Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENGEMBANGAN ENGLISH MATH FOR YOUNG LEARNER BASED ON NATURE (EMYLBON) SEBAGAI INOVASI PEMBELAJARAN KOGNITIF ANAK USIA DINI Wulansari, Betty Yulia; Maghfiroh, Ana; ekayanti, arta
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 7 No 2 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/silogisme.v7i2.6299

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan lembaga pendidikan yang membutuhkan banyak inovasi pembelajaran. Inovasi pembelajaran ini bertujuan untuk membentuk suasana belajar yang menyenangkan sesuai dengan karakter belajar anak. Pembelajaran yang dilaksanakan digunakan untuk mengembangkan enam aspek kemampuan anak meliputi kognitif, bahasa, nilai agama dan moral, fisik motorik, sosial emosional, dan seni. Salah satu pembelajaran yang sering menjenukan anak adalah baca tulis hitung atau dikenal dengan calistung. Proses pembelajaran konvensional tradisional sering digunakan pendidik tanpa melihat karakter belajar anak melalui kegiatan bermain. Sehingga muncul kalimat di PAUD tidak boleh diberikan calistung. Padahal yang tidak boleh bukan calistungnya melainkan bagaimana metode pembelajaranya seharusnya melalui bermain. Dari permasalahan ini maka kemudian peneliti mengembangkan English Math For Young Learner Based On Natute (EMYLBON). EMYLBON adalah materi pengenalan kosakata Bahasa Inggris dalam pembelajaran matematika untuk pendidikan anak usia dini menggunakan bahan berbasis alam. Pengembagan EMYLBON ini diharapkan dapat memberikan inovasi pembelajaran anak usia dini dalam meningkatkan kemampuan kognitif meliputi hafalan kosakata, angka, dan kepedulian terhadap alam dalam bentuk kegiatan yang menyenangkan. Luaran penelitian ini adalah Buku ISBN: EMYLBON, artikel jurnal nasional Silogisme Sinta 3. TKT yang diusulkan dalam penleitian ini masuk dalam TKT 4 yaitu validasi komponen dan elemen Riset
From Pedagogy to Digital Cultural Literacy: Examining the Correlation between Teachers’ Knowledge of Bloom’s Taxonomy, Character Education, and Digital-Based Interpretation of Javanese Philosophy Sulton, Sulton; Hermawan, Yudan; Mahardhani, Ardhana Januar; Rusdiani, Nurtina Irsad; Wulansari, Betty Yulia; Mufanti, Restu
Journal of Educational Technology and Learning Creativity Vol. 3 No. 2 (2025): December
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jetlc.v3i2.2424

Abstract

Purpose of the study: This study aims to analyze the relationship between teacher’s knowledge of Bloom’s Taxonomy and character education with their digital-based understanding of the Javanese philosophy Sura Dira Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti within technology-integrated cultural education enviroments. Methodology: A quantitative correlational method was implemented using a digital Likerts-scale questionnaire administered through an online platform. Data were analysed with SPSS using validity and reliability test, Pearson product-moment correlation, and multiple regression analysis to measure relationships among Bloon’s Taxonomy knowledge, character education knowledge, and digital-based philosophical understanding. Main Findings: The study reveals significant positive correlations between teachers’ knowledge of Bloom’s Taxonomy and their digital-based understanding of Javanese philosophy. Teachers’ knowledge of Indonesian character education also shows a strong and significant relationship. Combined, both variables explain 92,8% of the variance in teacher’s ability to interpret and internalize philosophical values within technology-supportes cultural learning. Novelty/Originality of this study: This study offers a new framework linking pedagogical knowledge with digital cultural interpretation, demonstrating how technology enhances teachers’ ability to translate Bloom’s Taxonomy and character education technology by integrating local wisdom, digital media, and oedagogical theory into a coherent model for cultural preservation.