Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

Komunikasi Organisasi Melalui Pelatihan Dan Pendampingan Dalam Penyusunan Peraturan Desa (Perdes) Pada Forum Badan Permusyawaratan Desa (Bpd) Ponggang Serangpanjang Subang Dwinarko Dwinarko; Tabrani Sjafrizal; Ari Sulistyanto; Pagi Muhammad
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.893 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i10.9720

Abstract

Pelatihan dan pendampingan dalam penyusunan PERDES melalui komunikasi organisasi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) merupakan bentuk sinergis mitra kerja BPD dengan kepala desa. BPD sebagai mitra kepala desa memiliki fungsi sebagai penampung aspirasi masyarakat, merencanakan pembangunan bersama-sama pemerintahan desa, mengawasi pelaksanaan pembangunan dan menyelenggarakan musyawarah desa. Peraturan desa merupakan tugas kemitraan dalam menciptakan hubungan harmonis dalam membangun desa. Metode ceramah, diskusi dan sosialisasi pentingnya peraturan desa dalam menyelenggarakan pemerintahan desa. Hasil pelatihan dan pendampingan berupa rancangan peraturan desa mengenai aset desa dan rancangan pembangunan jangka pendek desa. Pembuatan PERDES dibutuhkan adanya pengetahuan dan pemahaman yang komprehensif pada semua anggota BPD dan pemerintahan desa, sehingga mampu merencanakan pembangunan desa yang berkesinambungan, baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang. Guna mencapai pembuatan PERDES, sangat diperlukan adanya pelatihan dan pendampingan melalui komunikasi organisasi dalam pemerintahan desa. Pelatihan dan pendampingan merupakan bagian yang sangat penting bagi semua anggota BPD dalam bermitra dengan kepala desa dalam mengelola anggaran pembangunan dana desa sehingga pengawasan dan tujuan pembangunan dapat tercapai sesuai dengan hasil musyawarah desa yang telah disepakati bersama. BPD merupakan lembaga desa yang anggota-anggotanya dipilih melalui proses demokrasi, sebagai perwakilan masyarakat dan diangkat melalui Surat Keputusan Bupati seperti halnya kepala desa, sehingga Peran BPD dalam pembangunan desa sebagai mitra kepala desa sangat strategis dalam konsep pembangunan berkelajutan. Permasalahan: Kurangnya pemanfaatan komunikasi organisasi dalam forum komunikasi BPD kepada para anggota sehingga minimnya pengetahuan dan pemahaman fungsi BPD dalam menyusunan PERDES untuk mendukung kelancaran pembangunan desa yang berkelanjutan. Pemanfaatan saluran komunikasi organisasi BPD melalui; Pertama, para anggota BPD belum mengetahui mekanisme pembuatan PERDES. Kedua, Para anggota belum pernah diberikan pelatihan dan workshop tentang pembuatan PERDES sehingga menjadi hambatan dalam menyusun PERDES. Hasil adalah, Pelatihan dan pendampingan dalam memberikan pengetahuan dan pemahaman atas kesadaran anggota BPD terhadap kegunaan PERDES dan perencanaan program pelatihan disinergikan antar desa dalam forum komunikasi organisasi pada tingkat kecamatan. Solusi dan Metode; Dibutuhkan program pelatihan dan pendampingan secara menyeluruh, terpadu dalam sosialisasi berkelanjutan dengan menggunakan platform komunikasi organisasi dan media sosial whatshapp.
Pelatihan Pengaplikasian Teknik Komunikasi Antar Pribadi Guna Mendukung Pemasaran Hasil Usaha Ekonomi Produktif (UEP) Sjafrizal, Tabrani; Dwinarko, Dwinarko; Sulistyanto, Ari; Soelistyowati, Rr Dinar
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.232 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i9.2482

Abstract

Para praktisi pemasaran seringkali menemui kesulitan dalam menghadapi ketidakpahaman khalayak terhadap produk yang diluncurkan. Masalah tersebut mendorong praktisi pemasaran untuk menggunakan kekuatan public relations, yang dalam banyak keadaan memang merupakan elemen penting dalam kegiatan pemasaran. Public relations yang merupakan aspek komunikasi yang bersifat informatif dan edukatif dapat mendampingi periklanan yang sifat komunikasinya memang persuasif untuk dapat menjalankan misinya dalam upaya menjual produk. Untuk menghadapi sikap konsumen yang cenderung makin kritis, pesan-pesan atau informasi tentang sebuah produk, pelayanan, ataupun ide-ide perusahaan harus dapat dipercaya dan lebih memberikan nilai dampak. Untuk dapat berkomunikasi yang bersifat informatif dan persuasif serta edukatif, yang merupakan aspek dari public relations dalam mendampingi periklanan yang sifat komunikasinya memang informatif dan persuasif, untuk dapat menjalankan misinya dalam upaya menjual produk, maka diperlukanlah pelatihan pengaplikasian teknik berkomunikasi antar pribadi sebagai kelanjutan dari pelatihan teknik pemasaran UEP Anggota Karang Taruna dengan memanfaatkan kekuatan public relations tersebut.
Komunikasi Organisasi pada Kemitraan Badan Permusyawaratan Desa dengan Kepala Desa dalam Musyawarah Pembangunan di Ponggang Kecamatan Serangpanjang Kabupaten Subang Dwinarko; Tabrani Sjahfrizal; Pagi Muhamad
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i8.13235

Abstract

The Village Consultative Body (BPD) as a working partner of the village chief has the function of supervising village development, setting budget plans together with the village chief, and receiving community aspirations to support sustainable village development. This partnership is constructed through the perception of organizational communication integrated during the village development planning meeting (musrembang) led by the BPD and the village chief. The aim of this research is to understand the organizational communication of the partnership between the Village Consultative Body (BPD) and the Village Chief in the development deliberations in Ponggang Village, Serangpanjang Sub-district, Subang Regency. This research adopts a qualitative descriptive method by analyzing the research results narratively. The narrative is based on the premise that people understand and give meaning to their lives through the stories they tell, using narration to structure and order life experiences. Through the use of storytelling, individuals explain and give significance or meaning to their lives. The qualitative approach enables the selection and interviewing of participants who have actual experiences related to the phenomenon that influences managers. Descriptive analysis techniques are employed in this research by providing detailed descriptions of the partnership between the village consultative body and the village chief in Ponggang. It presents data on the types and frequencies of communication that occur, the communication channels used, and the dominant language in the development deliberation process. The research findings indicate that the partnership takes the form of communication models and patterns among individuals involved in the village-level development planning process, starting from the hamlet level, which is then discussed and implemented at the village level before being further discussed at the sub-district level. The process follows a bottom-up planning pattern. The urgency of this research lies in understanding the partnership's role in prioritizing development through organizational communication in the planning, supervision, and implementation of development budgets.
Hubungan Antara Komunikasi Interpersonal dengan Semangat Kerja (Studi Kuantitatif Eksplanatif di Kalangan Pimpinan dan Karyawan pada Kantor Pusat PT. Asuransi Bhakti Bhayangkara di Jakarta) Sjafrizal, Tabrani; Dwinarko, Dwinarko; Muhamad, Pagi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i7.15767

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membuktikan ada tidaknya hubungan antara komunikasi interpersonal dengan semangat kerja di karyawan PT. Asuransi Bhakti Bhayangkara, Jakarta. menjelaskan dalam komunikasi interpersonal selain melibatkan dua orang yang bertatap muka, terdapat 5 (lima) indikator komunikasi interpersonal,yaitu: aspek keterbukaan, aspek empati, aspek dukungan, aspek rasa positif, dan aspek kesetaraan. Semangat kerja adalah suasana batin untuk melakukan pekerjaan secara lebih giat sehingga pekerjaan cepat selesai dan lebih baik serta ongkos per unit dapat diperkecil (4). Pengukuran variabel komunikasi interpersonal dan semangat kerja menggunakan skala Iikert. Penelitian ini melibatkan para karyawan di kantor pusat PT. Asuransi Bhakti Bhayangkara, Jakarta. Pada penelitian ini, metode yang peneliti gunakan yaitu metode kuantitatif eksplanatif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket kuesioner, dan memilih narasumber penelitian yaitu para karyawan kantor pusat PT. Asuransi Bhakti Bhayangkara di Jakarta. Teknik penentuan responden dengan teknik sampling random sederhana. Tahapan -tahapan metode analisis data pada penelitian ini, dimulai dari penentuan populasi, penentuan sampel, daftar kuesioner variabel X dan Y, daftar hasil kuesioner variabel X dan Y, uji validitas dengan koefisien korelasi Rank - Spearman dan reliabilitas dengan koefisien reabilitas alpha, menghitung koefisien korelasi dengan menggunakan koefisien korelasi Pearson’s r, koefisien determinasi r2, uji r , hipotesis null dan alternatif.
Analog Metamorphosis Towards Mass Media Digitalization In Popular Culture Communication muhamad, Pagi; Dwinarko, Dwinarko; Sjahfriza, Tabrani
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i7.60688

Abstract

The purpose of this research is to find out the efficiency of metamorphosis in the migration of analog communication to a digitized system of mass communication about popular culture and the political economy of mass media. economy of mass media. This research uses cultural theory with descriptive qualitative research methods. and narrative analysis based on literature data sources. The results of the study that the metamorphosis of analog media into digitalized media provides effective popular culture values for individuals and organizations in the use of mass communication media as social interaction, as well as the political economy of the media. Research recommendations on the communication role of organizational leaders in coordinating digitization systems in more creative digital management of popular culture in society.