Claim Missing Document
Check
Articles

Nilai Moral dalam Novel Guru Aini Karya Andrea Hirata: Kajian Sosiologi Sastra Arfina Dwi Astuti; Siti Fatimah; Rawinda Fitrotul Mualafina
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v11i1.16045

Abstract

This paper describes the moral values in the novel Guru Aini by Andrea Hirata based on a sociological approach to literature. The approach used in this research is the sociology of literature approach. Data collection techniques in this study, namely listening and note-taking techniques. The instrument used in this research is the data card used to find moral values in the novel. The data that has been found is then analyzed using the content analysis method. The analysis was carried out on data quotes containing moral values in the novel Guru Aini by Andrea Hirata. The presentation of the results of data analysis is carried out using informal presentation techniques, namely by describing the results of the analysis through words. The results of this study are found 88 moral values in the novel Guru Aini which consists of three forms. First, there are 52 moral values regarding human relations with oneself, which include the values of being determined, critical thinking, sincere, innovative, humble, responsible, creative, independent, active in learning, unyielding, and determined. Second, there are 31 moral values related to other humans in the social and natural environment which include the values of encouraging, loving the homeland, caring, giving praise, helping, polite, generous, patient, filial to parents, respecting the decisions of others. , and love you. Third, there are 5 moral values regarding the human relationship with God which includes the value of being grateful to Allah and obeying Allah's command.Keywords: moral values, Guru Aini novel sociology of literature Wellek and WarrenAbstrak             Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai moral dalam novel Guru Aini karya Andrea Hirata berdasarkan pendekatan sosiologi sastra. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu pendekatan sosiologi sastra. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini, yaitu teknik simak dan catat. Instrumen yang digunakan dalma penelitian ini yaitu, kartu data yang digunakan untuk menemukan nilai moral dalam novel. Data yang telah ditemukan kemudian dianalisis menggunakan metode analisis isi. Analisis dilakukan terhadap kutipan-kutipan data yang memuat nilai moral dalam novel Guru Aini Karya Andrea Hirata. Penyajian hasil analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik penyajian informal, yaitu dengan menguraikan hasil analisis melalui kata-kata.Hasil penelitian ini yaitu ditemukan 88 nilai moral di dalam novel Guru Aini yang terdiri atas tiga bentuk. Pertama, 52 nilai moral mengenai hubungan manusia dengan diri sendiri yaitu mencakup nilai bertekad kuat, berpikir kritis, tulus, inovatif, rendah hati, tanggung jawab, kreatif, mandiri, giat belajar, pantang menyerah, dan teguh pendirian. Kedua, 31 nilai moral yang berhubungan dengan manusia lain dalam lingkungan sosial dan lingkungan alam yang mencakup nilai memberi semangat, mencintai tanah air, perhatian, memberi pujian, tolong menolong, sopan santun, dermawan, sabar, berbakti kepada orang tua, menghargai keputusan orang lain, dan mengasihi saudara. Ketiga, 5 nilai moral mengenai hubungan manusia dengan Tuhannya yang mencakup nilai bersyukur kepada Allah dan meneaati perintah Alllah.Kata kunci: nilai moral, novel Guru Aini, sosiologi sastra, Wellek dan Waren
Analisis Tindak Tutur Ilokusi dalam Acara Mata Najwa Episode “Menteri Terjaring Lobster” sebagai Bahan Ajar Pembelajaran Debat Kelas X SMA Ika Wahyuningsih; suyoto suyoto; Rawinda Fitrotul Mualafina
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v11i1.16044

Abstract

The purpose of this study is to 1) describe the form of illocutionary speech acts in the Mata Najwa episode "Minister Terjaring Lobster", 2) describe the illocutionary speech acts in the Mata Najwa episode "Minister Terjaring Lobster" as a teaching material for debating class X SMA. This research is a qualitative descriptive study. The data in this study are illocutionary utterances in the Mata Najwa episode "Minister Terjaring Lobster". Provision of research data using the method of observing the technique of note. The research data analysis method used the matching method with the advanced comparison technique of equalizing (HBS). The technique of presenting the results of data analysis uses informal techniques. Based on the results of the study, it was found that the illocutionary speech acts used in the Mata Najwa episode "Minister Terjaring Lobster" amounted to 38 data, namely 8 assertive speeches, 11 directive utterances, 2 commissive utterances, 13 expressive utterances, and 4 declarative utterances. The illocutionary speech act research in the Mata Najwa episode "Minister Terjaring Lobster" can be used as teaching material for debate learning for class X SMA at KD 4.13 to develop problems or issues from various points of view equipped with arguments in debating.ABSTRAKTujuan dari penelitian ini untuk 1) mendeskripsikan bentuk tindak tutur ilokusi dalam acara Mata Najwa episode “Menteri Terjaring Lobster”, 2) mendeskripsikan tindak tutur ilokusi dalam acara Mata Najwa episode “Menteri Terjaring Lobster” sebagai bahan ajar pembelajaran debat kelas X SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa tuturan ilokusi dalam acara Mata Najwa episode “Menteri Terjaring Lobster”. Penyediaan data penelitian menggunakan metode simak dengan teknik catat. Metode analisis data penelitian menggunakan metode padan dengan teknik lanjutan hubung banding menyamakan (HBS). Teknik penyajian hasil analisis data menggunakan teknik informal. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa tindak tutur ilokusi yang digunakan dalam acara Mata Najwa episode “Menteri Terjaring Lobster” berjumlah 38 data, yaitu 8 tuturan asertif, 11 tuturan direktif, 2 tuturan komisif, 13 tuturan ekspresif, dan 4 tuturan deklaratif. Penelitian tindak tutur ilokusi dalam acara Mata Najwa episode “Menteri Terjaring Lobster” dapat dijadikan sebagai bahan ajar pembelajaran debat kelas X SMA pada KD 4.13 mengembangkan permasalahan atau isu dari berbagai sudut pandang yang dilengkapi argumen dalam berdebat.
Senyapan dan Kilir Lidah Guru Bahasa Indonesia dan Dampaknya terhadap Pemahaman Materi Cerita Pendek pada Peserta Didik Kelas XI SMA N 1 Singorojo Kabupaten Kendal Tahun Ajaran 2021/2022 Arum Setyawati; Suyoto Suyoto; Rawinda Fitrotul Mualafina
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v11i1.16071

Abstract

This study aims to describe the forms of silence and tongue slips of Indonesian language teachers and their impact on understanding short story material in class XI students of SMA N 1 Singorojo, Kendal Regency for the 2021/2022 academic year. The type of research used is a combination of research methods or mixed methods. Based on the research, it was found that there were 29 silences and 5 tongues slips in the Indonesian teacher's learning video for short story material. The existence of the silence and tongues slips did not affect the value of the students, but based on the results of the description test, it was found that there were still students who had not been able to re-explain and describe in their own words the material that had been studied. During the process of understanding the material, the presence of silence and tongues slips disturbs students because students need more time to understand the material because they need to concentrate highly and repeat learning videos.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk senyapan dan kilir lidah guru Bahasa Indonesia dan dampaknya terhadap pemahaman materi Cerita Pendek pada peserta didik kelas XI SMA N 1 Singorojo, Kabupaten Kendal tahun ajaran 2021/2022. Jenis penelitian yang digunakan ialah jenis metode penelitian kombinasi atau mixed methods. Berdasarkan penelitian, diperoleh hasil bahwa terdapat 29 senyapan dan 5 kilir lidah dalam video pembelajaran guru Bahasa Indonesia materi cerita pendek. Keberadaan senyapan dan kilir lidah tersebut tidak memengaruhi nilai peserta didik  namun berdasarkan hasil tes uraian, diketahui bahwa masih ada peserta didik yang belum dapat menjelaskan kembali serta menguraikan dengan kata-kata sendiri materi yang telah dipelajari. Selama proses memahami materi, keberadaan senyapan dan kilir lidah menganggu peserta didik sebab peserta didik memerlukan waktu yang lebih lama dalam memahami materi karena perlu berkonsentrasi tinggi dan mengulang video pembelajaran.
Kolokasi pada Kata Cinta Berbasis Linguistik Korpus Budiawan, Raden Yusuf Sidiq; Fatin, Alya Nabila; Mualafina, Rawinda Fitrotul
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v12i1.18419

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan mengenai bentuk dan makna kolokasi pada kata cinta berbasis linguistik korpus. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu simak, catat, dan dokumentasi. Dengan demikian, teknik analisis data pada penelitian ini adalah dengan metode agih. Sanding kata yang diambil memiliki jumlah likelihood lebih dari 900. Hasil dari penelitian menunjukkan kolokasi pada kata cinta di korpus Leipzig Copora Collection. Kolokasi pada kata cinta di korpus Leipzig Copora Collection memiliki bentuk kanan dan kiri serta makna dalam kajian semantik. Bentuk kiri merupakan bentuk kata yang berada di sebelah kiri kata cinta. Bentuk kanan merupakan bentuk kata yang berada di sebelah kanan kata cinta. Selain itu, kata cinta memiliki sanding kata yang berhubungan dengan kata kerja, kata benda, dan kata sifat. Kolokasi pada kata cinta menggunakan korpus Leipzig Corpora Collection menjadi kebaruan pada penelitian ini karena akan menelusuri terkait bentuk kanan dan kiri serta makna yang terkandung pada penelitian kolokasi kata cinta. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi pembelajaran dalam kajian linguistik korpus khususnya pada bidang kolokasi.
Metafora Konseptual pada Kata Hati dalam Korpus Bahasa Indonesia Fatin, Alya Nabila; Budiawan, Raden Yusuf Sidiq; Mualafina, Rawinda Fitrotul
Journal of Education Research Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i2.996

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai metafora konseptual pada kata hati yang menggunakan korpus Leipzig Corpora Collection. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan metafora konseptual pada kata hati dalam korpus bahasa Indonesia. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan datanya yaitu teknik simak, dokumentasi, dan catat. Dengan hal tersebut, teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode agih. Hasil dari penelitian ini tentang uraian data-data terkait metafora konseptual pada kata hati dalam korpus Leipzig Corpora Collection. Metafora konseptual pada penelitian ini terbagi atas tiga jenis yaitu metafora struktural, ontologis, dan orientasional. Selain itu, penelitian ini bersumber dari data yang diujarkan oleh masyarakat sehari-hari dalam menggunakan kata hati. Metafora konseptual pada kata hati menggunakan korpus Leipzig Corpora Collection menjadi kebaruan pada penelitian ini karena akan mendeskripsikan ketiga jenis metafora tersebut dalam kajian semantik bahasa Indonesia. Penelitian ini diharapkan dapat menambah khazanah pengetahuan mengenai linguistik pada kajian semantik, khususnya bidang metafora konseptual dalam korpus bahasa Indonesia.
REPRESENTATION OF LUXURY LIFESTYLE IN PROPERTY BILLBOARD ADVERTISEMENTS: A CRITICAL ANALYSIS Liyana, Cut Irna; Khatimah, Khusnul; Mualafina, Rawinda Fitrotul; Rahma, Endah Anisa
Jurnal Society : Pengamat Perubahan Sosial Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jspps.v4i1.10192

Abstract

In the world of property marketing, advertising serves as the main tool to attract the attention of potential buyers. Advertisements not only offer products, but also promote the lifestyle attached to these products. This research aims to explore how the representation of luxury lifestyles in property advertisements can influence audience perceptions and aspirations, as well as how advertisements reflect and shape social reality in society. This is a qualitative research. The data in this study are verbal and visual aspects contained in outdoor billboard advertisements with the type of property advertisement. The results of this study indicate that the representation of a luxurious lifestyle in property advertisements is realized through verbal aspects and visual aspects. Based on the structure of property advertisements, the visual components include: (1) lead, (2) display, and (3) emblem. Meanwhile, the verbal or linguistic components include: (1) announcement, (2) reinforcement, (3) emblem, (4) tag, and (5) contact and visit information. property billboards function not just as advertisements but as representations of an aspirational lifestyle, inviting viewers to imagine themselves as part of this exclusive world.
Penguatan Generasi Cerdas Bermedia Sosial melalui Penguasaan Keterampilan Memirsa Ulfiyani, Siti; Mualafina, Rawinda Fitrotul; Mukhlis, Mukhlis; Budiawan, Raden Yusuf Sidiq
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/arch.v4i1.117

Abstract

Latar Belakang: Adiksi terhadap media sosial memunculkan berbagai dampak salah satunya ketidakwaspadaan pada informasi yang diperoleh. Hal itu disebabkan tidak semua informasi yang dibagikan berasal dari sumber yang kredibel. Tujuan: Untuk itu, kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan tujuan mengedukasi generasi muda di SMK PGRI 03 Salatiga untuk cerdas dalam bermedia sosial melalui penguasaan keterampilan memirsa. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan dengan empat metode mencakup studi kasus, tanya jawab interaktif, latihan terbimbing, dan latihan mandiri. Hasil: Hasil pelaksanaan menunjukan bahwa peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan memirsa dalam aktivitas bermedia sosial. Melalui penguasaan keterampilan memirsa peserta mampu mengenali informasi yang diperoleh melalui media sosial. Hasil lain yang diperoleh ialah peserta lebih bijak dalam merespons informasi. Hal itu tampak pada respons atas postingan, peserta memberikan komentar dengan bahasa yang baik dan santun. Kesimpulan: Simpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah Melalui penguasaan keterampilan memirsa peserta mampu mengenali informasi yang diperoleh melalui media sosial.
Edukasi Etika Berbahasa di Media Sosial Bagi Peserta Didik di SMA Teuku Umar Semarang: Membentuk Generasi Digital Native Positif Ulfiyani, Siti; Mualafina, Rawinda Fitrotul; Mukhlis, Mukhlis; Budiawan, Raden Yusuf Sidiq; Sunarya, Sunarya
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/arch.v4i1.147

Abstract

Latar Belakang: Edukasi tentang etika berbahasa di media sosial bukan hanya penting, tetapi juga mendesak untuk diberikan kepada generasi muda. Hal tersebut disebabkan mayoritas generasi muda merupakan pengguna aktif media sosial. Tujuan: Membentuk generasi muda sebagai generasi digital dapat mengembangkan pemahaman yang komprehensif tentang penggunaan bahasa di media sosial dengan baik, juga memaksimalkan potensi positif dari media sosial. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan dengan strategi kronologis mencakup studi kasus, latihan terbimbing, latihan mandiri, dan pemberian materi yang relevan. Hasil: Berdasarkan kegiatan latihan mandiri, peserta sudah menerapkan etika berbahasa khususnya dalam konteks mengirimkan pesan melalui platform Whatsapp. Sebesar 100% peserta sudah mengirimkan pesan dengan bahasa yang sesuai dengan konteks. Yang artinya peserta telah menunjukan secara konkret penggunaan bahasa yang baik.  Kesimpulan: Pelatihan implementasi etika berbahasa dalam konteks komunikasi media sosial perlu dilaksanakan secara berkelanjutan.
Perilaku Bahasa Berdasarkan Gender: Studi Kasus di SMK PGRI 3 Salatiga Mualafina, Rawinda Fitrotul; Ulfiyani, Siti; Indrariani, Eva Ardiana
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 20 (2024): Prosiding Pertemuan Ilmiah Bahasa & Sastra Indonesia (PIBSI XLVI) Universitas Muhamm
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v20i.1299

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan perilaku bahasa antara laki-laki dan perempuan atas kiriman di media sosial Instagram. Data diperoleh dari hasil studi kasus di SMK 3 Salatiga dengan teknik survei pada sampel yang ditentukan secara purposif. Berdasarkan hasil yang diperoleh adalah bahwa laki-laki dan perempuan menunjukkan perilaku bahasa yang berbeda. Pada survei berupa angket yang dilakukan, kecenderungan pemberi komentar pada kiriman adalah responden perempuan. Adapun responden laki-laki cenderung tidak terlalu memperdulikan isi kiriman yang ada sehingga memilih tidak berkomentar.
Kesopanan Dalam Email Mahasiswa Kepada Dosen Khatimah, Khusnul; Safii, M.; Liyana, Cut Irna; Mualafina, Rawinda Fitrotul
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 7 No 2 (2024): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v7i2.3002

Abstract

This study aims to analyze the politeness strategies employed by students in emails sent to lecturers, particularly in the context of submitting assignments. The research focuses on identifying the structure of the emails and the types of politeness strategies, both positive and negative, reflected in these formal communications. The data consists of a collection of student emails analyzed using a mixed-method approach (quantitative and qualitative). The analysis examines the email structure, including the opening, body, and closing sections, as well as politeness strategies based on Brown and Levinson's framework (1987). The findings reveal that students often use positive politeness strategies through expressions of gratitude and respectful markers, including polite salutations and culturally specific honorifics such as terms of respect in Bima language. Negative politeness is also observed through the use of apologies and permission-seeking to show respect and maintain good relations with lecturers. However, some students neglect essential elements of email structure, such as opening salutations or closings, with some emails consisting solely of attachments without any accompanying text. These findings highlight the need to enhance students' formal communication skills, particularly in academic contexts, to ensure appropriate politeness in professional interactions.