Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PENERAPAN PIJAT TUI NA MENGGUNAKAN CITRONELLA OIL UNTUK MENINGKATKAN NAFSU MAKAN BALITA Sofiana, Juni; Waluyo, Siti Nurfay; Novyriana, Eka; Rahmadhani, Wulan
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 19th University Research Colloquium 2024: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data WHO tahun 2020, 149,2 juta anak di bawah usia 5 tahun mengalami terlalu pendek untuk usianya (stunting), 45,4 juta terlalu kurus untuk tinggi badannya (wasting) dan 38,9 juta terlalu berat untuk tinggi badannya (overweight). Untuk menangani permasalahan tersebut dilakukan penanganan non-farmakologis, salah satunya yaitu pijat tui na menggunakan citronella oil yang nantinya akan membantu meningkatkan nafsu makan balita, sehingga dapat memperbaiki permasalahan berat badan dan tinggi badan anak. Tujuan penelitian ini adalah melakukan penerapan pijat tui na menggunakan citronella oil untuk meningkatkan nafsu makan balita. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan desain studi kasus yang mengambil 5 responden. Data diperoleh dari observasi, dokumentasi. Hasil penelitian yaitu sebelum dilakukan penerapan sebanyak 5 responden (100%) masuk dalam kategori nafsu makan kurang, kemudian setelah dilakukan penerapan pijat tui na menggunakan citronella oil 5 responden (100%) masuk dalam kategori nafsu makan baik, artinya terdapat peningkatan nafsu makan pada balita. Kesimpulan penerapan ini adalah pijat tui na menggunakan citronella oil dapat membantu meningkatkan nafsu makan balita
Effects of Applying Foot Massage and Lemongrass Oil Aromatherapy on Sleep Quality of Menopausal Women: Pemberian Massage Kaki dan Aromaterapi Minyak Sereh (Lemongrass) Terhadap Kualitas Tidur pada Ibu Menopause Sifah, Lutfi As; Rahmadhani, Wulan; Sumarni, S
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 18th University Research Colloquium 2023: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sleep quality highly influences the health of menopausal women. Sleep is a vital physiological phenomenon. Non-pharmacological can be an alternative to reduce poor sleep quality in menopausal women by applying foot massage and lemongrass oil aromatherapy. To identify the effect of applying foot massage and lemongrass oil aromatherapy on sleep quality in menopausal women. This study is a case study. Data were obtained from interviews, observations, and literature studies. The instruments used were informed consent, Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaires to assess sleep quality with a score of ? 5 for good quality and ? 5 for poor quality of sleep, and lemongrass oil aromatherapy. This study involved 5 menopausal women aged 45-55 years. The therapy was conducted for 7 consecutive days. Before the treatment, all respondents (100%) had poor sleep quality but after applying foot massage and lemongrass oil aromatherapy, they had good sleep quality indicated by a decrease in the PSQI score. Applying foot massage and lemongrass oil aromatherapy is effective in improving sleep quality in menopausal women aged 45-55 years.
Peer Training and Mentoring as an Effort to Care for Adolescent Reproductive Health, in Pekuncen Village, Sempor, Kebumen: Pelatihan dan Pendampingan Teman Sebaya sebagai Upaya Peduli Terhadap Kesehatan Reproduksi Remaja, di Desa Pekuncen, Sempor, Kebumen Rahmadhani, Wulan; Namah, Lutfia Uli; Qomar, Umi Laelatul
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 18th University Research Colloquium 2023: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fase remaja merupakan fase yang sangat rentan dan perlu dijaga dengan baik. Remaja masih mengalami masa transisi dan beresiko mengalami masalah. Perkembangan fisik, psikis, dan emosi yang begitu cepat terjadi saat transisi dari anak-anak ke remaja. Kesehatan reproduksi merupakan masalah yang penting untuk mendapatkan perhatian terutama dikalangan remaja. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang Kesehatan reproduksi. Metode yang di gunakan pada pengabdian masyarakat ini adalah ceramah, diskusi tanya jawab, serta pelatihan dan pendampingan remaja teman sebaya yang pedulu Kesehatan reproduksi. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya wawasan dan pemahanan remaja mengenai Kesehatan remaja sehingga mereka dapat menjaga Kesehatan reproduksinya dengan lebih baik. Kesehatan reproduksi yang dijaga dengan baik ini secaa tidak langsung meningkatkan taraf ekonomi dan sosialnya karena dengan kesehatan reproduksi yang baik memungkinkan individu dapat lebih merencanakan masa depannya menjadi lebih baik.
Improving Knowledge of HIV AIDS in Adolescents with E-book media at SMK Maarif 4 Kebumen: Peningkatan Pengetahuan HIV AIDS pada Remaja dengan Media E-book di SMK Maarif 4 Kebumen Septianingsih, Erika; Qomar, Umi Laelatul; Namah, Lutfia Uli; Wijayanti, Eka Wahyu; Subekti, Asih; Dewi, Ivana Chandra; Rahmadhani, Wulan
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 18th University Research Colloquium 2023: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja dianggap sebagai kelompok yang berisiko secara seksual maupun kesehatan reproduksi. Berdasarkan Survey Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKRRI) menjelaskan bahwa kematangan seksual yang lebih cepat dan rasa keingintahuan yang besar menjadi penyebab remaja cenderung semakin berani dan terbuka untuk berperilaku yang mengarah ke perilaku seks beresiko seperti berpegangan tangan serta berciuman. Pengetahuan remaja tentang pendidikan seksual yang sehat dan akseptabel masih terbatas. Rasa ingin tahu yang mendominasi remaja tentang kegiatan tersebut, membuat mereka melakukan perilaku yang mengarah pada percobaan sampai melakukan perbuatan seks bebas yang bisa menyebabkan penyakit menular seksual. Upaya Kesehatan dalam rangka mencegah penyebaran penyakit menular seksual yaitu HIV/AIDS pada remaja dapat dilakukan dengan cara peningkatan pengetahuan remaja akan dampak dari HIV/AIDS. Tujuan dalam pegabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai HIV/AIDS dengan metode E-book di SMK Ma’arif 4 Kebumen. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan dilaksankan dengan metode pre dan post test. Hasil pengukuran pengetahuan terdapat peningkatan pengetahuan remaja terkait HIV-AIDs yaitu dari sebelumnya 40% peserta memiliki pengetahuan yang cukup dan 40% peserta memiliki pengetahuan kurang menjadi pengetahuan baik sebesar 85%.
Optimalisasi Potensi Lokal melalui Pelatihan Pengolahan Ikan Lele menjadi Abon bagi KWT untuk Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Perempuan Desa Bogangin, Kacamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas Qomar, Umi Laelatul; Rahmatullah, Wahyu; Pratama, Wilson Candra Teguh; Sujono, Tanti Azizah; Muhtadi, Muhtadi; Putro, Sartono; Rahmadhani, Wulan; Dewi, Adinda Putri Sari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.23253

Abstract

ABSTRAK Pemanfaatan potensi lokal menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat pedesaan. Desa Bogangin, Kecamatan Sumpiuh, memiliki potensi besar di sektor perikanan air tawar, khususnya budidaya ikan lele. Namun, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, terutama kelompok wanita tani (KWT), dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi masih menjadi kendala. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anggota KWT dalam mengolah ikan lele menjadi abon sebagai produk olahan yang memiliki daya jual tinggi dan daya simpan panjang. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, pelatihan praktis pembuatan abon lele, pendampingan manajemen usaha, dan strategi pemasaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta sebesar 85%, serta munculnya inisiatif KWT untuk membentuk usaha bersama dalam skala rumah tangga. Kegiatan ini berkontribusi nyata terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan dan penguatan potensi lokal berbasis sumber daya desa. Kata Kunci: KWT, Abon Lele, Pemberdayaan Perempuan, Potensi Lokal, Ekonomi Desa.  ABSTRACT Utilizing local potential is one of the strategic efforts to enhance the economic independence of rural communities. Bogangin Village, located in Sumpiuh Subdistrict, has great potential in the freshwater fisheries sector, particularly in catfish farming. However, the limited knowledge and skills of the community—especially the Women Farmers Group (KWT)—in processing fishery products into high-value economic commodities remain a challenge. This community service activity aims to improve the ability of KWT members to process catfish into shredded fish (abon) as a value-added product with high market potential and long shelf life. The methods used include counseling, hands-on training in making shredded catfish, business management assistance, and digital marketing strategies.The results show an 85% increase in participants’ knowledge and skills, as well as the emergence of an initiative from the KWT to establish a joint household-scale business. This activity has made a tangible contribution to women’s economic empowerment and the strengthening of local potential based on village resources. Keywords: Women Farmers Group (KWT), Shredded Catfish, Women’s Empowerment, Local Potential, Village Economy.
Pemanfaatan Teknologi Digital Google Maps Sebagai Solusi UMKM Untuk Menjangkau Pasar Lebih Luas Di Wilayah Kelurahan Pasirkratonkramat Kota Pekalongan: Utilizing Google Maps Digital Technology as a Solution for MSMEs to Reach a Wider Market in the Pasirkratonkramat Subdistrict, Pekalongan City Adriyaning, Adriyaning; Marsya Estevani, Clarita; Rahmadhani, Wulan; Romansihi, Ina; Hidayati, Luluk; Mayla Nuril Anjali, Nabila; Adila, Shofi; Tyas, Ayuning; Komariyah, Nur; Wildan Muttaqien, Mohammad; Annisa Putri, Nur; Ariyanto, Farris; Ardila, Lintang; Baihaki, Iqbal; Hudaya , Fadli; Kartikasari, Dian
Batik-MU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Batikmu
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v5i2.2366

Abstract

Teknologi digital saat ini memainkan peran yang sangat penting dalam membantu pertumbuhan usaha kecil, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu alat digital yang paling sederhana dan bermanfaat adalah Google Maps, yang memungkinkan pelanggan untuk dengan mudah menemukan lokasi suatu usaha. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara sederhana dengan pemilik, dan catatan online seperti berapa kali usaha tersebut muncul dalam pencarian atau menerima pertanyaan dari pelanggan. Studi ini juga menunjukkan bahwa peningkatan keterampilan digital dan keterlibatan masyarakat sangat penting untuk mempertahankan hasil tersebut. Secara keseluruhan, penelitian ini menyoroti bahwa alat digital yang gratis dan mudah digunakan seperti Google Maps dapat membuat perbedaan besar dalam membantu industri tradisional, seperti batik, untuk bertahan dan berkembang di era digital saat ini.
Penerapan Aplikasi LARASKIA (Layanan Rekam Stunting dan Informasi Kesehatan Ibu dan Anak) Pada Kader Posyandu di Desa Bogangin, Kacamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas Qomar, Umi Laelatul; Rahmatullah, Wahyu; Pratama, Wilson Candra Teguh; Sujono, Tanti Azizah; Muhtadi, Muhtadi; Putro, Sartono; Rahmadhani, Wulan; Dewi, Adinda Putri Sari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.24053

Abstract

ABSTRACT Stunting is a chronic nutritional problem that has serious implications for health outcomes and human resource quality. One of the main challenges in stunting prevention at the village level is the limited system for recording, monitoring, and disseminating maternal and child health information, which is still predominantly conducted manually. This Community Service Program (Pengabdian kepada Masyarakat/PKM) aimed to enhance the capacity of Posyandu cadres in stunting monitoring through the implementation of the LARASKIA application (Stunting Recording and Maternal and Child Health Information Service) in Bogangin Village, Banyumas Regency. The program employed socialization, application usage training, mentoring, and evaluation as its implementation methods. The results demonstrated that the application of LARASKIA significantly improved the knowledge and skills of Posyandu cadres in recording toddlers’ nutritional status, monitoring maternal and child health, and delivering health information in a more effective and systematic manner. This program contributes to strengthening digital-based stunting prevention efforts at the village level. Keywords: Stunting, LARASKIA, Posyandu Cadres, Maternal and Child Health, Digital Health.  ABSTRAK Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang berdampak serius terhadap kualitas kesehatan dan sumber daya manusia. Salah satu kendala utama dalam upaya pencegahan stunting di tingkat desa adalah keterbatasan sistem pencatatan, pemantauan, dan penyampaian informasi kesehatan ibu dan anak yang masih dilakukan secara manual. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam pemantauan stunting melalui penerapan aplikasi LARASKIA (Layanan Rekam Stunting dan Informasi Kesehatan Ibu dan Anak) di Desa Bogangin, Kabupaten Banyumas. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan penggunaan aplikasi, pendampingan, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan aplikasi LARASKIA mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dalam pencatatan status gizi balita, pemantauan kesehatan ibu dan anak, serta penyampaian informasi kesehatan secara lebih efektif dan sistematis. Program ini berkontribusi dalam mendukung upaya pencegahan stunting berbasis digital di tingkat des Kata Kunci: Stunting, LARASKIA, Kader Posyandu, Kesehatan Ibu Dan Anak, Digital Health.