Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

STRATEGI KOMUNIKASI PERSUASIF OVO DALAM PANDEMI COVID-19 MELALUI INSTAGRAM @OVO_ID Rambe, Ira Hasianna
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v11i3.2545

Abstract

The internet technology currently in demand is Instagram. This technology is able to provide and as a medium of information as fast as lightning with a blend of video, audio and visual. So it attracts the audience to use Instagram. In the current condition of the COVID-19 pandemic, Instagram is able to be a place for sharing information and being a marketing medium. As done by OVO. Companies in the field of fintech, which are incessantly using social media Instagram as a product marketing media. OVO first posted the "Myths About Corona Virus" during the COVID-19 pandemic. So the purpose of this study is to describe the ovo persuasive communication strategy in the COVID-19 pandemic through Instagram @ovo_id. This study uses persuasive communication theory with qualitative research methods. The findings of this study show that: firstly the credibility of the information provided by OVO was confirmed by trusted online newspaper media and official government media related to COVID-19, secondly the attitudes given by the audience towards followers posting "Myths About Corona Virus", based on cognitive attitudes, the third form of persuasive communication used by OVO is advertising. The consequence of this research finding is that it is necessary to consider using clickbait in the title of the post during the current COVID-19 pandemic conditions, where COVID-19 is a new virus so information about COVID-19 is needed.Teknologi internet yang saat ini diganderungi yaitu instagram. Teknologi ini mampu memberikan dan sebagai media informasi secepat kilat dengan perpaduan video, audio dan visual. Sehingga menarik khalayak untuk menggunakan instagram. Pada kondisi saat sekarang ini pandemi COVID-19, instagram mampu menjadi wadah untuk sharing informasi serta menjadi media pemasaran. Seperti yang dilakukan oleh OVO. Perusahaan dibidang fintech, yang sedang gencar-gencarnya menggunakan media sosial instagram sebagai media pemasaran produk. OVO memposting pertama kali mengenai “Mitos Seputar Virus Corona” disaat pandemi COVID-19.  Sehingga tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan strategi komunikasi persuasif ovo dalam pandemi COVID-19 melalui instagram @ovo_id. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi persuasive dengan metode penelitian kualitatif. Temuan dari penelitian ini memperlihatkan bahwa: pertama kredibilitas informasi yang diberikan oleh OVO terkonfirmasi oleh media koran online terpercaya dan media resmi pemerintahan terkait COVID-19, kedua sikap yang diberikan oleh khalyak (followers) terhadap postingan “Mitos Seputar Virus Corona”, berdasarkan sikap kognitif, ketiga bentuk komunkasi persuasif yang digunakan oleh OVO yaitu iklan. Konsekuensi dari temuan penelitian ini yaitu perlu pertimbangan untuk menggunakan clickbait pada judul postingan pada saat kondisi pandemi COVID-19 seperti saat sekarang ini, yang mana COVID-19 merupakan virus baru sehingga informasi mengenai COVID-19 sangat dibutuhkan.
Strategi Personal Branding Mahasiswa di Media Sosial: Studi Kasus pada Content Creator Pemula Thariq, Arifia Ath; Rambe, Ira Hasianna; Nazhifah, Zulfa Amilia; Balqis, Zahra Taqiyah; Budiman, Farrel Akbar; Graha, David Satya; Putri, Septia Kinanti
Interaction Communication Studies Journal Vol. 2 No. 4 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/interaction.v2i4.5433

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi personal branding mahasiswa di platform Instagram dan TikTok serta mengeksplorasi proses transisi identitas digital dan adaptasi terhadap dinamika algoritma platform. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus terhadap sepuluh mahasiswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi digital, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis tematik dengan pendekatan induktif untuk mengidentifikasi tema-tema utama dalam strategi komunikasi para informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi mahasiswa berkembang dari aktivitas spontan menuju fase "sadar branding" yang strategis, di mana mereka menerapkan konsistensi visual dan pesan sebagai bentuk investasi karier jangka panjang serta portofolio digital. Meskipun muncul ketegangan antara idealisme autentisitas diri dengan tuntutan algoritma, para kreator pemula ini berhasil beradaptasi dengan memanfaatkan tren dan fitur spesifik platform untuk menjaga jangkauan konten. Dampak positif yang ditemukan mencakup perluasan relasi kolaboratif, peluang ekonomi melalui endorsement, serta pengakuan profesional yang memperkuat eksistensi mereka di ruang publik digital. Secara keseluruhan, strategi ini merupakan proses manajemen reputasi yang cerdas dalam menyeimbangkan ekspresi diri dengan kebutuhan teknis ekosistem media sosial saat ini
Regenerasi Yang Melemah Di Organisasi Mahasiswa: Tinjauan Minat Mahasiswa FSOS Universitas Bhakti Kencana Bandung: Weakening Regeneration in Student Organisations: A Review of Student Interest at the Faculty of Social and Political Sciences, Bhakti Kencana University, Bandung Nugraha, Gilang; Rambe, Ira Hasianna; Salsabila , Khairun Nisya; Permana, Indra Dafa Tia; Lestari, Ida; Darmawan, Harri
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v6i1.1168

Abstract

Fenomena melemahnya regenerasi organisasi mahasiswa menjadi perhatian penting dalam keberlanjutan organisasi kemahasiswaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji minat mahasiswa Universitas Bhakti Kencana terhadap organisasi mahasiswa serta faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan regenerasi kepengurusan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap mahasiswa aktif dan tidak aktif berorganisasi serta pihak Direktorat Layanan Kemahasiswaan. Data dianalisis melalui tahapan transkripsi, pengodean, kategorisasi, dan penarikan tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regenerasi organisasi mahasiswa tidak sepenuhnya melemah, namun mengalami penurunan pada aspek keikutsertaan dan keberlanjutan peran mahasiswa. Faktor yang memengaruhi kondisi tersebut meliputi prioritas akademik, persepsi terhadap beban organisasi, fleksibilitas sistem organisasi, pola komunikasi dan kepemimpinan, serta dukungan lingkungan sosial. Temuan ini mengindikasikan bahwa regenerasi organisasi mahasiswa merupakan proses sosial dan komunikatif yang dipengaruhi oleh pengalaman dan persepsi mahasiswa selama berorganisasi. Oleh karena itu, organisasi mahasiswa perlu mengembangkan sistem dan pola komunikasi yang adaptif agar tetap relevan dan diminati oleh mahasiswa.
Strategi Anak Panti Asuhan Daarul Azkar Dalam Menghadapi Konflik Interpersonal di Sekolah dan Lingkungan Bermain: Strategies of Children at the Daarul Azkar Orphanage in Dealing with Interpersonal Conflicts at School and in the Play Environment Shadiqin, Syahrul Rahmatika; Rambe, Ira Hasianna; Imani, Aliyya Anwar; Adishia, Anno; Vijaya, Tjahya; Budiman, Asry Putri; Linnisa, Syaqra Orva; Anjani, Tiara
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v6i1.1173

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konflik interpersonal serta strategi pengelolaannya pada anak-anak Panti Asuhan Daarul Azkar dengan merujuk pada teori konflik Fred Luthans. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi dan wawancara melalui diskusi kelompok bersama anak-anak berusia 9–15 tahun, serta wawancara mendalam dengan pengurus panti. Pemilihan diskusi kelompok dilakukan untuk menciptakan suasana yang lebih nyaman bagi anak dalam mengungkapkan pengalaman konflik interpersonal. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pola konflik dan respons berdasarkan gender. Anak laki-laki cenderung merespons konflik secara konfrontatif, baik melalui balasan verbal maupun fisik, meskipun tetap bersedia melibatkan pihak dewasa sebagai mediator. Sementara itu, anak perempuan lebih memilih strategi penghindaran dan akomodasi dengan cara diam, tidak membalas, serta enggan melaporkan konflik kepada pihak berwenang. Bentuk konflik yang paling dominan dialami anak-anak panti adalah perundungan verbal di lingkungan sekolah yang berkaitan dengan stigma sosial sebagai anak panti. Temuan ini sejalan dengan pandangan Luthans bahwa konflik dipengaruhi oleh perbedaan persepsi, status sosial, dan respons individu terhadap tekanan lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan pendekatan pendampingan yang sensitif terhadap perbedaan strategi pengelolaan konflik anak, serta penguatan keterampilan komunikasi interpersonal untuk mencegah dampak konflik yang berkelanjutan.
PESAN DAKWAH DALAM LIRIK LAGU “PULANG (ROBBIGHFIRLII)” KARYA WALI BAND (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES) Syifa Nurfaujiah; Ira Hasianna Rambe
Jurnal komunikan Vol. 4 No. 2 (2025): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v4i2.570

Abstract

Penelitian ini menyelidiki pesan-pesan dakwah yang terkandung dalam lirik lagu "Pulang (Robbighfirlii)" karya Wali Band melalui analisis semiotika Roland Barthes. Permasalahan penelitian berfokus pada bagaimana lagu ini menyampaikan pesan spiritualnya dan lapisan makna yang terdapat dalam liriknya. Analisis kesenjangan menunjukkan bahwa meskipun penelitian sebelumnya telah mengeksplorasi interpretasi semiotik dari lagu-lagu religi, sebagian besar masih terbatas pada dua tingkat pemaknaan (denotasi dan konotasi) tanpa mengupas secara mendalam aspek mitos atau ideologi budaya yang terkandung dalam lagu. Selain itu, belum banyak penelitian yang fokus pada lagu religi beraliran pop-rock seperti "Pulang (Robbighfirlii)". Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis makna denotatif, konotatif, dan mitologis dalam lirik untuk mengungkap pesan dakwah yang mendasarinya. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik deskriptif-analitis, termasuk observasi tekstual dan analisis semiotika untuk menafsirkan lirik lagu. Temuan menunjukkan bahwa lirik secara efektif mengkomunikasikan tema tobat, urgensi untuk kembali kepada Tuhan, dan kesadaran akan kematian, yang pada akhirnya memperkuat gagasan tentang pulang spiritual sebagai solusi universal untuk kegelisahan hidup. Pembahasan menghubungkan temuan ini dengan literatur yang ada tentang musik religius dan semiotika, menyoroti relevansi tema lagu dalam diskursus spiritual kontemporer.
The HUBUNGAN INTERPERSONAL MINDFULNESS DAN KOMUNIKASI EFEKTIF PADA PENGURUS ORGANISASI KEMAHASISWAAN Widyastuti, Linda; Dahlia, Dedeh; Rambe, Ira Hasianna; Sonia, Rena Nurafrizki; Nugina, Ginu
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10686

Abstract

Individuals within the 18–22 age group are generally undergoing the late adolescent developmental stage, a period characterized by various demands for social adjustment, including within student organizational settings. In this context, effective communication skills constitute one of the essential competencies that support successful collaboration among members and the overall achievement of organizational goals. Among the factors presumed to influence such skills, interpersonal mindfulness defined as a state of full awareness and presence during interactions with others is considered to play a significant role. This study was designed to examine the extent of the relationship between interpersonal mindfulness and effective communication skills among individuals occupying core positions in student organizations. Methodologically, the study employed a quantitative approach with a correlational design. Data were collected through the distribution of online questionnaires to 37 respondents using the Interpersonal Mindfulness Scale (IMS) and an effective communication measurement instrument. Given that the data distribution did not meet the assumption of normality, statistical analysis was conducted using Spearman’s rho test. The findings revealed a positive and significant relationship between the two variables (r = 0.553; p < 0.001). This indicates that higher levels of interpersonal mindfulness are associated with better effective communication skills. These findings carry practical implications by emphasizing the importance of developing interpersonal mindfulness through structured training programs as a concrete effort to enhance the quality of communication within student organizations. ABSTRAK Individu yang berada pada kelompok usia 18–22 tahun tengah menjalani fase akhir masa remaja, suatu periode yang diwarnai oleh berbagai tuntutan dalam menyesuaikan diri secara sosial, tak terkecuali di lingkungan organisasi kemahasiswaan. Dalam konteks tersebut, kemampuan berkomunikasi secara efektif menjadi salah satu kompetensi krusial yang menopang keberhasilan kolaborasi antar anggota maupun ketercapaian tujuan organisasi secara keseluruhan. Di antara sejumlah faktor yang diperkirakan turut memengaruhi kemampuan tersebut, interpersonal mindfulness yakni kondisi kesadaran yang hadir secara penuh saat berinteraksi dengan orang lain dianggap memiliki peranan yang cukup signifikan. Studi ini dirancang untuk menelaah sejauh mana keterkaitan antara interpersonal mindfulness dan keterampilan komunikasi efektif pada individu yang menduduki posisi inti dalam organisasi kemahasiswaan. Secara metodologis, penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, di mana pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner daring kepada 37 responden dengan memanfaatkan Interpersonal Mindfulness Scale (IMS) serta instrumen pengukur komunikasi efektif. Mengingat distribusi data yang tidak memenuhi asumsi normalitas, analisis statistik dilakukan menggunakan uji Spearman's rho. Hasil yang diperoleh mengindikasikan adanya hubungan yang positif sekaligus signifikan antara kedua variabel tersebut (r = 0,553; p < 0,001). Artinya, peningkatan pada tingkat interpersonal mindfulness seseorang sejalan dengan semakin baiknya kualitas komunikasi efektif yang dimilikinya. Temuan ini membawa implikasi praktis yang menegaskan urgensi pengembangan interpersonal mindfulness melalui program pelatihan yang terstruktur, sebagai upaya nyata dalam meningkatkan mutu komunikasi di lingkup organisasi kemahasiswaan.
KREATIVITAS KOMUNIKASI PEMASARAN MENCIPTAKAN TREN BARU DALAM BISNIS PHOTOBOOTH Keysha Nadhiva Putri; Ira Hasianna Rambe, Mayumi Hanif Alzahra, Ardelia Rizki Andriyani, Navira Fathira Nurrahman, Rahma H
Jurnal Komunikasi Vol. 3 No. 8 (2026): Jurnal Komunikasi
Publisher : ADISAM PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Increasingly intense competition within the photobooth industry compels business actors to adopt innovative and flexible marketing communication strategies. This study focuses on analyzing the creativity of marketing communication roles in shaping new trends within the KALT photobooth business, based on the AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) model framework. This research employs a qualitative approach, with data collection methods including in-depth interviews with KALT photobooth staff and consumers, field observations, and literature reviews. The field observations aimed to directly examine the implementation of marketing communication strategies at the business locations. Supporting data were obtained from scientific publications and related literature to strengthen the analysis of the research findings. The findings of this study indicate that during the attention phase, customer interest is cultivated through visual concepts, themes, various photobooth configurations, and the introduction of innovative photo print formats such as flipbooks, primarily through social media platforms like TikTok and Instagram. The interest phase is manifested through distinctive visual elements that trigger customer curiosity regarding the service concept. In the desire phase, customer preference is influenced by short-form video content on TikTok that demonstrates the photobooth experience, as well as direct service from on-site promotional staff. The action phase is implemented through the customer's decision to utilize the photobooth service and engage in passive promotion, influenced by the synergy between social media and direct promotion. This research concludes that the implementation of the AIDA model effectively explains the function of creative marketing communication in establishing current trends within the photobooth business sector.
Strategi Positioning Masjid Al-jabbar sebagai Destinasi Wisata Religi yang Menunjang Kesehatan Mental Ira Hasianna Rambe; Mufti Fauzi Rahman; Dedeh Dahlia; Linda Widyastuti
MUKASI: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 5 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/mukasi.v5i2.7634

Abstract

This study aims to analyze how visitors’ experiences shape the positioning of Al-Jabbar Grand Mosque as a modern religious destination that supports mental health. The research focuses on emotional experiences, perceptions of the physical environment, social interactions, and the meanings constructed by visitors during their time in the mosque area. A qualitative approach with a phenomenological design was used, as this study seeks to understand the subjective meanings of visitors’ experiences in depth. The informants consisted of 22 participants 9 male and 13 female visitors selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using processes of data reduction, thematic categorization, and meaning interpretation. The results show that visitors experience a strong sense of tranquility, comfort, and psychological restoration, including a “being away” sensation from the pressures of daily routines. The mosque’s architecture, lakeside landscape, and open-space ambience contribute significantly to calming spiritual and psychological experiences. Social interactions between visitors and mosque staff further reinforce positive perceptions of the mosque environment. These findings indicate that the positioning of Al-Jabbar Mosque naturally emerges through visitors’ authentic experiences rather than through formal promotional strategies. This study is expected to serve as a reference for mosque administrators in developing modern religious spaces that support the emotional well-being of the community.
Remaja Tangguh Tanpa Cemas: Differential Reinforcement of Zero Responding (DR0) dan Komunikasi Efektif Linda Widyastuti; Yoko Jimmy Panjaitan; Myrna Anissaniwaty; Alfi Fauzia Hakim; Siti Nur’aeni; Ira Hasianna Rambe; Ginu Nugina; Rena Nurafrizki Sonia
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ha2b2g46

Abstract

Program ini bertujuan untuk mengatasi tantangan psikologis yang dialami oleh siswa SMK Bhakti Kencana, khususnya meningkatnya kecemasan yang disebabkan oleh tekanan akademik, tuntutan sosial, serta ketidakpastian terkait jalur karier di masa depan. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya konsentrasi belajar, munculnya perilaku menghindar, serta terhambatnya pengembangan keterampilan komunikasi interpersonal. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, program ini menerapkan Differential Reinforcement of Zero Responding (DR0) sebagai strategi modifikasi perilaku untuk mendukung regulasi kecemasan yang adaptif, yang dipadukan dengan pelatihan komunikasi efektif guna mendorong interaksi sosial yang sehat. Program ini menggunakan desain pra-eksperimen one-group pre-test–post-test. Intervensi dilakukan melalui sesi pelatihan interaktif dan simulasi yang berfokus pada penerapan DR0 dalam pengelolaan kecemasan serta latihan keterampilan komunikasi praktis. Kegiatan ini dilanjutkan dengan praktik terbimbing dan pendampingan yang dilaksanakan di lingkungan sekolah untuk memfasilitasi penerapan keterampilan dalam konteks akademik maupun sosial. Efektivitas program dievaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test terstandar yang mengukur tingkat kecemasan dan keterampilan komunikasi interpersonal. Data dianalisis menggunakan uji paired-sample t-test untuk menguji perbedaan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan yang signifikan serta peningkatan keterampilan komunikasi interpersonal yang signifikan setelah intervensi. Uji paired-sample t-test menghasilkan nilai signifikansi p < 0,001 (α = 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan secara statistik antara skor pre-test dan post-test. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi terintegrasi tersebut efektif dalam meningkatkan regulasi kecemasan yang adaptif dan kompetensi komunikasi siswa.