Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Determinan Kinerja Pegawai: Peran Kepemimpinan, Komunikasi, dan Disiplin Kerja di Lingkup Instansi Pemerintah Daerah Abriyanti. P, Desy Friska; Mu’fidatul Nurul Hajjad; Junaeda
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 8 No. 4 (2025): Agustus - Oktober
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v8i4.1886

Abstract

Pentingnya kualitas sumber daya manusia dalam menunjang efektivitas organisasi pemerintah merupakan penentu suatu organisasi dalam menjalankan ritme kerjanya. Faktor kepemimpinan, komunikasi, serta disiplin kerja diyakini berperan besar dalam menentukan tingkat kinerja pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh kepemimpinan secara parsial terhadap kinerja pegawai; (2) mengetahui pengaruh komunikasi secara parsial terhadap kinerja pegawai; (3) mengetahui pengaruh disiplin kerja secara parsial terhadap kinerja pegawai; dan (4) mengetahui pengaruh kepemimpinan, komunikasi, dan disiplin kerja secara simultan terhadap kinerja pegawai. Pendekatan kuantitatif dengan pendekatan asosiatif dilakukan pada penelitian ini. Variabel independen terdiri dari kepemimpinan, komunikasi, dan disiplin kerja, sementara variabel dependen adalah kinerja pegawai. Sampel penelitian berjumlah 34 responden yang merupakan pegawai pada kantor tersebut. Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan Software SPSS versi 24.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan, komunikasi, dan disiplin kerja masing-masing berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai secara parsial. Selain itu, hasil uji simultan dengan uji F memperlihatkan bahwa ketiga variabel tersebut secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai Temuan ini mempertegas bahwa peran kepemimpinan yang efektif, komunikasi yang jelas, serta disiplin kerja yang baik merupakan faktor penting dalam meningkatkan kinerja pegawai di sektor publik. Pimpinan yang mampu memberikan arahan, membangun komunikasi yang terbuka, serta menegakkan disiplin, akan menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif dan berorientasi pada pencapaian tujuan organisasi. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi instansi pemerintah dalam merumuskan strategi pengelolaan sumber daya manusia untuk meningkatkan kinerja pegawai secara berkelanjutan.
Pengaruh Advertising Effectiveness, Content Marketing, Dan Storytelling Terhadap Purchasing Decisions Pada Usaha Mikro Kecil Dan Menengah Kuliner Nasi Goreng Mas Dino Di Kecamatan Mamuju Yusran Amar; Muhammad Arsyad; Fuji Inzani SL; Ramli S; Junaeda Junaeda
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.308

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh advertising effectiveness, content marketing, dan storytelling terhadap purchasing decisions konsumen pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kuliner Nasi Goreng Mas Dino di Kecamatan Mamuju, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif kausal dengan teknik non-probability sampling melalui pendekatan purposive sampling. Jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Lemeshow sebanyak 96 responden, dan sebanyak 92 data yang terisi lengkap digunakan dalam tahap analisis statistik. Penelitian menggunakan kuesioner berskala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, serta uji koefisien determinasi dengan bantuan program IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial advertising effectiveness berpengaruh positif dan signifikan terhadap purchasing decisions (β = 0,699; t = 5,942; sig. 0,000), sedangkan content marketing (sig. 0,127) dan storytelling (sig. 0,822) tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap purchasing decisions (F = 115,478; sig. 0,000). Nilai R Square sebesar 0,797 dan Adjusted R Square sebesar 0,791 menunjukkan bahwa 79,7% variasi keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen, sedangkan 20,3% sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan efektivitas iklan digital merupakan prioritas strategis bagi UMKM kuliner, sementara content marketing dan storytelling perlu dikelola secara lebih terarah agar mampu memberikan kontribusi mandiri terhadap keputusan pembelian.
Pengaruh Digital Brand Image Dan Content Marketing Terhadap Purchase Intention Product Buyer Pada Toko Nizam Di Kota Mamuju Musdalifa Musdalifa; Ramli S; Muh Rezky Naim; Nur Wahyunianti Dahri; Junaeda Junaeda
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.309

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh digital brand image dan content marketing terhadap purchase intention product buyer pada Toko Nizam di Kota Mamuju, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal. Populasi penelitian adalah seluruh pelanggan Toko Nizam periode Januari hingga Mei 2026 sebanyak 1.009 orang, dengan jumlah sampel 91 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan ditarik melalui teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner berskala Likert lima poin, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, serta uji koefisien determinasi dengan bantuan program IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial digital brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap purchase intention (β = 0,289; t = 2,953; sig. 0,004) dan content marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap purchase intention (β = 0,526; t = 5,364; sig. 0,000). Secara simultan, kedua variabel independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap purchase intention (F = 59,539; sig. 0,000). Nilai R Square sebesar 0,575 dan Adjusted R Square sebesar 0,565 menunjukkan bahwa 57,5% variasi purchase intention dapat dijelaskan oleh digital brand image dan content marketing, sedangkan 42,5% sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model. Temuan ini menegaskan bahwa content marketing merupakan variabel dominan pembentuk minat beli pada produk dengan kebutuhan fungsional spesifik, sehingga penguatan kualitas konten digital menjadi prioritas strategis bagi pelaku usaha.
Pengaruh Visibilitas Lokasi dan Direct Selling terhadap Minat Beli Konsumen Generasi Z pada Vespa Coffee di Kabupaten Mamuju Iqram Iqram; Muhammad Aqil; Junaeda Junaeda; Nur Wahyuniati Dahri; Muhammad Rivai
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.339

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh visibilitas lokasi dan direct selling terhadap minat beli konsumen Generasi Z pada Vespa Coffee di Kabupaten Mamuju, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer. Populasi penelitian adalah konsumen Generasi Z Vespa Coffee yang jumlahnya tidak diketahui secara pasti. Ukuran sampel ditentukan menggunakan rumus Cochran dan diperoleh 96 responden melalui purposive sampling dengan kriteria berusia 17–31 tahun, pernah melakukan pembelian di Vespa Coffee, dan bersedia menjadi responden. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner berskala Likert, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa visibilitas lokasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli (B = 0,498; t = 7,095; sig. = 0,000), sedangkan direct selling juga berpengaruh positif dan signifikan (B = 0,319; t = 4,500; sig. = 0,000). Secara simultan, visibilitas lokasi dan direct selling berpengaruh signifikan terhadap minat beli (F = 54,949; sig. = 0,000). Nilai R Square sebesar 0,542 menunjukkan bahwa kedua variabel independen mampu menjelaskan 54,2% variasi minat beli, sedangkan 45,8% sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model. Temuan ini menunjukkan bahwa kemudahan konsumen dalam mengenali dan menjangkau lokasi usaha serta kualitas interaksi penjualan langsung merupakan faktor penting dalam mendorong minat beli konsumen Generasi Z pada Vespa Coffee
Pengaruh Burnout Dan Work Pressure Terhadap Turnover Intention Pada Pegawai Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Mamuju Sulawesi Barat Yuni Sarmila; Muhammad Arsyad; Retno Ayu Puspita S; Nur Wahyunianti Dahri; Junaeda Junaeda
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 4 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i4.532

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh burnout dan work pressure terhadap turnover intention pada pegawai Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Mamuju Sulawesi Barat, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Populasi penelitian berjumlah 55 pegawai dan teknik total sampling digunakan sehingga seluruh anggota populasi dijadikan responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert lima poin. Analisis data meliputi uji validitas, uji reliabilitas, regresi linear berganda, uji t parsial, uji F simultan, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa burnout tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap turnover intention, dengan nilai t hitung 0,003 dan signifikansi 0,998. Work pressure berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention, dengan nilai t hitung 3,694 dan signifikansi 0,001. Secara simultan, burnout dan work pressure berpengaruh signifikan terhadap turnover intention, dengan nilai F hitung 7,145 dan signifikansi 0,002. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,216 menunjukkan bahwa kedua variabel independen mampu menjelaskan 21,6% variasi turnover intention, sedangkan 78,4% dijelaskan oleh faktor lain di luar model. Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan tekanan kerja perlu menjadi prioritas dalam kebijakan retensi pegawai di BPN Mamuju.
Pengaruh Person Job Fit Dan Job Crafting Terhadap Organizational Citizenship Behavior Pada Personil Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Barat Fathira Aulia Nurrahma; Nur Wahyunianti Dahri; Junaeda Junaeda; Muhammad Aqil; Muh Ferils
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 4 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i4.574

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh person job fit dan job crafting terhadap organizational citizenship behavior pada personel Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian terdiri atas 100 personel, yang meliputi personel polisi laki-laki, personel polisi wanita, dan pegawai sipil. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, sehingga seluruh anggota populasi dijadikan responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner sebagai instrumen utama serta didukung observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui uji validitas, uji reliabilitas, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa person job fit berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap organizational citizenship behavior. Job crafting juga berpengaruh positif dan signifikan secara parsial. Secara simultan, person job fit dan job crafting berpengaruh positif dan signifikan terhadap organizational citizenship behavior. Nilai koefisien determinasi sebesar 54,2%, sedangkan 45,8% dijelaskan faktor lain di luar model penelitian