Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Evaluasi Jaringan Perpipaan Air Bersih Kelurahan Labuan Kecamatan Wakorumba Utara Kabupaten Buton Utara (Studi Kasus: Jaringan Irigasi Kambara, Kecamatan Sawerigading, Kabupaten Muna Barat) Agus Satriadi; Romy Talanipa; Ranno Marlany Rachman; Fathur Rahman Rustan
Media Konstruksi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 6, No 4 (2021)
Publisher : PRODI D3 TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v6i4.28749

Abstract

Kelurahan Labuan memiliki sistem penyediaan air bersih yang merupakan program swasembada yang dilakukan pemerintah Kelurahan Labuan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan air di Kelurahan Labuan pada tahun 2021 sampai dengan tahun 2025 dan menganalisis serta merencanakan diameter pipa jaringan distribusi air bersih. Metode pengumpulan data dalam penelitian melalui Kuesioner, Wawancara, dan menganalisis jaringan distribusi air bersih enggunakan software Epanet 2.0. Hasil penelitian berdasarkan Real Demand Survey (RDS) standar pelayanan di bidang air minum kebutuhan air bersih domestik dan non domestik untuk (2021) di dapatkan sebesar 0,6447 Liter/Detik. Dan lima tahun kedepan (2025) di dapatkan sebesar 0,6740 liter/detik. Berdasarkan simulasi Epanet 2.0 terdapat perubahan diameter pipa yang digunakan, yaitu pada pipa P2 hingga pipa P22.
Potential Erosion in Mining, Oil Palm Plantations, and Watersheds Reforestation Areas Ahmad Syarif Sukri; M. Saripuddin; . Nasrul; Romy Talanipa
Civil Engineering Journal Vol 9, No 9 (2023): September
Publisher : Salehan Institute of Higher Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28991/CEJ-2023-09-09-07

Abstract

Erosion forecasting is a complex issue generated by numerous causes, the extent of which varies based on the unique area and conditions. Changes in rainfall, land cover, and watershed function are the primary causes of increased erosion. This study aims to scrutinize the actual and potential erosion in the mining area (MA), oil palm plantations (OPP), and watersheds reforestation (WR) in Asoloe, South Konawe, Indonesia. We utilized qualitative research methods and surveys with the USLE model. MA shares the highest actual erosion with 332.30 tons/ha/year, with an average erosion of 27.69 tons/ha/year from 2011 to 2022. Meanwhile, the potential erosion is 4747.19 tons/ha/year, with an average of 395.60 tons/ha/year. In terms of current conditions, 44.6% of rainfall engenders erosion with more than 0.5 t/ha and 33.9% with more than 1 t/ha. This study successfully demonstrates that for given location and area characteristics, high amounts of rainfall and changes in land function eminently affect soil erosion and that the potential erosion changes that occur in the Asoloe watershed every year are exceptionally influenced by changes in land use and land function. Therefore, some mitigation strategies and policies must be taken to reduce the risk of future erosion. Doi: 10.28991/CEJ-2023-09-09-07 Full Text: PDF
Pemberdayaan Masyarakat pada Penerapan Konstruksi Bangunan Sipil di Kelurahan Anduonohu Kota Kendari Welendo, La; Ngii, Edward; Putra, Adris Ade; Nuhun, Ridwan Syah; Talanipa, Romy; Mahapati, Waode Sitti Warsita; Lalang, Lalang; Kaimuddin, Januar Saleh; Balaka, Rudi; Mursidi, Baso; Makmur, Muammar; Takdir, Riyan Abdillah; Minmahddun, Anafi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Terapan (JPMIT) Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Vokasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpmit.v5i2.46276

Abstract

Community service activities by a team of teaching staff as one form of the tri dharma (Lecturers) of Halu Oleo University, namely carrying out community service, in carrying out community service to provide contributions in the form of knowledge about pontesi and infrastructure development to improve the welfare of the community in the sub-district Anduonohu Kendari City. Anduonohu Village is a potential area and has sufficient natural resources, in this case potential agricultural land (fertile land), but road access to the Village needs serious attention from all parties. Therefore, we, as a team of lecturers, provide service to contribute work/products and understanding to the community regarding infrastructure development, especially improving farm roads as access for community movement to support economic, social, educational and other activities. The implementation process in this service activity is an implementation technique according to the availability of resources from the service implementation team in the form of outreach to the community, farmers and local government by prioritizing science. This Community Partnership Program (PKM) is delivered in community service activities as an impact of increasing community knowledge, especially in developing infrastructure in Anduonohu Village, Kendari City. The methods used in this activity are example providing, direct or face to face discussions with the community, as well as field applications. in infrastructure development (repairing village roads). It is hoped that this service program activity can provide knowledge and understanding to the community regarding the application of science to benefit society.
Perbaikan Bendungan Sungai Rawa Desa Lalouesamba Pasca Jebol Akibat Faktor Teknis dan Usia Konstruksi Nuhun, Ridwan Syah; Ngii, Edward; Putra, Adris Ade; Welendo, La; Agustan, Agustan; Talanipa, Romy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Terapan (JPMIT) Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Vokasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpmit.v5i2.46147

Abstract

Pada awalnya menjadi desa devinitif, bendungan desa Lalouesamba adalah sumber air utama sebelum adanya usaha mandiri warga desa memenuhi kebutuhan tambahan air bersih dengan membuat sumur gali. Ketergantungan sumber air bendungan menjadi salah satu jenis sumber air tambahan bagi warga untuk kebutuhan hidup, perkebunan, tambak lele, dan peternakan. Untuk tetap mempertahankan sumber air bendung desa lalouesamba menjadi sumber air guna mendukung kegiatan penghasilan tambahan warga, maka melalui KKN tematik ini sebagai wujud Pengabdian Kepada Masyarakat Perguruan Tinggi khususnya Masyarakat pedesaan dilakukan perbaikan tanggul embung dengan mengaplikasikan penggunaan selimut beton kedap air. Keberhasilan dalam upaya perbaikan tanggul embung dengan mengaplikasikan penggunaan selimut beton kedap air menunjukkan bahwa tindakan yang diambil tersebut sangat efektif, hal ini dapat dilihat dari keberhasilan menaikan muka air setingi 40 cm pada kolam embung, dengan demikian semakin banyaknya volume air yang dapat di tampung. Penyelidikan dan analisis yang cermat tentang kondisi embung serta perencanaan yang baik menjadi kunci dari keberhasilan tersebut sehingga memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat lokal terutama dalam hal penyediaan air untuk kebutuhan hidup, perkebunan, tambak ikan, dan peternakan warga.
EVALUASI TINGKAT KENYAMANAN RUANG TERBUKA HIJAU PAPALIMBA KOTA KENDARI MENGGUNAKAN METODE THERMAL HUMIDITY INDEX (THI) Santoso, Primus; Ahmad, Siti Nurjanah; Talanipa, Romy
Jurnal Manajemen Rekayasa (Journal of Engineering Management) Vol 5, No 1 (2023): Mei Tahun 2023
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmr.v5i1.43305

Abstract

Ruang Terbuka Hijau papalimba menjadi salah satu solusi untuk peningkatan kualitas lingkungan hidup serta menjadi penunjang kenyamanan pada area kota Kendari, Tetapi masih ada faktor yang mengganggu kenyaman seperti masih ditemukan sampah-sampah yang berserahkan yang membuat aroma bau disekitar taman, serta di masih belum terdapat tumbuhan pelindung yang berfungsi untuk melindungi sinar matahari. tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kenyamanan ruang terbuka hijau Papalimba Kota Kendari. penelitian dilakukan dengan metode thermal humadity index dan persepsi masyarakat. parameter thermal humadity index adalah suhu dan kelembaban. parameter persepsi masyarakat yaitu sirkulasi, iklim, aroma, bentuk, keamanan, kebersihan, dan keindahan dengan analisa data mengguanakan deskriptif kuantitatif. penelitian ini dilakukan di salah satu RTH yang berada di kota kendari yaitu RTH Papalimba. Hasil dari penelitian tingkat kenyamanan RTH Papalimba, didapatkan hasil seluruh zona pada area taman RTH papalimba termasuk dalam kategori tidak nyaman yang nilai 29,70°C, 29,10°C, 29,94°C, dan 29,61°C yang termasuk ke dalam kategori tidak nyaman. Hasil persentase tingkat kenyamanan dari total 8 parameter didapatkan hasil sebesar 68,4%. Persentase tingkat kenyaman an didapatkan melalui persentase pada masing-masing faktor yang mempengaruhi tingkat kenyamanan, Nilai persentase tersebut termasuk ke dalam kategori cukup nyaman yang menunjukan bahwa masyarakat masih dapat menerima tingkat kenyamanan pada taman RTH Papalimba. Kata kunci: RTH, tingkat kenyamanan, thermal humidity index, Persepsi Masyarakat
EVALUASI TINGKAT KENYAMANAN RUANG TERBUKA HIJAU PAPALIMBA KOTA KENDARI MENGGUNAKAN METODE THERMAL HUMIDITY INDEX (THI) Santoso, Primus; Ahmad, Siti Nurjanah; Talanipa, Romy
Jurnal Manajemen Rekayasa (Journal of Engineering Management) Vol 5, No 1 (2023): Mei Tahun 2023
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmr.v5i1.43318

Abstract

Ruang Terbuka Hijau papalimba menjadi salah satu solusi untuk peningkatan kualitas lingkungan hidup serta menjadi penunjang kenyamanan pada area kota Kendari, Tetapi masih ada faktor yang mengganggu kenyaman seperti masih ditemukan sampah-sampah yang berserahkan yang membuat aroma bau disekitar taman, serta di masih belum terdapat tumbuhan pelindung yang berfungsi untuk melindungi sinar matahari. tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kenyamanan ruang terbuka hijau Papalimba Kota Kendari. penelitian dilakukan dengan metode thermal humadity index dan persepsi masyarakat. parameter thermal humadity index adalah suhu dan kelembaban. parameter persepsi masyarakat yaitu sirkulasi, iklim, aroma, bentuk, keamanan, kebersihan, dan keindahan dengan analisa data mengguanakan deskriptif kuantitatif. penelitian ini dilakukan di salah satu RTH yang berada di kota kendari yaitu RTH Papalimba. Hasil dari penelitian tingkat kenyamanan RTH Papalimba, didapatkan hasil seluruh zona pada area taman RTH papalimba termasuk dalam kategori tidak nyaman yang nilai 29,70°C, 29,10°C, 29,94°C, dan 29,61°C yang termasuk ke dalam kategori tidak nyaman. Hasil persentase tingkat kenyamanan dari total 8 parameter didapatkan hasil sebesar 68,4%. Persentase tingkat kenyaman an didapatkan melalui persentase pada masing-masing faktor yang mempengaruhi tingkat kenyamanan, Nilai persentase tersebut termasuk ke dalam kategori cukup nyaman yang menunjukan bahwa masyarakat masih dapat menerima tingkat kenyamanan pada taman RTH Papalimba. Kata kunci: RTH, tingkat kenyamanan, thermal humidity index, Persepsi Masyarakat
Kajian Kesesuaian Parameter Kualitas Air Mineral Pada Produk Kemasan Di Desa Sumber Sari Kecamatan Moramo Tryantini Sundi Putri Sundi; Ranno Marlany Rachman; Anafi Minmahddun; Romy Talanipa; Muh. Dirham
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/medkons.v9i1.7

Abstract

The monitoring of drinking water quality across all districts/cities, both internally and externally, is part of monitoring the health impacts on the community and improving the drinking water supply system, as well as enhancing the community's capacity to care for obtaining safe water quality. The aim of this study is to determine the comparison of water quality before and after processing into drinking water, based on physical, chemical, and biological parameters, specifically focusing on CLEO packaged products in Sumber Sari village, Moramo district, in accordance with the standard quality regulations for drinking water stipulated in Minister of Health Regulation No. 2 of 2023. Data collection was conducted through observation and analytical testing methods. Water samples were taken from the service reservoir tank, using the immersion method (dip sampling) as the sampling technique. The research findings indicate that both before and after processing Cleo packaged drinking water, in terms of physical, chemical, and microbiological parameters, exhibit different maximum parameter values but still meet the standard quality requirements.
Analisis Perbandingan Metode Fast Track Dan Metode Crashing Terhadap Efisiensi Biaya Dan Aktivitas Waktu Pelaksanaan Fitriah Fitriah; Wayan Mustika; Romy Talanipa; Syahrul Ramadhan
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 9 No. 4 (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/medkons.v9i4.88

Abstract

Pembangunan proyek memerlukan sumber daya manusia, material, peralatan, metode, uang, informasi, dan waktu, dengan tiga aspek penting, yaitu waktu, biaya, dan mutu (Kerzner, 2006). Meskipun mutu harus tetap dijaga, namun sering terjadi pembengkakan biaya dan keterlambatan waktu (Praboyo, 1999) yang dapat menurunkan efisiensi dan nilai kompetitif pengembang (Mora dan Li, 2001). Lokasi penelitian adalah Proyek Rehabilitasi D.I Wawotobi, Kabupaten Konawe (Paket-2) oleh PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk – PT. Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk KSO. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis percepatan proyek dengan metode Fast Track dan Crashing, mengukur persentase durasi dan biaya proyek, serta menilai metode mana yang lebih efektif untuk proyek ini. Penelitian menggunakan metode Fast Track dan Crashing, metode Fast Track menata ulang aktivitas pekerjaan secara paralel tanpa mempengaruhi biaya, sedangkan metode Crashing mengurangi waktu proyek secara terstruktur dan logis dari kegiatan proyek. Berdasarkan hasil analisis, Fast Track mempercepat penyelesaian proyek sebesar 2,04% (5 hari) dan menghemat biaya sebesar 0,05% (Rp 42.950.813), sedangkan Crashing mempercepat penyelesaian proyek sebesar 18,78% (46 hari) dan menghemat biaya sebesar 1,01% (Rp 817.060.274). Metode Crashing lebih efektif dalam mengurangi durasi dan biaya proyek.
Evaluation of Wastewater Treatment Installations at Kendari City Hospital Ranno Marlany Rachman; Pidun Pidun; Romy Talanipa
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 5 (2025): September 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.5.1441-1447

Abstract

Hospitals are public facilities that generate large amounts of waste from various activities, including liquid waste containing hazardous substances that must be treated before discharge into the environment. This study aims to evaluate the performance of the Kendari City Regional Hospital Wastewater Treatment Plant (WWTP) and to determine the quality of wastewater after treatment, in accordance with the Minister of Environment Decree Number 5 of 2014. This study uses a quantitative descriptive method with an observation approach, laboratory testing, and interviews. The results of the survey in August 2023 showed that the Kendari City Regional Hospital WWTP functioned effectively with a significant decrease in several parameters, namely pH by 1.40%, TSS (Total Suspended Solids) by 68.00%, COD (Chemical Oxygen Demand) by 51.10%, and BOD (Biochemical Oxygen Demand) by 86.70%, while the temperature did not change. In December 2023, the wastewater treatment plant's effectiveness was still not optimal, with a pH of 9.38%, TSS of 21.4%, COD of 31.1%, BOD of 32.7%, and a temperature increase of 5.27%. The effluent from Kendari City Hospital in August 2023 met the quality standards set by the Minister of Environment Decree Number 5 of 2014, with a temperature of 28°C, pH of 7.34, TSS of 71 mg/L, COD of 18.70 mg/L, and BOD of 1.50 mg/L. However, in December 2023, although the effluent still met most quality standards—pH 6.76, TSS 22 mg/L, COD 23.8 mg/L, and BOD 10.7 mg/L —the temperature was 31.1°C, exceeding the set quality standard limit of 30°C.