Articles
Gender aspect of triglyceride, HDL, and their ratio in high school teachers in Makassar City, Indonesia
Nurhaedar Jafar;
Nurzakiah Hasan;
Veni Hadju;
Ridwan Thaha
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 12, Nomor 2, July-December 2020
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/al-sihah.v12i2.15911
Triglycerides, HDL, and their ratio are associated with metabolic disorders and diseases. Gender is known to have a relationship with these factors, but not consistent. This study wanted to see the relationship between gender and triglyceride levels, HDL levels, and the triglyceride / HDL ratio in secondary school teachers in Makassar City. The study was conducted with a cross-sectional approach in 6 junior high schools and 6 senior high schools with a total population of 200 teachers and involved 122 samples of teachers from secondary schools in Makassar City. Sampling using a stratified random sampling technique. The measurement of triglyceride and HDL levels was carried out by the Prodia laboratory. Data analysis was performed using the chi-square test. The results showed that there was a relationship between gender and triglyceride levels (p = 0.004). However, no relationship was found between HDL levels (p = 0.856) and the triglyceride / HDL ratio (p = 0.959) among secondary school teachers in Makassar City. Interventions to improve triglyceride levels must consider gender aspects primarily by paying more attention to male teachers.
LITERATURE REVIEW: PENGARUH POLA MAKAN TERHADAP SINDROM METABOLIK
Nurzakiah Nurzakiah
AN-NUR: Jurnal Kajian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 2 (2021): Annur:Jurnal Kajian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24853/an-nur, 1, 2, 215 - 224
Sindrom metabolik (SM) adalah gangguan metabolik yang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular, diantaranya penyakit jantung dan diabetes tipe 2. SM ditandai dengan 5 parameter, diantaranya kadar gula darah, obesitas sentral, kadar trigliserida, kadar High Density Lipoprotein (HDL), dan tekanan darah. Saat ini pola makan menjadi salah satu determinan yang menjadi variabel penting melihat risiko terhadap berbagai penyakit tidak menular, termasuk juga SM. Kajian pustaka ini bertujuan mengkaji lebih dalam beberapa pola makan di dunia yang berhubungan dengan SM. Kajian dilakukan dengan mengumpulkan artikel yang terkait pada beberapa pengindeks jurnal yang menyediakan akses artikel gratis. Hasil kajian menunjukkan pola makan barat ditandai dengan konsumsi daging merah dan produknya menunjukkan risiko SM yang tinggi. Pola makan Mediterranean, ditandai dengan konsumsi minyak zaitun menunjukkan risiko SM rendah. Pola makan tradisional korea, ditandai dengan konsumsi sayur-sayuran meskipun tidak menunjukkan penurunan risiko sindrom metabo tetapi, pola makan ini dapat menurunkan kadar HDL, salah satu parameter dari SM. Pola makan prudent diet ditandai dengan tingginya konsumsi ikan dan kacang-kacangan yang menunjukkan peningkatan kadar HDL. Pola makan vegetarian ditandai dengan tingginya konsumsi nasi dan kentang yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah. Beberapa pola makan menunjukkan peningkatan SM, namun ada pula yang menunjukkan penurunan risiko SM. Diperlukan penelitian yang menunjukkan pengaruh pola makan terhadap SM di beberapa wilayah Indonesia, mengingat Indonesia terdiri dari banyak suku bangsa. Hal ini dapat menjadi kunci untuk upaya pencegahan SM di Indonesia.
Cortisol Level Related Glucose Intolerance in Adult with Obese Central
Nurzakiah Hasan;
Veni Hadju;
Nurhaedar Jafar;
Ridwan Mochtar Thaha
Journal of Health Science and Prevention Vol. 3 No. 3S (2019): Spesial Issue
Publisher : State Islamic University of Sunan Ampel
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (565.436 KB)
|
DOI: 10.29080/jhsp.v3i3S.299
Obesity is associated with an increased risk of diseases, especially central obesity. Central obesity is a risk factor of glucose intolerance. Glucose intolerance is the beginning of diabetes mellitus. Many factors influence glucose intolerance. The aim of this study was to investigate the relationship between cortisol levels and some other factors related glucose intolerance. This study was a cross-sectional study from 12 high schools in Makassar. The analysis for this study was performed with 54 teachers. Characteristic samples, anthropometry, fasting blood glucose (FBG), cortisol were measured for all samples. Blood plasma glucose was measured from venous blood samples. Respondents were mostly female (85.2%), married (87%), bachelor’s degree (79,6%) and Buginesse (66.7%). The average age of respondents was 49.37 years. The results showed a significant relationship formula: between high cortisol levels in respondents who experienced glucose intolerance (p=0.043). Stress variables did not show a significant relationship, but the average score was higher in those who experienced glucose intolerance than those who had normal glucose. The frequency of consumption of carbohydrates, fats, proteins, and Body mass index (BMI) did not show a significant relationship with glucose intolerance. Cortisol levels are associated with glucose intolerance in adults with central obesity.
PENCEGAHAN HIPERTENSI DAN DIABETES MELITUS MELALUI MEDIA PAPAN WICARA PADA WARGA DESA TAROWANG, KECAMATAN GALESONG SELATAN, KABUPATEN TAKALAR
Nurzakiah Hasan;
Adinda Febriani;
Hafsa Nur Annisa;
Firda Nurul Fadilah Farid;
Muhammad Fitrah Amastasah Ramadhan Ilman;
Vitra Amanda;
Nurul Nahda
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (412.598 KB)
|
DOI: 10.31949/jb.v3i4.2958
Non-communicable diseases having high morbidity and mortality rates. WHO 2015 recorded 39.5 million deaths due to non-communicable diseases. Hypertension and diabetes mellitus (DM) are non-communicable diseases that can lead to complications such as heart disease and stroke. Based on the data and the results of the FGD with health cadres in Tarowang Village, it was found that the health problems in the village were hypertension and DM. One of the contributing factors is the lack of education related to the prevention of PTM. The installation of a billboard was chosen for educational media for increasing hypertention and DM knowledge. The target audience was the people of Tarowang Village. The evaluation method used is an interview to 25 respondent. The results showed that the billboard had seen and read by 23 respondent (92%) respondents. Based on this, it can be said that the billboard was installed properly and the information in it is conveyed to the people of Tarowang Village Keywords: Hypertension; Diabetes Mellitus; Billboard Penyakit tidak menular memiliki tingkat morbiditas dan mortalitas yang sangat tinggi. WHO 2015 mencatat bahwa kematian yang disebabkan penyakit tidak menular sebanyak 39.5 juta. Hipertensi dan diabetes melitus adalah penyakit tidak menular yang meningkatkan risiko terjadinya komplikasi seperti penyakit jantung dan stroke. Berdasarkan data dan hasil FGD dengan kader kesehatan Desa Tarowang didapatkan hasil bahwa permasalahan kesehatan di desa tersebut adalah hipertensi dan DM. salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya edukasi terkait pencegahan PTM. Intervensi yang kami lakukan adalah pemasangan papan wicara untuk meningkatkan pengetahuan tentang hipertensi dan DM. Sasarannya adalah masyarakat Desa Tarowang. Metode evaluasi yang digunakan adalah wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Desa Tarowang pernah melihat papan wicara yang terpasang yakni 23 orang responden (92%). Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa papan wicara terpasang dengan baik dan informasi didalamnya tersampaikan ke masyarakat Desa Tarowang. Kata Kunci: Hipertensi, Diabetes Mellitus, Papan Wicara
Gambaran Capaian Program Vaksinasi Covid-19 di Desa Kassiloe Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
Princess Stefany Jip;
Tiara Maharani Nur Hiliyatin Nisaa;
Anastasya Elma Panggo;
Fatin Salsabila Putri Yuki;
Sarmilasari To Kau;
Kris Adi Nugraha;
Nurzakiah Nurzakiah
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 5 (2022): September 2022 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25008/altifani.v2i5.281
Pandemi Covid-19 telah menjadi masalah bagi seluruh dunia dan dengan adanya himbauan dari WHO yang menjadikannya sebagai pandemi darurat kesehatan masyarakat, maka timbullah kebutuhan mendesak akan vaksinasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode wawancara. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh individu yang berumur ? 12 tahun yang ada di Desa Kassiloe. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 593 individu yang ditentukan dengan metode teknik random sampling. Berdasarkan hasil penelitian terdapat terdapat 77% individu yang telah menerima vaksin Covid-19, dosis 1, dan 23% individu yang belum menerima vaksin Covid-19. Terdapat dua alasan utama individu tidak menerima atau melanjutkan dosis vaksinasi Covid-19 yaitu karena rasa takut akan efek samping dari vaksin dan karena individu merasa belum membutuhkan. Diperlukan peran pemerintah dan stakeholder setempat untuk mensosialisasikan pentingnya vaksinasi Covid-19 dan keamanannya kepada masyarakat.
Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi di Desa Kassiloe Menggunakan Minyak Jelantah
Sarmilasari To Kau;
Fatin Salsabila Putri Yuki;
Kris Adi Nugraha;
Princess Stefany Jip;
Anastasya Elma Panggo;
Tiara Maharani Nur HNA;
Nurzakiah Nurzakiah
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2023): Mei 2023 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59395/altifani.v3i3.425
Minyak jelantah adalah minyak goreng yang telah digunakan berkali-kali untuk menggoreng makanan. Penggunaan minyak jelantah tersebut secara berulang-ulang dapat membahayakan kesehatan dan membuang minyak jelantah secara sembarangan dapat berdampak negatif terhadap lingkungan. Permasalahan ini ditemukan di Desa Kassiloe, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Tujuan dari pegabdian masyarakat ini yaitu memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat terkait bahaya minyak goreng bekas dan pemanfaatan limbah tersebut. Metode yang digunakan pada kegiatan ini yaitu ceramah, demonstrasi serta tanya jawab. Evaluasi pelatihan ini dengan cara membagikan angket berupa pre-test dan post-test yang dibagikan sebelum dan setelah pelatihan. Hasil dari pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa dari hasil analisis Wilcoxon untuk penyuluhan dan pelatihan terkait pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah diperoleh p-value 0,000 < 0,050 yang berarti ada pengaruh signifikan terhadap pengetahuan masyarakat di Desa Kassiloe. Kegiatan pelatihan ini telah diikuti dengan baik oleh masyarakat yang ikut dalam kegiatan pengabdian. Masyarakat diharapkan dapat menggunakan keterampilan ini untuk membuat lilin aromaterapi, sehingga dapat meningkatkan sosial ekonomi di Desa Kassiloe dan mengurangi limbah minyak jelantah.
Penyuluhan Pencegahan ISPA Balita pada Orang Tua di Desa Kassiloe Kabupaten Pangkep
Fatin Salsabila Putri Yuki;
Sarmilasari To Kau;
Kris Adi Nugraha;
Princess Stefany Jip;
Anastasya Elma Panggo;
Tiara Maharani Nur HNA;
Syamsuar Manyullei;
Nurzakiah Hasan
Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan Vol 2 No 1 (2023): Juni
Publisher : Politeknik Kesehatan Kartini Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36049/genitri.v2i1.104
Dalam lingkup global, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit menular yang menempati urutan pertama penyebab morbiditas dan mortalitas. Angka kematian ISPA pada balita mencapai 15-20% pertahun. Prevalensi ISPA di Pangkajene Kepulauan sebesar 2,05%, lebih tinggi dibandingkan angka prevalensi ISPA di Sulawesi Selatan yaitu 1,85%. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita mengenai pencegahan ISPA pada balita. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Desa Kassiloe Kecamatan Labakkang Kabupaten Pangkajene Kepulauan. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada seluruh ibu yang memiliki balita di Desa Kassiloe sebanyak 33 responden. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan sebelum diberikan penyuluhan terdapat 84.8% responden berpengetahuan baik. Setelah diberikan penyuluhan semua responden (100%) berpengetahuan baik. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan pada orang tua balita terkait pencegahan ISPA. Dengan penyuluhan ini, diharapkan orang tua balita lebih baik lagi dalam melakukan pencegahan ISPA pada balita.
Education on the Halal Certification Process of Food and Beverage Products at Village-Owned Enterprises
Kurniati, Yessy;
Jafar, Nurhaedar;
Amalia, Marini;
Hasan, Nurzakiah;
Rosdiana, Rosdiana
SAMATA JOURNAL OF PUBLIC HEALTH SCIENCE Volume 3, Issue 2, March-August 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/sociality.v3i2.49453
Halal certification is an important issue for business actors, because in the future every food and beverage product must have a halal certificate. Village-Owned Enterprises (Bumdes) is a business entity owned by the village and aims to develop various business products based on the existing resources in the village. Mattabulu Village, Lalabata District, Soppeng Regency, is one of the villages that has an active and accomplished Bumdes. Unfortunately, most of the food and beverage products produced by Bumdes do not have halal certificates. This service is carried out to increase the knowledge and skills of Bumdes Pada Ati members in Mattabulu Village to administer halal certificates for the food and beverage products they produce. This service is carried out using the education and training method, which begins with observing the needs of the target partners. The training was carried out effectively to increase participants' knowledge about halal certification in the good category, from 45% to 95%. As well as receiving good testimonials from participants as well as village officials and partners. It is hoped that the halal certificate will increase the competitiveness of food and beverage products produced by target partners.
Gambaran Konsumsi Lemak terhadap Persentase Lemak Tubuh Mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin: DESCRIPTION OF FAT CONSUMPTION ON BODY FAT PERCENTAGE OF UNDERGRADUATE STUDENTS OF NUTRITION SCIENCE FKM UNHAS
Azzahra, Putri Risya;
Hasan, Nurzakiah;
Amir, Safrullah;
Citrakesumasari, Citrakesumasari;
Khuzaimah, Anna
Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia
Publisher : Departement of Nutrition, Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30597/jgmi.v13i2.35244
Pendahuluan: Mengonsumsi makanan secara berlebihan yang mengandung tinggi energi dan tinggi lemak dapat menyebabkan terjadinya obesitas, di Kota Makassar prevalensi obesitas mencapai 24,05%. Obesitas merupakan kondisi penimbunan jaringan lemak di dalam tubuh, salah satu cara untuk mengetahuinya adalah dengan melakukan pengukuran persentase lemak tubuh. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsumsi lemak terhadap persentase lemak tubuh mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin. Bahan dan Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan pada mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat angkatan 2021-2023. Penentuan sampel menggunakan teknik sistematic random sampling dengan jumlah sampel 160 orang. Pengukuran konsumsi lemak dilakukan dengan metode wawancara menggunakan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) yang kemudian dianalisis menggunakan program Nutrisurvey dan pengukuran persentase lemak tubuh menggunakan alat InBody 270 Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Hasil: Sebagian besar responden dengan variasi makanan berlemak yang tinggi memiliki persentase lemak tubuh over sebanyak 82,3%, sebanyak 82,7% sering mengonsumsi makanan berlemak memiliki persentase lemak tubuh over, dan 78,1% memiliki tingkat asupan lemak lebih memiliki persentase lemak tubuh pada kategori over. Kesimpulan: Mahasiswa dengan variasi makanan berlemak pada kategori tinggi, sering mengonsumsi makanan berlemak, dan memiliki tingkat asupan lemak lebih memiliki persentase lemak tubuh pada kategori over. Ilmu Gizi harus lebih menjaga pola makan, aktivitas fisik, dan komposisi tubuh individu, terlebih sebagai mahasiswa Ilmu Gizi tentunya memiliki pengetahuan terkait gizi yang telah diberikan selama perkuliahan.
HUBUNGAN TEMAN SEBAYA (PEER GROUP) DAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEBIASAAN KONSUMSI JUNK FOOD DI SMA NEGERI 21 MAKASSAR: RELATIONSHIP BETWEEN OF PEER GROUP AND LEVEL KNOWLEDGE WITH JUNK FOOD CONSUMPTION HABITS IN ADOLESCENTS AT SENIOR HIGH SCHOOL 21 MAKASSAR
Rahmah, Ainun;
Amir, Safrullah;
Hasan, Nurzakiah
Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia
Publisher : Departement of Nutrition, Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30597/jgmi.v14i1.39482
Bakground. Adolescents are a group that is vulnerable to nutritional problems due to unbalanced eating habits such as junk food. Junk food consumption has increased in all age groups and mostly occurs among young adults with a global prevalence of around 70%. Many factors influence junk food consumption in adolescents such as peer group influence and level of knowledge. Objective. To determine the relationship between peer group and level of knowledge with junk food (JF) consumption habits in adolescents. Method. This research is an analytical observational with a cross-sectional design. The sample was obtained using proportional random sampling technique of 143 adolescents. The research instruments used the Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), peer group questionnaires, and knowledge questionnaires. Data analysis used chi-square test. Result. Based on the research results, it was found that 62.2% of adolescents were influenced by their peer group in consuming JF. 50,3% of adolescents have a good level of knowledge about JF. The statistical test results showed that there was no significant relationship between the peer group and the amount of JF consumed (p-value=0.312) and the peer group and the frequency of JF consumption (p-value=0.401). There is a significant relationship between the level of knowledge and the amount of JF consumed (p-value=<0.001), and the level of knowledge and the frequency of JF consumption (p-value=0.002). Conclusion and Recommendations. Adolescents' knowledge level is significantly related to their consumption of junk food. There needs to be further efforts to increase knowledge of junk food among adolescents.