Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Qualitative Analysis of Rhodamine B Dye on Usek Crackers Sold by Producers in Kasepuhan Village, Batang District Agustin, Dewanti Queen; Khasanah, Kharismatul
Advances In Social Humanities Research Vol. 2 No. 4 (2024): Advances in Social Humanities Research
Publisher : Sahabat Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/adv.v2i4.222

Abstract

This study aimed to evaluate the presence of Rhodamine B dye in usek crackers produced by local manufacturers in Kasepuhan Village, Batang District, Batang Regency. The use of Rhodamine B in food products poses a serious health risk to the community, as it is a banned dye due to its negative impact on human health. The study used the Wool and Thin Layer Chromatography (KLT) method to identify the presence of Rhodamine B in the samples. The results showed that 12 of the 13 samples tested were positive for Rhodamine B, indicating that food manufacturers still use Rhodamine B dye in their products. This discovery highlights the importance of regular monitoring and evaluation to ensure the safety and quality of food products. The study's findings can be used to inform the public about the risks of consuming Rhodamine B-containing food products and to encourage the use of natural dyes in food production.  
ANALISIS TARTAZINE DALAM MINUMAN KEMASAN YANG BEREDAR DI PASAR WARUNGASEM KABUPATEN BATANG SECARA SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE Pangestika, Eka; Khasanah, Kharismatul
BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal Vol 1 No 01 (2022): BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/benzena.v1i01.2097

Abstract

Minuman kemasan merupakan minuman yang dikemas dengan beraneka macam kemasan yang langsung bisa diminum atau harus diolah terlebih dahulu. Dalam minuman kemasan mengandung bahan tambahan pangan salah satunya yaitu pewarna yang dapat memperbaiki atau menambah daya tarik suatu makanan. Pewarna dalam minuman kemasan yang sering digunakan salah satunya pewarna sintetis tartrazin. Penggunaan pewarna tartrazin sebagai bahan tambahan pangan memiliki batas maksimum berdasarkan BPOM No 11 Tahun 2019 yaitu 70 mg/kg.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar zat warna tartrazin dengan menggunakan metode spektrofotometri visible dan untuk mengetahui kadar zat warna tartrazin yang terdapat pada sampel minuman kemasan yang beredar di Pasar Warungasem Kabupaten Batang memenuhi persyaratan yang diizinkan oleh BPOM.Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif. Sampel dalam penelitian ini diambil secara purposive sampling yang diperoleh di sekitar Pasar Warungasem Kabupaten Batang yang memiliki warna kuning serta terindikasi menggunakan pewarna tartrazin. Preparasi sampel menggunakan ekstraksi dengan pelarut n-butanol, kemudian dilakukan analisis dengan menggunakan alat spektrofotometer visible.Hasil : Pada penelitian ini dilakukan verifikasi metode terlebih dahulu yaitu dengan melakukan uji kesesuaian sistem, uji linearitas serta LoD dan LoQ dengan hasil nilai RSD 1,64 %, linearitas koefisien korelasi (r) 0,9907, nilai LoD 0,9977 µg/ml dan LoQ 3,0235 µg/ml. Hasil penetapan kadar dari empat sampel yang digunakan menunjukkan untuk sampel A = 101,8 mg/kg, N = 8,2 mg/kg, O = 0 mg/kg dan M = 81,6 mg/kg.Kesimpulan : Kadar dari empat sampel tersebut terdapat 2 sampel di atas batas penggunaan zat pewarna tartrazin sesuai dengan Peraturan BPOM No.11 Tahun 2019 yaitu 70 mg/kg BB dengan kode sampel A dan M.Kata kunci: Tartazine, Minuman Kemasan, Spektrofotometer Visibel
ANALISIS KUANTITATIF CEMARAN LOGAM PADA PRODUK INOVASI SEDIAAN JAMU SERBUK INSTAN KUNYIT ASAM MELALUI PEMBENTUKAN KOMPLEKS LOGAM-DITIZONE Rusmalina, Siska; wati, eni retno; Khasanah, Kharismatul; Madusari, Benny Diah
BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal Vol 2 No 01 (2023): BENZENA PHARMACEUTICAL SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/benzena.v2i01.2383

Abstract

Latar bekalang : Syarat analisis logam dengan menggunakan Spektrofotometri visible  adalah sampel harus berupa larutan, maka sebelum kadar logam dalam sampel dianalisis harus dilakukan dekstruksi, untuk melarutkan atau mengubah sampel menjadi bentuk materi yang dapat diukur sehingga kandungan unsur didalamnya dapat dianalisis.Tujuan : tujuan penelitian ini ialah mengetahui proses dan reaksi yang terbentuk saat destruksi basah tertutup berlangsung.Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimental dengan rancangan deskriptif. Destruksi dilakukan pada sampel formula jamu serbuk kunyit asam menggunakan metode destruksi tertutup menggunakan refluk dengan bantuan larutan asam nitrat.Hasil : sampel dioksidasi oleh asam nitrat (HNO3) akan menghasilkan CO2 dan NOx, gas ini dapat meningkatkan tekanan pada proses destruksi, kemudian akan terbentuk gas berwarna coklat mengindikasikan adanya gas NO2, adanya gas NO2 mengartikan bahwa bahan organik telah dioksidasi asam nitrat.Kesimpulan : Proses yang terjadi saat destruksi berlangsung yaitu muncul gas berarna kecoklatan gas ini adalah NO2 (hasil samping proses destruksi menggunakan asam nitrat). Gas ini mengindikasikan bahwa sampel telah dioksidasi secara sempurna oleh asam nitrat.
UJI DISOLUSI DAN PENETAPAN KADAR TABLET AMLODIPIN 5 mg GENERIK DAN BERMEREK khasanah, kharismatul
BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal Vol 4 No 01 (2025): BENZENA PHARMACEUTICAL SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypertension is a significant health issue with a prevalence of 34.1% in Indonesia, yet many individuals with hypertension do not consistently take medication. Amlodipine, an antihypertensive and antianginal drug belonging to the calcium channel blocker class, is widely used in both generic and branded forms. The differences between these two are often considered when choosing treatment, as generic drugs are more affordable, although their quality is frequently questioned. Generic drugs are often perceived as inferior to branded or innovator drugs. Therefore, research is needed to ensure that the quality of generic drugs is not lower than that of branded products. This study aims to compare the quality of generic and branded amlodipine tablets through weight uniformity testing, content determination, and dissolution testing. A descriptive research method was used. The weight uniformity test was performed by weighing 20 tablets from each sample. The dissolution test was conducted using a paddle-type apparatus (method 2). Content determination was performed using UV-Vis spectrophotometry at a wavelength of 237 nm to determine the amlodipine content in the tablets. Data obtained were analyzed using Microsoft Excel. The results showed that both generic and branded amlodipine tablets met the dissolution test requirements according to the Indonesian Pharmacopoeia (Edition VI), with at least 50% dissolution within 30 minutes as indicated on the label. The dissolution profiles of both generic and branded amlodipine tablets showed similar drug release patterns. However, the dissolution efficiency (DE) for both samples was relatively low, with DE values at the 5-minute mark being 9.52% for the generic tablet and 10.32% for the branded tablet. At the 30-minute mark, the dissolution efficiency for both samples reached approximately 33%.