendidikan kepanduan bagi anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Bengkulu (LPKA) di Bengkulu, Indonesia. Meskipun pengakuan terhadap potensi rehabilitatif pendidikan nonformal semakin meningkat, penelitian yang mengeksplorasi bagaimana pendekatan pembelajaran pengalaman terstruktur, khususnya metode kepanduan, dapat mengembangkan kompetensi kepemimpinan pada anak yang terlibat dalam sistem peradilan masih terbatas. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan enam partisipan (kepala pengembangan, instruktur kepanduan, dan partisipan anak), dan analisis dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa program kepanduan beroperasi melalui perencanaan sistematis yang melibatkan penilaian kebutuhan dan koordinasi pemangku kepentingan, implementasi mingguan yang menekankan metode pembelajaran pengalaman (belajar sambil melakukan, kegiatan berbasis tim, dan pengembangan keterampilan progresif), dan evaluasi berkelanjutan yang memantau perubahan perilaku dalam disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kepercayaan diri. Program ini mengintegrasikan prinsip-prinsip kepanduan Baden-Powell dengan siklus pembelajaran pengalaman Kolb, menciptakan peluang terstruktur bagi kaum muda untuk berlatih kepemimpinan melalui rotasi peran tim, tantangan di luar ruangan, dan pencapaian berbasis keterampilan yang dilacak melalui sistem Syarat Kecakapan Umum (SKU). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam atribut kepemimpinan peserta, khususnya dalam disiplin diri, kerja tim, pengambilan keputusan, dan pengaturan emosi. Studi ini berkontribusi pada literatur yang terbatas tentang intervensi pendidikan nonformal dalam koreksi anak dengan menunjukkan bagaimana program kepanduan yang disesuaikan secara budaya dapat berfungsi sebagai alat pengembangan karakter dan kepemimpinan yang efektif. Temuan ini memiliki implikasi penting untuk merancang program rehabilitasi yang mempersiapkan anak yang terlibat dalam sistem peradilan untuk reintegrasi masyarakat yang sukses.
PEMBELAJARAN TRANSFORMATIF MELALUI MODALITY EMBODIED PADA PEMERLU ATENSI SOSIAL DALAM PROGRAM VOKASIONAL BATIK CIPRAT Mutiara Velisa Mutiara; Ari Putra; Nia Ulfasari
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol. 9 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/comm-edu.v9i2.31070

Abstract

This study investigates transformative learning among Persons in Need of Social Attention (PAS) with significant cognitive and psychosocial limitations through participation in the Batik Ciprat vocational program at Sentra Dharma Guna, Bengkulu. While Mezirow’s transformative learning theory emphasizes critical reflection as the basis of personal transformation, this research examines how transformation may occur when learners have limited capacity for abstract reasoning. A qualitative case study design was employed over a two-month period using participatory observation, in-depth interviews with instructors and PAS participants, and analysis of batik products. The findings reveal a meaningful shift in participants’ self-perception from viewing themselves as incapable to recognizing themselves as productive creators. This transformation emerged through five interconnected processes: repeated hands-on engagement in producing marketable batik, the accumulation of successful learning experiences, continuous cognitive reframing by instructors and caregivers, social affirmation through recognition from the surrounding community, and the incorporation of a new identity into everyday practices. The study extends transformative learning theory by demonstrating that personal transformation can develop through embodied, emotional, and relational experiences rather than relying solely on abstract critical reflection. These findings underscore the importance of accessible learning environments, sustained emotional support, and positive social recognition in facilitating transformative learning for marginalized individuals with cognitive limitations.
KEBERLANJUTAN PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PASCA-INTERVENSI EKSTERNAL: STUDI KASUS PROGRAM PEKARANGAN PANGAN LESTARI (P2L) PADA KELOMPOK WANITA TANI SEGARA TANI Andika Julian Erza Pratama; Ari Putra; Sofino Sofino
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol. 9 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/comm-edu.v9i2.31079

Abstract

Keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat pasca-intervensi eksternal menjadi tantangan krusial dalam pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Segara Tani di Desa Kungkai Baru, Kabupaten Seluma, setelah dukungan pemerintah berkurang. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi evaluatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan focus group discussion (FGD) terhadap 3 informan kunci. Analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberlanjutan program ditopang oleh lima faktor utama: (1) modal sosial yang kuat berupa solidaritas dan kepercayaan antaranggota, (2) kesadaran kolektif tentang manfaat program bagi ketahanan pangan rumah tangga, (3) kemampuan pengelolaan mandiri yang dikembangkan melalui pendampingan, (4) diversifikasi ekonomi melalui pengolahan produk bernilai tambah, dan (5) strategi adaptif dalam mengatasi keterbatasan waktu melalui pembagian tugas dan penjadwalan. Temuan ini mengindikasikan bahwa intervensi eksternal yang menekankan pembangunan kapasitas internal dan penguatan modal sosial lebih efektif menghasilkan keberlanjutan dibandingkan pendekatan berbasis dependensi. Implikasi praktis penelitian ini adalah perlunya reorientasi desain program pemberdayaan dari model top-down ke bottom-up dengan fokus pada penguatan kelembagaan lokal dan pembentukan kesadaran kritis masyarakat. Kontribusi teoretis penelitian ini memperkaya literatur tentang sustainable livelihoods approach dengan menyoroti dinamika transisi dari ketergantungan eksternal menuju kemandirian komunitas.