Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Correlation between Corona Viruses Disease (Covid-19) and C-Reactive Protein (CRP) in Patients at Haji Hospital Surabaya: Hubungan Corona Viruses Disease (Covid- 19) Dan C-Reactive Protein (CRP) Pada Pasien Di Rumah Sakit Umum Haji Surabaya Saputro , Tri Ade; Purwaningsih, Nur Vita; Ainutajriani, Ainutajriani; Watoyani , Tony
Medicra (Journal of Medical Laboratory Science/Technology) Vol. 5 No. 1 (2022): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/medicra.v5i1.1631

Abstract

Coronavirus Disease (Covid-19) is a new type of virus that has never been previously identified in humans. Common signs and symptoms of Covid-19 infection include symptoms of acute respiratory distress such as fever, cough and shortness of breath. C-Reactive Protein (CRP) is a protein in serum that causes inflammation in the body. The presence of this inflammatory response causes the levels of CRP in the body to increase significantly. To determine the severity of Covid-19 disease, one of the screening tests used is the CRP examination, starting when clinical symptoms appear, becoming high levels of CRP indicating inflammation or inflammation. This study aims to determine CRP levels in patients who were confirmed positive for Covid-19 at RSU Haji Surabaya. The research method used is descriptive research with secondary data. The sample in the study was 60 patients who had confirmed Covid-19 and performed a CRP test from February to June 2021. The sampling technique used a total sampling technique at the Haji General Hospital Surabaya. The results showed that from 60 confirmed Covid-19 inpatients, 58 patients (96.6%) had CRP levels with high risk criteria or CRP levels > 5 mg/L and 2 patients (3.4%) had CRP levels. with normal criteria or CRP levels < 5 mg/L. Based on the results, it can be concluded that CRP levels are positively correlated with the development and severity of Covid-19 disease.
Potential of Seed Powder (Tamarindus indica L.) on Cholesterol Levels: Potensi Seduhan Serbuk Biji Asam Jawa (Tamarindus indica) Terhadap Kadar Kolesterol Purwaningsih, Nur Vita; Widyastuti, Rahma; Maulidiyanti, Ellies Tunjung Sari; Saputro, Tri Ade; Rohmayani, Vella; Ainutajriani, Ainutajriani
Medicra (Journal of Medical Laboratory Science/Technology) Vol. 6 No. 1 (2023): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/medicra.v6i1.1713

Abstract

ABSTRACT Coronary heart disease (CHD) is the leading cause of death after stroke in all age groups at 12.9%. The main reason is the amount of cholesterol in the blood. Tamarind (Tamarindus indica) is a traditional herb that has the potential to lower cholesterol, because it contains flavonoids, saponins, foliphenols, pectin, organic acids, vitamin B and vitamin C that can lower cholesterol. The purpose of this study was to determine the effect of tamarind seed powder (Tamarindus indica) on cholesterol levels. This type of research is experimental with pre-test and post-test with control group research design. The population and sample of this study were a group of mice totaling 32 mice. The location of this research was conducted at the Animal Husbandry Center (PUSVETMA). Data collection procedures were carried out by examining the cholesterol levels of mice before and after treatment. The data obtained were followed up with normality test and independent t test. The results of the study using the unpaired t test gave the result of p=0.000 (p<0.05). The conclusion of this study is that there is an effect of seed powder (Tamarindus indica) on cholesterol levels. Keyword : Seeds Tamarindus indica L., cholesterol levels, Mice (Mus musculus)
Nilai Rasio Neutrofil Limfosit (NLR) Terhadap Komorbid Hipertensi Pada Pasien Covid-19 Maulidiyanti, Ellies Tunjung Sari; Azizah, Fitrotin; Hidayat, Mariza; Purwaningsih, Nur Vita; Widiyastuti, Rahma
Camellia : Clinical, Pharmaceutical, Analytical and Pharmacy Community Journal Vol 2 No 1 (2023): Camellia (Clinical, Pharmaceutical, Analytical, and Pharmacy Community Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cam.v2i1.18806

Abstract

Tingkat kematian pasien Covid-19 lebih tinggi pada pasien yang memiliki komorbid dibandingkan dengan pasien tanpa komorbid dikarenakan imunitas yang lebih rendah. Kondisi dan tingkat keparahan infeksi dapat terjadi akibat peningkatan ikatan virus dengan sel target yang memanfaatkan ACE-2. Disfungsi endotel vascular pada pasien Covid-19 dengan komorbid hipertensi dapat meningkatkan keparahan infeksi hingga beresiko kematian. Hal itu terjadi karena pada pasien yang menderita hipertensi dapat meningkatkan ekspresi reseptor ACE-2 akibat disfungsi pada sel endotel vascular. Parameter pemeriksaan hematologi yang dapat digunakan untuk pemeriksaan adalah Nilai Rasio Limfosit/ Neutrophil Lymphocyte Ratio (NLR). NLR dapat digunakan untuk melihat dan memantau status inflamasi atau prediksi tingkat keparahan yang terjadi sebagai faktor resiko Covid-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai NLR (Neutrophil Lymphocyte Ratio) pada pasien Covid-19 dengan komorbid hipertensi. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif, dengan sampel penelitian sebanyak 50 data pasien dalam kurun waktu 1 tahun (Desember 2020 - Desember 2021). Didapatkan hasil dari 50 data pasien yaitu sebanyak 26 pasien (52%) memiliki nilai NLR normal (<3,13) dan 24 pasien (48%) memiliki nilai NLR diatas nilai normal (>3,13), serta rata-rata nilai NLR dari 50 pasien Covid-19 dengan komorbid hipertensi adalah 4,13.
STATUS KADAR TROMBOSIT AKIBAT PAPARAN PESTISIDA PADA PETANI Purwaningsih, Nur Vita; Saputro, Tri Ade; SM, Ellies Tunjung; Widyastuti, Rahma; Ainutajriani, Ainutajriani; Kunsah, Baterun
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol 12 No 1 (2024): Juni
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v12i1.4132

Abstract

Pestisida adalah zat atau bahan kimia yang digunakan terutama dibidang pertanian, kehutanan, holtikultura dan dilahan publik untuk meningkatkan hasil panen. Sampai saat ini pestisida merupakan pilihan utama petani untuk melindungi tanaman dari gangguan berbagai organisme pengganggu tanaman. Terpaparnya pestisida terhadap tubuh dapat menimbulkan dampak negatif pada komponen yang ada dalam tubuh, diantaranya yaitu darah. Pestisida dapat diperkirakan sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi profil darah, salah satunya yaitu trombosit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kadar trombosit pada petani yang terpapar pestisida di Desa Trece Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan rancangan observasi. Penelitian ini dilakukan dengan memeriksa jumlah trombosit petani di Desa Trece Kabupaten Mojokerto yang dilakukan secara automatic dengan menggunakan alat hematology analyzer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani Desa Trece Kabupaten Mojokerto yang memiliki kadar trombosit normal sebanyak 26 orang dengan persentase 87% dan rendah sebanyak 4 orang dengan persentase 13%. Simpulan dalam penelitian ini yaitu, tidak semua penurunan kadar trombosit akibat paparan pestisida dan tidak selamanya yang terpapar pestisida memiliki kadar trombosit yang rendah
Kadar Glukosa Darah Pada Pasien Covid-19 Lanjut Usia Widyastuti, Rahma; Tunjung, Ellies Tunjung; Purwaningsih, Nur vita; Samsudin, Rinza Rahmawati
Indonesian Academia Health Sciences Journal Vol 4 No 1 (2023): Indonesian Academia Health Sciences Journal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

COVID-19 (Coronaviruses Disease 2019) is a disease caused by a new type of corona virus, namely Sars-CoV-2, was first reported in Wuhan, China on December 31 2019. The death rate in elderly patients continues to increase, accounting for 21.9% . COVID-19 risk assessments show that assessing blood glucose levels has the potential to better identify people at risk of adverse outcomes. Blood sugar levels are affected by a number of factors, including gender and age. At this point, elderly patients experience many physical and mental changes, especially the decline in individual functions and abilities in general. This study aims to describe the results of examining blood glucose levels in elderly COVID-19 patients at Brawijaya Hospital, Surabaya. This type of research is descriptive research with secondary data from the laboratory using total sampling technique. The sample in this study were 65 elderly patients who tested positive for COVID-19 who had blood glucose checked at the clinical pathology laboratory in the September- December 2020 period at Brawijaya Hospital, Surabaya. Variables are then grouped and then tabulated and displayed descriptively in percentage form. The results of this study were obtained from 65 elderly COVID-19 patients who had normal fasting blood glucose levels (<100 mg/dl) which was 6.15%, while those who had abnormal glucose levels (>100 mg/dl) were 93.85%. . These results indicate that the majority of elderly COVID-19 patients have abnormal blood glucose levels
Comparison of Blood Glucose Examination Results Using Serum and Plasma Sodium Floride (NaF) in Hyperglycemia Samples With Examination Delay Time of 30 Minutes and 1 Hour Ellies Tunjung Sari Maulidyanti; Lihabi Lihabi; Nur Vita Purwaningsih; Rahma Widyastuti; Haris Rizki Maulana
Florea : Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/florea.v11i1.21930

Abstract

Blood glucose level examination until now often cannot be done immediately after the sample is taken. Glycolysis in the blood can occur in vitro, thus affecting the examination results. The addition of anticoagulants such as NaF aims to inhibit the in vitro glycolysis process. Several studies have described the effects of anticoagulants in maintaining blood sugar levels in examination samples. However, the results presented still have some differences. This study aims to determine the difference in blood glucose levels using serum and plasma NaF in hyperglycemia samples with a delay of 30 minutes and 1 hour. The type of research used in this study is analytical observational with a cross-sectional approach that is a comparative study. The population in this study were all outpatients at the Muhammadiyah Hospital in Surabaya. This study was conducted at the Muhammadiyah Hospital Laboratory in Surabaya, during the study in March-April 2024. The results of this study obtained blood glucose levels using either serum or NaF plasma in hyperglycemic and non hyperglycemic samples examined with a delay of 30 minutes and 1 hour. The Greenhouse-Geisser Sig value was 0.000 (<0.05) which means there is a real (significant) difference
Kadar HbA1c dan Jumlah Trombosit Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe I Dan Tipe II Widyastuti, Rahma; Azizah, Fitrotin; Maulidiyanti, Ellies Tunjung Sari; Purwaningsih, Nur Vita; Saputro, Tri Ade
Camellia : Clinical, Pharmaceutical, Analytical and Pharmacy Community Journal Vol 4 No 1 (2025): Camellia (Clinical, Pharmaceutical, Analytical, and Pharmacy Community Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cam.v4i1.26452

Abstract

Pasien yang memiliki kadar HbA1c >7% akan berisiko 2 kali lebih tinggi untuk mengalami komplikasi. Keadaaan hiperglikemia pada pasien diabetes melitus menyebabkan gangguan pembuluh darah dan pengeluaran Trombosit tinggi sehingga dapat menyebabkan pembekuan darah yang berlebihan, meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, atau penyumbatan pembuluh darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kadar HbA1c dan jumlah trombosit pada pasien diabetes mellitus tipe I dan tipe II. Kadar HbA1c yang tinggi pada DM tipe 1 sebesar 78,78% dan tipe II sebesar 21,21% dan jumlah trombosit yang tinggi pada DM tipe 1 sebesar 80,76%, tipe II sebesar 19,23%. Sedangkan kadar HbA1c dan jumlah trombosit tinggi sebesar 67,56%, dan kadar HbA1c tinggi dengan jumlah trombosit normal sebesar 29,72%, dan kadar HbA1c normal dengan jumlah trombosit normal sbesar 10,81%. Hasil ini menunjukan betapa pentingnya pemeriksaan HbA1c dan jumlah tombosit paa pasien diabetes mellitus
Faktor Pre-Analitik Pemeriksaan Glukosa 2 Jam PP pada Pasien Diabetes Mellitus di RSU Haji Provinsi Jawa Timur Surabaya Sari Maulidiyanti, Ellies Tunjung; Purwaningsih, Nur Vita; Surohadi, Natra Dias; Muzamil, Akhmad; Wijiastuti, Benita; Fitriah, Lilis
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 16 No 1 (2025): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Potekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laboratorium kesehatan memegang peranan penting dalam diagnosis penyakit melalui penerapan sistem jaminan mutu yang ketat, termasuk pengendalian pada seluruh tahap pemeriksaan mulai dari pengambilan sampel hingga pelaporan hasil. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor pre-analitik yang mempengaruhi hasil pemeriksaan glukosa darah 2 jam postprandial (G2JPP) pada pasien diabetes melitus di RSUD Haji Surabaya, guna meningkatkan akurasi hasil dan kualitas layanan laboratorium. Penelitian menggunakan desain observasional cross-sectional yang dilaksanakan pada Agustus 2024 di laboratorium Patologi Klinik RSUD Haji Surabaya. Sampel sebanyak 40 pasien diabetes yang melakukan pemeriksaan G2JPP dipilih dengan metode quota sampling. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dan pemeriksaan laboratorium G2JPP. Analisis regresi linear berganda menunjukkan model yang melibatkan umur, lama diabetes, lama puasa, waktu konsumsi makanan, ketepatan pengambilan sampel, dan status Orang Dalam Pantauan (ODP) secara signifikan menjelaskan 38,1% varians kadar G2JPP (F(6,33) = 4,695, p < 0,001). Lama puasa (β = 26,001, p < 0,001) dan waktu konsumsi makanan (β = 16,368, p = 0,019) berhubungan positif signifikan dengan kadar G2JPP, sedangkan status ODP tidak berpengaruh signifikan (β = -18,720, p = 0,215). Simpulan penelitian ini bahwa faktor pre-analitik seperti durasi puasa dan jeda waktu antara konsumsi makanan dengan pengambilan darah berpengaruh signifikan terhadap kadar glukosa postprandial. Ketidaktepatan dalam proses pre-analitik dapat menyebabkan hasil pemeriksaan tidak mencerminkan kondisi metabolik sesungguhnya, sementara status ODP tidak berkontribusi signifikan terhadap perubahan kadar glukosa.
EDUKASI DAN PELAYANAN KARYAWAN DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA MELALUI KONSUMSI BAKTERI ASAM LAKTAT UNTUK PENINGKATAN SISTEM IMUN DI COVID-19 Artanti, Dita; Purwaningsih, Nur Vita; Sari, Yeti Eka Sispita; Azizah, Fitrotin; Samsudin, Rinza Rahmawati; Rohmayani, Vella; Arimurti, Anindita Riesti Retno; Juniawan, Mulya Fitrah
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/hm.v3i2.14354

Abstract

Pada tahun 2020 seluruh dunia sedang mengalami kondisi pandemik akibat infeksi virus. Virus SARS-CoV-2 yang dapat menyebabkan penyakit COVID-19. Kondisi ini mengakibatkan “Panic Buying”, karena semua orang mencoba untuk menghindari penyebaran dan penularan penyakit COVID-19 dengan melakukan berbagai cara, salah satunya dengan mengambil tambahan suplemen seperti vitamin C dan suplemen probiotik. Probiotik merupakan kelompok bakteri asam laktat, jika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup dapat memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh. Bakteri asam laktat memiliki fungsi sebagai imunomodulator atau meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga dapat mencegah infeksi penyakit pada hewan dan manusia. Kegiatan edukasi dan pelayanan dilakukan melalui poster dan penyampaian langsung dengan metode door to door. Sehingga karyawan di Universitas Muhammadiyah Surabaya lebih mudah memahami terkait konsumsi bakteri asam laktat untuk peningkatan sistem imun di COVID-19. Para karyawan sangat antusias dengan kegiatan edukasi yang dilakukan, mereka juga menjadi lebih disiplis untuk menghindari penularan dan pencegahan penyakit COVID-19.Kata Kunci: edukasi dan pelayanan karyawan, COVID-19, Bakteri Asam Laktat, dan sistem imun. 
EDUKASI PEMANFAATAN TERONG UNGU TERHADAP PROFIL LIPID DAN KUALITAS SPERMA Samsudin, Rinza Rahmawati; Purwaningsih, Nur Vita; -, Rahma Widyastuti
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/hm.v3i2.14356

Abstract

 Pola hidup yang tidak sehat membuat sesorang ingin melakukan pola makan yang teratur sehingga memicu Diet tinggi lemak dan obesitas, didorong oleh gaya hidup yang tidak sehat, mempengaruhi struktur spermatozoa dan perkembangannya dan kesehatan keturunan. Diet tinggi lemak berhasil meningkatkan berat badan. Ekstrak kulit terong ungu mampu menurunkan kadar kolesterol dan meningkatkan jumlah sperma. Beberapa penyakit telah diobati dengan terong, termasuk asma, bronkitis, diabetes, rheumatoid arthritis, dan hiperkolesterolemia. Pengabdian masyarakat edukasi terong ungu terhadap kualitas profil lipid dan sperma untuk mengedukasi dan menginformasi keanekaragaman yang belum optimal terhadap kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa edukasi kreatif melalui pemaparan power point, leafet dan presentasi dilaksanakan secara langsung dibalai RT 2 RW 2. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang beruapa edukasi kreatif terkait Edukatif pemanfaatan terong ungu terhadap profil lipid dan sperma di wilayah kelurahan kalijudan terlaksana dengan baik, dan mendapatkan respon antusias positif dari warga kelurahan kalijudan