Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Percakapan Acara Nikmat Ramadhan 2023 di TVRI Jawa Tengah Aulia, Alfira; Ulfiyani, Siti; Mualafina, Rawinda Fitrotul
TRANSFORMATIKA Vol 8, No 1 (2024): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v8i1.8458

Abstract

Analisis percakapan merupakan analisis yang memfokuskan pada pengaturan alur berbicara dalam sebuah interaksi percakapan. Selain dalam berinteraksi sehari-hari, percakapan juga dapat dilakukan dalam program acara bincang-bincang atau biasa disebut dengan talk show. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola strategi percakapan yang diterapkan host dan narasumber dalam acara Nikmat Ramadhan. Metode penelitian menggunakan bentuk deskriptif kualitatif dan pengumpulan data menggunakan metode simak bebas libat cakap dengan teknik lanjutan berupa teknik catat. Sumber data diperoleh dari acara Nikmat Ramadhan dalam kanal YouTube TVRI Jawa Tengah pada tahun 2023. Data penelitian ini berupa tuturan yang diujarkan oleh host maupun narasumber. Dalam mengidentifikasi fitur-fitur strategi percakapan, penelitian ini menggunakan teori yang dikemukakan oleh Joan Cutting. Temuan menunjukkan terdapat tiga jenis pola strategi yaitu Pengambilan Giliran sebanyak 64 data, Pasangan Berdekatan 37 data, dan Urutan 25 data. Dari ketiga fitur tersebut, jenis yang dominan diterapkan dalam percakapan yaitu fitur Pasangan Berdekatan bentuk pertanyaan-jawaban sebanyak 29 data.
REPRESENTATION OF LUXURY LIFESTYLE IN PROPERTY BILLBOARD ADVERTISEMENTS: A CRITICAL ANALYSIS Liyana, Cut Irna; Khatimah, Khusnul; Mualafina, Rawinda Fitrotul; Rahma, Endah Anisa
Jurnal Society : Pengamat Perubahan Sosial Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jspps.v4i1.10192

Abstract

In the world of property marketing, advertising serves as the main tool to attract the attention of potential buyers. Advertisements not only offer products, but also promote the lifestyle attached to these products. This research aims to explore how the representation of luxury lifestyles in property advertisements can influence audience perceptions and aspirations, as well as how advertisements reflect and shape social reality in society. This is a qualitative research. The data in this study are verbal and visual aspects contained in outdoor billboard advertisements with the type of property advertisement. The results of this study indicate that the representation of a luxurious lifestyle in property advertisements is realized through verbal aspects and visual aspects. Based on the structure of property advertisements, the visual components include: (1) lead, (2) display, and (3) emblem. Meanwhile, the verbal or linguistic components include: (1) announcement, (2) reinforcement, (3) emblem, (4) tag, and (5) contact and visit information. property billboards function not just as advertisements but as representations of an aspirational lifestyle, inviting viewers to imagine themselves as part of this exclusive world.
Penguatan Generasi Cerdas Bermedia Sosial melalui Penguasaan Keterampilan Memirsa Ulfiyani, Siti; Mualafina, Rawinda Fitrotul; Mukhlis, Mukhlis; Budiawan, Raden Yusuf Sidiq
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/arch.v4i1.117

Abstract

Latar Belakang: Adiksi terhadap media sosial memunculkan berbagai dampak salah satunya ketidakwaspadaan pada informasi yang diperoleh. Hal itu disebabkan tidak semua informasi yang dibagikan berasal dari sumber yang kredibel. Tujuan: Untuk itu, kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan tujuan mengedukasi generasi muda di SMK PGRI 03 Salatiga untuk cerdas dalam bermedia sosial melalui penguasaan keterampilan memirsa. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan dengan empat metode mencakup studi kasus, tanya jawab interaktif, latihan terbimbing, dan latihan mandiri. Hasil: Hasil pelaksanaan menunjukan bahwa peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan memirsa dalam aktivitas bermedia sosial. Melalui penguasaan keterampilan memirsa peserta mampu mengenali informasi yang diperoleh melalui media sosial. Hasil lain yang diperoleh ialah peserta lebih bijak dalam merespons informasi. Hal itu tampak pada respons atas postingan, peserta memberikan komentar dengan bahasa yang baik dan santun. Kesimpulan: Simpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah Melalui penguasaan keterampilan memirsa peserta mampu mengenali informasi yang diperoleh melalui media sosial.
Edukasi Etika Berbahasa di Media Sosial Bagi Peserta Didik di SMA Teuku Umar Semarang: Membentuk Generasi Digital Native Positif Ulfiyani, Siti; Mualafina, Rawinda Fitrotul; Mukhlis, Mukhlis; Budiawan, Raden Yusuf Sidiq; Sunarya, Sunarya
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/arch.v4i1.147

Abstract

Latar Belakang: Edukasi tentang etika berbahasa di media sosial bukan hanya penting, tetapi juga mendesak untuk diberikan kepada generasi muda. Hal tersebut disebabkan mayoritas generasi muda merupakan pengguna aktif media sosial. Tujuan: Membentuk generasi muda sebagai generasi digital dapat mengembangkan pemahaman yang komprehensif tentang penggunaan bahasa di media sosial dengan baik, juga memaksimalkan potensi positif dari media sosial. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan dengan strategi kronologis mencakup studi kasus, latihan terbimbing, latihan mandiri, dan pemberian materi yang relevan. Hasil: Berdasarkan kegiatan latihan mandiri, peserta sudah menerapkan etika berbahasa khususnya dalam konteks mengirimkan pesan melalui platform Whatsapp. Sebesar 100% peserta sudah mengirimkan pesan dengan bahasa yang sesuai dengan konteks. Yang artinya peserta telah menunjukan secara konkret penggunaan bahasa yang baik.  Kesimpulan: Pelatihan implementasi etika berbahasa dalam konteks komunikasi media sosial perlu dilaksanakan secara berkelanjutan.
Perilaku Bahasa Berdasarkan Gender: Studi Kasus di SMK PGRI 3 Salatiga Mualafina, Rawinda Fitrotul; Ulfiyani, Siti; Indrariani, Eva Ardiana
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 20 (2024): Prosiding Pertemuan Ilmiah Bahasa & Sastra Indonesia (PIBSI XLVI) Universitas Muhamm
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v20i.1299

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan perilaku bahasa antara laki-laki dan perempuan atas kiriman di media sosial Instagram. Data diperoleh dari hasil studi kasus di SMK 3 Salatiga dengan teknik survei pada sampel yang ditentukan secara purposif. Berdasarkan hasil yang diperoleh adalah bahwa laki-laki dan perempuan menunjukkan perilaku bahasa yang berbeda. Pada survei berupa angket yang dilakukan, kecenderungan pemberi komentar pada kiriman adalah responden perempuan. Adapun responden laki-laki cenderung tidak terlalu memperdulikan isi kiriman yang ada sehingga memilih tidak berkomentar.
Kesopanan Dalam Email Mahasiswa Kepada Dosen Khatimah, Khusnul; Safii, M.; Liyana, Cut Irna; Mualafina, Rawinda Fitrotul
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 7 No 2 (2024): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v7i2.3002

Abstract

This study aims to analyze the politeness strategies employed by students in emails sent to lecturers, particularly in the context of submitting assignments. The research focuses on identifying the structure of the emails and the types of politeness strategies, both positive and negative, reflected in these formal communications. The data consists of a collection of student emails analyzed using a mixed-method approach (quantitative and qualitative). The analysis examines the email structure, including the opening, body, and closing sections, as well as politeness strategies based on Brown and Levinson's framework (1987). The findings reveal that students often use positive politeness strategies through expressions of gratitude and respectful markers, including polite salutations and culturally specific honorifics such as terms of respect in Bima language. Negative politeness is also observed through the use of apologies and permission-seeking to show respect and maintain good relations with lecturers. However, some students neglect essential elements of email structure, such as opening salutations or closings, with some emails consisting solely of attachments without any accompanying text. These findings highlight the need to enhance students' formal communication skills, particularly in academic contexts, to ensure appropriate politeness in professional interactions.
Language Phenomena in Pro-Palestinian Posts on Social Media Mualafina, Rawinda Fitrotul; Ulfiyani, Siti
Allure Journal Vol 5, No 1 (2025): January 2025
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/allure.v5i1.20739

Abstract

This research aims to describe a number of language phenomena that appear in posts on social media related to the pro-Palestinian movement. This research is a qualitative descriptive study. The data sources for this research are the social media platforms Instagram, X, and Telegram. The data in this research consists of linguistic elements in pro-Palestinian posts on the social media platforms Instagram, X, and Telegram. The data obtained are analysed using the matching method. The results of the data analysis are presented informally.  Data was collected using listening and note-taking techniques with data sources in the form of social media, especially Instagram, X, and Telegram. The result obtained include that pro-Palestinian movements or action produce a number of language phenomena, including the emergence of registers, slang, and dysphemism in posts on social media. The results illustrate the emergence of a linguistic phenomenon arising from a social phenomenon currently occurring in society. As part of the social element, language once again demonstrates the distinctiveness of certain groups based on the linguistic codes that have developed. Furthermore, the emerging language phenomenon does not merely appear as a form of vocabulary or language codes. Indirectly, these language codes manifest as a form of support and even resistance echoed by the public against the injustice currently happening to the Palestinian people.
Leksikon Mistis dalam Kanal YouTube Kisah Tanah Jawa 2023/2024: Kajian Antropolinguistik Erin Winda Maharani; Rawinda Fitrotul Mualafina; Latif Anshori Kurniawan
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.7015

Abstract

This research aims to analyze the use and meaning of the mystical lexicon that appears on the YouTube channel Kisah Tanah Jawa (Tanah Jawa Stories) during 2023 to 2024. This channel is known for its content that raises mystical themes, including beliefs, rituals, and spiritual practices in Javanese culture. This research method uses descriptive-qualitative with data in the form of a mystical lexicon and data sources in the form of video recordings. The technique in this research uses the agih and matching method with anthropolinguistic studies. The results of this research found 22 mystical lexicon data in the form of basic words, 8 mystical lexicon data in the form of affixes, 5 mystical lexicon data in the form of phrases, 7 mystical lexicon data in the form of loan words, and 3 data in the form of foreign language usage lexicons. The use of the term mystical lexicon makes an important contribution to understanding the relationship between language, culture, and digital media, as well as how mystical lexicons are maintained and developed in contemporary contexts. It is hoped that these findings can broaden insight into the role of language in the preservation and transformation of culture in the digital era.
Media Representation of the Online Gambling Phenomenon in Indonesia through a Corpus-Assisted Critical Discourse Study Budiawan, Raden Yusuf Sidiq; Mualafina, Rawinda Fitrotul; Ulfiyani, Siti; Mukhlis, Mukhlis
Indonesian Language Education and Literature Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i2.19629

Abstract

This study aims to describe media representation of the phenomenon of online gambling in Indonesia through a corpus-assisted critical discourse analysis approach, with a focus on news in Kompas.com. The method used is corpus-based critical discourse analysis, which allows systematic exploration of news data to identify language patterns that frame the issue of online gambling. The analysis was conducted on a news corpus containing 5613 words and 43042 tokens using the AntConc application. The results show that the words “gambling” and “online” have the highest frequency, signaling the main focus on this phenomenon. The dominant social actors are government officials, such as “Budi Arie,” who is portrayed positively as a pioneer in eradicating online gambling, while online gambling perpetrators are portrayed destructively. Victims are seen as suffering and in need of external intervention. The social actions represented highlight the government's efforts to eradicate online gambling, with word choices that emphasize the urgency of handling this problem. Kompas.com frames the issue of online gambling by strengthening the role of the government as a protector, the perpetrator as a public enemy, and the victim as a party that needs to be saved. This study implies that online mass media play an important role in shaping public discourse, emphasizing the legal and moral sides, and introducing various perspectives that frame this issue.Representasi Media terhadap Fenomena Perjudian Online di Indonesia melalui Kajian Wacana Kritis Berbantuan KorpusPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi media terhadap fenomena perjudian online di Indonesia melalui pendekatan analisis wacana kritis berbantuan korpus, dengan fokus pada berita di Kompas.com. Metode yang digunakan adalah analisis wacana kritis berbasis korpus, yang memungkinkan eksplorasi sistematis data berita untuk mengidentifikasi pola bahasa yang membingkai masalah perjudian online. Analisis dilakukan pada korpus berita yang berisi 5613 kata dan 43042 token menggunakan aplikasi AntConc. Hasilnya menunjukkan bahwa kata "perjudian" dan "online" memiliki frekuensi tertinggi, menandakan fokus utama pada fenomena ini. Aktor sosial yang dominan adalah pejabat pemerintah.  Aksi sosial yang diwakili menyoroti upaya pemerintah untuk memberantas perjudian online, dengan pilihan kata yang menekankan urgensi penanganan masalah ini. Kompas.com membingkai isu judi online dengan memperkuat peran pemerintah sebagai pelindung, pelaku sebagai musuh publik, dan korban sebagai pihak yang perlu diselamatkan. Penelitian ini menyiratkan bahwa media massa online berperan penting dalam membentuk wacana publik, menekankan sisi hukum dan moral, serta memperkenalkan berbagai perspektif yang membingkai isu ini.
Pelatihan Keterampilan Presentasi pada Era Teknologi Mualafina, Rawinda Fitrotul; Mukhlis, Mukhlis; Ulfiyani, Siti; Sunarya, Sunarya; Budiawan, Raden Yusuf Sidiq
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/arch.v5i1.213

Abstract

Latar Belakang: Di lingkungan sekolah, kemampuan presentasi masih sering dipandang sebagai keterampilan tambahan yang kurang mendapat perhatian. Idealnya, setelah memaparkan ide, peserta didik seharusnya menerima umpan balik tidak hanya mengenai isi, yang selama ini menjadi tolok ukur utama kualitas presentasi, tetapi juga tentang cara penyampaiannya. Tujuan: Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan presentasi peserta didik secara menyeluruh melalui pelatihan yang mengintegrasikan kemampuan berbicara di depan umum, penggunaan teknologi digital, dan media interaktif  yang menarik dan adaptif. Metode: Metode yang diterapkan dalam pengabdian ini, yaitu: diskusi berbasis kasus, tanya jawab interaktif, latihan terbimbing, dan latihan mandiri. Hasil: Peserta menguasai teknik presentasi yang menarik dan interaktif dengan indikator rerata skor 86 yang difokuskan pada lima aspek penilaian yaitu penggunaan bahasa, kejelasan penyampaian, komunikatif, kesesuaian materi, dan ketepatan waktu. Kesimpulan: Melalui rangkaian kegiatan yang terstruktur, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman yang bersifat teoritis, tetapi juga kemampuan praktis dalam berpresentasi.