Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

IMPLEMENTASI SELF MONITORING IRON SUPLEMENTATION CARD YANG SERVICE EXCELLENT PADA IBU HAMIL UNTUK PEMANTAUAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA IBU HAMIL DI DESA BANGUN REJO KECAMATAN TANJUNG MORAWA KABUPATEN DELI SERDANG PROVINSI SUMATERA UTAR Fauzianty, Ariska; Friza Novita Sari; Yesica Geovany Sianipar; Sonia Novita Sari; Rasmi Manullang; Nova Isabella Mariance Br Napitupulu
Jurnal Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Bengkulu Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jp.v4i2.1402

Abstract

ABSTRACT Anemia during pregnancy remains a significant public health issue with a high prevalence in Indonesia. One of the primary efforts to prevent anemia is through the consumption of iron supplementation tablets (Tablet Tambah Darah/TTD). However, adherence among pregnant women to TTD consumption remains low due to insufficient monitoring and suboptimal support from healthcare services. This community engagement activity aimed to improve TTD adherence among pregnant women through the implementation of a self-monitoring card combined with a patient-centered excellent service approach by healthcare workers. The activity was conducted in Bangun Rejo Village, Tanjung Morawa Subdistrict, Deli Serdang Regency, involving 15 pregnant women in their second and third trimesters. The intervention consisted of educational sessions, distribution of TTD self-monitoring cards, and support from community health cadres. Evaluation was carried out using a pre–post test design, observation of card usage, and structured interviews. There was a significant improvement in TTD adherence, with the proportion of pregnant women consuming ≥6 tablets per week increasing from 33% to 83% after the intervention. The self-monitoring card proved effective in enhancing awareness and engagement of both mothers and their families. The implementation of excellent service also contributed to increased satisfaction with maternal health services. In conclusion, the combination of a self-monitoring card and excellent healthcare service is proven to be effective in improving TTD adherence among pregnant women. This intervention is recommended for broader implementation as part of anemia prevention efforts in maternal health programs. KEYWORDS Self Monitoring; Iron Supplementation Card; Excellent Service; Compliance; Blood Supplement Tablets ABSTRAK Anemia pada kehamilan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi yang tinggi di Indonesia. Salah satu upaya pencegahan anemia adalah melalui konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Namun, kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi TTD masih rendah akibat kurangnya pemantauan dan dukungan pelayanan yang optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD pada ibu hamil melalui implementasi kartu pemantauan mandiri yang dikombinasikan dengan pendekatan pelayanan prima dari tenaga kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang dengan melibatkan 15 ibu hamil trimester II dan III. Intervensi dilakukan dalam bentuk edukasi, distribusi kartu pemantauan konsumsi TTD, pendampingan kader. Evaluasi dilakukan melalui pre–post test, observasi penggunaan kartu, dan wawancara terstruktur. Terdapat peningkatan signifikan dalam kepatuhan konsumsi TTD, dari 33% menjadi 83% ibu hamil yang mengonsumsi ≥6 tablet per minggu setelah intervensi. Penggunaan kartu pemantauan efektif dalam membangun kesadaran dan keterlibatan ibu serta keluarga. Pelayanan prima yang diterapkan juga meningkatkan kepuasan ibu terhadap layanan kesehatan. Kombinasi kartu pemantauan mandiri dan pelayanan prima terbukti efektif dalam meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD pada ibu hamil. Intervensi ini direkomendasikan untuk diterapkan secara lebih luas dalam upaya pencegahan anemia kehamilan. KATA KUNCI Kartu Suplementasi Zat Besi; Kepatuhan; Pelayanan Prima; Pemantauan Mandiri; Tablet Tambah Darah
Efektivitas Promosi Kesehatan Terhadap Kepatuhan Self Efficacy Dan Konsumsi Tablet Fe Pada Ibu Hamil Di Klinik Sarfina Fauzianty, Ariska; Nova Isabella Mariance Br. Napitupulu; Yesica Geovany Sianipar; Friza Novita Sari Situmorang
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v4i2.1403

Abstract

Anemia pada kehamilan masih menjadi masalah kesehatan global dengan prevalensi tinggi, salah satunya akibat ketidakpatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet tambah darah (TTD). Promosi kesehatan menjadi strategi penting untuk meningkatkan efikasi diri dan kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi TTD. Penelitian mengetahui efektivitas promosi kesehatan dalam meningkatkan efikasi diri dan kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet tambah darah (TTD), serta pengaruhnya terhadap tingkat konsumsi TTD pada ibu hamil di Klinik Sarfina. Penelitian ini menggunakan desain one group pre-test post-test dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian terdiri dari 20 ibu hamil yang menerima suplementasi tablet tambah darah (TTD). Instrumen yang digunakan adalah kuesioner MMAS-8 untuk mengukur kepatuhan dan lembar penilaian self-efficacy untuk mengukur efikasi diri. Intervensi promosi kesehatan dilakukan melalui media leaflet. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat kepatuhan dan efikasi diri ibu hamil setelah diberikan intervensi promosi kesehatan. Tingkat kepatuhan tinggi meningkat dari 10% menjadi 65%, dan efikasi diri tinggi meningkat dari 10% menjadi 65%. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang menunjukkan perbedaan signifikan antara kondisi sebelum dan setelah intervensi. Temuan ini menegaskan bahwa promosi kesehatan efektif dalam meningkatkan efikasi diri dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada ibu hamil. Intervensi ini sangat dianjurkan untuk diterapkan secara rutin dalam pelayanan antenatal care untuk mendukung peningkatan kesehatan ibu dan janin. Intervensi ini direkomendasikan untuk diterapkan secara rutin dalam pelayanan antenatal care. Penelitian ini menyarankan agar intervensi promosi kesehatan terus diterapkan dalam pelayanan antenatal care. Selain itu, penelitian lanjutan dengan sampel yang lebih besar dan pengukuran jangka panjang diharapkan dapat memperkuat temuan ini dan memperdalam pemahaman tentang faktor-faktor lain yang mempengaruhi kepatuhan ibu hamil terhadap konsumsi TTD.
Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Kualitas Tidur Malam Bayi Usia 3-6 Bulan di Puskesmas Somambawa Kabupaten Nias Selatan Provinsi Sumatera Utara Sianipar, Yesica Geovany; Telaumbanua, Tumei Nasti F; Situmorang, Friza Novita Sari; Sari, Sonia Novita; Fauzianty, Ariska; Barus, Magdalena
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v4i2.1404

Abstract

Menurut data World Health Organization (WHO) tahun 2023, lebih dari 800 perempuan meninggal setiap hari akibat komplikasi kehamilan dan persalinan, dan sebagian besar dari kematian tersebut sebenarnya dapat dicegah melalui layanan ANC yang memadai dan tepat waktu. WHO merekomendasikan minimal 8 kali kunjungan ANC selama masa kehamilan, yang mencakup pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi ibu dan janin, serta pencegahan komplikasi melalui pendekatan individual. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhi kepatuhan ibu hamil terhadap pemeriksaan antenatal care di Puskesmas Butar Kecamatan Pagaran Kabupaten Tapanuli Utara Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunakan desain cross sectional, sampel berjumlah 55 orang yang diambil secara purposivel sampling. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi square dengan p-value <0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan Hasil uji Paired t-Test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor kualitas tidur sebelum dan sesudah pijat bayi (p-value = 0.0002), sehingga dapat disimpulkan bahwa pijat bayi berpengaruh terhadap peningkatan kualitas tidur malam bayi. Dengan adanya hasil penelitian ini disarankan agar tenaga kesehatan agar mengembangkan program edukasi rutin mengenai teknik pijat bayi kepada orang tua, khususnya melalui layanan posyandu dan penyuluhan di Puskesmas.
Pengaruh Pemberian Jus Kurma Susu Terhadap Peningkatan Kadar Hb Pada Ibu Hamil Dengan Anemia Ringan Di Pmb Eka Nova Kecamatan Sekayam Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2025: Pengaruh Pemberian Jus Kurma Susu Terhadap Peningkatan Kadar Hb Pada Ibu Hamil Dengan Anemia Ringan Di Pmb Eka Nova Kecamatan Sekayam Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2025 Situmorang, Friza Novita Sari; Santi Juniarsih; Sianipar, Yesica Geovany; Sonia Novita Sari; , Ariska Fauzianty; Rismalia Tarigan
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v4i2.1410

Abstract

Latar belakang: Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan global yang dapat memengaruhi kesehatan ibu dan janin. Salah satu pendekatan nonfarmakologis yang potensial adalah pemberian jus kurma susu. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian jus kurma susu terhadap peningkatan kadar hemoglobin (Hb) pada ibu hamil dengan anemia ringan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pretest-posttest. Sampel sebanyak 24 ibu hamil dengan anemia ringan di PMB Eka Nova, Kecamatan Sekayam. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Terdapat peningkatan kadar Hb yang signifikan setelah intervensi jus kurma susu (p = 0.000). Kesimpulan: Jus kurma susu efektif meningkatkan kadar Hb pada ibu hamil dengan anemia ringan. Kata kunci: Jus kurma susu, hemoglobin, anemia, ibu hamil ABSTRACT Background: Anemia in pregnant women is a global health problem affecting both maternal and fetal health. One promising non-pharmacological approach is the administration of date-palm milk juice. Objective: To determine the effect of date-palm milk juice on hemoglobin levels in pregnant women with mild anemia. Method: This study employed a quasi-experimental pretest-posttest design. A total of 24 pregnant women with mild anemia at PMB Eka Nova, Sekayam District, were included. Data were analyzed using the Wilcoxon test. Results: There was a significant increase in hemoglobin levels after the intervention (p = 0.000). Conclusion: Date-palm milk juice is effective in increasing hemoglobin levels in pregnant women with mild anemia. Keywords: Date juice, hemoglobin, anemia, pregnant women
Hubungan Pemanfaatan Buku KIA dengan Perilaku Pencegahan Komplikasi Kehamilan pada Ibu Hamil di Klinik Pratama Sarfina Kota Medan Tahun 2025 Sari, Sonia Novita; Friza Novita Sari Situmorang; Yesica Geovany Sianipar; Febriana Sari; Imarina Tarigan
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v4i2.1412

Abstract

Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) berfungsi secara strategis sebagai alat pendukung dalam layanan antenatal dan sebagai sumber informasi yang membantu meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang cara mencegah komplikasi selama kehamilan. Meskipun demikian, penggunaan buku ini masih belum optimal di antara sebagian ibu hamil, yang dapat memengaruhi sikap dan tindakan mereka dalam mencegah komplikasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai kaitan antara pemakaian Buku KIA dan sikap pencegahan komplikasi kehamilan pada wanita hamil yang menjalani pemeriksaan di Klinik Pratama Sarfina Kota Medan pada tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 52 calon ibu dipilih sebagai responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, dan analisis data dilakukan dengan uji Chi Square pada tingkat signifikansi 5% (α = 0,05). Hasil: Analisis statistik mengindikasikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat penggunaan Buku KIA dan perilaku pencegahan komplikasi selama kehamilan (nilai p = 0,003; p < 0,05). Ibu hamil yang secara aktif memanfaatkan Buku KIA cenderung menunjukkan perilaku yang lebih baik dalam melakukan tindakan pencegahan komplikasi dibandingkan dengan ibu yang tidak memaksimalkannya
EDUKASI PENANGANAN DAN PENCEGAHAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS PADA IBU HAMIL MELALUI PEMERIKSAAN ANC DAN PEMBERIAN TABLET TAMBAH DARAH DAN SUSU NUTRISI TAMBAHAN DI PUSKESMAS PADANG BULAN 2025 Hasanah, Dwi; Azizah, Nur; sianipar, yesica geovany; sinaga, rosmani; sari, mirna; zhalukhu, roswita
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 4 (2025): Agustus
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i4.2831

Abstract

Defenisi Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan salah satu masalah gizi yang berdampak serius terhadap kesehatan ibu dan janin, serta meningkatkan risiko bayi berat lahir rendah (BBLR) dan komplikasi kehamilan. Program pencegahan KEK melalui pendekatan edukatif dan suplementasi gizi menjadi sangat penting di tingkat pelayanan primer. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan status gizi ibu hamil melalui pemeriksaan Antenatal Care (ANC), pemberian Tablet Tambah Darah (TTD), dan distribusi susu nutrisi tambahan. Kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Padang Bulan pada bulan Mei–Juni 2025. Metode kegiatan meliputi edukasi gizi, pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA), dan pemantauan konsumsi TTD dan susu. Hasil menunjukkan peningkatan status gizi ibu berdasarkan perubahan LILA dan berat badan, serta meningkatnya pemahaman ibu tentang pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang dan suplementasi. Intervensi ini terbukti efektif dalam pencegahan KEK dan dapat diterapkan secara berkelanjutan di fasilitas kesehatan primer.
Hubungan Pengetahuan Remaja dan Status Ekonomi Keluarga dengan Kejadian Pernikahan Dini pada Remaja di Dusun Pintu Air Desa Simandulang Kec. Kualuh Leidong Tahun 2023 Damayani Damayani; Khairunnisa Situmorang; Lasria Simamora; Yesica Geovany Sianipar
Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 2 No. 2 (2024): Juni : Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/praba.v2i2.124

Abstract

Early marriage can be defined as a registered or unregistered marriage where one or both partners are under the age of 19 years. Early marriage among teenagers tends to have a negative impact in terms of socio-economic, mental/psychological, physical, especially for the reproductive health of the teenager. This research aims to determine the relationship between adolescent knowledge and family economic status and the incidence of early marriage in Pintu Air Hamlet, Simandulang Village, Kualuh Leidong District in 2023. This type of research is an analytical survey with a cross-sectional research design. The population is all teenagers in Pintu Air Village Hamlet. Simandulang, Kualuh Leidong District as many as 63 people. The number of samples used was 63 people obtained using total sampling techniques. The data analysis technique uses chi square. The results obtained in this study were that most of the teenagers' knowledge was poor, with 24 respondents (38.1%) not marrying early, and most of the family's economic status was low, with 36 respondents (57.1%) not marrying early. Based on the results of the chi square test, there is a relationship between adolescent knowledge and the incidence of early marriage with a P value = 0.001 < 0.05 and there is a relationship between family economic status and the incidence of early marriage with a P value = 0.036 < 0.05 Conclusion: There is a relationship between adolescent knowledge and family economic status and the incidence of early marriage. Therefore, to reduce early marriage, the quality of education should be further improved.
HUBUNGAN SIKAP DAN PEKERJAAN DENGAN KUNJUNGAN NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TOLAMAERA KECAMATAN GUNUNG SITOLI IDANOI Sianipar, Yesica Geovany; Farasi, Elina; Magdalena br Barus
Midwifery And Complementary Care Vol 4 No 1 (2025): Midwifery and Complementary Care
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/mcc.v4i1.856

Abstract

Background: Postpartum visits are visits made by postpartum mothers to health workers during the postpartum period, which starts after the birth of the placenta and ends when the uterine devices return to their pre-pregnancy state.The postpartum period lasts for approximately 6 weeks. Postpartum visits are highly recommended for postpartum mothers to find out their health conditions. Postpartum visits conducted by postpartum mothers at Tolamaera Health Center, Gunungsitoli Idanoi Distric North Sumatera Province were not complied with which caused many complaints. Objective:. to determine the relationship between attitude, education, and work with postpartum visits at Tolamaera Health Center, Gunungsitoli Idanoi Distric North Sumatera Province. Methods: This research is analytic study using a cross sectional design, a sample of 41 people taken by total sampling. Analysis was carried out univariately and bivariately with the chisquare test with a p-value <0.05. Result: The results of this study indicate that the variables associated with postpartum visits are attitude (p value = 0.048) and occupation (p value = 0.009). Conclusion: There is a relationship between work and maternal attitudes towards postpartum visits in the Tolamaera Health Center Working Area, Gunungsitoli Idanoi District, Gunungsitoli City, North Sumatra Province. Keywords: Attitude, Occupation, Postpartum Visit
Effectiveness of Mind–Body–Based Psychoeducation in Strengthening Midwives’ Role and Enhancing Breastfeeding Self-Efficacy Among Postpartum Mothers: A Quasi-Experimental Study Manullang, Rasmi; Tarigan, Imarina; Nainggolan, Anna Waris; Aruan, Lasria Yolivia; Sianipar, Yesica Geovany; Damanik, Lira Agnes Monica; Siahaan, Sastra Amelia
Journal of Applied Nursing and Health Vol. 7 No. 3 (2025): Journal of Applied Nursing and Health
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/janh.v7i3.423

Abstract

Background: Breast milk is the best nutrition for babies and has long-term benefits for both mother and child health. A critical factor in successful breastfeeding is breastfeeding self-efficacy (BSE), a mother's confidence in her ability to breastfeed. Methods: This quasi-experimental study employed a pre-test and post-test design with a control group and purposive sampling. The sample comprised 60 postpartum mothers: 30 in the intervention group and 30 in the control group. The intervention involved using the PIANA application for four weeks. Statistical tests were performed using SPSS 26 for univariate and bivariate data analysis. Outcomes were measured using the Wilcoxon and Mann-Whitney U tests to assess whether psychoeducation could increase postpartum mothers' confidence in breastfeeding. Results: Bivariate analyses of the variables were conducted using statistical tests after the application, namely the Midwife's Role variable (p = 0.023), the Psychoeducation variable (p = 0.032), and the BSE variable (p = 0.012). The results of the bivariate analysis of the three variables showed that the Midwife's Role with BSE psychoeducation positively affected postpartum mothers' confidence in breastfeeding. Conclusion: Psychoeducational applications using a mind-body approach have been shown to improve breastfeeding self-efficacy in postpartum mothers. Optimizing the role of midwives through this medium can serve as an effective, flexible educational tool to support postpartum mothers in achieving breastfeeding success.
HUBUNGAN PEMAKAIAN KONTRASEPSI HORMONAL JENIS SUNTIK DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN PADA AKSEPTOR KB Nurhajijah; Yesica Geovany Sianipar; Septia Winanda Silitonga; Magdalena br Barus
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/pdsk9m60

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang pesat menjadi tantangan global, termasuk di Indonesia. Salah satu upaya pengendalian populasi adalah melalui program Keluarga Berencana (KB), dengan kontrasepsi suntik sebagai metode yang paling banyak digunakan. Namun, penggunaan kontrasepsi hormonal suntik dapat menimbulkan efek samping, salah satunya keputihan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penggunaan kontrasepsi hormonal suntik dengan kejadian keputihan pada akseptor KB di PMB Mei Leli, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan total sampel 36 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akseptor KB suntik 1 bulan lebih banyak mengalami keputihan (41,7%) dibandingkan akseptor KB suntik 3 bulan. Analisis uji Chi-square menunjukkan hubungan yang signifikan antara jenis kontrasepsi suntik dengan kejadian keputihan (p = 0,001).