Claim Missing Document
Check
Articles

BALESARI CULTURE AND LANGUAGE (BCL) SEBAGAI KATALISATOR DESA WANA WISATA BALESARI Faradisa, Farikah; Katrini, Yulia Esti; Baihaqi, Imam
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.668 KB) | DOI: 10.21580/dms.2017.172.2001

Abstract

Wana Wisata of Balesari village has huge potential to be developed into a national and even international tourist village. Balesari village is also categorized as a virgin, and it still has many local wisdoms that can be a special attraction for domestic visitors and also foreign tourists if the community of Balesari can manage it properly and maximally.. The focus of the contribution of Tidar University to the community is to serve the community to support the development of rural areas, one of them is Wana Wisata of Balesari Village. The development of villages is focused on Balesari Culture and Language activities that is cultural and linguistic conservation that manifests in awareness of activities, training, and cultural and linguistic assistance to become a tourist icon in Balesari village. In addition gradually over a period of 3 years, Balesari Culture and Language programs will also conserve the culture and language based on local wisdom in the village of Balesari gradually as a catalyst that will participate in improving the development of Balesari Wana Tourism Village. Desa Wana Wisata Balesari memiliki potensi yang sangat besar untuk dapat dikembangkan menjadi sebuah desa wisata bertaraf nasional bahkan internasional. Desa Balesari juga dikategorikan masih perawan, masih terdapat banyak kearifan lokal yang dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung domestik apalagi wisatawan asing apabila masyarakat dapat mengelolanya dengan baik, maksimal, dan profesional. Fokus kontribusi Universitas Tidar kepada masyarakat adalah melakukan pengabdian kepada masyarakat untuk mendukung pembangunan wilayah perdesaan salah satunya adalah Desa Wana Wisata Balesari. Pembangunan desa tersebut difokuskan dalam kegiatan Balesari Culture and Language yaitu konservasi budaya dan bahasa yang mewujud dalam kegiatan penyadaran, pelatihan, dan pendampingan budaya dan bahasa agar menjadi ikon wisata di desa Balesari. Selain itu secara bertahap dalam jangka waktu 3 tahun, program Balesari Culture and Language juga akan melakukan konservasi budaya dan bahasa berbasis kearifan lokal yang terdapat di desa Balesari secara bertahap sebagai katalisator yang akan ikut mempercapat laju perkembangan Desa Wana Wisata Balesari.
BALESARI CULTURE AND LANGUAGE (BCL) SEBAGAI KATALISATOR DESA WANA WISATA BALESARI Farikah Faradisa; Yulia Esti Katrini; Imam Baihaqi
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.668 KB) | DOI: 10.21580/dms.2017.172.2001

Abstract

Wana Wisata of Balesari village has huge potential to be developed into a national and even international tourist village. Balesari village is also categorized as a virgin, and it still has many local wisdoms that can be a special attraction for domestic visitors and also foreign tourists if the community of Balesari can manage it properly and maximally.. The focus of the contribution of Tidar University to the community is to serve the community to support the development of rural areas, one of them is Wana Wisata of Balesari Village. The development of villages is focused on Balesari Culture and Language activities that is cultural and linguistic conservation that manifests in awareness of activities, training, and cultural and linguistic assistance to become a tourist icon in Balesari village. In addition gradually over a period of 3 years, Balesari Culture and Language programs will also conserve the culture and language based on local wisdom in the village of Balesari gradually as a catalyst that will participate in improving the development of Balesari Wana Tourism Village. Desa Wana Wisata Balesari memiliki potensi yang sangat besar untuk dapat dikembangkan menjadi sebuah desa wisata bertaraf nasional bahkan internasional. Desa Balesari juga dikategorikan masih perawan, masih terdapat banyak kearifan lokal yang dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung domestik apalagi wisatawan asing apabila masyarakat dapat mengelolanya dengan baik, maksimal, dan profesional. Fokus kontribusi Universitas Tidar kepada masyarakat adalah melakukan pengabdian kepada masyarakat untuk mendukung pembangunan wilayah perdesaan salah satunya adalah Desa Wana Wisata Balesari. Pembangunan desa tersebut difokuskan dalam kegiatan Balesari Culture and Language yaitu konservasi budaya dan bahasa yang mewujud dalam kegiatan penyadaran, pelatihan, dan pendampingan budaya dan bahasa agar menjadi ikon wisata di desa Balesari. Selain itu secara bertahap dalam jangka waktu 3 tahun, program Balesari Culture and Language juga akan melakukan konservasi budaya dan bahasa berbasis kearifan lokal yang terdapat di desa Balesari secara bertahap sebagai katalisator yang akan ikut mempercapat laju perkembangan Desa Wana Wisata Balesari.
PERAN TOKOH ALFIE DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS HIDUP MASYARAKAT PADA NOVEL ISRA’ MI’RAJ CINTA KARYA ROHMAT NURHADI ALKASTANI DAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN APRESIASI SASTRA DI SMA Rini Karyani Asmara; Yulia Esti Katrini; Imam Baihaqi
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 1 (2019): REPETISI Volume 2 Nomor 1
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkapkan peran tokoh Alfie dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat pada novel Isra’ Mi’raj Cinta karya Rohmat Nurhadi Alkastani, serta mengimplementasikan pembelajaran peran tokoh Alfie dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat di SMA. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sosiologi sastra. Metode dan teknik pengumpulan data menggunakan metode studi pustaka dilanjutkan dengan teknik kartu data. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan metode deskriptif analitik dan teknik analisis data yang disesuaikan dengan metode analisis data yaitu menganalisis teks dari novel. Hasil penelitian ini menunjukkan ada dua hal yang dilakukan oleh Alfie dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat. Pertama, peran Alfie secara langsung yaitu sebagai pengamalan ilmu, tanggung jawab, penasihat, motivator, rela berkorban, penolong, dan pembimbing. Kedua, peran Alfie secara tidak langsung adalah sebagai orang bertanggung jawab, penasihat, penolong, motivator, inspirator, dan dermawan. Penelitian ini dapat diimplementasikan pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA tepatnya dalam silabus kelas XII Kurikulum 2013 revisi tahun 2016 KD 3.9 menganalisis isi dan kebahasaan novel dan KD 4.9 merancang novel atau novelet dengan memerhatikan isi dan kebahasaan yang difokuskan pada materi pembelajaran analisis unsur ekstrinsik dalam novel dengan tahap pembelajaran apresiasi sastra berupa mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mengomunikasikan.Kata Kunci: Peran, Novel, Masyarakat, Implementasi Pembelajaran di SMA
Pola Pikir Koplak dalam Novel Koplak karya Oka Rusmini dan Formulasinya sebagai Materi Ajar Apresiasi Sastra di SMA Aprilia Dwi Sulistyaningsih; Fransiscus Xaverius Samingin; Imam Baihaqi
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 2 (2020): REPETISI VOLUME 3 NOMOR 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsi yang berjudul Pola Pikir Koplak dalam Novel Koplak karya Oka Rusmini dan Formulasinya sebagai Materi Ajar Apresiasi Sastra di SMA ini dilatarbelakangi oleh pola pikir yang dialami oleh tokoh utama. Pola pikir yang dialami oleh Koplak merupakan pola pikir yang digunakan oleh masyarakat pada umumnya yaitu secara logis, realistis, dan kritis. Selain itu dalam menyampaikan pemikiran-pemikiran tersebut disajikan secara karikatural. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) pola pikir Koplak tokoh utama dalam novel Koplak dan (2) memperoleh materi ajar tentang pola pikir tokoh utama dalam pembelajaran apresiasi sastra di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra dengan teori kategori wilayah pikir Sigmund Freud. Penyediaan data penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dan dengan menggunakan teknik kartu data sekunder berupa teks baik dalam kata, kalimat, dan paragraf. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan teknik analisis yang disesuaikan dengan metode analisis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 57 data dari 6 pola pikir yang dialami oleh Koplak. Dari ke-6 pola pikir yang ditemukan ini terdiri dari 8 data pola pikir tidak logis, 3 data pola pikir tidak realistis, 14 data pola pikir logis, 22 data pola pikir realistis, 4 pola pikir berdasarkan suara hati, dan 6 data pola pikir berdasarkan ego ideal. Dari hasil penelitian ini yang berupa deskripsi pola pikir tokoh utama dapat dijadikan sebagai materi ajar apresiasi sastra yang meliputi novel, unsur intrinsik dan unsuk ekstrinsik novel, dan kategori wilayah pikir serta bentuk-bentuk pola pikir tokoh utama dalam novel yang disesuaikan dengan KD 3.9 di kelas XII SMA.Kata Kunci: Pola pikir, materi ajar, psikologi sastra
Kritik Sosial dalam Lirik Lagu Album Best Of The Best Karya Iwan Fals sebagai Bahan Ajar Apresiasi Sastra di SMA Ade Safri Fitria; Astuty Astuty; Imam Baihaqi
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 1 (2021): REPETISI VOLUME 4 NOMOR 1
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu menemukan kritik sosial dalam lirik lagu Album Best Of The Best karya Iwan Fals dan mengimplementasikan hasil penelitian sebagai bahan ajar apresiasi sastra di SMA. Jenis pendekatan penelitian ini yakni pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode penelitian analisis deskriptif. Objek penelitian ini yakni kritik sosial dari video “Iwan Fals Lagu Terbaik Sepanjang Masa (Full Album Best Of The Best)” yang diunggah akun youtube Betta Ceria. Metode dan teknik penyediaan data yang digunakan ialah simak dan catat. Temuan kritik sosial dalam lirik lagu album Best Of The Best karya Iwan Fals ada 13 data meliputi 2 kritik sosial kemiskinan, 2 kritik sosial kejahatan, 1 kritik sosial disorganisasi keluarga, 1 kritik sosial generasi muda dalam masyarakat modern, 1 kritik sosial peperangan, 1 kritik sosial lingkungan hidup, dan 5 kritik sosial birokrasi. Hasil penelitian ini diformulasikan sebagai modul berdasarkan Kompetensi Dasar 3.17 dan 4.17 dalam kurikulum 2013 tentang menganalisis unsur pembangun puisi dan menulis puisi dengan memerhatikan unsur pembangunnya.Kata Kunci: Iwan Fals, kritik sosial, lirik lagu, unsur pembangun puisi
Kritik Sosial dalam Novel Kita, Kata, dan Cinta Karya Krisna Pabichara dan Implementasinya pada Pembelajaran Sastra di SMA Nor Anisa Kumaeroh; Imam Baihaqi; Fifit Firmadani
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 2 (2021): REPETISI VOLUME 4 NOMOR 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keunikan yang terdapat dalam novel Kita, Kata, dan Cinta karya Khrisna Pabichara. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan jenis-jenis kritik sosial dalam novel Kita, Kata, dan Cinta karya Khrisna Pabichara dan (2) mengimplementasikan hasil penelitian ke dalam pembelajaran sastra di SMA. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskripstif kualitatif. Penelitian ini berfokus pada kritik sosial sebagai objeknya. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Kita, Kata, dan Cinta karya Khrisna Pabichara. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah teknik baca dan teknik catat. Hasil penelitian ini menemukan 31 data, yaitu 11 kritik sosial masalah kebudayaan (bahasa), 3 kritik sosial masalah politik, 4 kritik sosial masalah ekonomi, 5 kritik sosial masalah kesenjangan sosial,  2 kritik sosial masalah keluarga, 3 kritik sosial masalah agama, 2 kritik sosial masalah moral, dan 1 kritik sosial masalah teknologi. Hasil penelitian ini diimplementasikan sebagai pembelajaran sastra berupa handout untuk kelas XII KD 3.8 dan 4.8.Kata Kunci: novel Kita, Kata, dan Cinta, kritik sosial, pembelajaran sastra
Tindak Tutur Direktif dalam Novel Wigati Karya Khilma Anis sebagai Materi Ajar Kebahasaan Teks Prosedur di SMA Septina Tri Huwaida; Fransiscus Xaverius Samingin; Imam Baihaqi
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 1 (2020): REPETISI VOLUME 3 NOMOR 1
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk memperoleh deskripsi bentuk-bentuk tindak tutur direktif dalam novel Wigati karya Khilma Anis dan memperoleh materi ajar materi ajar kebahasaan teks prosedur dari novel Wigati karya Khilma Anis. Data kebahasaan yang digunakan adalah kata, frasa, kalimat yang mengandung tindak tutur direktif untuk mencapai tujuan tersebut. Data diperoleh dengan menggunakan metode simak dan teknik catat. Selanjutnya, dianalisis dengan metode padan dan teknik Pilah Unsur Penentu (PUP). Hasil penelitian ini menunjukkan bentuk-bentuk Tindak Tutur Direktif (TTD) yang didasarkan pada teori Prayitno. Bentuk-bentuk tindak tutur direktif yang ditemukan berupa bentuk direktif perintah meliputi sub-TTD menyuruh, sub-TTD memaksa, sub-TTD menyilakan; bentuk direktif permintaan meliputi sub-TTD meminta dan sub-TTD memohon; bentuk direktif ajakan meliputi sub-TTD mengajak dan sub-TTD membujuk; bentuk direktif nasihat meliputi sub-TTD menasihati dan sub- TTD menyarankan; bentuk direktif kritikan meliputi sub-TTD menegur; serta bentuk direktif larangan meliputi sub-TTD melarang dan sub-TTD mencegah. Adapun materi ajar yang diperoleh dari penelitian ini berupa penyusunan handout yang di dalamnya mencakup materi konseptual dan faktual, kelas XI pada Kompetensi Dasar (KD) 3.2 menganalisis kebahasaan dan struktur teksprosedur.Kata Kunci: tindak tutur direktif, novel Wigati, mateir ajar.
Dekonstruksi Tokoh Kompleks Franklin Clarke dalam Novel Pembunuhan ABC karya Agatha Christie sebagai Materi Ajar Sastra di SMA Gerry Aby Althalarik; Fransiscus Xaverius Samingin; Imam Baihaqi
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 2 (2020): REPETISI VOLUME 3 NOMOR 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pendekatan struktural yang dinilai fundamental dan tidak mau menerima aspek-aspek yang mempengaruhi terbentuknya hasil tulisan yang utuh. Kelemahan pendekatan tersebut dapat ditinjau dari pengkajian beberapa aspek yang membangun   karya    sastra, salah satunya ialah tokoh. Pengkajian tokoh menggunakan pendekatan struktural   mempunyai   kelemahan karena hanya dapat mengkaji satu sisi kehidupannya saja.  Kenyataannya, setiap manusia mempunyai dua sisi kehidupan. Sisi yang pertama ialah sisi baik dan yang kedua ialah sisi buruk.  Oleh karena itu, muncullah teori dekonstruksi sastra. Pendekatan dekonstruksi muncul untuk mengkaji makna tersembunyi di balik penangkapan struktural. Sumber data yang telah dianalisis menggunakan pendekatan dekonstruksi ialah novel Pembunuhan ABC karya Agatha Christie. Tujuan  penelitian ini yaitu: (1)  mendeskripsikan dekonstruksi tokoh kompleks Franklin Clarke pada  novel Pembunuhan  ABC karya  Agatha Christie dan  (2)  menyusun materi ajar  sastra di SMA menggunakan dekonstruksi tokoh  kompleks Franklin Clarke dalam novel Pembunuhan  ABC karya  Agatha Christie. Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan data berupa dialog, narasi berupa kalimat, dan paragraf yang mengandung dekonstruksi karakter tokoh Franklin Clarke.  Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data ialah metode studi pustaka dengan teknik kartu data, sedangkan untuk menganalisis data digunakan metode deskriptif dengan teknik analisis teks. Hasil dari penelitian ini berupa deskripsi-deskripsi tentang dekonstruksi tokoh kompleks yang tersembunyi di dalam teks.  Hasil tersebut kemudian dijadikan formula untuk menyusun bahan ajar supaya dapat dipelajari oleh siswa SMA, terutama kelas XII pada KD 3.9 dan 4.9.Kata Kunci: dekonstruksi, tokoh  kompleks, Pembunuhan  ABC, Agatha Christie, materi pembelajaran sastra di SMA.
Makna Gerak dan Watak Tokoh dalam Kolaborasi Drama dan Tari Soreng Lakon Haryo Penangsang Mbalela sebagai Bahan Ajar Pembelajaran Drama di SMA Tatik Fitri Kuswanti; Mursia Ekawati; Imam Baihaqi
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 1 (2021): REPETISI VOLUME 4 NOMOR 1
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul Makna Gerak dan Watak Tokoh dalam Kolaborasi Drama dan Tari Soreng Lakon Haryo Penangsang Mbalela sebagai Bahan Ajar Pembelajaran Drama di SMA dilatarbelakangi oleh adanya pementasan kolaborasi antara drama dan tari pada kesenian soreng. Kolaborasi drama dan tari lakon Haryo Penangsang Mbalela ini dipilih karena terdapat gerakan-gerakan yang menunjukkan suatu makna yang menyampaikan pesan tertentu. Drama yang terdapat didalamnya juga menunjukkan bagaimana perwatakan serta alur sejarah soreng. Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah pada penelitian ini adalah (1) Apa makna gerak dalam kolaborasi drama dan tari soreng lakon “Haryo Penangsang Mbalela”?; (2) Bagaimana watak tokoh dalam kolaborasi drama dan tari soreng lakon “Haryo Penangsang Mbalela?; (3) Bagaimana implementasi makna gerak dan watak tokoh dalam kolaborasi drama dan tari soreng lakon “Haryo Penangsang Mbalela”?. Tujuan penelitian ini yaitu (1) Menghasilkan deskripsi makna gerak dan watak tokoh dalam kolaborasi drama dan tari lakon “Haryo Penangsang Mbalela”.; (2) Mendeskripsikam watak tokoh dalam kolaborasi drama dan tari soreng lakon “Haryo Penangsang Mbalela”.; (3) Mengimplementasikan hasil makna gerak dan watak tokoh dalam kolaborasi drama dan tari soreng lakon “Haryo Penangsang Mbalela” dalam pembelajaran drama di SMA. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu semiotika, lakuan, tari, penokohan, dan pembelajaran drama. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode penelitian deskriptif.  Penelitian ini terfokuskan terhadap makna gerak dan watak tokoh sebagai objeknya. Sumber data penelitian ini adalah video yang ditranskripkan menjadi naskah drama, wawancara yang sitranskripkan, serta foto. Wujud data berupa naskah drama, transkrip wawancara, dan foto yang menunjukan makna gerak dan watak tokoh. Metode penyediaan data yang digunakan adalah metode observasi lapangan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, makna gerak dalam kolaborasi drama dan tari soreng dapat ditemukan 10 data yang mencakup (1) Gerak Tegap; (2) Gerak Paseban; (3) Gerak Penghormatan; (4) Gerak Manembah; (5) Gerak Sembahan; (6) Gerak Nusung Pawarta; (7) Gerak Tameng Jaja (8) Gerak Siap Siaga; (9) Gerak Kentrangan; (10) Gerak Pamungkas. Penggambaran watak tokoh dalam kolaborasi drama dan tari soreng ditemukan data yang meliputi (1) Penggambaran watak Haryo Penangsang yang menggambarkan watak pemarah, tidak sabaran, takabur, sombong, merendahkan orang lain, lalai, dan ceroboh; (2) Penggambaran watak tokoh Prameswari yang menggambarkan watak penurut terhadap perintah suami dan lemah lembut; (3)Penggambaran watak prajurit soreng yang menggambarkan watak patuh dengan pemimpinnya, pemberani, dan cerdik; (4) Penggambaran watak Rangga Mentaun yang menggambarkan watak penurut terhadap perintah Haryo Penangsang dan penyabar; (5) Penggambaran watak Sunan Kudus yang menggambarkan watak penasihat, licik dan pilih kasih; (6) Penggambaran watak Sultan Hadiwijaya yang menggambarkan watak dermawan, bijaksana, dan penyabar; (7) Penggambaran watak Pemanahan yang menggambarkan watak peduli dan selalu membela kebenaran; (8) Penggambaran watak pekatik yang menggambarkan watak penurut terhadap perintah pemimpinnya. Hasil penelitian tersebut dapat diimplementasikan oleh guru dan peserta didik dalam menganilis unsur intrinsik dan ekstrinsik drama yang tercantum dalam KD 3.18 Mengidentifikasi  alur cerita, babak demi babak, dan konflik dalam drama yang dibaca dan ditonton dan 4.18 Mempertunjukan salah satu tokoh dalam drama yang dibaca atau ditonton secara lisan.Kata Kunci: unsur intrinsik dan ekstrinsik, makna gerak, watak tokoh, kolaborasi drama dan tari
KARAKTERISTIK TRADISI MITONI DI JAWA TENGAH SEBAGAI SEBUAH SASTRA LISAN imam baihaqi
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 2 (2017): Arkhais: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1991.997 KB) | DOI: 10.21009/ARKHAIS.082.05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan karakteristik tradisi mitoni yang terdapat di Jawa Tengah sebagai salah satu jenis sastra lisan. Karakteristik dalam tradisi mitoni yang ada di Jawa Tengah tersebut dapat diuraikan dan dianalisis dengan teori sastra lisan Ruth Finnegan yang berkaitan dengan komponen dalam sebuah pertunjukan sastra lisan. Kajian ini diharapkan dapat membuat karakterisasi budaya dan mengangkat kembali tradisi mitoni yang selama ini mungkin semakin terasingkan oleh masyarakatnya sendiri sebagai salah satu dampak dari globalisasi dan modernisasi. Hal yang dikaji dalam penelitian ini adalah komponen-komponen dalam tradisi mitoni berupa: penutur, properti, partisipan, dan bacaan atau doa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif sintesis. Kata kunci: karakteristik mitoni, tradisi mitoni di Jawa Tengah, komponen sastra lisan