Claim Missing Document
Check
Articles

Makna Gerak dan Watak Tokoh dalam Kolaborasi Drama dan Tari Soreng Lakon Haryo Penangsang Mbalela sebagai Bahan Ajar Pembelajaran Drama di SMA Tatik Fitri Kuswanti; Mursia Ekawati; Imam Baihaqi
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 1 (2021): REPETISI VOLUME 4 NOMOR 1
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul Makna Gerak dan Watak Tokoh dalam Kolaborasi Drama dan Tari Soreng Lakon Haryo Penangsang Mbalela sebagai Bahan Ajar Pembelajaran Drama di SMA dilatarbelakangi oleh adanya pementasan kolaborasi antara drama dan tari pada kesenian soreng. Kolaborasi drama dan tari lakon Haryo Penangsang Mbalela ini dipilih karena terdapat gerakan-gerakan yang menunjukkan suatu makna yang menyampaikan pesan tertentu. Drama yang terdapat didalamnya juga menunjukkan bagaimana perwatakan serta alur sejarah soreng. Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah pada penelitian ini adalah (1) Apa makna gerak dalam kolaborasi drama dan tari soreng lakon “Haryo Penangsang Mbalela”?; (2) Bagaimana watak tokoh dalam kolaborasi drama dan tari soreng lakon “Haryo Penangsang Mbalela?; (3) Bagaimana implementasi makna gerak dan watak tokoh dalam kolaborasi drama dan tari soreng lakon “Haryo Penangsang Mbalela”?. Tujuan penelitian ini yaitu (1) Menghasilkan deskripsi makna gerak dan watak tokoh dalam kolaborasi drama dan tari lakon “Haryo Penangsang Mbalela”.; (2) Mendeskripsikam watak tokoh dalam kolaborasi drama dan tari soreng lakon “Haryo Penangsang Mbalela”.; (3) Mengimplementasikan hasil makna gerak dan watak tokoh dalam kolaborasi drama dan tari soreng lakon “Haryo Penangsang Mbalela” dalam pembelajaran drama di SMA. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu semiotika, lakuan, tari, penokohan, dan pembelajaran drama. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode penelitian deskriptif.  Penelitian ini terfokuskan terhadap makna gerak dan watak tokoh sebagai objeknya. Sumber data penelitian ini adalah video yang ditranskripkan menjadi naskah drama, wawancara yang sitranskripkan, serta foto. Wujud data berupa naskah drama, transkrip wawancara, dan foto yang menunjukan makna gerak dan watak tokoh. Metode penyediaan data yang digunakan adalah metode observasi lapangan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, makna gerak dalam kolaborasi drama dan tari soreng dapat ditemukan 10 data yang mencakup (1) Gerak Tegap; (2) Gerak Paseban; (3) Gerak Penghormatan; (4) Gerak Manembah; (5) Gerak Sembahan; (6) Gerak Nusung Pawarta; (7) Gerak Tameng Jaja (8) Gerak Siap Siaga; (9) Gerak Kentrangan; (10) Gerak Pamungkas. Penggambaran watak tokoh dalam kolaborasi drama dan tari soreng ditemukan data yang meliputi (1) Penggambaran watak Haryo Penangsang yang menggambarkan watak pemarah, tidak sabaran, takabur, sombong, merendahkan orang lain, lalai, dan ceroboh; (2) Penggambaran watak tokoh Prameswari yang menggambarkan watak penurut terhadap perintah suami dan lemah lembut; (3)Penggambaran watak prajurit soreng yang menggambarkan watak patuh dengan pemimpinnya, pemberani, dan cerdik; (4) Penggambaran watak Rangga Mentaun yang menggambarkan watak penurut terhadap perintah Haryo Penangsang dan penyabar; (5) Penggambaran watak Sunan Kudus yang menggambarkan watak penasihat, licik dan pilih kasih; (6) Penggambaran watak Sultan Hadiwijaya yang menggambarkan watak dermawan, bijaksana, dan penyabar; (7) Penggambaran watak Pemanahan yang menggambarkan watak peduli dan selalu membela kebenaran; (8) Penggambaran watak pekatik yang menggambarkan watak penurut terhadap perintah pemimpinnya. Hasil penelitian tersebut dapat diimplementasikan oleh guru dan peserta didik dalam menganilis unsur intrinsik dan ekstrinsik drama yang tercantum dalam KD 3.18 Mengidentifikasi  alur cerita, babak demi babak, dan konflik dalam drama yang dibaca dan ditonton dan 4.18 Mempertunjukan salah satu tokoh dalam drama yang dibaca atau ditonton secara lisan.Kata Kunci: unsur intrinsik dan ekstrinsik, makna gerak, watak tokoh, kolaborasi drama dan tari
KARAKTERISTIK TRADISI MITONI DI JAWA TENGAH SEBAGAI SEBUAH SASTRA LISAN imam baihaqi
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 2 (2017): Arkhais: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1991.997 KB) | DOI: 10.21009/ARKHAIS.082.05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan karakteristik tradisi mitoni yang terdapat di Jawa Tengah sebagai salah satu jenis sastra lisan. Karakteristik dalam tradisi mitoni yang ada di Jawa Tengah tersebut dapat diuraikan dan dianalisis dengan teori sastra lisan Ruth Finnegan yang berkaitan dengan komponen dalam sebuah pertunjukan sastra lisan. Kajian ini diharapkan dapat membuat karakterisasi budaya dan mengangkat kembali tradisi mitoni yang selama ini mungkin semakin terasingkan oleh masyarakatnya sendiri sebagai salah satu dampak dari globalisasi dan modernisasi. Hal yang dikaji dalam penelitian ini adalah komponen-komponen dalam tradisi mitoni berupa: penutur, properti, partisipan, dan bacaan atau doa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif sintesis. Kata kunci: karakteristik mitoni, tradisi mitoni di Jawa Tengah, komponen sastra lisan
INOVASI MEDIA PEMBELAJARAN DARING BAGI SISWA SEKOLAH DASAR DI BUTUH DESA SENDEN KECAMATAN MUNGKID Nurul Afni Anggraeni; Hartatik Hartatik; Susi Nurhidayati; Nadya Tri Puji Prasetya; Imam Baihaqi
ABDIPRAJA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol 2, No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.569 KB) | DOI: 10.31002/abdipraja.v2i1.3628

Abstract

Pendidikan di Indonesia kini tengah mengalami perubahan yang cukup besar dikarenakan kegiatan belajar mengajar yang terpaksa dilaksanakan secara daring sebagai imbas dari munculnya pandemi Corona Virus Disease (Covid-19). Seluruh siswa dan tenaga kependidikan memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan perubahan sistem pembelajaran yang selama ini dilaksanakan melalui kelas tatap muka. Hal tersebut menjadi salah satu faktor yang menjadikan pembelajaran daring berjalan kurang efektif. Masalah tersebut juga ditemukan di Dusun Butuh, Desa Senden, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang. Di MI Muhammadiyah Butuh yang terletak di Dusun Butuh kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan sistem daring, tatap muka, dan guru berkeliling. Di sekolah tersebut ditemukan bahwa terdapat berbagai tantangan dalam menyelenggarakan kegiatan pembelajaran daring secara efektif, mulai dari terbatasnya sumber daya manusia dalam pemanfaatan teknologi pendidikan, terbatasnya kompetensi guru dalam menggunakan aplikasi pembelajaran, hingga rendahnya pengetahuan dan keterampilan peserta didik dalam menggunakan aplikasi pembelajaran. Diadakannya program pelatihan pembelajaran daring akan dapat membantu mengatasi masalah tersebut. Program yang diberi nama "Mabar" (Main dan Belajar) yang dijalankan sebagai kegiatan KKN Tematik di Dusun Butuh dirancang untuk mengajak pihak sekolah/tenaga kependidikan bersama-sama mempelajari pemanfaatan dan penggunaan teknologi pendidikan serta aplikasi pembelajaran agar pembelajaran daring dapat berjalan lebih efektif. Kegiatan tersebut dilakukan dengan mengginakan metode demonstrasi dan metode latihan keterampilan yang memungkinkan peserta memahami penggunaan aplikasi pembelajaran dan pemanfaatan teknologi pendidikan menggunakan contoh/peragaan. Peserta juga dapat belajar dengan membuat, merancang, atau memanfaatkan aplikasi pembelajaran dan teknologi pendidikan secara mandiri. Melalui kegiatan pelatihan ini pendidik dapat meningkatkan pengetahuan dan kompetensi dalam pemanfaatan aplikasi pembelajaran. Anak-anak di Dusun Butuh yang merupakan siswa kelas 4, 5, dan 6 sekolah dasar dapat lebih mengenal dan meningkatkan keterampilannya dalam penggunaan aplikasi pembelajaran daring dan pemanfaatan teknologi pendidikan. Melalui pelaksanaan program "Mabar" ini baik peserta didik maupun pendidik dapat menggunakan aplikasi WhatsApp, Zoom Meeting, Google Form, dan Google Classroom yang telah diajarkan pada kegiatan pelatihan tersebut.
PELAYANAN ADMINISTRASI DESA BERBASIS ONLINE DI DESA PAREMONO Fina Oktaviana; Opi Hanidian; Busthomi Senko Aji; Imam Baihaqi
ABDIPRAJA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol 1, No 1 (2020): September
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.062 KB) | DOI: 10.31002/abdipraja.v1i1.3205

Abstract

Pelatihan dan sosialisasi pelayanan  administrasi  berbasis  daring  di  Desa  Paremono  dilakukan dengan melibatkan perangkat dan kasi desa mengunakan metode Participatory Learning And Action atau metode belajar sambil bekerja. Rumusan masalah dan fokus dalam kegiatan pengabdian ini adalah bagaimana sosialisasi dan dan pelatihan administrasi pemerintahan desa khususnya dalam bidang  surat-menyurat  dapat  terlaksana  dengan  baik  sehingga  kesulitan  administratif  selama pandemi Covid-19 dapat teratasi. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah   a)Memberdayakan aparatur dan kasi desa agar lebih tetap produktif selama pandemi,b) Meningkatkan pengetahuan aparatur dan kasi desa serta masyarakat,c)Mendorong tertib administrasi selama pandemi Covid-19. Pelaksanaan pengabdian ini dibagi menjadi tiga tahap yaitu, 1)persiapan meliputi perizinan,wawancara dan diskusi, 2) yaitu pelaksanaan kegiatan, Tim KKN melakukan sosialisasi dengan   cara   mengakses   dan   menggunakan   pelayanan   administrasi   desa   berbasis   online menggunakan media aplikasi online berupa Linktree, Google Form, dan Whatsapp dan 3) evaluasi yang melibatkan kepala desa dan perangkat desa yang bersangkutan. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa aspek pemahaman perangkat desa adalah 65%, sikap  aparatur dan kasi pemerintahan 80% serta kemampuan ketrampilan perangkat desa adalah 78% dan diperoleh rata- rata 74% dari hasil keseluruhan.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN LINGKUNGAN HIDUP BERVISI KONSERVASI DENGAN PENDEKATAN SCIENTIFIC SKILL PADA PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK DI SEKOLAH Baihaqi, Imam; Prasetyo, Andreas Priyono Budi; Retnoningsih, Amin
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 44, No 2 (2015): September 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v44i2.6677

Abstract

Pembelajaran IPA di SMP Negeri 13 Magelang selama ini belum menerapkan pembelajaran bervisi konservasi dengan pendekatan scientific skill. Pembelajaran masih menggunakan metode ceramah sehingga kurang aplikatif dan kurang memotivasi siswa dalam belajar Hal ini menyebabkan karakter konservasi siswa belum berkembang dengan baik. Oleh sebab itu perlu dikembangkan perangkat pembelajaran biologi bervisi konservasi dengan pendekatan scientific skill melalui pengolahan sampah organik di sekolah dan menguji efektifitas serta kepraktisan perangkat pembelajaran untuk menanamkan nilai-nilai konservasi siswa. Metode yang digunakan adalah Research and Development dengan menganalisis kebutuhan kemudian mengembangkan produk dan diuji validitas, efektivitas, dan kepraktisanya hingga diperoleh produk final. Produk yang dikembangkan adalah perangkat pembelajaran bervisi konservasi  dengan pendekatan scientific skill yang  meliputi silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), bahan ajar, lembar diskusi siswa (LDS), dan lembar penilaian scientific skill. Hasil penelitian berupa perangkat pembelajaran IPA materi lingkungan hidup bervisi konservasi dengan pendekatan scientific skill pada pengolahan sampah organik di sekolah cukup valid, praktis dan efektif untuk diterapkan dalam proses pembelajaran. Hasil uji coba menunjukkan rata-rata respon siswa 97,57% atau sangat baik,  rata-rata nilai  scientific skills siswa  3,53 atau baik, hasil  t-test menunjukkan sig = 0,001 = 0,1% 5 % dan nilai rata-rata  konservasi siswa sebesar 89,43 berada dalam kategori sangat baik.   Science teaching learning at Sekolah Menengah Pertama Negeri  13 Magelang at present has not applied yet the conservation  vision, using scientific skill approaches. Teaching learning process still uses lecturing methods, consequently it is not applicative and motivating students. It also makes student conservation character is not developed yet. Because of the needs, this study was aimed at developing science teaching tools grounded in conservation using scientific skill approaches through student activity ‘making compost’ at schools, and  testing its effectiveness and practicability, in terms of  student conservation values.  The method used is research and development by analyzing needs and then develop products and test their validity, effectiveness, and convenience to the final product obtained. products developed are learning devices visionary approach to conservation with scientific skills include syllabi, lesson plans, teaching materials, sheet student discussions, and scientific skills assessment sheet. The results of the research are: the science learning device of living space in conservational vision using scientific skill approach is valid, practice and effective to apply in teaching learning process. The result of the experiment shows the average of students responses 97. 57% (very good), the average of students scientific skill values 3.53 (good), The result of T-test shows sig = 0.001 = 0.1% 5% and The average of students conservation values 89.43 in very good category. 
PERANCANGAN MODEL BISNIS PRODUCT SERVICE SYSTEM (PSS) PADA BUS LISTRIK Ardhian, Adib; Baihaqi, Imam
JISO : Journal of Industrial and Systems Optimization Vol. 6 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/jiso.v6i2.95-101

Abstract

Electric Bus is the EV (Electric Vehicle) product which supporting the green energy program. EV buses have short life cycle and suitable for city mass rapid transport. This research used Integrated Methodology into Business Model Canvas (BMC) to provide PSS on EV bus products. This business model has been translated to customer and company needs. This research was developed by modifying the input data information using Multi-layer Quality Function Deployment (QFD) and AHP method, which integrates customer and company needs. The result are 3 (three) business models of PSS, which represent business models M1- Product Oriented, M2-User Oriented, and M3-Result Oriented. There is business model M3-Result Oriented (Availability sarana/Buy the service) which recommended to be applied to the company. This model looks attractive for the customer because they don’t need to invest the product and it can optimize the operational cost. By this business model the company has more potential projects and repetitive revenue that the company can be achieved. Bus Listrik merupakan salah satu segmen produk EV (Electric Vehicle) yang mendukung program green energy pemerintah. Bus Listrik memiliki usia peremajaan yang relative singkat, serta sangat cocok digunakan untuk tranportasi masal perkotaan. Pada penelitian ini menggunakan Integrated methodology dalam perancangan Bisnis Model Canvas (BMC) untuk mendapatkan model bisnis PSS untuk segmen produk bus listrik. Pada model bisnis ini telah diterjemahkan tidak hanya kebutuhan pelanggan tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan perusahaan. Penelitian ini dibuat dengan melakukan modifikasi pada input informasi data awal dengan mengunakan Multi layer  Quality Function Deployment (QFD) dan AHP yang diintegrasikan antara kebutuhan pelanggana dan perusahaan.  Dari Hasil penelitian didipatkan 3 (tiga) model bisnis PSS yang mewakili bentuk bisnis model M1- Product Oriented, M2-User Oriented, dan M3-Result Oriented terdapat 1 (satu) model yang paling direkomendasikan untuk diaplikasikan oleh perusahaan yaitu model bisnis 3 (tiga) (Availibilty sarana/Buy the service). Model ini dipandang attractive bagi pelanggan karena pelanggan tidak perlu berinvestasi atas sarana serta dapat mengoptimalisasikan biaya operasi. Dengan model bisnis ini perusahaan memiliki potensi proyek dan pendapatan yang lebih banyak dan repetitif yang dapat diterima oleh perusahaan.
OPPORTUNITIES AND CHALLENGES OF DIGITAL SUPPLY CHAIN: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW USING SCOR FRAMEWORK Salahudin, Muhammad Saad; Baihaqi, Imam; Liu, Yen-Ching
TRANSEKONOMIKA: AKUNTANSI, BISNIS DAN KEUANGAN Vol. 4 No. 5 (2024): September 2024
Publisher : Transpublika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55047/transekonomika.v4i5.717

Abstract

Firms are increasingly integrating digital technology into their supply network systems for the purpose of attain global competitiveness. The utilization of digital technology has resulted in the Rise of a new supply chain management system known as the digital supply chain. Many parties believe that digital supply chain has several opportunities for companies, however, a number of researchers argues that the dependence on digital technology in the worldwide supply chain is accompanied by substantial obstacles. Therefore, this study intends to understand the opportunities and difficulties of digital supply chain and identify the future research agenda in this research area to develop better digital supply chain concepts and implementations. This research conducted systematic literature review through content analysis based on five dimensions in the SCOR model, which is plan, source, make, deliver, and return dimension. The analysis in this research finds that digital supply chain can enhances demand forecasting and product development in plan dimension, enables supplier selection and procurement automation in source dimension, facilitates smart and additive manufacturing in make dimension, optimizes inventory management, order management, transportation and logistics management in deliver dimension, as well as supports closed loop supply chain or circular economy in return dimension. However, the lack of infrastructure, policy, and coordination, along with financial, technical, and technological barrier, has become the common challenges of digital supply chain. Cybersecurity issue is also another main issue of the digital supply network. Through this analysis, the future research agenda can finally be taken in this research.
Representasi Novel Siti Nurbaya sebagai Pengejawantahan Mimikri Budaya Diadara, Nova -; Baihaqi, Imam
TRANSFORMATIKA Vol 6, No 1 (2022): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v6i1.5648

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan Representasi Novel Siti Nurbaya sebagai Pengejawantahan Mimikri Budaya dengan menggunakan perspektif Strkturalisme Genetik. Mimikri budaya tersebut diuraikan dan dianalisis dengan teori sosiologi sastra khususnya strukturalisme genetik. Hal yang dikaji dalam penelitian ini adalah nasionalisme, adat, dan budaya yang terejawantahkan dalam karya sastra terutama novel Siti Nurbaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif sintesis. Kata Kunci: representasi novel siti nurbaya, mimikri, budayaAbstractThis study aims to reveal the Representation of Siti Nurbaya's Novel as the Embodiment of Cultural Mimicry by using the perspective of Genetic Structuralism. The cultural mimicry is described and analyzed with the sociological theory of literature, especially genetic structuralism. The things studied in this study are nationalism, customs, and culture which are embodied in literary works, especially the novel Siti Nurbaya. The method used in this research is descriptive qualitative. The data was collected by means of a literature study, while the data analysis was carried out by means of a descriptive synthesis.Keywords: novel siti nurbaya representation, mimikri, culture
Pengembangan Literasi Dongeng Lima Gunung (LIDOMAGU) Berbasis Digital Online di Masa Pandemi Covid-19 dalam Rangka Mendukung MBKM Nugraheni, Molas Warsi; Baihaqi, Imam
Kajian Bahasa dan Sastra (KABASTRA) Vol. 1 No. 1 (2021): Kajian Bahasa dan Sastra (KABASTRA)
Publisher : UPA Bahasa Universitas Tidar And HISKI Kedu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.795 KB) | DOI: 10.31002/kabastra.v1i1.3

Abstract

This study aims to develop LIDOMAGU online digital learning media and find out the implementation of LIDOMAGU in supporting MBKM in the PBSI Untidar. This research uses mixed-method research with research and development (R & D) design and qualitative data analysis. The research phase uses the Romiszowski (1996) design with the name ADDIE development model with the steps (1) analysis (2) design (3) development (4) implementation and (5) evaluation. The product is developed using an application maker application, namely appsgeyser which can be downloaded via an android device at the address https://appsgeyser.com and a display design using the Canva application. The product is validated with 3 validation tests, namely content validation, learning design validation and media validation. The average score obtained is 88 which is in the valid category.
Budaya Jawa dalam Cerpen Mencicipi Semesta Karya Riska Dyah Oktaviani Kidungjati, Kedasih; Pranata, Gigih Bayu; Baihaqi, Imam
Kajian Bahasa dan Sastra (KABASTRA) Vol. 3 No. 1 (2023): Kajian Bahasa dan Sastra (KABASTRA)
Publisher : UPA Bahasa Universitas Tidar And HISKI Kedu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kabastra.v3i1.26

Abstract

Literature is a form of creative activity in which there are cultural elements. Literature can be divided into written literature or oral literature. Meanwhile, culture is a way of life or living habits that develop in society and are passed down from generation to generation. Culture is formed from complex elements, namely religious systems, politics, customs, practices, language, buildings, clothing and works of art. A short story is a literary work written briefly that tells a conflict or event. This research aims to analyze Javanese culture contained in the short story entitled "Mencicip Semesta" by Riska Dyah Oktaviani. In conducting this research, researchers used qualitative descriptive research methods. The subject of this research is the short story "Mencicip Semesta" by Riska Dyah Oktaviani. This research focuses on Javanese culture contained in the short story "Mencicip Semesta" by Riska Dyah Oktaviani. The data source in this research is the short story "Mencicip Semesta" by Riska Dyah Oktaviani. Data collection is done using reading and note-taking techniques. The results of the research show that (1) The short story "Mencicip Semesta" contains Javanese culture, especially Solo and Yogyakarta. (2) The culture contained is the culture of kissing hands, traditional houses in the form of Rumah Joglo, traditional food in the form of Selat Solo and Gudeg, traditional performances and the use of Javanese.