Claim Missing Document
Check
Articles

Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Kembara Rindu Karya Habiburrahman El Shirazy sebagai Alternatif Bahan Ajar Novel di SMA Diana Resmi; Sri Suciati; Rawinda Fitrotul Mualafina
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v10i1.11262

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud nilai pendidikan karakter dalam novel Kembara Rindu karya Habiburrahman El Shirazy dan mendeskripsikan novel Kembara Rindu karya Habiburrahman El Shirazy dalam perannya sebagai alternatif bahan ajar novel di SMA. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukan 10 nilai pendidikan karakter dalam novel Kembara Rindu karya Habiburrahman El Shirazy. Nilai pendidikan karakter ini ditemukan melalui analisis terhadap unsur intrinsik yang ada dalam novel. Kesepuluh nilai pendidikan karakter itu antara lain religius, jujur, disiplin, kerja keras, kreatif, demokrasi, cinta damai, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggung jawab. Kesepuluh nilai pendidikan karakter ini tercermin pada perilaku tokoh melalui penggambaran langsung penulis dalam cerita, respon tokoh lain yang ada dalam cerita, dan sikap tokoh yang ditunjukkan dalam cerita. Nilai pendidikan karakter yang dominan muncul adalah religius. Dari tiga aspek kriteria pemilihan bahan ajar yang baik, novel ini memenuhi semua kriteria tersebut baik dari aspek bahasa, psikologi, dan aspek latar belakang budaya.
Penggunaan Konjungsi dan Preposisi pada Kolom Artikel Opini www.idntimes.com Mega Krisnawati Pamungkas; Asropah Asropah; Rawinda Fitrotul Mualafina
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v10i1.11246

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis-jenis konjungsi dan preposisi yang terdapat pada kolom artikel opini www.idntimes.com. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode simak dengan teknik catat. Metode analisis data menggunakan metode agih, yaitu metode yang menjadikan bahasa sebagai alat penentunya. Penyajian hasil analisis data menggunakan metode informal dengan pendeskripsian dengan Bahasa yang sederhana. Berdasarkan hasil analisis ditemukan jenis konjungsi dan preposisi dalam struktur sintaksis. Jenis konjungsi dan preposisi: (1) konjungsi koordinatif, (2) konjungsi korelatif, (3) konjungsi subordinatif, (4) konjungsi antarkalimat, (5) preposisi berupa kata dasar, (6) preposisi berupa kata berafiks, (7) preposisi berdampingan, (8) preposisi berkolerasi, dan (9) preposisi nomina lokatif.
Penggunaan Preposisi dalam Teks Deskripsi pada Jawa Pos dan Kompas sebagai Alternatif Bahan Ajar Kelas VII di SMP Puji Lestari; Ngatmini Ngatmini; Rawinda Fitrotul Mualafina
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v10i2.14518

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna penggunaan preposisi dalam teks deskripsi pada Jawa Pos dan Kompas serta mendeskripsikan alternatif bahan ajar preposisi dalam teks deskripsi pada Jawa Pos dan Kompas kelas VII di SMP. Metode dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini 1) terdapat bentuk penggunaan preposisi tunggal yang terdiri atas preposisi dasar, preposisi berprefiks serta preposisi berprefiks dan bersufiks, serta terdapat bentuk penggunaan preposisi gabungan yang terdiri atas preposisi berdampingan dan preposisi berkorelasi, 2) terdapat makna penggunaan preposisi, 3) ketidaktepatan penggunaan preposisi di dan pemborosan kata, dan 4) kesesuaian koran Jawa Pos dan Kompas dalam teks deskripsi dengan empat aspek kriteria pemilihan bahan ajar, yaitu aspek kurikulum, aspek bahasa, aspek kepentingan peserta didik, dan aspek grafika.
Penggunaan Kalimat Efektif dalam Buku Berbicara Itu Ada Seninya Karya Oh Su Hyang Ririn Tri Pratiwi; Nanik Setyawati; Rawinda Fitrotul Mualafina
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v10i2.14531

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud kalimat efektif pada buku Berbicara Itu Ada Seninya karya Oh Su Hyang.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode dan teknik penyediaan data yang dilakukan dalam penelitian ini, yaitu metode simak dengan menggunakan teknik dasar berupa teknik kepustakaan dan teknik lanjutan berupa teknik baca dan teknik catat. Metode analisis data dalam penelitian ini, yaitu metode agih dengan menggunakan teknik dasar berupa teknik bagi unsur langsung atau teknik BUL, sedangkan teknik lanjutan yang digunakan adalah teknik lesap dan teknik baca markah. Metode dan teknik penyajian hasil analisis data yang dilakukan, yaitu metode informal. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa sebagaian besar kalimat dari buku Berbicara Itu Ada Seninya karya Oh Su Hyang sudah efektif. Namun, terdapat beberapa kalimat yang tidak efektif. Penggunaan kalimat efektif berjumlah 321 kalimat (89,16%), sedangkan kalimat tidak efektif berjumlah 39 kalimat (10,83%).
KESANTUNAN DALAM KOMUNIKASI PADA RANAH KELUARGA Mukhlis Mukhlis; Raden Yusuf Sidiq Budiawan; Siti Ulfiyani; Rawinda Fitrotul Mualafina
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v9i2.11000

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kondisi kesantunan dalam komunikasi pada ranah keluarga melalui survei. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengambilan data melalui pendistribusian angket, baik angket tertutup maupun angket terbuka, pada anggota penggerak PKK se-Kecamatan Ngaliyan. Hasil yang diperoleh adalah bahwa sebagian besar responden berpendapat bahwa dalam komunikasi yang terjadi dalam keluarga, kesantunan merupakan hal yang penting. Ditemukan pula bahwa dalam pandangan responden kedua orang tua, termasuk juga anak-anak, memegang peranan yang sama dalam mengkondisikan kondisi komunikasi yang baik.
Keefektifan Pembelajaran E-Learning Berbasis Microsoft Office 365 Teams Menganalisis Teks Drama pada Kelas XI SMA Negeri 2 Pemalang Tahun Pelajaran 2020/2021 Sisca Zulfa Rahmi; Siswanto PHM; Rawinda Fitrotul Mualafina
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v10i2.14511

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya aturan pembelajaran daring yang diberlakukan oleh pemerintah pada awal Maret 2020, yang menyatakan bahwa pembelajaran dilakukan secara jarak jauh karena adanya pandemi Covid-19. Melihat kondisi seperti ini perlu diupayakan media yang efektif dalam proses pembelajaran, khususnya pada materi menganalisis teks drama pada peserta didik kelas XI SMA Negeri 2 Pemalang Tahun Pelajaran 2020/2021 media yang digunakan pada pembelajaran menganalisis teks drama adalah Microsoft Office 365 Teams. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster random sampling. Teknik pengambilan data yaitu teknik tes dan nontes dengan teknik analisis data normalitas dan homogenitas sebagai uji hipotesis. Berdasarkan hasil perhitungan uji t menunjukkan nilai t hitung sebesar 10,416 setelah itu dibandingkan dengan nilai t tabel, t tabel dengan rumus n1 – 1 = 36-1 = 35 dk = 35, taraf signifikan 1% diperoleh ttabel 2,73 karena thitung > ttabel yaitu 10,416 > 2,73 maka hipotesis alternatif diterima. Berdasarkan perhitungan tersebut terdapat keefektifan pembelajaran E-learning berbasis Microsoft Office 365 dalam pembelajaran menganalisis teks drama pada kelas XI SMA Negeri 2 Pemalang tahun ajaran 2020/2021.
Analisis Kesalahan Ejaan pada Kumpulan Teks Ceramah Karya Siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Tegal Tahun Pelajaran 2020/2021 Zukhrotunnisa Dwi Murianti; Agus Wismanto; Rawinda Fitrotul Mualafina
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v10i2.14521

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan wujud kesalahan ejaan pada teks ceramah karya siswa kelas XI SMA Negeri 2 Tegal Tahun Pelajaran 2020/2021. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang menyajikan kata-kata bukan angka. Data pada penelitian ini berupa kesalahan ejaan teks ceramah yang bersumber dari teks ceramah yang berjumlah 21 karya siswa kelas XI IPS 2 dan XI IPS 3 SMA Negeri 2 Tegal. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode simak dilanjutkan dengan teknik catat. Selanjutnya, metode analisis data menggunakan metode agih, yang tidak memerlukan alat bantu lain selain teks ceramah. Hasil analisis data disajikan dengan menggunakan metode informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan ejaan teks ceramah peserta didik terbagi menjadi beberapa klasifikasi, antara lain kesalahan penulisan huruf kapital, kesalahan penulisan huruf miring, kesalahan penulisan kata, dan kesalahan penulisan tandabaca.
PENAFSIRAN DI BALIK PENAMAAN HANTU DI MAJALENGKA JAWA BARAT Rawinda Fitrotul Mualafina
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2/septembe (2013): sasindo
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v1i2/septembe.676

Abstract

Local wisdom is one of culture product which appear from interpretation of social phenomenon, including language phenomenon. One of them is that found in Majalengka. On that society was found some ghost names lexicon that are believed to be around them. In this article entitled ?óÔé¼?ôInterpretatin Behind Majalengka West Java Ghost Naming?óÔé¼?Ø presented a number of interpretations related to ghost names lexicon are not only being present as a series of its vocabularies, but also as series of local wisdom which held by the community. This is evident from other education and other culture interpretation implicity contained behind the ghost naming. Keyword: ghosts lexicon, ghost name, majalengka, education
Analisis Tindak Tutur Ilokusi dalam Acara Mata Najwa Episode “Menteri Terjaring Lobster” sebagai Bahan Ajar Pembelajaran Debat Kelas X SMA Ika Wahyuningsih; suyoto suyoto; Rawinda Fitrotul Mualafina
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v11i1.16044

Abstract

The purpose of this study is to 1) describe the form of illocutionary speech acts in the Mata Najwa episode "Minister Terjaring Lobster", 2) describe the illocutionary speech acts in the Mata Najwa episode "Minister Terjaring Lobster" as a teaching material for debating class X SMA. This research is a qualitative descriptive study. The data in this study are illocutionary utterances in the Mata Najwa episode "Minister Terjaring Lobster". Provision of research data using the method of observing the technique of note. The research data analysis method used the matching method with the advanced comparison technique of equalizing (HBS). The technique of presenting the results of data analysis uses informal techniques. Based on the results of the study, it was found that the illocutionary speech acts used in the Mata Najwa episode "Minister Terjaring Lobster" amounted to 38 data, namely 8 assertive speeches, 11 directive utterances, 2 commissive utterances, 13 expressive utterances, and 4 declarative utterances. The illocutionary speech act research in the Mata Najwa episode "Minister Terjaring Lobster" can be used as teaching material for debate learning for class X SMA at KD 4.13 to develop problems or issues from various points of view equipped with arguments in debating.ABSTRAKTujuan dari penelitian ini untuk 1) mendeskripsikan bentuk tindak tutur ilokusi dalam acara Mata Najwa episode “Menteri Terjaring Lobster”, 2) mendeskripsikan tindak tutur ilokusi dalam acara Mata Najwa episode “Menteri Terjaring Lobster” sebagai bahan ajar pembelajaran debat kelas X SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa tuturan ilokusi dalam acara Mata Najwa episode “Menteri Terjaring Lobster”. Penyediaan data penelitian menggunakan metode simak dengan teknik catat. Metode analisis data penelitian menggunakan metode padan dengan teknik lanjutan hubung banding menyamakan (HBS). Teknik penyajian hasil analisis data menggunakan teknik informal. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa tindak tutur ilokusi yang digunakan dalam acara Mata Najwa episode “Menteri Terjaring Lobster” berjumlah 38 data, yaitu 8 tuturan asertif, 11 tuturan direktif, 2 tuturan komisif, 13 tuturan ekspresif, dan 4 tuturan deklaratif. Penelitian tindak tutur ilokusi dalam acara Mata Najwa episode “Menteri Terjaring Lobster” dapat dijadikan sebagai bahan ajar pembelajaran debat kelas X SMA pada KD 4.13 mengembangkan permasalahan atau isu dari berbagai sudut pandang yang dilengkapi argumen dalam berdebat.
Senyapan dan Kilir Lidah Guru Bahasa Indonesia dan Dampaknya terhadap Pemahaman Materi Cerita Pendek pada Peserta Didik Kelas XI SMA N 1 Singorojo Kabupaten Kendal Tahun Ajaran 2021/2022 Arum Setyawati; Suyoto Suyoto; Rawinda Fitrotul Mualafina
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v11i1.16071

Abstract

This study aims to describe the forms of silence and tongue slips of Indonesian language teachers and their impact on understanding short story material in class XI students of SMA N 1 Singorojo, Kendal Regency for the 2021/2022 academic year. The type of research used is a combination of research methods or mixed methods. Based on the research, it was found that there were 29 silences and 5 tongues slips in the Indonesian teacher's learning video for short story material. The existence of the silence and tongues slips did not affect the value of the students, but based on the results of the description test, it was found that there were still students who had not been able to re-explain and describe in their own words the material that had been studied. During the process of understanding the material, the presence of silence and tongues slips disturbs students because students need more time to understand the material because they need to concentrate highly and repeat learning videos.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk senyapan dan kilir lidah guru Bahasa Indonesia dan dampaknya terhadap pemahaman materi Cerita Pendek pada peserta didik kelas XI SMA N 1 Singorojo, Kabupaten Kendal tahun ajaran 2021/2022. Jenis penelitian yang digunakan ialah jenis metode penelitian kombinasi atau mixed methods. Berdasarkan penelitian, diperoleh hasil bahwa terdapat 29 senyapan dan 5 kilir lidah dalam video pembelajaran guru Bahasa Indonesia materi cerita pendek. Keberadaan senyapan dan kilir lidah tersebut tidak memengaruhi nilai peserta didik  namun berdasarkan hasil tes uraian, diketahui bahwa masih ada peserta didik yang belum dapat menjelaskan kembali serta menguraikan dengan kata-kata sendiri materi yang telah dipelajari. Selama proses memahami materi, keberadaan senyapan dan kilir lidah menganggu peserta didik sebab peserta didik memerlukan waktu yang lebih lama dalam memahami materi karena perlu berkonsentrasi tinggi dan mengulang video pembelajaran.