Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KIA DENGAN KEPUASAN IBU BERSALIN SECARA NORMAL Riska Oktavia Sihotang; Yesica Geovany Sianipar; Nurhajijah; Magdalena br Barus
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 2 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/8vv5ve02

Abstract

Kualitas pelayanan kesehatan memiliki peran penting dalam meningkatkan kepuasan ibu bersalin serta keselamatan ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara mutu pelayanan dan tingkat kepuasan ibu bersalin di Puskesmas Pelabuhan Sambas. Menggunakan desain cross-sectional, penelitian ini melibatkan 56 ibu bersalin yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek bukti langsung, daya tanggap, kehandalan, dan empati memiliki hubungan signifikan terhadap kepuasan ibu bersalin, sedangkan variabel jaminan menunjukkan hubungan terbalik. Peningkatan kualitas layanan kesehatan, terutama dalam aspek responsivitas dan kehandalan tenaga medis, menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kepuasan pasien. Oleh karena itu, upaya perbaikan mutu layanan perlu dilakukan secara menyeluruh, termasuk peningkatan keterampilan tenaga kesehatan dan fasilitas yang lebih memadai.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KURANGNYA MINAT IBU TERHADAP PEMILIHAN KONTRASEPSI IUD Septia Winanda Silitonga; Yesica Geovany Sianipar; Riska Oktavia Sihotang; Magdalena br Barus
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/ks87q635

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang pesat menimbulkan berbagai tantangan sosial dan ekonomi, sehingga pengendalian angka kelahiran menjadi hal yang penting. Salah satu metode efektif yang dapat digunakan adalah Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (IUD). Namun, tingkat adopsi IUD masih tergolong rendah di Indonesia, termasuk di PMB Tri Wahyuni, Kota Sibolga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan kontrasepsi IUD, khususnya dari segi pengetahuan, sikap, pendidikan, dan dukungan suami. Metode yang digunakan adalah studi cross-sectional dengan analisis Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara keempat faktor tersebut dengan keputusan ibu dalam memilih IUD. Rendahnya tingkat pemakaian IUD sebagian besar disebabkan oleh kurangnya informasi, sikap negatif, dan minimnya dukungan suami.
Impact of Clean and Healthy Living Education on Parental Knowledge and Independence in Supporting Child Growth at Sarfina Johor Clinic, Medan Sianipar, Yesica Geovany; Ika Damayanti Sipayung; Sonia Novita Sari; Yarman Gulo; Yeni Aprilia; Viona Manik; Sarfina Sembiring
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 5 No. 1 (2026): Februari: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v5i1.2594

Abstract

The first 1,000 days of life are a critical window for long-term health, yet many urban parents still prioritize curative care over preventive practices that support optimal child growth and development. Objective: This study aims to evaluate the impact of Clean and Healthy Living Behavior (CHLB) education on parental knowledge and independence in maintaining child growth and development at Sarfina Johor Clinic, Medan. Methodology: A quasi-experimental one-group pre-test and post-test design was applied. A total of 50 parents were recruited using purposive sampling. Data were collected using validated questionnaires and analyzed with the Paired Sample T-test. Findings: CHLB knowledge increased significantly from a mean of 61.44 to 87.82 (mean difference = 26.38; p = 0.000). Parental independence also improved from 56.52 to 83.24 (mean difference = 26.72; p = 0.000). Implications: Structured clinic-based education can strengthen parental self-efficacy and shift family practices toward preventive care, positioning parents as proactive managers of child health at home. This approach can be adopted by primary clinics as an operational strategy to support stunting prevention programs. Originality: This study offers a clinical-based intervention model that connects routine medical consultation with domestic health maintenance, providing a practical framework for strengthening preventive parenting practices.
Growing Healthy Together : Edukasi Phbs Untuk Mendukung Tumbuh Kembang Optimal Anak Di Sd Negeri 060933 Medan Johor Sianipar, Yesica Geovany; Sipayung, Ika Damayanti; Gulo, Yarman; Silitonga, Hillden J; Sianturi, Devi Angelia Br
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/5678r775

Abstract

Rendahnya kepatuhan siswa dalam mempraktikkan higiene personal, seperti mencuci tangan tanpa sabun dan konsumsi jajanan sembarangan, menjadi masalah utama di SD Negeri 060933 Medan Johor yang berisiko menghambat tumbuh kembang anak. Pengabdian masyarakat bertajuk program "Growing Healthy Together" ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan kemandirian siswa dalam menerapkan delapan indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sekolah. Metode yang digunakan adalah Community Based Intervention dengan teknik Participatory Rural Appraisal (PRA) melalui tahapan identifikasi, edukasi audiovisual, workshop demonstrasi enam langkah cuci tangan standar WHO, serta evaluasi menggunakan data pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan transformasi signifikan dengan peningkatan capaian kognitif dan psikomotorik siswa mencapai 98%. Kesimpulan dari intervensi ini adalah edukasi partisipatif efektif mengubah perilaku kesehatan siswa yang berdampak pada perlindungan stabilitas berat badan dan dukungan pertumbuhan tinggi badan optimal melalui pencegahan infeksi kronis. Meskipun terkendala keterbatasan infrastruktur sanitasi permanen, program ini berhasil menciptakan kesadaran kritis siswa sebagai subjek aktif dalam menjaga kesehatan.