Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatife Tipe Student Team Achievement Division untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pkn Siswa Kelas IV di UPT SPF SDN Kompleks IKIP Andi Nuryana; Rika Kurnia; Kasmawati Kasmawati
Lempu PGSD Vol. 2 No. 1 (2025): March
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/lempu.v2i1.4395

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas IV di UPT SPF SDN Kompleks IKIP Kecamatan Rappocini Kota Makassar. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan tes. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu mereduksi data, mendeskripsikan data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pada siklus I sebanyak 68,96% atau 20 siswa memperoleh nilai rata-rata 75,51 dengan kualifikasi cukup dan mengalami peningkatan pada siklus II sebanyak 86,20% atau 25 siswa dengan nilai rata-rata 80,31 dengan kualifikasi baik. Hal ini dapat disimpulkan bahwa mod el pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar PKn siswa
Pengaruh Media Kartu Kata Bergambar Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Awal Anak Usia Dini Usia 5-6 Tahun Rimang; Rusmayadi; Syamsuardi; Kurnia R, Rika
ECEJ : Early Childhood Education Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Volume 01 Nomor 02 (Juni 2024)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/ecej.v1i2.42

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media kartu kata bergambar dalam meningkatkan kemampuan membaca awal di TKIT Nurul Fikri Makassar. Jenis pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling sampel dalam penelitian ini adalah 12 peserta didik dengan 6 peserta didik sebagai kelompok eksperimen dan 6 peserta didik sebagai kelompok kontrol. Tehnik pengumpulan data pada penlitian ini adalah analisis statistik deskriptif dan analisis non parametrik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kemampuan membaca awal anak diberi perlakuan media kartu kata bergambar pada kelompok eksperimen lebih baik dari kelompok kontrol. Berdasarkan hasil analisis data nilai rata-rata pada kelompok eksperimen 30.450 sedangkan pada kelompok kontrol 14,3333. Hasil pengujian nilai sig. 0,028 (2-tailed) HO ditolak dan H1 diterima. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa media kartu kata bergambar dapat memberikan pengaruh pada kemampuan membaca awal anak usia 5-6 tahun di tkit nurul fikri Makassar.
PENINGKATAN PERAN ORANG TUA DALAM MENDUKUNG PENGUATAN TRANSISI PAUD KE SD YANG MENYENANGKAN DI TK KEMALA BHAYANGKARI 07 CABANG GOWA MELALUI KEGIATAN SEMINAR PARENTING Sri Rika Amriani.H; Rusmayadi; Dzulfadhilah, Fitriani; Sitti Nurhidayah Ilyas; Rika Kurnia R
Ininnawa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Volume 01 Nomor 02 (Oktober 2023)
Publisher : Program Studi Manajemen FEB UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ininnawa.v1i2.649

Abstract

Penguatan Transisi PAUD-SD membutuhkan usaha gotong-royong dari berbagai pihak dengan perannya masing-masing mulai dari orang tua/wali, guru, dan juga pemerintah. Sebagai guru dan orang tua sangat penting memahami proses transisi PAUD-SD karena akan bersama-sama membangun kemampuan fondasi anak secara holistic dan bertahap sejak berada di jenjang PAUD. Masih banyaknya orang tua yang belum memahami perannya dalam penguatan transisi PAUD SD serta masih banyaknya orang tua yang memahami informasi bahwa di PAUD tidak boleh membina kemampuan baca tulis hitung, sedangkan untuk memasuki jenjang pendidikan SD diterapkan tes calistung sebagai bagian penerimaan peserta didik baru. Selain itu yang dimaknai orang tua ialah praktik pembelajaran di PAUD juga belum konsisten, dimana terdapat satuan PAUD yang sangat focus pada kemampuan calistung saja sehingga menerapkan hafalan, namun ada juga yang sama sekali anti pengejaran. Berdasarkan fenomena tersebut maka solusi yang ditawarkan untuk masalah ini yaitu melaksanakan program parenting Peran orang tua dalam penguatan Transisi PAUD-SD yang menyenangkan. Tujuan dari kegiatan ini yaitu agar orang tua dapat memahami perannya dalam penguatan transisi PAUD SD. Adapun metode pelaksanaan kegiatan ini yaitu: (1) Melakukan analisis situasi dengan melakukan dialog Bersama dengan orag tua terkait apa yang dilakukan untuk mendukung anak memasuki jenjang sekolah dasar; (2) Melakukan rancangan program pendampingan untuk memberikan bekal pengetahuan untuk orang tua; (3) Melaksanakan kegiatan Seminar Parenting; dan (4) Melakukan evaluasi kegiatan dengan melakukan refleksi Bersama. Hasil dari kegiatan ini yaitu orang tua memahami apa yang harus dilakukan orang tua bahwa kesiapan ekomoni saja tidak cukup dalam menyiapkan anak memasuki jenjang sekolah dasar, namun harus mendukung anak dari menumbuhkan rasa ingin tahu, perkembangan emosional, pengunaan bahasa, perkembangan kognitif, dan pengetahuan umum.
Seminar Parenting Pendidikan dan Pengasuhan Anak Di Era Digital untuk Orang Tua di TK Telkom Makassar Sri Rika Amriani.H; Lismayani, Angri; Dzulfadhilah, Fitriani; Rika Kurnia R; Pratama, Muhammad Isbar
Ininnawa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Volume 02 Nomor 01 (April 2024)
Publisher : Program Studi Manajemen FEB UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ininnawa.v2i1.2234

Abstract

Kegiatan seminar parenting di TK Telkom Makassar dengan tema Pendidikan dan pengasuhan anak memiliki tujuan yaitu untuk membekali orang tua dengan pengetahuan dan startegi dalam mendidik dan mengasuh anak di era digital. Orang tua akan memahami karakteristik anak di era digital, membangun komunikasi efektif dengan anak terkait teknologi, dan menerapkan penggunaan teknologi digital yang bertanggung jawab dan aman. Seminar parenting ini merupakan Langkah penting dalam membantu orang tua untuk mendidik dan mengasuh anak mereka di era digital dengan memberikan penegtahuan dan strategi yang tepat dalam membimbing anak-anak mereka menjadi invidu yang cerdas, kreatif dan bertanggungjawab. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Narasumber yang kompeten di bidang Pendidikan anak usia dini dan teknologi digital diundang untuk menyampaiakan materi. Kegiatan parenting ini dilakukan dengan beberapa tahapan yakni identifikasi target audience (Tahap Awal), Melaksanakan seminar (Tahap Inti), dan Evaluasi (Tahap Akhir). Hasil dari kegiatan seminar parenting ini menunjukkan bahwa peserta seminar memiliki pemahaman lebih mendalam tentang karakteristik anak di era digital, termasuk bagaimana menggunakan teknologi dan dampaknya terhadap perkembangan anak.
Application of Picture Alphabet Calendar Media (KALFABER) Towards Literacy Skills of 4-5 Year Old Children in Kindergarten Bina Harapanku Sitti Nur Lina; Sitti Nurhidayah Ilyas; Rika Kurnia R
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 8 No 1 (2024): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v8i1.7816

Abstract

This study aims to determine the description of the Application of Picture Alphabet Calendar Media (KALFABER) to the Literacy Skills of 4-5 Year Old Children at Bina Harapanku Kindergarten. The type of research used is descriptive qualitative research. Research respondents were 1 teacher and 15 students. Data collection techniques using observation, interviews and documentation. Data analysis uses data reduction analysis, data presentation and verification. Based on the results of the study that after applying the pictorial alphabet calendar media (Kalfaber), children's literacy skills have developed very well. This proves that the pictorial alphabet calendar media (Kalfaber) can hone children's literacy skills such as the ability to recognize and mention letters, know the sound of the initial letter and can distinguish between letters, distinguish animal sounds from surrounding objects, read syllables and match words with pictures and read words and match words with pictures.
Pengaruh Metode Proyek Melalui Recycle Terhadap Kemampuan Sains Anak Dalam Penerapan Kurikulum Merdeka Di TK Aisyiyah Cambaya Kabupaten Gowa Nurkhalisa Nurkhalisa; Herlina Herlina; Rika Kurnia R
Jurnal Caksana : Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PG-PAUD, FKIP, Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jcpaud.v8i2.2386

Abstract

Sains memiliki peranan esensial dalam mendukung perkembangan aspek kognitif anak usia dini, khususnya dalam membantu mereka memahami berbagai peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Namun, kenyataannya masih banyak anak yang belum mampu mengembangkan kemampuan sains secara optimal. Untuk itu, diperlukan strategi pembelajaran yang tepat dan inovatif. Salah satu pendekatan yang relevan adalah metode proyek melalui recycle (kegiatan daur ulang), Hal ini, melibatkan anak secara langsung dalam proses belajar yang aktif, konkret, dan menyenangkan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penerapan metode proyek melalui recycle terhadap kemampuan sains anak usia dini dalam konteks Kurikulum Merdeka di TK Aisyiyah Cambaya Kabupaten Gowa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental tipe one group pre-test-post-test dan melibatkan 20 peserta didik sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes menggunakan skala penilaian sains yang mencakup indikator mengamati, mengklasifikasikan, dan mengkomunikasikan.  Berdasarkan hasil analisis data melalui uji paired sample t-test terdapat nilai signifikan 0,000 < 0,05 yang berarti ada perbedaan yang signifikan antara hasil sebelum dan setelah perlakuan. Temuan ini membuktikan bahwa metode proyek melalui recycle efektif dalam meningkatkan kemampuan sains anak usia dini pada penerapan kurikulum merdeka.
Development and Evaluation of a Sensory Game Teaching Module for Texture Recognition in Early Childhood Education Riska Aulia Sartika; Ahmad Razak; Rika Kurnia R; Herlina Herlina; Muhammad Akil Musi
Indonesian Journal of Early Childhood Educational Research (IJECER) Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/ijecer.v4i1.15281

Abstract

Early childhood learners require developmentally appropriate strategies to support their sensory growth, particularly in recognizing and categorizing textures through direct experiences. This study aimed to develop and evaluate a sensory play-based instructional module designed to enhance texture recognition skills in early childhood learners. Employing a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation), the module was validated by three subject matter experts and implemented in classroom settings. Data were collected through expert validation instruments and teacher assessments to measure its practicality and effectiveness. The module received a validity score of 84.72%, indicating strong content alignment and instructional accuracy. Its practicality was rated at 92.25%, reflecting ease of implementation and contextual relevance, while its effectiveness reached 90.27%, demonstrating improved learner engagement and the ability to distinguish textures through structured sensory activities. These findings confirm the modules high validity, practicality, and effectiveness. Its application offers a valuable instructional strategy for early childhood education by promoting sensory development through evidence-based, play-integrated learning.  
Developing a Congklak-Based Module to Enhance Early Childhood Number Recognition in the Independent Curriculum Andi Hidayah Insani; Herlina Herlina; Sitti Nurhidayah Ilyas; Muhammad Yusri Bachtiar; Hajerah Hajerah; Rika Kurnia R
Indonesian Journal of Early Childhood Educational Research (IJECER) Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/ijecer.v4i1.15309

Abstract

Number recognition is a crucial component of early childhood cognitive development and is a key focus in the Independent Curriculum. Traditional teaching methods often struggle to fully engage young learners, highlighting the need for innovative, developmentally appropriate learning media. This study aimed to develop a Congklak-based learning module to enhance early childhood number recognition within the framework of the Independent Curriculum. Using a Research and Development (R&D) approach with the ADDIE model, which includes stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation, this study involved 4 teachers and 30 children from Group B at TK Mansurin, Tarakan City. Data were collected through expert validation, teacher practicality questionnaires, and pre-test and post-test assessments of number recognition. Expert validation of the module indicated high validity with an average score of 92.43%, and teacher assessments revealed the module was highly practical with a score of 89%. The effectiveness of the module was analyzed using the Wilcoxon test, which demonstrated a statistically significant improvement in number recognition (p < 0.05). The average N-Gain of 0.68 confirmed the moduleÔÇÖs moderate effectiveness. The study concludes that the Congklak-based module is a valid, practical, and effective tool for enhancing early childhood number recognition within the Independent Curriculum, suggesting that traditional games can play a valuable role in modern educational settings.┬á┬áNumber recognition is a crucial component of early childhood cognitive development and is a key focus in the Independent Curriculum. Traditional teaching methods often struggle to fully engage young learners, highlighting the need for innovative, developmentally appropriate learning media. This study aimed to develop a Congklak-based learning module to enhance early childhood number recognition within the framework of the Independent Curriculum. Using a Research and Development (R&D) approach with the ADDIE model, which includes stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation, this study involved 4 teachers and 30 children from Group B at TK Mansurin, Tarakan City. Data were collected through expert validation, teacher practicality questionnaires, and pre-test and post-test assessments of number recognition. Expert validation of the module indicated high validity with an average score of 92.43%, and teacher assessments revealed the module was highly practical with a score of 89%. The effectiveness of the module was analyzed using the Wilcoxon test, which demonstrated a statistically significant improvement in number recognition (p < 0.05). The average N-Gain of 0.68 confirmed the moduleÔÇÖs moderate effectiveness. The study concludes that the Congklak-based module is a valid, practical, and effective tool for enhancing early childhood number recognition within the Independent Curriculum, suggesting that traditional games can play a valuable role in modern educational settings.┬áKeywords: Congklak Game Module, Independent Curriculum, Number Recognition, Early Childhood Education
Development of “SITAYA” Interactive Multimedia (Solar System) to Stimulate Science Ability in Children Aged 5–6 Years Hanisa Buabara; Syamsuardi Syamsuardi; Rika Kurnia R; Herlina Herlina
Indonesian Journal of Early Childhood Educational Research (IJECER) Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/ijecer.v4i1.16119

Abstract

Early childhood science learning requires engaging and interactive media to support children’s curiosity and conceptual understanding, particularly for abstract topics such as the solar system. Interactive multimedia is considered an effective alternative to overcome limitations in conventional teaching methods for children aged 5–6 years. This study aimed to (1) describe the actual need for SITAYA (Solar System) interactive multimedia in stimulating science abilities in children aged 5–6 years, (2) determine the validity and practicality of the developed multimedia, and (3) examine its effectiveness in improving children’s science skills. This research employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, which consists of the analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. Data were collected through observations and questionnaires. The research subjects involved four teachers and thirty children aged 5–6 years. Data analysis was conducted to assess validity, practicality, and effectiveness, as well as to test the research hypotheses. The results showed that SITAYA interactive multimedia was highly needed by teachers, as it was perceived as practical, attractive, and effective in stimulating children’s science abilities. Expert validation indicated that the multimedia met the valid criteria, while practicality assessment showed a very practical category. Effectiveness testing demonstrated that the multimedia was categorized as very effective. The findings revealed that the alternative hypothesis (H₁) was accepted and the null hypothesis (H₀) was rejected, indicating a significant effect of SITAYA interactive multimedia on the science abilities of children aged 5–6 years. Therefore, it is suggested that SITAYA interactive multimedia be integrated into early childhood science learning to enhance children’s understanding and engagement with scientific concepts.
Development of Pop-Up Scrapbook Learning Media to Enhance Basic Literacy Skills in Children Aged 5–6 Years Hijriah Hijriah; Kartini Marzuki; Herman Herman; Rika Kurnia R; Herlina Herlina
Indonesian Journal of Early Childhood Educational Research (IJECER) Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/ijecer.v4i1.16152

Abstract

This study aims to: (1) identify the need for developing pop-up scrapbook learning media to improve the basic literacy skills of children aged 5–6 years; (2) describe the design of pop-up scrapbook learning media for improving basic literacy skills of children aged 5–6 years; (3) examine the validity and practicality of pop-up scrapbook learning media; and (4) determine the effectiveness of pop-up scrapbook learning media in improving the basic literacy skills of children aged 5–6 years. The research employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE development model, which consists of analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. Data were collected through interviews, observations, and questionnaires. The results show that: (1) the initial analysis indicates that children’s basic literacy skills are still relatively low, and teachers strongly support the development of innovative learning media to improve literacy skills among children aged 5–6 years; (2) the design of the pop-up scrapbook learning media was developed through several stages, including needs analysis, media production, preparation of a media user guide, teacher response questionnaires, and observation sheets for assessing children’s basic literacy skills; (3) the validation results from expert validators indicate that the pop-up scrapbook learning media is categorized as very valid and suitable for classroom implementation, while the practicality assessment by the Class B1 teacher places the media in the very practical category; and (4) the effectiveness test based on pre-test and post-test results demonstrates a significant improvement in children’s basic literacy skills after the implementation of the pop-up scrapbook learning media. Therefore, the developed media is considered highly effective for use in classroom learning to enhance the basic literacy skills of children aged 5–6 years.