Claim Missing Document
Check
Articles

Kampung Sumber Mulya sebagai sentra produksi pupuk organik di Distrik Kurik Rupang, Maya Sari; Malesi, Wa Ode Asryanti Wida; Yusuf, Mani; Anwar, Anwar; Sembiring, Jefri; Rizal, Abdul; Adrianus, Adrianus; Mendes, Johana Anike; Passali, Daud A
Lebah Vol. 18 No. 2 (2025): Maret: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pupuk organik merupakan pupuk yang berasal dari sumber bahan organik seperti kotoran ternak maupun limbah pertanian. Pupuk organik sangat penting dikembangkan untuk meningkatkan produksi tanaman. Pemanfaatan pupuk organik telah dikembangkan dibeberapa daerah, tetapi bukan di Kabupaten Merauke khususnya di Distrik Kurik belum dikembangkan. Kampung Sumber Mulya  merupakan salah  satu Kampung di Distrik Kurik yang sebagaian besar masyarakatnya bekerja sebagai petani dan peternak. Banyak limbah yang dihasilkan untuk dijadikan  sebagai pupuk organik yang saat ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Adanya potensi limbah tersebut, maka diperlukan edukasi ke masyarakat tentang pemanfaatan limbah ternak dan limbah pertanian sebagai pupuk organik. Kegiatan ini akan dilaksanakan dengan partisipasi aktif langsung oleh masyarakat. Tahapan kegiatan yang dilaksanakan yaitu 1) melakukan sosialisasi awal, 2) penyuluhan dan demonstrasi pembuatan pupuk organik dan 3) melakukan pendampingan pengolahan kotoran ternak. Hasil Kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan masyarakat dalam pembuatan pupuk organik dengan bahan-bahan yang tersedia di masyarakat. Rekomendansi kegiatan selanjutkan memanfaatkan pupuk organik pada budidaya berbagai tanaman sayuran.    
Penyuluhan dan Pengenalan Jenis Hama Dan Penyakit Tanaman Padi Serta Teknik Pengendaliannya Di Kampung Sumber Mulya Distrik Kurik Anwar, Anwar; Adrianus, Adrianus; Sembiring, Jefri; Limbongan, Amelia Agustina; Mendes, Johana Anike; Yusuf, Mani; Rizal, Abdul
Lebah Vol. 18 No. 2 (2025): Maret: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Sumber Mulya Distrik Kurik Kabupaten Merauke merupakan wilayah yang di dominasi oleh masyarakat transmigrasi dan sebagian besar berprofesi sebagai petani padi. Pada survei awal yang dilakukan ada beberapa permasalahan yang didapatkan diantaranya adanya berbagai hama dan penyakit yang menyerang tanaman padi, masih banyak petani yang belum mengetahui teknik pengendaliannya. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengendalian hama dan penyakit tanaman padi, serta meningkatkan pengetahuan petani terhadap teknik pencegahan preventif terhadap hama dan penyakit yang dapat menghambat pertumbuhan dan produksi tanaman padi. Dari hasil kegiatan pengabdian terlihat bahwa pemahaman petani masih minim terhadap pengendalian hama dan penyakit tanaman padi. Hal tersebut di akibatkan karena petani belum mampu membedakan secara jelas antara tanaman padi yang terserang oleh hama dan yang terinfeksi oleh penyakit, sehingga dalam pelaksanaan pengendaliannya belum maksimal. Dengan danya pengenalan jenis-jenis hama dan penyakit utama tanaman padi serta teknik pengendaliannya ini sangat membantu para petani. Dari Hasil monitoring dan evaluasi program yang dilakukan sebagian besar petani telah melakukan teknik pengendalian hama dan penyakit tanaman padi sesuai dengan prosedur, tidak lagi mengendalikan hama dan penyakit menggunakan satu jenis pestisida, tetapi dilakukan sesuai dengan jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman padi. 
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN LIMBAH AIR CUCIAN BERAS DALAM MENGURANGI PENGGUNAAN PUPUK NPK MUTIARA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays L.) Anwar, Anwar; Yusuf, Mani; Rizal, Abdul; Endrawati, Tri
Viabel : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 17 No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/viabel.v17i1.2827

Abstract

Zea mays L. is one of the food crops that people like because it has a lot of nutritional content. In increasing the growth and production of Zea mays L. plants, it can be done by integrating rice washing water waste with inorganic fertilizers in order to minimize the use of chemical fertilizers. The purpose of this study was to determine the effect of using rice washing water waste in reducing the use of pearl NPK on vegetative growth and production of Zea mays L. plants. This research was carried out at the Greenhouse of the Agrotechnology Study Program, Faculty of Agriculture, Musamus University in June - September 2022 with a cultivation scale in polybaq. The design used was a completely randomized design (CRD) with 7 treatments and 3 replications, namely: K0 = Control; K1=rice washing water without pearl NPK; K2=rice washing water+25% pearl NPK; K3=rice washing water+50% pearl NPK; K4=rice washing water+75% pearl NPK; K5 = rice washing water + 100% pearl NPK; A6= 100% NPK pearl. Parameters observed were: plant height, number of leaves, stem diameter, leaf area, cob weight, cob weight without cob, number of rows of seeds per ear, cob diameter, cob length, and 100 seed weight. Observations were analyzed using the method of variance. If there are significantly different treatments, then proceed with the BNT test at the 95% confidence level. The results showed that the treatment of rice washing water + pearl NPK had a significant effect on the growth and production of Zea mays L.. Based on data from the analysis carried out by treating rice washing water waste + 50 % to 75% Pearl NPK can increase the vegetative and generative growth of corn plants so as to minimize the use of inorganic fertilizers by 25% -50% of the recommended dose. Keywords: Rice washing water, Zea mays L., Pearl NPK Fertilizer
Bimbingan Teknis Pemanfaatan Pekarangan sebagai Lumbung Pangan Keluarga Musdalifah, Nurul; Khairi Barus, Rizki Al; Resubun, Mariana Lusia; Kusumah, Rangga; Adrianus, Adrianus; Anwar, Anwar; Yusuf, Mani; Djaja, Irba; Ekowati, Nurhening Yuni; Sembiring, Jefri
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 5, No 4 (2025): Abdira, Oktober
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v5i4.1152

Abstract

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Wasur National Park is an association of civil servant wives who play an important role in women's empowerment, particularly in supporting food security and improving household economies. These efforts are carried out through the utilization of small plots of land and the processing of kitchen waste into liquid organic fertilizer (POC) and plant-based pesticides. Training activities were conducted using lectures, question and answer sessions, practical demonstrations, and direct discussions with participants. From this series of activities, DWP members gained knowledge and skills in processing kitchen waste into useful products. The utilization of kitchen waste into POC and plant-based pesticides is a simple yet highly impactful step, as it not only helps reduce the volume of household waste but also adds value to the environment. Vegetable scraps, fruit peels, and food residues can be transformed into products that support environmentally friendly agriculture. Through this activity, DWP members can become more empowered in managing household waste while producing useful products to support food self-reliance and enhance family economic value.
Pelatihan Pembuatan Pestisida Nabati Dari Daun Beluntas (Pluchea Indica) Dan Daun Komba-Komba (Chromolaena odorata L.) Untuk Mengurangi Ketergantungan Petani Dalam Penggunaan Pestisida Kimia Pada Tanaman Budidaya Di Kampung Kuper Anwar, Anwar; Adrianus, Adrianus; Sembiring, Jefri; Mendes, Johana Anike; Yusuf, Mani; Rupang, Maya Sari; Rizal, Abdul
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 3 No. 3 (2023): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v3i3.330

Abstract

Kampung kuper merupakan salah satu kampung penghasil padi di Provinsi Papua Selatan karena memiliki luasan budidaya tanaman padi yang cukup luas.  Selain itu terdapat beberapa jenis tanaman hortikultura yang dibudidayakan oleh petani setempat yang cukup menjanjikan produksinya. Beluntas dan komba-komba merupakan tumbuhan liar yang banyak dijumpai disekitaran lahan budidaya petani kampung kuper. Tumbuhan tersebut sangat potensial digunakan sebagai pestisida nabati karena hasil ekstraknya dapat mengeluarkan aroma menyengat sehingga kurang disukai oleh beberapa serangga. Dari hasil diskusi dan survei awal yang dilakukan dengan mitra didapatkan beberapa permasalahan seperti minimnya pengetahuan petani setempat terkait cara pembuatan pestisida nabati dari tumbuhan liar beluntas dan komba-komba dan sebagian besar petani masih terobsebsi dengan penggunaan pestisida kimia dalam mengendalikan tanaman budidaya. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan penyuluhan dan bimbingan teknis tentang manfaat tumbuhan liar yang dapat digunakan sebagai pestisida nabati serta melakukan pendampingan pembuatan pestisida nabati dari beluntas dan komba-komba. Hasil kegiatan demonstrasi yang dilakukan sangat membantu petani dalam memanfaatkan tumbuhan liar yang ada disekitaran lahan-lahan pertanian khususnya tumbuhan beluntas dan komba-komba. Hasil monitoring dan evaluasi program menunjukkan bahwa Sebagian besar petani sudah dapat membuat pestisida nabati dari daun beluntas dan daun komba-komba secara mandiri serta sampai ketahap pengaplikasian pestisida nabati ke tanaman budidaya. Kata Kunci : Pestisida Nabati, Beluntas, Komba-komba, pelatihan
Pendampingan Masyarakat OAP Melalui Inovasi Teknologi Pengayak Sagu di Kampung Tambat Merauke Adrianus, Adrianus; Witdarko, Yus; Rizal, Abdul; Parjono, Parjono; Yusuf, Mani; Anwar, Anwar
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 3 No. 3 (2023): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v3i3.350

Abstract

Sagu merupakan salah satu tanaman pangan yang dijadikan sebagai komoditi unggulan dan makanan pokok terutama bagi masyarakat Orang Asli papua (OAP) di Kabupaten Merauke. Penyebaran sagu di daerah ini terdapat di 60 kampung lokal termasuk di Kampung Tambat. Seiring dengan permintaan pasar pengolahan sagu sudah dilakukan dengan semi mekanik, sehingga tidak hanya menghasilkan sagu basah namun sagu kering juga sudah diproduksi. Pelaksanaan pengabdian dilakukan pada bulan September - Oktober tahun 2023 bertempat di Kampung Tambat Distrik Tanah Miring Kabupaten Merauke. Tahapan pelaksanaan kegiatan dimulai dari survei lokasi, serta mencari informasi tentang masalah yang dihadapi oleh masyarakat lokal terhadap pengolahan sagu. Setelah informasi diperoleh, selanjutnya tim pelaksana kegiatan bersama dengan masyarakat dan aparat kampung menyepakati pelaksanaan kegiatan penyuluhan, pendampingan dan demosntrasi alat pengayak sagu guna menyelesaikan permsalahan-permasalahan yang ada terutama pengolahan sagu
Pemberdayaan Masyarakat Lokal Melalui Inovasi Teknologi Pemarut Sagu di Kampung Zanegi Distrik Animha Witdarko, Yus; Adrianus, Adrianus; Rizal , Abdul; Parjono, Parjono; Yusuf, Mani; Anwar, Anwar
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 3 No. 4 (2023): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v3i4.427

Abstract

  Kampung Zanegi merupakan salah satu kampung lokal Orang Asli Papua (OAP) yang terdapat di Distrik Animha dengan jumlah penduduk mencapai 525 jiwa yang terdiri dari 269 orang laki-laki dan 256 jiwa perempuan. Masyarakat di kampung ini memenuhi kehidupanya mayoritas dengan cara bertani. Komoditi yang dibudidayakan yaitu ubi jalar, ubi kayu, serta sagu yang notabene dijadikan sebagai produk pangan unggulan. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu penyuluhan dan demonstrasi alat dimulai dari pengenalan, pengoperasian, pengelolaan dan maintenance. Kata Kunci: Sagu, Inovasi Teknologi, Masyarakat Lokal   Abstract Zanegi Village is one of the local villages of Indigenous Papuans (OAP) in Animha District with a population of 525 people consisting of 269 men and 256 women. The majority of people in this village fulfill their livelihood by farming. The commodities cultivated are sweet potatoes, cassava and sago which incidentally are used as superior food products. The method of implementing activities is education and demonstration of tools starting from introduction, operation, management and maintenance. Keywords: Sago, Technological Innovation, Local Communities
Pelatihan Penggunaan Mesin Pengayak Pati Sagu Untuk meningkatkan Kualitas Pati Sagu bagi Kelompok Tani Dwitrap di Kampung Tambat Merauke Jalal, Nur; Mangera, Yosefina; Witdarko, Yus; Rizal , Abdul; Yusuf, Mani; Anwar, Anwar
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 3 No. 4 (2023): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v3i4.429

Abstract

Mutu tepung sagu sesuai dengan SNI 01-3729-1995 mensyaratkan bahwa standar kehalusan tepung (lolos ayakan100 mesh minimal 95%). Tepung sagu yang diproduksi oleh industry pengolahan tepung sagu”Dwitrap” kemasan 1 kg berdasarkan kajian lolos ayakan 100 mesh rata-rata 87% sehingga belum memenuhi SNI untuk standar kehalusan. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan kepada kelompok tani Dwitrap secara khusus dan juga kepada masyarakat kampung tambat tentang kualitas/mutu tepung sagu sesuai standar SNI. Hal tersebut sangat penting untuk meningkatkan kualitas dari tepung sagu yang diproduksi. Pelaksanaan pengabdian dilakukan pada bulan Agustus-Oktober 2023 bertempat di kampung Tambat Distrik Tanah Miring Kabupaten Merauke. Tahapan pelaksanaan kegiatan dimulai dari observasi. Setelah diperoleh informasi masalah yang dihadapi oleh kelompok tani Dwitrap dalam pengolahan sagu. Setelah informasi diperoleh selanjtnya tim pelaksana kegiatan Bersama dengan apparat kampung dan anggota kemopok tani Dwitrap menyepakati mengenai waktu dan tempat demonstrasi dan pelatihan pengoperasian alat pengayak sagu guna menyelesaikan masalah pengolahan sagu terutama kualitas dalam  tingkat kehalusan pati sagu.
Pelatihan Perbanyakan Mikroorganisme Sebagai Inokulum Pembuatan Pupuk Organik Bagi Petani Di Kampung Isano Mbias Distrik Tanah Miring Kabupaten Merauke Sarijan, Abdullah; Ekowati, Nurhening Yuni; Widijastuti, Rosmala; Mani Yusuf; Anwar, Anwar; Djaja, Irba; Sembiring, Jefri; Kusumah, Rangga; Limbongan, Amelia Agustina
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 3 No. 4 (2023): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v3i4.456

Abstract

Kampung Isano Mbias merupakan salah satu kampung yang terdapat di Distrik Tanah Miring Kabupaten Merauke Provinsi Papua Selatan. Masyarakat Kampung Isano Mbias mayoritas berprofesi sebagai petani. Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh petani adalah pupuk. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap manfaat pupuk organic serta cara perbanyakan inoculum mikroorganisme yang diperlukan dalam pembuatan pupuk organic. Metode kegiatan dilakukan dalam bentuk sosialisasi dan pelatihan. Sosialisasi diberikan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat untuk memanfaatkan pupuk organic dalam memelihara kesuburan tanah dan meningkatkan pertumbuhan tanaman. Selanjutnya dilakukan pelatihan perbanyakan inoculum mikroorganisme decomposer yang digunakan dalam proses pembuatan pupuk organic misalnya kompos. Inokulum mikroorganisme berperan sebagai decomposer dalam pembuatan kompos maupun pupuk organic lain yang melibatkan proses fermentasi. Kegiatan ini mendapatkan antusiasme dan respon positif dari masyarakat serta dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap pengertian dan manfaat pupuk organic, peranan mikroorganisme dalam menjaga kesuburan tanah, fungsi inoculum mikrooganisme decomposer dalam pembuatan pupuk organic, serta cara perbanyakannya. Dengan adanya kegiatan ini dapat mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan pengelolaan lahan pertaniannya secara ramah lingkungan. Kata Kunci: Pupuk organic, decomposer, mikroorganisme, inoculum, fermentasi
Pendampingan Kelompok TK-PPEG Kharisma Sejati Dalam Meningkatkan Manajemen Usaha Budidaya Ayam Kampung Moento, Paul Adryani; Rizal, Abdul; Adrianus, Adrianus; Anwar, Anwar; Yusuf, Mani
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 5 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i5.1494

Abstract

Kelompok Tim Kerja Pengendalian dan Pemulihan Ekosistim Gambut (TK-PPEG Kharisma Sejati) adalah kelompok masyarakat yang dibentuk sejak tahun 2022 bertempat di Kampung Sumber Mulya Distrik Kurik Kabupaten Merauke. Kelompok ini bergerak dibidang pemulihan dan pemanfaatan lahan gambut menjadi lahan yang produktif. Usaha yang dikembangkan bukan hanya berfokus pada komoditi pertanian dan perikanan tetapi komoditi peternakan juga merupakan sasaran kelompok untuk diusahakan. Namun dalam perjalananya, usaha dibidang peternakan belum sepenuhnya dilaksanakan dengan maksimal, hal ini disebabkan karena pengolahanya masih bersifat tradisional serta manajemen kelompok belum optimal. Oleh karena itu dengan adanya kegiatan Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM), tim pelaksana akan memberikan partisipasi penuh terhadap penyelesaian masalah-masalah yang dihadapi kelompok, terutama manajemen usaha maupun manajemen kelompok. Pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan dan pendampingan sebagai media transfer pengetahuan dan teknologi yang akan di lakukan secara kelompok dan perorangan. Solusi yang ditawarkan dalam pelaksanaan program pengabdian adalah melalui kegiatan non fisik dan fisik diharapkan sehingga terjadi peningkatan pengetahuan tentang manajemen usaha ayam kampung. Target luaran disesuaikan dengan rencana kegiatan ini meliputi produk fisik dan nono fisik, yaitu publikasi jurnal ber- ISSN, publikasi media cetak/online, peningkatan daya saing bisnis, penerapan iptek mekanisasi, peningkatan ekonomi, perbaikan tata nilai di masyarakat, peningkatan kedisiplinan dan partisipasi. Kata Kunci: Manajemen, Kelompok, Usaha, Ayam Kampung