Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENGARUH EDUKASI GIZI, INISIASI MENYUSU DINI (IMD) SERTA BUDAYA TERHADAP PENGHENTIAN PEMBERIAN HANYA ASI PADA BAYI DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Hamisah, Irma; Aramico, Basri; Rahayu, Dian; Ramadhana, Phossy Vionica
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42427

Abstract

Pemberian ASI eksklusif di Indonesia mengalami penurunan selama 10 tahun terakhir. Provinsi Aceh khususnya di Kabupaten Aceh Tengah sebagian besar ibu tidak memberikan ASI eksklusif. Hal tersebut dikarenakan banyak ibu yang mengehentikan pemberian ASI dan mencampurkan tambahan lain selain ASI. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi, Inisiasi Menyusu Dini (IMD) serta budaya terhadap penghentian pemberian hanya ASI. Penelitian yang dilakukan menggunakan design penelitian menggunakan pre-experimental design type one group pretest-posttest design. Pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan purposive sampling sebesar 80 wanita hamil >28 minggu. Analisis data menggunakan uji dependen t-test. Pelaksanaan intervensi dilakukan menggunakan edukasi gizi dengan melibatkan suami, keluarga, ustadz, serta petugas kesehatan melalui video. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan antara pengetahuan (p=0.010), sikap (p=0.001), dan perilaku (p=0.004) dalam penghentian pemberian hanya ASIdan tidak terdapat perbedaan kepercayaan pada budaya dena (p=0.160) dalam penghentian pemberian hanya ASI. Edukasi gizi berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, perilaku dan kepercayaan pada dena ibu dalam pengentian pemberian hanya ASI. Kesimpulan penelitian didapatkan intervensi edukasi gizi secara signifikan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam penghentian pemberian hanya ASI. Selain itu, intervensi edukasi gizi yang diberikan menghasilkan perbedaan terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam pengehentian pemberian hanya ASI setelah dilakukan pretest dengan posttest.
Analisis Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap di Wilayah Kerja Puskesmas Trienggadeng dengan Desain Studi Mix Methods Fata, Muhammad; Agustina, Agustina; Aramico, Basri
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 2 (2025): JUPIN Mei 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1520

Abstract

Kematian bayi masih menjadi tantangan serius dalam kesehatan global, meskipun sebagian besar kasus dapat dicegah melalui imunisasi yang tepat. Di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, cakupan imunisasi dasar lengkap masih sangat rendah. Pada tahun 2021, hanya sekitar 31% anak di Aceh yang mendapatkan imunisasi dasar lengkap, dengan angka lebih rendah di Kabupaten Pidie Jaya yaitu hanya 2%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi cakupan imunisasi dasar lengkap, termasuk pengetahuan ibu, pendidikan ibu, dukungan keluarga, dan peran petugas kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Trienggadeng. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix methods dengan desain sequential explanatory, yaitu kombinasi metode kuantitatif dan kualitatif secara berurutan. Sampel terdiri dari 64 ibu dan 4 petugas kesehatan. Analisis data dilakukan melalui univariat, bivariat, tabel matriks, analisis konten, dan integrasi naratif. Hasil univariat menunjukkan 56,25% ibu memiliki pendidikan menengah, 48,44% berpengetahuan kurang, dan 73,44% tidak mendapatkan dukungan keluarga. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pendidikan ibu (p = 0,030), pengetahuan ibu (p = 0,004), dan dukungan keluarga (p = 0,001) terhadap cakupan imunisasi. Temuan kualitatif mendukung hasil ini, termasuk pengakuan bahwa suami melarang ibu membawa anak ke tempat imunisasi. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa untuk meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap, diperlukan promosi imunisasi yang terstruktur, edukasi kepada keluarga agar mendukung ibu, serta keterlibatan tokoh lokal dan inovasi dari petugas kesehatan untuk mencapai cakupan maksimal.
THE RELATIONSHIP BETWEEN PHYSICAL ACTIVITY, FRIENDS, ENVIRONMENT, AND ADVERTISING WITH THE EATING PATTERNS OF FKM STUDENTS AT MUHAMMADIYAH UNIVERSITY OF ACEH Khairunnisa, Khairunnisa; Aramico, Basri; Amin, Fauzi Ali
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 11, No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v11i1.2381

Abstract

Background: Diarrhea is a significant public health problem in many countries, including Indonesia. Meunasah Balee Village in the Lhoknga Subdistrict has been identified as the area with the highest number of diarrhea cases reported at the local Community Health Center (Puskesmas) in 2017. This study aims to examine the relationship between the physical condition of dug wells and the incidence of diarrhea in Meunasah Balee Village. Method: This study employed a descriptive-analytic method with a cross-sectional design. The study population consisted of all households (81 households) that had dug wells. Data collection was conducted over 10 days from January to February 2019 through physical measurements, interviews, and observations. Data were analyzed using the Chi-square test with the help of SPSS version 20. Result: The study found a significant relationship between several physical factors of dug wells and the incidence of diarrhea. The distance between septic tanks and dug wells was significantly associated with diarrhea incidence (p value = 0.004), as was the distance from pollution sources (p value = 0.002), and the physical condition of the wells (p value = 0.018). Laboratory examination results showed that all samples from households with diarrhea cases (100%) failed to meet microbiological quality standards based on the Most Probable Number (MPN) test. Recommendation: The study concludes that the physical condition of dug wells—such as the distance to septic tanks, distance to pollution sources, and the overall condition of the well—is directly associated with the incidence of diarrhea in Meunasah Balee Village. It is recommended that the Health Office conduct intensive education campaigns on the importance of clean water supply, septic tank management, and pollution control as preventive measures to reduce diarrhea cases in the area.
CHANGING BEHAVIOR OF SD/MI STUDENTS THROUGH CLEAN AND HEALTHY BEHAVIOR LIFESTYLE (PHBS) CAMPAIGN POST-DISASTER IN PIDIE JAYA DISTRICT Yusuf, Wardiati; Abdullah, Asnawi; Agustina, Agustina; Aramico, Basri
ABDIMU: Jurnal Pengabdian Muhammadiyah Vol 2, No 1 (2022): Vol 2, No 1, Juni 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/abdimu.v2i1.1332

Abstract

Children are the most vulnerable group to experience various problems in the disaster area, especially health problems. Therefore, it is necessary to do health promotion for children to increase their awareness and knowledge regarding health issues. This activity aims to raise elementary school students about clean and healthy life behavior through oration, speech contest, distribution of health promotion media (comics), and the inauguration of clean and healthy life behavior agents of Pidie Jaya Regency. This activity involved 300 students from various elementary schools in Pidie Jaya Regency, 30 teachers, and 50 invited guests. In this activity, 930 health promotion media (comics) were successfully distributed to campaign participants and schools in Pidie Jaya Regency, and 8 clean and healthy life behavior agents of Pidie Jaya Regency were successfully chosen by embedding the pin. The government should follow up this activity by empowering the established agents so that they can become agents of change in the community.Keywords: Comic; Campaign, Health Promotion Media, clean and healthy life behavior, Students
Analisis pemberian makanan pendamping air susu ibu Hidayah, Ishiqa Syalsabilla; Aramico, Basri; Arifin, Vera Nazhira
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v5i2.1658

Abstract

Latar Belakang: Pemberian makanan pendamping air susu ibu yang tepat merupakan hal yang krusial dalam tumbuh kembang bayi. Menurut data World Health Organization (WHO) pada tahun 2022, secara global hanya 44% bayi di bawah 6 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif.Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi adalah ibu yang mempunyai bayi umur 6-23 bulan sampel terpilih 74 orang menggunakan Teknik simple random sampling. Analisis data  menggunakan uji Chi-square dengan spss pada tingkat signifikasi 95%.Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara pemberian makanan pendamping air susu ibu dengan pengetahuan (p=0,002), dukungan keluarga (p=0,004), dukungan tenaga kesehatan (p=0,036), sumber informasi (p=0,007) dan sikap (p=0,002) dengan pemberian makanan pendamping air susu ibu. Tidak terdapat hubungan signifikan antara pendapatan dengan pemberian makanan pendamping air susu ibu (p=0,321).Kesimpulan: Pemberian makanan pendamping air susu ibu dipengaruhi pengetahuan, dukungan keluarga, tenaga kesehatan, sumber informasi, dan sikap ibu, sementara pendapatan tidak berpengaruh. Penyuluhan puskesmas yang terstruktur perlu ditingkatkan demi tumbuh kembang optimal bayi.
EDUKASI INTERAKTIF TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU MEROKOK DI KALANGAN ANAK ANAK DAN REMAJA DI YAYASAN ISLAM MEDIA KASIH Alkhairi, fauzan Akmal; Hasan, Assayidatina; Akmal, Said; Ulfah, Mairiya; Aramico, Basri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48377

Abstract

Merokok merupakan salah satu penyebab utama kematian yang dapat dicegah secara global. Tingginya prevalensi merokok aktif dan pasif, khususnya di kalangan remaja, menjadi perhatian serius dalam upaya promotif dan preventif kesehatan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja tentang bahaya merokok aktif dan pasif melalui penyuluhan interaktif. Pengabdian masyarakat dilaksanakan di Yayasan Islam Media Kasih, dengan melibatkan 17 responden berusia 7–18 tahun. Desain kegiatan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif. Pengumpulan data dilakukan melalui pre-test dan post-test, dengan analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji T berpasangan. Terdapat peningkatan signifikan pada skor pengetahuan responden setelah penyuluhan (mean pre-test 68,41 meningkat menjadi post-test 89,53; p=0,000). Responden menunjukkan antusiasme tinggi dan keterlibatan aktif dalam sesi diskusi. Edukasi interaktif terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja terhadap bahaya merokok. Penyuluhan dengan media menarik seperti video dan diskusi kelompok direkomendasikan untuk program kesehatan berbasis komunitas.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Alafan Kabupaten Simeulue Wardana, Beski; Aramico, Basri; Ramadhaniah, Ramadhaniah
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 4 (2024): Agustus 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i4.1419

Abstract

Stunting menjadi masalah global yang serius, saat ini diperkiraan telah terjadi pada lebih dari 160 juta anak usia balita di seluruh dunia dan jika tidak ditangani dengan baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Alafan Kabupaten Simeulue. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross-sectional. Populasi pada penelitian ini seluruh ibu yang memiliki balita usia >6-59 bulan berjumlah 126 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan uji statistik dengan chi-square. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa 69,6% balita stunting, 62,5% tidak ada jarak kelahiran, 55,4% tidak ada pemberian kolostrum, 58,9% tidak ada ASI Ekslusif, 55,4% imunisasi tidak lengkap, 60,7% pertumbuhan anak tidak dipantau. Dan hasil bivariat yaitu jarak kelahiran (p= 0,000), pemberian kolostrum (p=0,000), ASI ekslusif (p=0,000), imunisasi dasar lengkap (p=0,000) dan pemantauan pertumbuhan anak (p=0,002). Kesimpulan terdapat hubungan (jarak kelahiran, pemberian kolostrum, ASI ekslusif, imunisasi dasar lengkap dan pemantauan pertumbuhan anak) dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Alafan Kabupaten Simeulue Tahun 2023.
Hubungan ASI Ibu, Penyakit Infeksi dan Akses Pelayanan Kesehatan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Jannah, Miftahul; Ramadhaniah, Ramadhaniah; Aramico, Basri
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 5 (2024): Oktober 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i5.1533

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah yang menghambat perkembangan manusia secara global. Penelitian untuk mengetahui faktor risiko ibu menyusui, penyakit menular, dan akses pelayanan kesehatan dengan kejadian stunting. Penelitian menggunakan pendekatan case control. Dengan populasi yaitu seluruh ibu yang mempunyai balita di wilayah kerja Puskesmas Jeulingke Kota Banda Aceh. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster yang terbagi dalam 100 kasus dan 100 kontrol. Data yang diambil dari penyebaran kuesioner pada setiap responden. Kemudian dilakukan analisis uji univariat dan uji bivariat menggunakan statistik chi-square tes. Hasil analisis 38,0% ibu tidak mendapat ASI, 50,5% mengidap penyakit menular, dan 38,0% memiliki akses buruk terhadap layanan kesehatan. Dapat dikatakan seluruh variabel independen yang diteliti mempunyai hubungan dengan kejadian stunting pada balita >6-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Jeulingke Kota Banda Aceh.
HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MENGGAMAT KECAMATAN KLUET TENGAH KABUPATEN ACEH SELATAN TAHUN 2022 Santika, Deva; Aramico, Basri; Fahdhienie, Farrah
Jurnal Sains Riset Vol 12, No 3 (2022): November 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsr.v12i3.866

Abstract

Diarrhea is an endemic disease in Indonesia and is also a disease that is often accompanied by death and is caused by various factors, one of which is poor environmental sanitation. This study aims to determine the relationship between environmental sanitation and the incidence of diarrhea in children under five in the Menggamat Health Center Work Area, South Aceh Regency in 2022. This research is descriptive analytic with a cross sectional research design. Data were collected using a questionnaire. The population in this study were all mothers of children under five, totaling 227 people. Samples were taken as many as 70 people. Data were analyzed using Chi-Square statistical test. The results showed that the proportion of diarrhea was 58.6%, clean water supply was 61.4%, good feces disposal was 52.9%, infectious diseases were absent 87.1%, preparation and provision of good food was 57.1%. It can be concluded that there is a relationship between the provision of clean water (p value 0.002), feces disposal (p value 0.019), infectious diseases (p value 0.028) and food preparation and provision (p value 0.013) with the incidence of diarrhea in children under five.Keywords: environmental sanitation, diarrhea, toddler
Comparison of Electronic Medical Records between A Personalcomputer and Android Tablet in A Hospital Raihan, Siti Luluk; Haris, Amin; Maidar, Maidar; Abdullah, Asnawi; Aramico, Basri
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S5 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS5.4695

Abstract

The transformation of the health sector consists of six pillars, one of which is the transformation of health technology. The electronic medical record is the collection, storage, processing, and access of patient medical record data in hospitals using information technology. The Minister of Health, in Regulation of the Minister of Health number 24 of 2022, requires all health service facilities to maintain electronic medical records. In this study, research was conducted on the process of collecting, storing, processing, and accessing medical data at the ERM in a hospital using a personal computer and an Android tablet. This research uses a qualitative case study method that investigates phenomena in real-life contexts and is examined in a case that is carried out intensively, in depth, in detail, and comprehensively. The independent variable is the process of collecting, storing, processing, and accessing medical record data, and the dependent variable is electronic medical records. Data was collected by observing the patient's medical record recording process and interviewing informants consisting of registrars, doctors, nurses, laboratory staff, hospital IT personnel, and hospital administration; triangulation was then carried out on the data obtained. The results of the study found that the process of collecting medical record data on personal computer media was different from that on Android tablet media, from the method of writing to the results of recording medical records. However, the flow from recording to storage, access, processing, and security of medical record data is not much different In the implementation of electronic medical records, there are advantages and disadvantages to each medium, but it would be better if a combination of the two was carried out. In order to create continuity in the process of recording medical records in electronic media.