Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pelatihan Peningkatan Kualitas Pembelajaran Berbasis Portofolio Pada Guru PPKn SMP/MTs di Kabupaten Tanah Laut Mariatul Kiptiah; Nurul Huda
Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Pengabdian Masyarakat (DIMASY)
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/yhcsfa47

Abstract

Pembelajaran berbasis portofolio merupakan suatu praktik dalam pembelajaran, yaitu inovasi pembelajaran yang dibuat untuk membantu peserta didik memahami materi pembelajaran secara mendalam dan luas melalui pengembangan materi yang telah dikaji dikelas dengan menggunakan berbagai sumber bacaan, referensi, dan informasi lainnya. Pengembangan materi tersebut dapat dilakukan dengan melakukan tinjauan materi yang disajikan oleh guru. Oleh karena itu model pembelajaran dapat diterapkan dalam pembelajaran yang menuntut siswa mencari informasi lalu dikumpulkan menjadi sebuah laporan portofolio.
STRATEGI PENGURUS ASRAMA MAHASISWI AGUNG III BANJARMASIN DALAM MENINGKATKAN SOLIDARITAS SOSIAL Mawaddah Mawaddah; Nurul Huda
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 9, No 2 (2026)
Publisher : Sociology of Religion Study Program, Faculty of Social Sciences, North Sumatra State Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jisa.v9i2.30008

Abstract

This study discusses social solidarity at the Agung III Female Students' Dormitory in Banjarmasin, particularly regarding the dormitory administrators' strategies in enhancing social solidarity among the residents. This study aims to describe the forms of social solidarity, the strategies of dormitory management in enhancing social solidarity, as well as the supporting and inhibiting factors. The research uses a qualitative method with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. Informants were selected using purposive sampling technique. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing, while data validity was tested through triangulation, increase of diligence, and member checking. The research results indicate that social solidarity is formed through joint activities such as worship, mutual cooperation, cooking, and eating together, which foster a sense of togetherness, care, and cooperation among residents. Dormitory administrators enhance solidarity through activity planning, task distribution, open communication, enforcement of rules, and deliberation in conflict resolution. Supporting factors include joint activities, good communication, cooperation, and a sense of togetherness, while inhibiting factors include personal busyness, low participation, individualistic attitudes, conflicts among residents, and difficulties in adapting for new residents.
EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TERHADAP REMAJA SEKOLAH SEBAGAI LANGKAH PENCEGAHAN DIARE DI DESA PEMATANG PANJANG Pardi Affandi; Thresye; Nurul Huda; Oni Soesanto; Yeni Rahma Oktaviani; Wahyu Tri Utami; Lia Hikmawati
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 8 (2026): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Agustus 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v3i8.2841

Abstract

Penyakit diare akibat buruknya higienitas dan jajanan tidak sehat masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan terutama pada remaja sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan memicu kesadaran siswa mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai langkah pencegahan diare. Mitra sasaran program ini adalah para siswa di SMPN 3 Gambut. Metode pelaksanaan yang diterapkan meliputi pemaparan materi interaktif, serta simulasi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) secara langsung bersama narasumber. Kegiatan ini berhasil menumbuhkan komitmen mandiri di kalangan remaja sekolah untuk menerapkan kebersihan dan memilih konsumsi pangan yang higienis demi menekan angka frekuensi penyakit diare secara berkelanjutan.
PERAN BEM ULM DALAM MENGUATKAN SIKAP INCLUSIVE CITIZENSHIP MELALUI KEGIATAN BAHASA ISYARAT DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT Asmanidar Ulfah; Nurul Huda
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 3 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i3.8536

Abstract

Komunikasi inklusif merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah bagi seluruh mahasiswa, termasuk mahasiswa Tuli, namun masih terdapat hambatan komunikasi yang berdampak pada terbatasnya interaksi sosial di lingkungan kampus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pelatihan bahasa isyarat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lambung Mangkurat, mengkaji kontribusinya dalam menguatkan sikap inclusive citizenship mahasiswa, serta mengidentifikasi tantangan pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi serta analisis data melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) BEM ULM berperan aktif dalam merancang dan melaksanakan pelatihan bahasa isyarat sebagai sarana komunikasi inklusif (2) pelatihan meningkatkan kemampuan komunikasi mahasiswa dengan mahasiswa Tuli serta menumbuhkan empati dan kesadaran sosial dan (3) kegiatan tersebut berkontribusi dalam membentuk sikap kewarganegaraan inklusif melalui penghargaan terhadap perbedaan, partisipasi aktif, dan tanggung jawab sosial. Secara singkat, pelatihan bahasa isyarat menjadi media strategis dalam memperkuat nilai inclusive citizenship, meskipun masih terdapat kendala pada pemahaman awal, sumber daya, dan keberlanjutan program. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peran BEM ULM melalui pelaksanaan kegiatan pelatihan bahasa isyarat memberikan kontribusi yang signifikan dalam menguatkan komunikasi inklusif di lingkungan kampus, sekaligus berperan dalam membentuk dan mengembangkan sikap kewarganegaraan inklusif mahasiswa yang ditunjukkan melalui peningkatan empati, penghargaan terhadap perbedaan, serta partisipasi aktif dalam kehidupan sosial kampus.
PERAN GURU PENDIDIKAN PANCASILA DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI BELAJAR SISWA MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL "WHO WHANTS TO BE A MILLIONARE" Mayada Mayada; Nurul Huda
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 3 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i3.8840

Abstract

Mata pelajaran Pendidikan Pancasila perlu untuk didesain menyenangkan agar meningkatkan partisipasi siswa dalam belajar, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi digital untuk gamifikasi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran guru Pendidikan Pancasila dalam mengimplementasikan media pembelajaran digital “Who Wants to be a Millionare” dalam rangka meningkatkan partisipasi siswa kelas VII A SMP Negeri 21 Banjarmasin. Digunakan metode kualitatif untuk mengkaji temuan secara mendalam. Data temuan terkumpul melalui observasi langsung aktivitas pembelajaran dengan media digital, wawancara mendalam dengan sumber data, dan studi dokumen yang menguatkan hasil temuan. Data dianalisis dengan memilah data, menyajikannya secara runtut, dan menyimpulkan temuan yang menjawab rumusan. Ditemukan bahwa peran guru pendidikan pancasila dalam menggunakan media pembelajaran digital “Who Whants to be a Millionare” di SMP Negeri 21 Banjarmasin berhasil menjalankan perannya sebagai pendidik dan pembimbing, fasilitator, motivator dan evaluator dalam meningkatkan partisipasi belajar peserta didik. Disarankan pihak sekolah dapat meningkatkan infrastruktur digital secara terencana dan berkelanjutan khususnya dalam hal penyediaan jaringan internet stabil yang saat ini masih menjadi penghambat utama. Penelitian ini menyumbang pengembangan ilmu pengetahuan mengenai media pembelajaran digital dalam meningkatkan partisipasi siswa, serta secara praktis dapat dipertimbangkan untuk menjadi referensi bagi guru untuk menggunakan media belajar digital untuk pembelajaran di kelas.
Pengembangan Kompetensi Digital Guru PPKn melalui Pelatihan Berbasis Praktik Pengembangan Media Pembelajaran di MGMP Kabupaten Banjar Nurul Huda; Mariatul Kiptiah; Alex Alex; Anisha Shahara; Muhammad Ridho Afreza
Lentera Pengabdian Vol. 4 No. 03 (2026): Juli 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v4i03.1523

Abstract

Pemanfaatan media digital dalam pembelajaran menjadi kebutuhan penting bagi guru untuk mendukung pembelajaran yang interaktif, kontekstual, dan sesuai dengan perkembangan teknologi pendidikan. Namun, guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan pada Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kabupaten Banjar masih menghadapi keterbatasan dalam pemanfaatan dan pengembangan media digital secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi digital guru melalui pelatihan dan pendampingan pemanfaatan media pembelajaran digital. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan berbasis praktik, penerapan media digital, pendampingan, dan evaluasi. Peserta kegiatan berjumlah 37 guru PPKn yang tergabung dalam MGMP Kabupaten Banjar. Evaluasi dilakukan melalui instrumen respons peserta yang mencakup aspek pelaksanaan pelatihan, peningkatan kompetensi digital, persepsi manfaat media digital, dan rencana penerapannya dalam pembelajaran. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta memberikan respons positif terhadap kualitas materi, narasumber, metode pelatihan, serta manfaat media digital dalam mendukung pembelajaran. Namun, aspek kompetensi digital peserta memperoleh skor relatif lebih rendah dibandingkan kualitas pelatihan dan persepsi terhadap manfaat media digital. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik telah memberikan kontribusi terhadap penguatan pemahaman dan keterampilan guru dalam memanfaatkan media digital, tetapi masih diperlukan pendampingan lanjutan agar kompetensi digital dapat berkembang secara lebih optimal dan berkelanjutan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik yang disertai pendampingan merupakan strategi yang relevan untuk memperkuat kompetensi digital guru dan mendorong pemanfaatan media digital secara sistematis dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.