Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Kepadatan Populasi dan Intensitas Serangan Hama Wereng Batang Coklat (Nilaparvata lugens. Stal) diI Distrik Tanah Miring Kabupaten Merauke Bodem, Martha Estofia; Sembiring, Jefri; Mendes, Johana Anike; Anwar, Anwar; Yusuf, Mani; Rupang, Maya Sari; Kusuma, Rangga
Jurnal Agrotek Lestari Vol 10, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v10i1.9196

Abstract

Wereng coklat merupakan salah satu hama utama tanaman padi karena dapat menimbulkan kerusakan yang parah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepadatan populasi dan tingkat intensitas serangan hama wereng coklat di Distrik  Tanah Miring Kabupaten Merauke. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Sampel serangga diambil dengan menggunakan aspirator pada lima ubin yang berukuran 2x2 meter, kemudian diamati seluruh populasi tumbuhan pada setiap ubin. Pengamatan dilakukan pada 3 varietas padi yang dominan di 5 kampung. Data dianalisis berdasarkan rumus kepadatan populasi dan intensitas serangan hama wereng coklat. Hasil penelitian menunjukkan kepadatan populasi hama wereng coklat tertinggi terdapat pada varietas RL sebanyak 145 individu di Kampung Sumber Harapan, dan terendah pada varietas MR 308 sebanyak 91 individu di Kampung Yasa Mulya. Selanjutnya intensitas serangan hama wereng coklat tertinggi terdapat pada varietas RL di Kampung Sumber Harapan dengan persentase sebesar 8,91%, dan intensitas terendah pada varietas Inpari 70 di Kampung Isanombias sebesar 2,25% yang termasuk kategori “ringan”. pada tingkat kerusakan yang di alami.
Kepadatan Populasi dan Intensitas Serangan Hama Wereng Batang Coklat (Nilaparvata lugens. Stal) diI Distrik Tanah Miring Kabupaten Merauke Bodem, Martha Estofia; Sembiring, Jefri; Mendes, Johana Anike; Anwar, Anwar; Yusuf, Mani; Rupang, Maya Sari; Kusuma, Rangga
Jurnal Agrotek Lestari Vol 10, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v10i1.9196

Abstract

Wereng coklat merupakan salah satu hama utama tanaman padi karena dapat menimbulkan kerusakan yang parah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepadatan populasi dan tingkat intensitas serangan hama wereng coklat di Distrik  Tanah Miring Kabupaten Merauke. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Sampel serangga diambil dengan menggunakan aspirator pada lima ubin yang berukuran 2x2 meter, kemudian diamati seluruh populasi tumbuhan pada setiap ubin. Pengamatan dilakukan pada 3 varietas padi yang dominan di 5 kampung. Data dianalisis berdasarkan rumus kepadatan populasi dan intensitas serangan hama wereng coklat. Hasil penelitian menunjukkan kepadatan populasi hama wereng coklat tertinggi terdapat pada varietas RL sebanyak 145 individu di Kampung Sumber Harapan, dan terendah pada varietas MR 308 sebanyak 91 individu di Kampung Yasa Mulya. Selanjutnya intensitas serangan hama wereng coklat tertinggi terdapat pada varietas RL di Kampung Sumber Harapan dengan persentase sebesar 8,91%, dan intensitas terendah pada varietas Inpari 70 di Kampung Isanombias sebesar 2,25% yang termasuk kategori “ringan”. pada tingkat kerusakan yang di alami.
RESPON KOMPONEN PRODUKSI TANAMAN TOMAT YANG DIBERI PERLAKUAN PUPUK ORGANIK PLUS Yusuf, Mani; Ekowati, Nurhening Yuni; Adrianus, Adrianus; Widijastuti, Rosmala; Rizal, Abdul; Anwar, Anwar
MEDIAGRO Vol 20, No 1 (2024): MEDIAGRO
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/mediagro.v20i1.10304

Abstract

Produksi tanaman tomat dipengaruhi oleh faktor lingkungan salah satunya kesuburan tanah. Tanah dengan kondisi yang subur dapat menghasilkan produksi yang optimal begitu juga sebaliknya tanah dengan kesuburan tanah rendah dapat menghasilkan produksi yang rendah pula. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji respon komponen produksi tanaman tomat yang diberi perlakuan pupuk organik plus. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Agroteknologi dan Screen House Program Studi Agroteknologi pada bulan Agustus-November 2023.   Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan perlakuan pupuk organik plus. Perlakuan terdiri dari 6 taraf yakni tanpa pupuk organik plus (P0), pupuk organik plus 3 t.ha-1 (P1), 6 t.ha-1  (P2), 9 t.ha-1  (P3), 12 t.ha-1  (P4),  dan 15 t.ha-1  (P5). Variabel yang diamati adalah umur panen, jumlah buah, berat buah, diameter buah, dan produktivitas.  Data pengamatan yang diperoleh dari setiap variabel dianalisis ragam dan hasil analisis yang menunjukkan pengaruh nyata atau sangat nyata dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD) pada taraf α0.05.  Hasil  penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk organik plus dapat meningkatkan komponen produksi tanaman tomat yakni umur panen, jumlah buah, berat buah, diameter buah, dan produktivitas. Perlakuan terbaik diperoleh pada pupuk organik plus dosis 15  t.ha dibandingkan dengan perlakuan lainnya terutama tanpa perlakuan pupuk organik plus (kontrol). Kata kunci: Produksi, tomat, pupuk organik plus, respon
Effectiveness of Bacillus thuringiensis (Bt) application in controlling mortality of Spodoptera litura on rice plants (Oryza sativa L.) Sembiring, Jefri; Mendes, Johana; Kusumah, Rangga; Susanti, Diana Sri; Anwar, Anwar; Sarijan, Abdullah; Yusuf, Mani
Anjoro: International Journal of Agriculture and Business Vol 5 No 1 (2024): Anjoro
Publisher : Agribusiness Department, Agriculture and Forestry Faculty, Universitas Sulawesi Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/anjoro.v5i1.3504

Abstract

Rice (Oryza sativa L.) is the primary commodity for the Indonesian people because most of the Indonesian population depends on rice. The armyworm pests Spodoptera litura causes irregular holes in the leaves, thus disrupting the photosynthesis process and reducing rice production, so it is necessary to treat the pest. Bacillus thuringiensis is a pathogenic bacterium for insects, such as S. litura. This study aimed to look at the effectiveness of B. thuringiensis on the mortality of S. litura on a laboratory and field scale. The research was conducted in the Agrotechnology Laboratory, Faculty of Agriculture, Musamus University. The research design was a complete randomized design (RAL). The research study was conducted on five treatment doses of B. thuringiensis, which were 20 g/500 ml of water; 40g/500 ml of water; 60 g/500 ml of water; 80 g/500 ml of water; 100 g/500 ml of water. Each treatment was repeated five times. The results showed that, applying B. thuringiensis can significantly decrease the population and intensity of S. litura. The highest mortality rate in laboratory trials was observed at a dose of 100 grams/500 ml of water, with 50 dead individuals. In contrast, the lowest mortality rate was recorded at a dose of 20 gram of material/500ml of water, with only 12 death S. litura larvae. In field testing, the best dose was 50 gram/14 liters of water, and it caused the death of 50 S. litura larvae. Spraying B. thuringiensis on rice plants can reduce the population and intensity of S. litura.
RESPON TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) TERHADAP PEMBERIAN SERBUK KAYU DAN PUPUK PETRORGANIK Nugroho, Heru; Sembiring, Jefri; Kusumah, Rangga; Yusuf, Mani; Anwar, Anwar; Endrawati, Tri
Viabel : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 18 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/viabel.v18i1.3539

Abstract

One effort that can be made to improve soil fertility is by providing rich and petroganic powders. This research aims to determine the growth response of pakcoy plants to a combination of wood dust and petrorganic fertilizer treatments. This research was carried out from April to July 2023 in Sumber Rejeki Village, Merauke. This research used a randomized block design. The variables observed were plant height, number of leaves, leaf length, leaf width, and wet weight. The results of the research showed that the combination of sawdust and petroganic treatments had a different effect on each variable of pakcoy plant growth. The highest treatment on the plant height variable was obtained in the treatment without rich powder + 1 t.ha-1 petroganic fertilizer, the number of leaves in the sawdust treatment was 20 t.ha-1 + 3 t.ha-1 petroganic fertilizer, the leaf length was found in the treatment without wood dust + petroganic fertilizer 1 t.ha-1, leaf width was found in the treatment without sawdust + petroganic fertilizer 1 t.ha-1 and wet weight was found in the wood powder treatment 10 t.ha-1 + petroganic fertilizer 3 t.ha-1.
Penyuluhan pemanfaatan sumber daya lokal di Dusun Kontar: Pelatihan pembuatan pupuk organik cair dari bonggol pisang (Musa paradisiaca) Anwar, Anwar; Haisyah, Haisyah; Kabisatio AS., Permi; Sawira, Wiwi; Belman, Aco Iham; Hildawati, Hildawati; Sanjaya, Muhammad Fahyu
Jurnal Tarreang: Tren Pengabdian Masyarakat Agrokompleks Vol 1 No 1 (2024): Jurnal Tarreang
Publisher : Agriculture and Forestry Faculty, Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/jtarreang.v1i1.3853

Abstract

One of the problems in Kontar Hamlet in Botto Village, Campalagian District, Polewali Mandar Regency is the abundance of banana trees in house yards and in community gardens, causing many unused banana stems to become waste. To overcome this problem, the community service team from the Agrotechnology Study Program, Faculty of Agriculture and Forestry, University of West Sulawesi conducted counseling and technical guidance regarding the processing of banana tuber waste into liquid organic fertilizer which can be utilized by farming communities in Kontar Hamlet, Botto Village, Campalagian District for applying to cultivated plants. The aim of implementing this outreach program is to provide direct understanding and training to the community regarding the management of banana tuber waste into liquid organic fertilizer which so far has not been utilized optimally due to lack of information and minimal knowledge of the local community. The method for implementing this activity is by providing direct counseling and training to the people of Kontar Hamlet. The results of this activity are organic fertilizer made from banana tubers and can be used for plant growth. Apart from that, around 90% of the community has understood the concept of liquid organic fertilizer during counseling, and around 80% of the community has known the process of managing banana corms into liquid organic fertilizer during training.
PEMBERDAYAAN PETERNAK MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN PAKAN SILASE DIKAMPUNG YASA MULYA DISTRIK TANAH MIRING KABUPATEN MERAUKE PAPUA SELATAN Praptiwi, Irine Ike; Rizal, Abdul; Adrianus, Adrianus; Nurcholis, Nurcholis; Yusuf, Mani; Anwar, Anwar; Malesi, Wa Ode Asriyanti Wida
Mitra Mahajana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/mahajana.v5i3.4845

Abstract

Making silage feed in Yasa Mulya Village involves 30 farmers participating in a structured training program to increase their knowledge and skills in producing quality feed. The methods applied include initial preparation and planning, opening of training sessions, delivery of theoretical material, direct practice, group discussions, and evaluation of results. In the opening session, farmers were introduced to the importance of silage as nutritious animal feed, followed by material on grass-cutting techniques, EM4 mixing, and effective storage processes. Hands-on practice provides real experience in making silage, while discussions allow exchanging ideas and solutions to the challenges faced. Through evaluation, participants can assess their understanding and formulate necessary follow-up actions for the application of the techniques learned. It is hoped that the results of this training can increase livestock productivity and support the sustainability of livestock businesses in Yasa Mulya Village
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) MENGGUNAKAN METODE SRI (System of Rice Intensification) DENGAN PEMBERIAN PUPUK SEMI ORGANIK Kusumah, Rangga; Susanti, Diana Sri; Purwanto, Aldi; Adrianus, Adrianus; Yusuf, Mani; Sembiring, Jefri; Anwar, Anwar
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 12 No. 4 (2024): October: Ilmu Pertanian dan Bidang Terkait
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu Komoditas tanaman pangan unggulan di Indonesia yakni padi, keutuhannya terus meningkat. Peningkatan produksi gabah dapat dilakukan dengan cara perbaikan lahan, dan teknik budidaya salah satunya melalui sistem tanam SRI (System of Rice Intensification). Selain itu dapat pula mengombinasikan pupuk petroganik dan pupuk anorganik (Urea dan NPK Phonska) agar konsep keberlanjutan tetap terjaga tentunya dari segi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh System of Rice Intensification (SRI) dengan pemberian pupuk semi organik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi serta memperoleh kombinasi dosis pupuk semi organik yang terbaik bagi tanaman padi. ??Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang dilakukan dengan menggunakan lima perlakuan dan empat kali ulangan, sehingga terdapat 20 satuan percobaan. Perlakuan dosis pupuk yang digunakan adalah P1 = 320 gr + 320 gr (Urea + NPK phonska), P2 = 240 gr + 240 gr + 800 gr (Urea + NPK phonska + Petroganik), P3 = 160 gr + 160 gr + 1.600 gr (Urea + NPK phonska + Petroganik), P4 = 80 gr + 80 gr + 2.400 gr (Urea + NPK phonska + Petroganik), P5 = 3.200 gr (Petroganik). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan budidaya padi metode SRI (System of Rice Intensification) dengan aplikasi pupuk Petroganik, Urea, dan NPK Phonska tidak memberikan pengaruh nyata terhadap anakan produktif (20,74), bobot gabah kering giling (1,80 Kg), dan bobot 1000 gabah (25,25 gr). Sebaliknya memberikan pengaruh nyata terhadap panjang akar (29,25 Cm), jumlah anakan (24,59), dan bobot gabah kering panen (2,30 Kg). Berdasarkan hasil penelitian perlakuan P3 (Urea 50%, NPK Phonska 50%, Petroganik 50%) menunjukkan rata-rata pertumbuhan dan produksi tertinggi untuk setiap parameter pengamatan.
APLIKASI PUPUK ORGANIK UNTUK MENGOPTIMALKAN PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI DI LAHAN MARGINAL BERMIKORIZA INSITU Mani Yusuf; Adrianus Adrianus; Jefri Sembiring; Anwar Anwar; Wa Ode Asryanti Wida Malesi; Maya Sari Rupang; Tresjia Corina Rakian; Rachmawati Hasid
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i2.6044

Abstract

Kesuburan tanah yang rendah merupakan salah satu faktor pembatas dalam budidaya tanaman khususnya tanaman sawi di lahan marginal. Penelitian ini bertujuan utuk mengetahui pengaruh pupuk organik terhadap pertumbuhan tanaman sawi di lahan bermikoriza insitu. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapangan Universitas Halu Oleo yang berlangssung pada bulan November sampai Desember 2021. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan rancangan acakkelompok (RAK) yang terdiri dari 5 taraf perlakuan yaitu kontrol/tanpa pupuk organik (P0), pupuk organik dosis 5 ton ha-1 (P1), pupuk organik dosis 10 ton ha-1 (P2),  pupuk organik dosis 15  ton ha-1 (P3)  dan  pupuk organik dosis 20 tonha-1 (P4) yang di ulang sebanyak 3 kali.  Variabel yang diamati yakni tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun, panjang daun, lebar daun dan berat basah serta jumlah spora. Data pengamatan dianalisis ragam, dan data menunjukkan pengaruh nyata dilanjutkan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD) pada taraf kepercayaan 95 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk organik berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman sawi berupa tinggi tanaman,  jumlah daun,  panjang daun,  lebar daun,  luas daun dan bobot basah. Perlakuan pupuk organik pada dosis 5, 10, 15, 20 ton ha-1  menunjukkan perbedaan yang  tidak nyata pada semua variabel pertumbuhan tanaman sawi, tetapi berbeda nyata dengan perlakuan kontrol. Selain itu, pupuk organik dapat meningkatkan jumlah spora mikoriza pada rizosfer tanaman sawi dengan jumlah spora terbanyak diperoleh pada perlakuan 10 ton ha-1 sebanyak 736,00 spora/ 100 g tanah yang diikuti perlakuan 15 ton ha-1, 5 ton ha-1, 20 ton ha-1 dan kontrol.
EKSPLORASI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA PADA RIZOSFER GULMA DOMINAN DAN UJI INFEKSINYA TERHADAP TANAMAN JAGUNG Mani Yusuf; Anwar, Anwar; Rizal, Abdul; Sembiring, Jefri; Adrianus, Adrianus; Rupang, Maya Sari; Malesi, Wa Ode Asryanti Wida
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 12 No. 6 (2025): February: Ilmu Pertanian dan Bidang Terkait
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fungi mikoriza arbuskula merupakan fungi yang berasosiasi dengan perakaran dan mempengaruhi pertumbuhan tanaman terutama di tanah marginal. Fungi mikoriza arbuskula dapat berasosiasi hampir di semua jenis tanaman dan memiliki pengaruh yang berbeda pada setiap jenis tanaman dan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi fungi mikoriza arbuskula yang berasosiasi dengan gulma dominan dan uji infeksi pada tanaman jagung di Kabupaten Merauke.  Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitafif dan kualitatif. Fungi mikoriza arbuskula yang dtemukan akan diintentifikasi menggunakan buku identifikasi dan jumlah sporanya dihitung untuk membandingkan antar rizosfer gulma yang berbeda. Sementara infeksinya dihitung berdasarkan jumlah infeksi pada perakaran tanaman jagung pada masing-masing tempat.  Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan ditabulasi sederhana untuk jumlah mikoriza arbuskula yang berasosiasi pada perakaran gulma pada tempat yang berbeda.  Spora mikoriza pada setiap lokasi memiliki jumlah yang berbeda. Spora tertinggi ditemukan pada rizosfer alang-alang di Distrik Kurik sebanyak 560,44 spora dan terendah ditemukan pada rizosfer Digitaria sp.  di Distrik Tanah Miring.