Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Keanekaragaman Hasil Tangkapan Alat Tangkap Payang di Kelurahan Bungus Selatan, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang Sembiring, Jesimiel Pranisa; Mairizal, Mairizal; Arfiana, Bs Monica; Nelwida, Nelwida; Ramadan , Fauzan; Wulanda, Yoppie
Mantis Journal of Fisheries Vol. 2 No. 01 (2025): April 2025
Publisher : Department of Fisheries, Animal Science Faculty, Universitas Jambi.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/mjf.v2i01.41044

Abstract

Desa Bungus Selatan yang terletak di pesisir Sumatera Barat mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan dengan menggunakan berbagai jenis alat tangkap seperti millennium gillnet, bubu, rawai, jaring pantai (beach seine), bagan perahu, dan payang. Penelitian ini berfokus pada keragaman hasil tangkapan alat tangkap payang di Desa Bungus Selatan, Kecamatan Teluk Kabung, Kota Padang. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pengumpulan data melalui observasi langsung dari tujuh kapal yang menggunakan alat tangkap payang. Observasi mencakup identifikasi spesies, jumlah ikan, dan total berat hasil tangkapan. Total ikan yang tercatat sebanyak 68.621 ekor dengan berat keseluruhan 5.666,57 kg. Hasil tangkapan terbanyak adalah ikan tuna (3.841 kg atau 67,78%), sedangkan yang paling sedikit adalah cumi-cumi (21,4 kg atau 0,38%). Analisis keanekaragaman menunjukkan nilai indeks Shannon-Wiener (H') sebesar 0,56 yang tergolong rendah. Indeks keseragaman juga rendah (0,35), dan indeks dominansi tinggi (0,70), yang mengindikasikan dominasi oleh beberapa spesies tertentu. Spesies yang teridentifikasi meliputi Euthynnus affinis, Katsuwonus pelamis, Caranx ignobilis, Stolephorus sp., dan Loligo chinensis. Temuan ini mencerminkan rendahnya keanekaragaman spesies dan tingginya dominansi dalam hasil tangkapan payang yang menunjukkan perlunya pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.
Ichthyofauna Biodiversity in Lake Kelari Within the Muaro Jambi National Cultural Heritage Area as a Basis for Establishing a Lubuk Larangan Wulanda, Yoppie; Sukmono, Tedjo; Yunita, Lauura Hermala; Magwa, Rizky Janatul; Putra, Tri Syukria; Utomo, Pradita Eko Prasetyo
Journal of Fish Health Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Fish Health
Publisher : Aquaculture Department, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfh.v5i2.6451

Abstract

Lake Kelari is located in the Muaro Jambi National Cultural Heritage Area (KCBN) and has ecological and economic value as a habitat for various species of fish. This study aims to identify the biodiversity of the lake, conservation status, global distribution, and fish biodiversity index in the lake, which can be the scientific basis for the establishment of the proclamation pit as an in-situ conservation effort. The method used is a survey method including the collection of primary data through fishing using nets, bubu, and fishing rods in the 2023 rainy season and the 2024 dry season, as well as measuring water quality and habitat character. The results of the study show that the biodiversity of ikhtiofauna in Lake Kelari includes; 13 species, 13 genera and 7 families. The biodiversity index shows medium criteria. Lake Kelari has the potential as an insitu conservation area with the discovery of a species of senggiringan fish (Hemibagrus planicep) which has the status of Data Vulnerable in the IUCN Red List. Most of the species found are consumption fish, and some others are ornamental fish. The riparian vegetation found varied, the water quality was relatively maintained, and the absence of introduced fish showed the natural environment of Lake Kelari. In conclusion, Lake Kelari has medium fish biodiversity index with important conservation and economic value. The implementation of the ban can be a strategic step in maintaining fish populations and supporting the sustainability of the ecosystem and local economy.
PENGARUH PEMBERIAN UMPAN YANG BERBEDA TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN PADA ALAT TANGKAP BUBU BAMBU DI PERAIRAN SUNGAI BATANG MERSIP KABUPATEN SAROLANGUN Dedek Saputra; Yurleni; Yoppie Wulanda
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 2 No. 11 (2025): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Edisi November 2025)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v2i11.1134

Abstract

The Batang Mersip River is a river that has potential in capture fisheries, one of which is in Mersip Village, Limun District. Fishing activities in the Batang Mersip River operated by fishermen include bamboo traps. This study aims to analyze the effect of different baits on fish catches in bamboo traps in the Batang Mersip River. This study used an experimental fishing method. This study consisted of 3 treatments based on the type of bait used with 30 bamboo units, each bait consisting of 10 bamboo traps with a bait weight of 50 grams per trap with 10 repetitions. This study was conducted for 10 days. Each treatment was given a distance of 10 meters. The results of this study showed that different types of bait had a significant effect (P <0.05) on the number (tails) and weight (grams) of fish. The highest number of catches was in the cricket bait treatment of 102 fish and the lowest catch was in the treatment without bait of 16 fish. Meanwhile, the highest catch weight was obtained with cricket bait, weighing 4850 grams, while the lowest was obtained with the unbaited treatment, weighing 311 grams. This study concluded that the effect of providing cricket bait in bamboo traps yielded better results than worm bait and unbaited fish.
GROWTH PATTERNS AND GONAD MATURITY LEVELS OF (Barbonymus schwanefeldii) FISH IN THE BATANG ASAI SAROLANGUN RIVER Wulanda, Yoppie; Magwa, Rizky Janatul; Gelis, Ester Restiana Endang; Heltria, Septy; Yunita, Lauura Hermala; Ramdhani, Farhan; Rolin, Febrina; Leni, Yusyam; Khaldun, Muhammad Hafidz Ibnu; Bareta, Ainun Rohmawati
Asian Journal of Aquatic Sciences Vol. 8 No. 3 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/ajoas.8.3.398-405

Abstract

The condition of the Batang Asai River in Sarolangun Regency, Jambi, has experienced a decline in water quality due to anthropogenic activities such as land clearing, settlement, and mining. This condition threatens the sustainability of fish populations, especially those from the Cyprinidae family, which are an important and environmentally sensitive group of fish for consumption, one of which is the lampam (Barbonymus schwanefeldii). However, scientific information on the bioecology of lampam in this region is very limited. Therefore, this research is needed to provide basic data to support adaptive conservation and fisheries management strategies. This study aims to analyze the growth patterns and gonadal maturity levels of lampam in the Batang Asai River, Sarolangun Regency, as a basis for inland fisheries management. A total of 113 fish, consisting of 64 males and 49 females, were observed. Male fish had a positive allometric growth pattern, while female fish had an isometric growth pattern. Analysis of Gonad Maturity Level (GML) found fish with GML I to GML IV, but immature gonads dominated the condition of the fish. In general, the water quality of the Batang Asai River still supports fish life, as can be seen from the growth patterns of the fish, but most of the fish found during the study were still immature despite the presence of fish with GML I to GML IV.
Peningkatan Estetika dan Fungsionalitas Kemasan Produk Perikanan pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Kampung Laut Wulanda, Yoppie; Yunita, Lauura Hermala; wulandari, wulandari; Hariski, M; Gelis, Ester Restiana Endang; Magwa, Rizky Janatul; Heltria, Septy; Ramdhani, Farhan
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan wisata Kampung Laut merupakan daerah pesisir yang memiliki potensi perikanan yang tinggi, salah satunya adalah makanan diversifikasi perikanan. Namun saat ini produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kampung Laut masih terkendala pada aspek pemasaran. Hal ini dikarenakan masih terbatasnya keterampilan pelaku UMKM dalam menyajikan kemasan yang modern. Tujuan pengabdian ini adalah mengintegrasikan ilmu dan teknologi bidang pengolahan hasil perikanan, khususnya pada aspek teknik pengemasan dan branding pada produk olahan perikanan lokal menggunakan aplikasi design. Kegiatan pengabdian dilakukan pada tannggal 06 September 2025 di Balai Pertemuan Kelurahan Kampung Laut Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi. metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan pelatihan. Hasil pengabdian menunjukan kegiatan ini dinilai sangat membantu pengembangan usaha, dengan skor rata-rata 4,6 (skala 5) dan sebanyak 95% peserta optimis bahwa penggunaan apliaksi design dapat meningkatkan daya tarik produk mereka di pasaran. Setelah melakukan rangkaian kegiatan dan evaluasi dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini membantu pelaku UMKM kampung laut dalam memperkaya pengetahuan mengenai teknik pengemasan dan branding pada produk olahan perikanan lokal.
Pentingnya Ekosistem Mangrove dan Inovasi Perangkap Sampah Laut dalam Pengelolaan Sampah Kawasan Pesisir Gelis, Ester Restiana Endang; Septy Heltria; Farhan Ramdhani; Rizky Janatul Magwa; Yoppie Wulanda; Lauura Hermala Yunita
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.637

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan vegetasi pesisir yang memiliki banyak peran dan fungsi dalam ekologi, kondisi ini mendorong pada kesadaran masyarakat akan peran dan fungsi ekosistem mangrove itu sendiri pada kawasan pesisir. Selain itu juga mangrove menjadi pemerangkap sampah laut yang umumnya menjadi salah satu masalah utama pada kawasan pesisir. Khalayak sasaran dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah bapak dan ibu rumah tangga nelayan Kampung Nelayan, Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi serta pengenalan inovasi alat perangkap sampah laut sederhana dari alat tangkap bekas. Selama kegiatan berlangsung peserta antusias mengikuti dan berdiskusi terkait upaya pelestarian eksosistem mangrove dan penanggulangan sampah pada kawasan ekosistem mangrove. Kegiatan pengabdian ini menjelaskan beberapa point penting yaitu fungsi ekosistem secara ekologi dan ekonomi, dampak yang akibat penurunan tutupan ekosistem mangrove dan juga titik berat dalam pengelolaan sampah laut. Serta pengenalan alat perangkap dan pemasangan serta pencatatan data sampah laut yang akan membantu masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan maupun penanggulangan sampah kawasan pesisir.
SOSIALISASI PENTINGNYA MENJAGA KAWASAN PESISIR EKOSISTEM MANGROVE DI KAMPUNG NELAYAN TANJUNG JABUNG BARAT Gelis, Ester Restiana Endang; Ester Restiana Endang; Heltria, Septy; Ramdhani, Farhan; Wulanda, Yoppie; Janatul Magwa, Rizky; Hermala Yunita, Lauura
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Perikana Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i1.9699

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan vegetasi pesisir yang memiliki banyak peran dan fungsi dalam ekologi serta memberikan manfaat sosial-ekonomi bagi masyarakat pesisir. Namun, kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya ekosistem mangrove menyebabkan degradasi kawasan yang berdampak pada penurunan produktivitas perikanan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat nelayan Kampung Nelayan, Tanjung Jabung Barat mengenai fungsi ekosistem mangrove secara ekologi dan ekonomi, dampak kerusakan mangrove, serta upaya pelestarian. Metode pelaksanaan berupa sosialisasi dengan pendekatan ceramah, diskusi, dan pembagian handout kepada kelompok nelayan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang konsep ekosistem mangrove, perannya dalam siklus karbon, fungsi sebagai habitat biota, dan dampaknya terhadap hasil tangkapan nelayan. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi yang terlihat dari diskusi aktif mengenai upaya pelestarian mangrove melalui penanaman dan pengelolaan sampah laut. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam membangun kesadaran lingkungan masyarakat pesisir untuk menjaga kelestarian ekosistem mangrove sebagai penunjang keberlanjutan mata pencaharian nelayan.