Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Analisis Pelaksanaan Program Penanggulangan Tuberkulosis pada Puskesmas Kuta Alam Tahun 2023. Kamalurrijal, Kamalurrijal; Fahdhienie, Farrah; Aramico, Basri
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v9i2.356

Abstract

Tuberculosis (TBC) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di dunia. Menurut WHO secara global pada tahu 2022 diperkirakan 10 juta orang meninggal dengan Tuberculosis (TB). setara dengan 132 kasus per 100.000 penduduk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui evaluasi pelaksanaan program penanggulangan TBC di wilayah kerja Puskesmas Kuta Alam Tahun 2023. Penelitian ini bersifat kualitatif yang dilaksanakan pada tanggal 24-31 Juli tahun 2023 dengan jumlah informan 4 orang. Data utama penelitian ini adalah data primer dilengkapi dengan data sekunder. Data sekunder di ambil dari Puskesmas Kuta Alam. Data primer didapatkan dengan melakukan wawancara mendalam (Indepth Interview) kepada Kepala Puskesmas, PJ Program TBC dan pasien penderita TBC, dianalisis menggunakan metode triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belum terdapat kebijakan khusus di Puskesmas Kuta Alam, pendanaan kegiatan Program berasal dari dana BOK, angka keberhasilan pengobatan sudah 100%, tidak mencapai standar nasional pada Angka Penemuan Kasus (CDR), ketidakstabilan Angka Notifikasi Kasus (CNR), penurunan Angka Penjaringan Kasus dari tahun ke tahun yang mengakibatkan kurang optimalnya pelaksanaan program penanggulangan TBC yang berjalan di Puskesmas Kuta Alam. Kepada pihak Puskesmas yaitu meningkatkan pelaksanaan program penanggulangan TBC khususnya pada penyuluhan tentang TBC, menambah jumlah SDM agar memadai dan fokus dalam penanganan TBC. Pada Dinas Kesehatan perlu memperbanyak sosialisasi langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat sehingga mampu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat secara umum tentang TBC dan bahayanya TBC.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MENYIKAT GIGI PADA ANAK USIA SEKOLAH DI GAMPONG LAMPULO KOTA BANDA ACEH TAHUN 2023 Fransiska, Bella Adinda; Aramico, Basri; Septiani, Riza
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25715

Abstract

Kementerian Kesehatan RI (2019) mengatakan bahwa penyakit gigi dan mulut yang menjadi urutan tertinggi dalam kesehatan gigi dan mulut adalah karies gigi, masalah karies ini sering terjadi pada anak-anak. Berdasarkan Pemeriksaan kesehatan yang telah dilaksanakan oleh petugas kesehatan di Puskesmas Lampulo, diketahui 71,4% perilaku menyikat gigi anak hal ini disebabkan oleh pengetahuan anak yang kurang baik, sikap negatif, kurangnya peran orang tua, guru dan petugas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku menyikat gigi pada anak usia sekolah  di Gampong Lampulo Tahun 2023.  Penelitian ini bersifat bersifat deskriptif analitik menggunakan desain penelitian cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah 525 anak usia sekolah, sedangkan jumlah sampel adalah 84 responden, dan pemilihan responden ditentukan dengan tekhnik accidental sampling. Penelitian ini telah dilakukan pada tanggal 10 sampai 28 juli 2023. Uji statistik yang digunakan yaitu chi square mengunakan aplikasi SPSS versi 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan (P value= 0,004), sikap (P value= 0,027),  peran guru (P value= 0,001), peran orang tua (P value= 0,001), dan peran petugas kesehatan (P value= 0,015) dengan perilaku menyikat gigi pada anak usia sekolah di Gampong Lampulo Tahun 2023. Kesimpulan dari penelitian ini pengetahuan, sikap, peran guru, peran orang tua  dan peran petugas kesehatan memiliki hubungan dengan perilaku menyikat gigi pada anak usia sekolah  di Gampong Lampulo.
FAKTOR KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKA JAYA KOTA SABANG TAHUN 2022 Cut, Dek; Aramico, Basri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28879

Abstract

Stunting atau pendek merupakan suatu kondisi dimana anak mengalami kegagalan tumbuh kembang sehingga anak memiliki tinggi badan lebih pendek dari standar usianya. Puskesmas Suka Jaya merupakan salah satu puskesmas yang berada di Kota Sabang, berdasarkan hasil wawancara dengan petugas puskesmas Suka Jaya, diperoleh informasi bahwa prevalensi stunting di puskesmas sebesar 46,2%, yang artinya bahwa tingginya prevalensi stunting di puskesmas Suka Jaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan risiko kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Suka Jaya Kota Sabang tahun 2022. Desain penelitian ini dalam bentuk observasional analitik dengan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai anak stunting berusia 6-36 bulan tahun sebanyak 114 ibu balita di wilayah kerja Puskesmas Suka Jaya Kota Sabang tahun 2022. Sampel kasus adalah ibu yang mempunyai anak stunting berusia 6-36 bulan tahun sebanyak 53 ibu balita di wilayah kerja Puskesmas Suka Jaya Kota Sabang tahun 2022 dan sebanyak 53 ibu balita yang tidak mengalami stunting sebagai kontrol (control). Pengumpulan data dari tanggal 02 - 12 September 2022 dengan menggunakan kuesioner melalui wawancara. Analisis data menggunakan uji Chi-Square program SPSS 21.Hasil penelitian menunjukan bahwa responden dengan stunting sebesar 50%, BBLR sebesar 57,5%, ASI ekslusif sebesar 45,3%, penyakit infeksi sebesar 54,7%, asupan total energy sebesar 48,1% dan keadaan lingkungan sebesar 43,4%. Hasil uji chi-square diperoleh bahwa ada BBLR p = 0,001, ASI ekslusif p = 0,006, penyakit infeksi p = 0,002, asupan total energi p = 0,011 dan keadaan lingkungan p = 0,019 dengan stunting. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa semua variabel memiliki hubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 6-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Suka Jaya Kota Sabang tahun 2022.
HUBUNGAN DEPRESI, ANSIETAS, KUALITAS TIDUR DAN GAYA HIDUP DENGAN STATUS GIZI PADA MAHASISWA AKHIR FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH ACEH Viranka Maudi; Aramico, Basri; Rahmadhaniah, Rahmadhaniah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.29124

Abstract

Masalah gizi yang masih dihadapi oleh remaja di Indonesia diantaranya adalah kurus, kegemukan, dan obesitas yang merupakan interpretasi dari status gizi lebih. Berbagai faktor berperan dalam pembentukan status gizi, diantaranya adalah faktor psikologis yang dapat dilihat melalui status depresi, ansietas, kualitas tidur dan gaya hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara depresi, ansietas, kualitas tidur, dan gaya hidup pada mahasiswa akhir Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Aceh. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan crosssectional. Jumlah populasi 161 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel secara accidental sampling berjumlah 62 mahasiswa. Penelitian ini dilakukan selama 6 hari dimulai tanggal 08 s/d 13 Januari 2024 di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status gizi lebih pada mahasiswa sebesar 35,5%, depresi sangat parah sebesar 21,0%, ansietas sangat parah sebesar 17,7%, kualitas tidur kurang sebesar 54,8%, dan gaya hidup tidak sehat sebesar 51,6%. Ada hubungan antara depresi (p-value= 0,000), ansietas (p-value= 0,000), kualitas tidur (pvalue= 0,000), dan gaya hidup (p-value= 0,004) dengan status gizi pada mahasiswa akhir Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Aceh. Menyelenggarakan program seperti seminar tentang pentingnya memperhatikan kualitas tidur dalam upaya meningkatkan kualitas tidur mahasiswa, memperkuat program kesejehteraan mahasiswa yang mencakup psikologis dan kesehatan mental serta dapat mempromosikan gaya hidup sehat melalui program eduksi, seminar, atau kampaye kesehatan.
ANALISIS FAKTOR RISIKO STUNTING PADA BALITA USIA >6-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUTA ALAM KOTA BANDA ACEH 2023. Novita, Sandra; Aramico, Basri; Ramadhaniah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32164

Abstract

Stunting adalah suatu kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan, sehingga tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya sebagai akibat dari masalah gizi kronis yaitu kekurangan asupan gizi dalam waktu yang lama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko stunting pada balita usia >6-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kuta Alam Kota Banda Aceh Tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat observasional analitik dengan pendekatan case control yaitu dapat dipergunakan untuk menilai berapa besarkah risiko stunting di wilayah kerja Puskesmas Kuta Alam yang berjumlah 43 balita yang mengalami stunting sebagai kasus (case) dan sebanyak 43 balita normal sebagai kontrol (control). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Hasil analisis didapatkan bahwa ada pengaruh antara asupan energi nilai p value = 0,000, asupan protein p value = 0,015, berat badan lahir rendah p value = 0,000 dan penyakit inveksi p value = 0,001 dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kuta Alam Kota Banda Aceh Pada Tahun 2023. Terdapat pengaruh yang signifikan antara faktor risiko dengan kejadian
ANALISIS PENGETAHUAN ASI EKSKLUSIF DAN DAMPAK TERHADAP KINERJA KADER DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BLANG KUTA KECAMATAN BANDAR DUA KABUPATEN PIDIE JAYA TAHUN 2023 Mahdalena, Mahdalena; Aramico, Basri; Arlianti, Nopa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37135

Abstract

Salah satu tantangan utama dalam meningkatkan praktik pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif di Indonesia adalah optimalisasi peran kader kesehatan dalam advokasi dan implementasi program. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi hubungan antara karakteristik kader dengan pengetahuan terhadap kualitas kinerja kader. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Cross-sectional. Total sampel yang diperoleh sebanyak 30 kader dari 5 Desa dengan cakupan ASI Eksklusif paling rendah di wilayah Puskesmas Blang Kuta Kecamatan Banda Dua Kabupaten Pidie Jaya. Hasil analisis univariat menunjukkan 70% kader mendapatkan informasi secara online, 63,33% pernah berpartisipasi dalam pelatihan, 50% memiliki motivasi rendah dan tinggi secara seimbang, 80% merasa mendapatkan insentif, 40% memiliki pengetahuan rendah dan 53,33% memiliki kualitas kinerja baik. Analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara sumber informasi (P value = 0,015), pelatihan (P value = 0,001), motivasi (P value = 0,0001), dan kualitas kinerja (P value = 0,0001) dengan pengetahuan. Analisis multivariat dengan menggunakan Path Analisis menunjukan ada pengaruh pengetahuan terhadap kinerja kader (koefesien = 0,635; p value = 0,001) setelah di kontrol oleh sumber informasi (koefesien= -0,148; P Value = 0,671), insentif (koefisien = 0,276, p value = 0,084), motivasi (koefisien = 0,389; p value = 0,018) dan pelatihan (koefisien = 0,455, p value =0,017) terhadap pengetahuan. Pelatihan terstruktur tentang ASI eksklusif, akses informasi terbaru melalui platform online dan offline, serta peningkatan keterampilan komunikasi diperlukan untuk meningkatkan efektivitas kader dalam mendukung ASI eksklusif.
DETERMINAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS KEUMALA KAPUBATEN PIDIE Azkia, Nisa Ulfa; Aramico, Basri; Ichwansyah, Fahmi
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 6, No 3 (2024): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v6i3.24202

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi pada balita di dunia saat ini khususnya di negara berkembang yang ditandai dengan tinggi badan tidak sesuai dengan umurnya dan tinggi badan kurang jika dibandingkan anak lain seusianya. Kebaruan penelitian menganalisis data tiga tahun berturut-turut menggunakan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM). Penelitian bertujuan untuk mengetahui determinana kerjadian stunting pada balita. Penelitian merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai balita sebanyak 1.293 ibu balita. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu balita yang berjumlah 1.270. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja puskesmas Keumala Kabupaten Pidie pada bulan Desember-Mei 2023. Pengumpulan data di lakukan dengan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) dan di uji menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan analisis chi square. Hasil uji chi square diketahui ada hubungan status gizi balita dengan kejadian stunting pada tahun 2020, 2021, dan 2022 dengan P-value secara berturut turut (0,001), (0,002), (0,004). Ada hubungan usia balita dengan kejadian stunting pada tahun 2020, 2021, dan 2022 dengan P-value secara berturut turut (0,001), (0,002), (0,002). Tidak terdapat hubungan jenis kelamin dengan kejadian stunting pada tahun 2020 dan 2021 dengan P-value berturut (0,673), (0,603). Ada hubungan jenis kelamin dengan kejadian stunting pada tahun 2021 dengan Pvalue (0,006). Kesimpulan terdapat hubungan antara status gizi balita, dan usia balita dengan kejadian stunting selama pada tahun 2020-2022, tidak hubungan jenis kelamin dengan kejadian stunting pada tahun 2020-2021, namun ada hubungan jenis kelamin dengan kejadian stunting pada tahun 2022.
Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Partisipasi Lansia Pada Posyandu Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Sukamakmur Kabupaten Aceh Besar Nurlia, Feby; Ramadhaniah, Ramadhaniah; Aramico, Basri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i1.11755

Abstract

ABSTRACT Posyandu elderly to improve the quality of life of the elderly. All activities in the services of the Elderly Posyandu are provided free of charge. However, the level of participation of the elderly in Posyandu activities for the elderly is still low. To find out the factors related to the participation of the elderly in the Posyandu for the elderly in the working area of the Sukamakmur Health Center, Aceh Besar District. This research is descriptive analytic with cross sectional study design. The population of all elderly aged 60-90 years in the Working Area of the Sukamakmur Health Center is 917 people. The research sample was 90 people. Sampling was carried out by Accidental Sampling. Data collection was done by interview and observation. The analysis used was univariate and bivariate analysis with the Chi-Square test. The results of the study showed that 58.9% of the elderly did not participate in the elderly Posyandu, 75.6% of the elderly had less knowledge, 47.8% of the elderly received less family support, 55.6% of the elderly had low motivation and 30% stated the role of health workers. less health. There is a relationship between knowledge (p = 0.001), motivation (p = 0.002) and the role of health workers (p = 0.009) with the participation of the elderly in the elderly posyandu. Keywords: Participation, Posyandu, Elderly, Knowledge, Family Support, Motivation, The Role of Health Workers  ABSTRAK Posyandu lanjut usia bertujuan untuk meningkatkan mutu kehidupan lanjut usia. Seluruh kegiatan dalam pelayanan posyandu Lansia disediakan secara gratis. Namun tingkat partisipasi Lansia dalam kegiatan posyandu Lansia masih rendah. Tujuan Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan partisipasi Lansia pada posyandu Lansia di wilayah kerja puskesmas Sukamakmur Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini bersifat Deskriptif analitik dengan desain cross sectional study. Populasi seluruh Lansia umur 60-90 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Sukamakmur 917 orang. Sampel penelitian sebanyak 90 orang, Pengambilan sampel dilakukan secara Accidental Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Analisis yang digunakan yaitu analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 58,9% Lansia kurang berpartisipasi pada posyandu Lansia, 75,6% Lansia yang memperoleh  berpengetahuan kurang, 47,8% Lansia memperoleh dukungan keluarga kurang, 55,6% Lansia yang memiliki motivasi rendah dan 30% menyatakan peran tenaga kesehatan kurang. Ada hubungan antara pengetahuan (p= 0,001), motivasi (p =0,002) dan peran tenaga kesehatan (p = 0,009)  dengan partisipasi Lansia pada posyandu Lansia. Kata Kunci: Partisipasi, Posyandu, Lansia, Pengetahua, Dukungan Keluarga, Motivasi, Peran Tenaga Kesehatan.
Upaya Perangkat Desa Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Terhadap Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 dii Desa Alai Kabupaten Aceh Selatan Murdi, Syahrial; Zahara, Meutia; Aramico, Basri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3421

Abstract

Vaksinasi Covid-19 bertujuan untuk mengurangi risiko penularan dan pemutusan mata rantai Covid-19. Banyaknya beredar berita simpang siur mengenai vaksin Covid-19 di tengah masyarakat menjadi salah satu penyebab masyarakat tidak mau divaksin. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui upaya perangkat desa dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Desa Alai Kecamatan Kluet Timur Kabupaten Aceh Selatan tahun 2022.Penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode wawancara mendalam. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 10 orang, yaitu kepala desa, sekretaris desa, 1 tokoh agama, 1 petugas kesehatan dan 1 satgas covid-19 dan 5 orang masyarakat Desa Alai. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan program vaksinasi yang ada di Desa Alai, telah dianggap berhasil hal ini dapat dilihat dengan jumlah masyarakat yang telah menerima vaksinasi sebesar 95%. Keberhasilan ini dapat dicapai disebabkan oleh faktor pendukung berupa tumbuhnya kesadaran dari masyarakat akibat dari bahaya virus Covid-19 dan upaya perangkat desa untuk meyakinkan masyarakatnya untuk melakukan vaksinasi. Upaya meningkatkan kesadaran vaksinasi pada masyarakat Desa Alai, dilakukan dengan beberapa metode, mulai dari sosialisasi secara umum, pendekatan secara keagamaan, melakukan edukasi secara personal dengan masyarakat, menggunakan media massa, hingga sampai pada tahapan memberikan bantuan kepada masyarakat yang sukarela untuk dilakukan vaksinasi. Diharapkan Kepada para pihak perangkat desa untuk terus melakukan koordinasi lintas sektor seperti kepolisian, petugas kesehatan dan Satgas Covid-19 untuk terus meningkatkan kesadaran dari masyarakat akan manfaat vaksinasi covid-19 serta diharapkan kepada perangkat desa beserta dengan petugas kesehatan dan Satgas Covid-19 terus memberikan edukasi dan himbauan kepada masyarakat untuk mau melakukan vaksinasi. Kata Kunci : Covid-19, Pelaksanaan, Vaksinasi Covid-19 vaccination aims to reduce the risk of transmission and break the chain of Covid-19. The large amount of confusing news circulating about the Covid019 vaccine in society is one of the reasons why people do not want to be vaccinated. The purpose of this study was to find out the efforts of village officials to increase public awareness of the implementation of the Covid-19 vaccination in Alai Village, East Kluet District, South Aceh Regency in 2022. This research is qualitative in nature using an in-depth interview method. The informants in this study consisted of 10 people, namely the village head, village secretary, 1 religious figure, 1 health worker and 1 Covid-19 task force and 5 people from Alai Village. From the results of this study it can be concluded that the implementation of the vaccination program in Alai Village has been considered successful. This can be seen by the number of people who have received vaccinations of 95%. This success was achieved due to supporting factors in the form of growing awareness from the community as a result of the dangers of the Covid-19 virus and the efforts of village officials to convince the community to vaccinate. Efforts to increase awareness of vaccination in the Alai Village community have been carried out using several methods, ranging from general socialization, religious approaches, conducting personal education with the community, using the mass media, to the stage of providing assistance to people who volunteer to be vaccinated. It is hoped that the village apparatus will continue to coordinate across sectors such as the police, health workers and the Covid-19 Task Force to continue to increase public awareness of the benefits of the Covid-19 vaccination and it is hoped that village officials along with health workers and the Covid-19 Task Force will continue to provide education and appeal to the public to want to vaccinate. Keywords: Covid-19, Implementation, Vaccination
Analysis of the Utilization of Posbindu for Non-Communicable Diseases among the Elderly in the Region Kerja Public Health Center Kuta Krueng District of Pidie Jaya Sibrina; Aramico, Basri; Azwar, Eddy
International Journal of Applied Research and Sustainable Sciences Vol. 2 No. 4 (2024): April 2024
Publisher : MultiTech Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59890/ijarss.v2i4.1671

Abstract

The Integrated Development Post for Non-Communicable Diseases (Posbindu PTM) is one of the facilities that involves community participation in carrying out early detection and monitoring of NCD risk factors. Quantitative research with a cross-sectional approach. The population of all elderly people in the Kuta Krueng Health Center working area is 581 people. The sample was 85 people. The research results showed that 76.5% did not utilize Posbindu PTM. The research conclusion is that there is a relationship between family support (p-value 0.034), physical condition (p-value 0.016), perceived benefits (p-value 0.000), knowledge (p-value 0.004) and the use of Posbindu PTM. Efforts are needed to increase family support, improve physical condition, perception of benefits, and increase knowledge of elderly people about non-communicable diseases and efforts to prevent them