Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

REDESAIN BANGUNAN PENDIDIKAN YPKM, DI KOTA MANADO. Arsitektur Ekologi Farry D. Rompas; Aristotulus E. Tungka; Steven Lintong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30152

Abstract

Salah satu sarana dalam meningkatkan sumber daya manusia adalah melalui pendidikan. Karena pendidikan setiap individu dapat memiliki pengetahuan, berkarakter, kompeten, dan memiliki mental persaingan yang positif. Memberikan tempat yang layak juga membuat siswa lebih nyaman dan semangat untuk melakukan proses belajar dan mengajar. Sebaliknya, bangunan Yayasan Pendidikan Kriten Manado (YPKM) belum bisa memberikan kenyaman dalam proses belajar dan mengajar, baik itu di dalam kelas maupun di luar ruang kelasDikarenakan yayasan ini belum bisa memberikan tempat belajar dan mengajar, maka perlu adanya me-redesain bangunan untuk memberikan kenyamanan dalam proses belajar dan mengajar.Sebgai proses atau metode Pada perancangan Yayasan Pendidikan Kristen Manado (YPKM) akan berfukus pada pengunakan tema Arsitektur Ekologi. Hal ini di lakukan sebagai bentuk edukasi kepada siswa dan mengajak siswa akan peduli terhadap lingkungan.Kata kunci: Yayasan Pendidikan Kristen Mando (YPKM), Arsitektur Ekologi, Redesain
GALERI BATIK DI MANADO. Arsitektur Metafora Feibriani K. Sumadi; Fela Warouw; Steven Lintong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30869

Abstract

Batik merupakan warisan budaya nusantara yang seharusnya untuk di lestarikan. Setiap daerah di Indonesia memiliki beragam batik yang menjadi ciri khas tersendiri, mulai dari setiap motif batik, cara membuat, pun mengandung corak dan makna yang berbeda-beda di tiap daerahnya. Begitupun Sulawesi Utara yang memiliki kain khas tradisionalnya yang dikenal yaitu batik Bentenan, batik Pinawetengan dan batik Bercerita. Fakta yang ada sekarang ketiganya memiliki galeri masing-masing tetapi tidak berada dalam kesatuan bangunan. Maka diperlukan galeri batik yang dapat mewadahi ketiga batik yang ada, didalamnya terdapat fasilitas yang menunjang bagi para pengunjung untuk mengenal lebih batik khas Sulawesi Utara lewat kegiatan didalamnya, mulai dari ruang pameran, ruang kerajinan, ruang proses membatik, ruang worshop dan ruang-ruang yang menunjang dengan tujuan untuk melestarikan batik agar dapat dinikmati hingga anak cucu. Pemilihan lokasi strategis yang berada di pusat kota, yaitu Kota Manado. Dengan menggunakan tema Arsitektur Metafora pada Galeri Batik di Manado, dapat memberi kesan tersendiri pada bangunan untuk mengarahkan pengguna maupun pengamat mendapatkan ketertarikan lewat visual dan non visual.Kata Kunci: Galeri Batik, Manado, Arsitektur Metafora 
PUSAT REHABILITASI PENGGUNA NAPZA DI KOTA MANADO. Healing Environment Rivaldo M. Possumah; Sonny Tilaar; Steven Lintong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.31153

Abstract

Pusat Rehabilitasi Pengguna NAPZA merupakan layanan Kesehatan. Yang memberikan pelayanan rehabilitasi bagi pecandu Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya. Penanganan dalam rehabilitasi meliputi Rehabilitasi Medis, Rehabilitasi Sosial, Bimbingan Lanjut / After Care, serta penanganan rehabilitasi lainnya. Healing Environment sebagai tema perancangan merupakan sebuah konsep seting lingkungan yang mendukung penyembuhan pasien dan membawa mereka kedalam kondisi kesehatan yang baik dengan mengeliminasi faktor environmental stressors. Tema Healing Environment pada objek rancangan menerapkan kombinasi element-element desain seperti bentuk bangunan yang dinamis namun tegas, fasad bangunan, permainan warna dam aroma, serta pemilihan material-material alami yang dapat menciptakan sebuah lingkungan atau suasana ruang yang santai dan rileks sehingga dapat mendukung proses penyembuhan.Pusat Rehabilitasi Pengguna NAPZA di Kota Manado dengan tema Healing Environment, diharapkan dapat menciptakan lingkungan khusus bagi orang-orang yang memiliki ketergantungan obat-obatan terlarang.Kata Kunci : Pusat Rehabilitasi, NAPZA, Healing Environment, Arsitektur
PUSAT EKSIBISI DIGITAL DAN MALL DI MANADO, Eko Futuristik Zefanya Saerang; Esli D. Takumansang; Steven Lintong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.34533

Abstract

Revolusi Industri 4.0 memberi pengaruh besar dalam kehidupan saat ini diantaranya adalah mendorong penggunaan teknologi digital dalam skala besar, saling ketergantungannya aktivitas ekonomi, mempengaruhi aspek demogafi suatu negara dan melahirkan konsep Society 5.0 (Masyarakat 5.0) yang mana manusia berperan besar mentransformasi teknologi bagi kemanusiaan. Di Indonesia pesatnya kemajuan teknologi digital diberbagai sektor seiring tumbuhnya pengguna teknologi memicu munculnya Startup (Perusahaan Rintisian Teknologi). Pada sumber data Indonesia Digital Creative Industry Society tahun 2018, Sulawesi berada diperingkat ke-6 untuk Jumlah Startup Terbanyak di Indonesia. Pulau Sulawesi khususnya Kota Manado dengan pertambahan penduduk yang meningkat, petumbuhan ekonomi dan peluang pengolahan bisnis Startup, membuat perekonomian kota menjadi salah satu prioritas. Oleh sebab itu, pengadaan wadah aktivitas perdagangan serta kebutuhan fasilitas dampak Revolusi industry 4.0 serta merupakan bentuk antisipasi dari kondisi demografi Kota Manado mendatang, maka perancangan Pusat Perbelanjaan/Mall yang berfungsi sebagai tempat aktivitas  jual dan beli, sarana pemenuhan kebutahan primer serta tempat hiburan juga rekreasi dan merupakan bangunan multi fungsi Pusat Eksibisi Digital yang merupakan wadah perekonomian yang hasil produknya menggunakan media teknologi, pusat pengajaran dan pelatihan bidang teknologi, pameran yang mewadahi berbagai macam aspirasi dan inovasi dan sebagai jendela perkembangan dunia. Konsep utama dari objek ini adalah “Eko-Futuristik” untuk memberikan pemahaman karena walaupun di tengah proses global mempersiapkan antisipasi dan transformasi Revolusi Industri 4.0, permasalah yang dihadapi tidak hanya berpusat pada manusia tetapi juga tantangan terhadap perubahan iklim dan lingkungan yang mana kita sebagai makhluk sosial bertanggung jawab untuk tetap melestarikan lingkungan.Kata Kunci: Revolusi Industri 4.0, Kota Manado, Mall, Pusat Eksibisi Digital, Eko-Futuristik
PUSAT PEMUDA DAN REMAJA GPSDI DI MANADO, Arsitektur Simbolisme Johana C. Siliwire; Pierre H. Gosal; Steven Lintong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v10i1.35832

Abstract

Pusat Pemuda dan Remaja GPSDI adalah tempat para anak muda untuk belajar kebenaran firman Tuhan serta mengembangkan bakat untuk pelayanan GPSDI dan denominasi gereja lainnya. Seiring berkembangnya zaman dan perubahan fokus hidup, gereja harus gencar memenangkan banyak jiwa terutama pemuda dan remaja yang merupakan ujung tombak dari pelayanan. Pusat Pemuda dan Remaja GPSDI menjadi jawaban dari kurangnya fasilitas dari Badan Pengurus Daerah GPSDI Suluttenggo khususnya Biro Pemuda dan Remaja. Sampai sekarang pun pemuda remaja GPSDI belum memiliki tempat permanen untuk menjalankan program-program pemuda remaja yang ada. Terlebih saat pandemi aktivitas Biro Pemuda Remaja sangat terhambat. Dengan adanya Pusat Pemuda dan Remaja GPSDI, Biro Pemuda Remaja dapat membangun komunitas rohani untuk membawa pemuda remaja Kristen dalam pengenalan akan Tuhan dan penyembahan yang benar. Pengadaan sarana pemuda remaja ini dapat dengan maksimal menjaring anak muda baik dari kalangan GPSDI maupun dari luar untuk sama-sama bertumbuh dalam Kristus dan mengasah kemampuan serta kreativitas yang dimiliki. Dengan penerapan Arsitektur Simbolisme pada perancangan ini diharapkan dapat mencerminkan simbol semangat anak muda dan simbol kekristenan.Kata Kunci: GPSDI, Pemuda, Remaja, Kristen, Simbolisme
GALERI SENI DAN BUDAYA DI TOBELO KABUPATEN HALMAHERA UTARA, Arsitektur Metafora Henri J.S. Labada; Surijadi Supardjo; Steven Lintong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v10i1.39047

Abstract

Seni dan budaya merupakan sesuatu yag telah ada dalam diri setiap manusia sejak dia dilahirkan. Hanya saja masing-masing orang bahkan kelompok memiliki perbedaan dalam mengembangkan seni yang dimiiki. Galeri seni dan budaya di hadirkan sebagai wadah terpusat yang dapat menampung segala hal yang berkaitan dengan berbagai seni serta budaya untuk di tampung, di kembangkan hingga di pamerkan ke masyarakat luas.  Tobelo merupakan salah satu kota di kabupaten Halmahera Utara, provinsi Maluku Utara yang di mana memiliki karakter seni dan budaya yang tergolong kuat. Tobelo, Halmahera Utara memiliki berbagai variasi kesenian tradisional seperti bermacam – macam tarian, kerajinan tangan,dan beragam musik tradisional. Galeri seni dan budaya di Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara menggunakan pendekatan tema Arsitektur Metafora, , dimana objek yang di hadirkan  dapat mengambil salah satu dari symbol kebudayaan setempat, untuk di terapkan kedalam objek. Dengan tujuan, dapat menjadi daya tarik masyarakat, dan memberi kesan erat dengan kulltur atau budaya setempat.Kata kunci : Galeri Seni dan budaya, Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Arsitektur Metafora
PUSAT SENI MINAHASA UTARA: Arsitektur Reginalisme Fensi Koloay; Julianus A. R. Sondakh; Steven Lintong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pusat Seni merupakan sarana untuk mengembangkan kegiatan kesenian dan sebagai sarana edukasi pengetahuan tentang kesenian, akan tetapi di Minahasa Utara belum terdapat tempat atau wadah maka dibuat Pusat Seni Minahasa Utara dengan tema Arsitektur Regionalisme. Adapun tujuan perancangan Pusat Seni untuk memfasilitasi kegiatan kesenian secara baik dan memperlihatkan desain khusus yang mencirikan kebudayaan yaitu dengan pendekatan kebudayaan minahasa Utara. Perancangan Pusat Seni ini diharapkan bermanfaat untuk melestarikan kesenian dan meningkatkan minat masyarakat terhadap kesenian. Serta sebagai sarana edukasi, rekreasi dan sebagai tempat penyampaian karya seni untu meningkatkan perekonomian masyarakat dari segi kesenian. Kata Kunci: Pusat Seni Minahasa Utara, Arsitektur Regionalisme, Kebudayaan
MIXED MARTIAL ART (MMA) CENTER DI MANADO: Complexity and Contradiction in Architecture Roncar S. Walewangko; Pierre H. Gosal; Steven Lintong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia membuat suatu ajang besar dan bergengsi pertandingan Mixed Martial Arts (MMA) tingkat nasional yaitu One Pride. Berkembangnya jenis olahraga ini memiliki pengaruh pula pada perkembangan olahraga bela diri di Sulawesi Utara. Hal ini dapat dilihat pada tingkat peminat olahraga pada pendidikan-pendidikan di Manado, serta munculnya kelas-kelas bela diri di pusat kebugaran. Dengan pendekatan tema Complexity and Contradiction in Architecture pada desain MMA Center ini akan membuahkan karya arsitektur yang menarik dengan cara menampilkan suatu pertentangan atau masalah dalam elemen- elemen bangunan tersebut. Hasil dari perancangan MMA Center ini dihadirkan untuk menjadi ruang publik yang dapat memfasilitasi masyarakat dengan hobi dan bakat di bidang seni bela diri campuran maupun tempat kunjungan wisatawan domestik msupun mancanegara. Kata Kunci : MMA Center, Complexity and Contradiction, Manado
RUMAH HARAPAN DI MANADO: Socializing In Social Distancing Meikelio G. Robot; Rachmat Prijadi; Steven Lintong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Manado adalah Kota yang memiliki berbagai macam keragaman dari berbagai penduduk dari usia muda dan tua di provinsi Sulawesi Utara. Yang di antaranya ada beberapa yang termasuk dalam kategori terlantarkan. Oleh karena itu, Hadirnya objek Rumah Harapan bermaksud dapat menjadi wadah yang menyebarkan harapan di tengah masa-masa yang sulit. Perancangan objek ini dimaksudkan dapat memfasilitasi kebutuhan baik lansia maupun anak-anak terlantar. Sehingga melalui objek ini juga diharapkan dapat terjadi komunikasi bagi anak-anak yang tidak pernah merasakan kasih orang tua, begitu juga dengan paa lansia yang rindu dengan keberadaan anak di sekitar mereka. Dan dengan memperhatikan standar-standar yang ada, objek ini diharapkan mampu mengimplementasikan protocol-protokol Kesehatan di tengah era new normal, contohnya seperti jarak yang harus diperhatikan dan inovasi-inovasi baru lainnya. Kata kunci :Penelitian, Socializing, Rumah Harapan, Kota Manado, Sulawesi Utara
ECO-RESORT TAMAN LAUT BUNAKEN BAGIAN SELATAN di KABUPATEN MINAHASA SELATAN: Organic Architecture Bobbi A. Mokodaser; Reny Syafriny; Steven Lintong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eco-Resort adalah Resort yang dibangun dengan mempertimbangkan dampak lingkungan. Atau bisa juga didirikan untuk memperbaiki kondisi lingkungan. biasanya penginapan seperti ini berada di daerah yang masih alami, seperti dikawasan hutan, pantai atau ditengah pedesaan. Untuk itulah pengadaan eco-resort di Kabupaten Minahasa Selatan ini sangatlah membantu dalam mengatasi kejenuhan akan rutinitas sehari-hari dan mewadahi kegiatan rekreasi di dalamnya. Untuk itu dalam proses desain objek ini menerapkan pendekatan Organic Architecture dengan tujuan akhir agar objek ini dapat benar-benar menyediakan apa yang dibutuhkan oleh penggunanya, yaitu area akomodasi dan rekreasi yang dapat menciptakan kesatuan yang harmonis antara objek rancangan, alam sekitar dengan penggunanya.. Kata Kunci : Kabupaten Minahasa Selatan, Eco-resort, Organic Architecture