Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN UMPAN YANG BERBEDA TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN PADA ALAT TANGKAP BUBU BAMBU DI PERAIRAN SUNGAI BATANG MERSIP KABUPATEN SAROLANGUN Dedek Saputra; Yurleni; Yoppie Wulanda
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 2 No. 11 (2025): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Edisi November 2025)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v2i11.1134

Abstract

The Batang Mersip River is a river that has potential in capture fisheries, one of which is in Mersip Village, Limun District. Fishing activities in the Batang Mersip River operated by fishermen include bamboo traps. This study aims to analyze the effect of different baits on fish catches in bamboo traps in the Batang Mersip River. This study used an experimental fishing method. This study consisted of 3 treatments based on the type of bait used with 30 bamboo units, each bait consisting of 10 bamboo traps with a bait weight of 50 grams per trap with 10 repetitions. This study was conducted for 10 days. Each treatment was given a distance of 10 meters. The results of this study showed that different types of bait had a significant effect (P <0.05) on the number (tails) and weight (grams) of fish. The highest number of catches was in the cricket bait treatment of 102 fish and the lowest catch was in the treatment without bait of 16 fish. Meanwhile, the highest catch weight was obtained with cricket bait, weighing 4850 grams, while the lowest was obtained with the unbaited treatment, weighing 311 grams. This study concluded that the effect of providing cricket bait in bamboo traps yielded better results than worm bait and unbaited fish.
Pola Pertumbuhan dan Tingkat Kematangan Gonad Ikan Seluang (Rasbora dusonensis) di Perairan Sungai Batanghari Provinsi Jambi Lauura Hermala Yunita; Febrina Rolin; Yoppie Wulanda; Yusyam Leni; Rizky Janatul Magwa
Juvenil Vol 7, No 2: Mei (2026)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v7i2.34114

Abstract

Ikan seluang (Rasbora dusonensis) merupakan salah satu spesies ikan air tawar yang umum dijumpai di perairan sungai Sumatera dan memiliki nilai ekologis serta ekonomis bagi masyarakat lokal. Namun, tekanan penangkapan yang terus meningkat memerlukan data ilmiah yang memadai sebagai dasar pengelolaan sumber daya ikan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi panjang, pola pertumbuhan, dan tingkat kematangan gonad (TKG) ikan seluang (Rasbora dusonensis) di perairan Sungai Batanghari, khususnya di Desa Muaro Pijoan, Provinsi Jambi. Pengambilan sampel ikan dilakukan pada bulan September menggunakan alat tangkap bubu dan jaring insang berukuran 1,5–2 inci. Setiap ikan yang tertangkap diukur panjang total dan bobot tubuhnya, serta dilakukan pemeriksaan gonad untuk penentuan tingkat kematangan gonad. Distribusi panjang dianalisis menggunakan metode selang kelas, sedangkan pola pertumbuhan dianalisis melalui hubungan panjang–bobot. Penentuan tingkat kematangan gonad dilakukan secara morfologis berdasarkan kriteria literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi panjang ikan didominasi oleh ukuran kecil hingga sedang dengan pola pertumbuhan bersifat alometrik. Sebagian besar individu berada pada tingkat kematangan gonad awal, yang mengindikasikan bahwa ikan yang tertangkap belum sepenuhnya memasuki fase reproduktif. Temuan ini memberikan informasi penting sebagai dasar pengelolaan perikanan sungai yang berkelanjutan di wilayah Sungai Batanghari.
SOSIALISASI PENTINGNYA MENJAGA KAWASAN PESISIR EKOSISTEM MANGROVE DI KAMPUNG NELAYAN TANJUNG JABUNG BARAT Ester Restiana Endang; Septy Heltria; Farhan Ramdhani; Yoppie Wulanda; Rizky Janatul Magwa; Lauura Hermala Yunita
Indonesian Journal of Fisheries Community Empowerment Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i1.9699

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan vegetasi pesisir yang memiliki banyak peran dan fungsi dalam ekologi serta memberikan manfaat sosial-ekonomi bagi masyarakat pesisir. Namun, kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya ekosistem mangrove menyebabkan degradasi kawasan yang berdampak pada penurunan produktivitas perikanan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat nelayan Kampung Nelayan, Tanjung Jabung Barat mengenai fungsi ekosistem mangrove secara ekologi dan ekonomi, dampak kerusakan mangrove, serta upaya pelestarian. Metode pelaksanaan berupa sosialisasi dengan pendekatan ceramah, diskusi, dan pembagian handout kepada kelompok nelayan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang konsep ekosistem mangrove, perannya dalam siklus karbon, fungsi sebagai habitat biota, dan dampaknya terhadap hasil tangkapan nelayan. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi yang terlihat dari diskusi aktif mengenai upaya pelestarian mangrove melalui penanaman dan pengelolaan sampah laut. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam membangun kesadaran lingkungan masyarakat pesisir untuk menjaga kelestarian ekosistem mangrove sebagai penunjang keberlanjutan mata pencaharian nelayan.
MANAJEMEN PERBEKALAN KAPAL HAND LINE SEBELUM MELAKUKAN PENANGKAPAN DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA BUNGUS SUMATERA BARAT Rizky Janatul Magwa; Khairun Najah; Ester Restiana Endang Gelis; Yoppie Wulanda; Farhan Ramdhani; Lauura Hermala Yunita; Septy Heltria
Vol 16 No 1 (2026): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v16i1.2126

Abstract

Manajemen perbekalan merupakan komponen vital dalam operasi kapal hand line yang beroperasi selama 10–20 hari di laut karena berpengaruh langsung terhadap efisiensi biaya dan mutu hasil tangkapan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis sistem manajemen perbekalan kapal hand line di PPS Bungus yang meliputi tahap pengadaan, penyimpanan, pemeliharaan, dan pengendalian, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi nelayan. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui observasi dan wawancara purposive terhadap nakhoda, ABK, pemilik kapal, petugas pelabuhan, dan pemasok logistik pada Oktober–Desember 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem manajemen perbekalan telah berjalan cukup terstruktur; pengadaan dilakukan berdasarkan estimasi lama trip dan jumlah ABK dengan biaya rata-rata Rp25–30 juta per trip untuk kapal 24–30 GT, penyimpanan dilakukan melalui pengelompokan muatan basah, kering, dan enak/bagus, pemeliharaan dilakukan dengan perlindungan es balok, pengawasan air bersih, dan pembagian konsumsi terukur, serta pengendalian melalui pencatatan harian, pembatasan bahan high-demand, dan evaluasi sisa perbekalan. Kendala utama meliputi keterbatasan ruang kapal kecil dan belum adanya standar kebutuhan baku berbasis GT dan durasi operasi. Secara umum, manajemen perbekalan tergolong baik namun masih berbasis pengalaman nakhoda sehingga diperlukan standar kebutuhan dan sistem pencatatan logistik yang lebih sistematis untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi perencanaan.
Pelatihan inovasi produk odeng ikan tenggiri untuk mendukung pangan biru (blue food) di Kelurahan Tengah Kecamatan Pelayangan Kota Jambi Evi Maya Sari; M. Hariski; Afriani Afriani; Nelwida Nelwida; Olfa Mega; Dyah Muji Rahayu; Wulandari Wulandari; Yoppie Wulanda; Hasanah Hasanah; Muhammad Nur Arkham; Hari Cahyono; Rahma Dini Arbajayanti; Laura Hermala Yunita
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 9, No 3 (2026): Agustus
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v9i3.3450

Abstract

Pelatihan inovasi produk berbasis perikanan merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir dalam mengolah sumber daya perairan menjadi produk bernilai tambah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Kelurahan Tengah, Kecamatan Pelayangan, Kota Jambi melalui pelatihan pembuatan odeng ikan tenggiri, yang merupakan produk olahan bernilai gizi tinggi dan mendukung konsep pangan biru (blue food). Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung, yang diikuti oleh 30 peserta dari kelompok PKK, Poklaksar, dan masyarakat umum. Evaluasi pelatihan dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat ketercapaian pelatihan. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pemahaman peserta sebesar 39,65%, dari nilai rata-rata pre-test 52,35 menjadi 86,75 pada post-test. Peningkatan yang signifikan ini menunjukkan bahwa pelatihan berhasil meningkatkan kapasitas peserta dalam pengolahan ikan menjadi produk inovatif. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang berupa penguatan ketahanan pangan lokal, peningkatan pendapatan rumah tangga, serta pengembangan usaha mikro berbasis perikanan yang berkelanjutan.
Manajemen Konservasi Iktiofauna di Kawasan Cagar Budaya Nasional Muaro Jambi Tedjo Sukmono; Yoppie Wulanda; Lauura Hermala Yunita; Rizky Janatul Magwa; Tri Syukria Putra; Pradita Eko Prasetyo Utomo
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol. 19 No. 2 (2026): AL-KAUNIYAH: JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v19i2.42701

Abstract

Penurunan kualitas perairan Sungai Batanghari akibat aktivitas pencemaran antropogenik telah mengurangi keanekaragaman ikan secara signifikan dari 297 spesies menjadi ±134 spesies dalam dua dekade terakhir. Penelitian ini dilakukan di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muaro Jambi untuk mengidentifikasi spesies ikan langka dan terancam punah, menilai karakteristik habitatnya, serta menyusun rancangan konservasi berbasis zonasi. Data diperoleh pada musim hujan 2023 dan musim kemarau 2024 melalui survei, pemetaan habitat, studi populasi ikan, dan wawancara dengan masyarakat setempat. Hasil penelitian yang dilakukan di berbagai stasiun di KCBN Muaro Jambi, ditemukan 38 spesies ikan dengan status konservasi menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN), seperti Betta rubra dan Betta picta (EN), Hemibagrus planiceps (VU), dan Trichopodus leerii (NT). Rancangan zonasi konservasi meliputi zona inti (Danau Klari, Sungai Melayu) untuk perlindungan habitat dan populasi ikan langka, zona pemanfaatan Terbatas (Sungai Jambi, Parit Johor) untuk kegiatan restocking dan penangkapan ikan terbatas, serta zona penyangga (Hilir Sungai Berembang, Danau Tebat Patah, Kolam Telago Rajo) untuk pemulihan habitat oleh masyarakat. Zonasi ini diharapkan dapat melestarikan keanekaragaman hayati perairan Sungai Batanghari dan mendukung pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.
Peningkatan Estetika dan Fungsionalitas Kemasan Produk Perikanan pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Kampung Laut Yoppie Wulanda; Lauura Hermala Yunita; wulandari wulandari; M Hariski; Ester Restiana Endang Gelis; Rizky Janatul Magwa; Septy Heltria; Farhan Ramdhani
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan wisata Kampung Laut merupakan daerah pesisir yang memiliki potensi perikanan yang tinggi, salah satunya adalah makanan diversifikasi perikanan. Namun saat ini produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kampung Laut masih terkendala pada aspek pemasaran. Hal ini dikarenakan masih terbatasnya keterampilan pelaku UMKM dalam menyajikan kemasan yang modern. Tujuan pengabdian ini adalah mengintegrasikan ilmu dan teknologi bidang pengolahan hasil perikanan, khususnya pada aspek teknik pengemasan dan branding pada produk olahan perikanan lokal menggunakan aplikasi design. Kegiatan pengabdian dilakukan pada tannggal 06 September 2025 di Balai Pertemuan Kelurahan Kampung Laut Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi. metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan pelatihan. Hasil pengabdian menunjukan kegiatan ini dinilai sangat membantu pengembangan usaha, dengan skor rata-rata 4,6 (skala 5) dan sebanyak 95% peserta optimis bahwa penggunaan apliaksi design dapat meningkatkan daya tarik produk mereka di pasaran. Setelah melakukan rangkaian kegiatan dan evaluasi dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini membantu pelaku UMKM kampung laut dalam memperkaya pengetahuan mengenai teknik pengemasan dan branding pada produk olahan perikanan lokal.
Pentingnya Ekosistem Mangrove dan Inovasi Perangkap Sampah Laut dalam Pengelolaan Sampah Kawasan Pesisir Ester Restiana Endang Gelis; Septy Heltria; Farhan Ramdhani; Rizky Janatul Magwa; Yoppie Wulanda; Lauura Hermala Yunita
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.637

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan vegetasi pesisir yang memiliki banyak peran dan fungsi dalam ekologi, kondisi ini mendorong pada kesadaran masyarakat akan peran dan fungsi ekosistem mangrove itu sendiri pada kawasan pesisir. Selain itu juga mangrove menjadi pemerangkap sampah laut yang umumnya menjadi salah satu masalah utama pada kawasan pesisir. Khalayak sasaran dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah bapak dan ibu rumah tangga nelayan Kampung Nelayan, Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi serta pengenalan inovasi alat perangkap sampah laut sederhana dari alat tangkap bekas. Selama kegiatan berlangsung peserta antusias mengikuti dan berdiskusi terkait upaya pelestarian eksosistem mangrove dan penanggulangan sampah pada kawasan ekosistem mangrove. Kegiatan pengabdian ini menjelaskan beberapa point penting yaitu fungsi ekosistem secara ekologi dan ekonomi, dampak yang akibat penurunan tutupan ekosistem mangrove dan juga titik berat dalam pengelolaan sampah laut. Serta pengenalan alat perangkap dan pemasangan serta pencatatan data sampah laut yang akan membantu masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan maupun penanggulangan sampah kawasan pesisir.
BIOLOGICAL ASPECTS OF FOURFINGER THREADFIN (Eleutheronema tetradactylum) IN MENDAHARA ILIR EAST TANJUNG JABUNG REGENCY JAMBI Ester Restiana Endang Gelis; Rizky Janatul Magwa; Yoppie Wulanda; Lauura Hermala Yunita; Septy Heltria; Farhan Ramdhani
JURNAL PERIKANAN TROPIS Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpt.v13i1.15144

Abstract

The fourfinger threadfin (Eleutheronema tetradactylum) is an economically important but increasingly threatened species classified as Endangered on the IUCN Red List. This study examined biological aspects of E. tetradactylum in the waters of Mendahara Ilir, East Tanjung Jabung Regency, Jambi. The research focused on the length-weight relationship (LWR), condition factor (K), relative weight (Wr), and size-based fishing eligibility. A total of 340 specimens, consisting 161 males and 179 females, were collected using gill nets. The LWR equations revealed  W = 0.002444L3.3306 (R² = 0.9571) for males and W = 0.005523L3.1116 (R² = 0.9623) for females, indicating positive allometric growth in males and near-isometric growth in females. The t-test confirmed that both b values differed significantly from 3 (p < 0.001). The mean condition factor (K) was 2.83 ± 0.14 for males and 2.91 ± 0.07 for females, while the mean relative weight (Wr) was 101.46 for males and 100.98 for females, indicating good physiological condition and favourable habitat quality. However, analysis of fishing eligibility revealed that only 48.60% of female fish had reached the minimum catchable size (Lc = 40.0 cm), compared to 72.05% of males that exceeded their threshold (Lc = 29.0 cm). The high proportion of undersized female fish raises serious concerns about potential recruitment overfishing. These findings underscore the urgent need to implement for size-selective fishing regulations in Mendahara Ilir waters.
Effectiveness of the Combination of Raffia Rope Attractors and Lighting on Fish Aggregating Devices (FADs) for Positive Phototactic Fish Rizky Janatul Magwa; Farhan Ramdhani; Yoppie Wulanda
Grouper Vol. 17 No. 1 (2026): Grouper: Jurnal Ilmiah Perikanan
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/grouper.v17i1.413

Abstract

Fish Aggregating Devices (FADs) are widely used to improve fishing efficiency, and their effectiveness depends largely on attractor design and visual stimuli such as light. This study aimed to evaluate the effectiveness of combining raffia rope attractors and LED lighting on surface FADs in attracting positive phototactic fish (Poecilia reticulata), and to assess their vertical distribution and behavioral responses. A laboratory experiment was conducted using a factorial Completely Randomized Design (position × light presence) with four treatments: bottom without light, bottom with light, surface without light, and surface with light. The primary parameter measured was the number of fish within a 10 cm attraction zone, recorded every 10 minutes for 60 minutes. Data were analyzed using Two-Way ANOVA at a 5% significance level. The results showed that FAD position significantly affected the number of fish approaching the attraction zone (p < 0.05), whereas light presence alone had no significant effect (p > 0.05). However, a significant interaction between position and light was detected (p < 0.05). The highest effectiveness was observed in the surface FAD without light (77%), suggesting that the visual structure of raffia attractors at the surface was sufficient to induce strong aggregation. These findings indicate that the effectiveness of raffia attractors is primarily driven by placement position rather than additional lighting, although their interaction still contributes to fish aggregation behavior. This study provides a practical basis for prioritizing surface FAD placement with raffia attractors over the use of additional lighting in small-scale fisheries.