Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pengaruh kompres hangat kelor dan terapi nafas dalam islami terhadap nyeri sendi pasien gout arthritis: The effect of warm moringa compress and islamic-based deep breathing therapy on joint pain in gout arthritis patients Mawanda, Aulia; Faridah, Virgianti Nur; Pramestirini, Rizky Asta
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 11 No. 3 (2025): JiKep | Oktober 2025
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v11i3.2756

Abstract

Penyakit gout arthritis terus meningkat, keluhan yang sering timbul adalah nyeri pada sendi. Salah satu terapi nonfarmakologi nyeri yaitu kompres hangat daun kelor dan terapi nafas dalam berbasis islami. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi kompres hangat daun kelor dan terapi nafas dalam berbasis islami terhadap penurunan nyeri sendi pada pasien gout arthritis di wilayah kerja Puskesmas Deket. Desain penelitian ini adalah pra-experimental one-group pre-post test design. Populasi sebanyak 80 pasien dan jumlah sampel sebanyak 44 pasien. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Intervensi yang dilakukan berupa pemberian kombinasi kompres hangat daun kelor dan terapi nafas dalam berbasis islami selama 3 hari berturut-turut sesuai SOP kompres hangat daun kelor dan terapi nafas dalam berbasis islami terhadap penurunan nyeri sendi. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tingkat nyeri sendi sebelum perlakuan yaitu 6,98. Sesudah diberikan perlakuan rata-rata tingkat nyeri sendi yaitu 4,98. Hasil uji statistik pre-post uji wilcoxon didapatkan nilai signifikasi yang artinya ada pengaruh kombinasi kompres hangat daun kelor dan terapi nafas dalam berbasis islami terhadap penurunan nyeri sendi. Oleh karena itu, terapi ini dapat diterapkan sebagai salah satu terapi nonfarmakologi dalam menurunkan nyeri pada pasien gout arthritis
MISANJA Therapy (Islamic Spiritual Mindfulness and Ginger Drink) Can Lower Blood Pressure in Hypertension Patients: A Pre-Experimental Faridah, Virgianti Nur; Amelati, Fiki Fitrotul; Pramestirini, Rizky Asta
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 10, No 1 (2025): March
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v10i1.3180

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang memerlukan pendekatan pengobatan yang komprehensif. Terdapat dua jenis pengobatan hipertensi: farmakologis dan nonfarmakologis. Pengobatan farmakologis memiliki efek jangka panjang yang dapat membahayakan tubuh. Oleh karena itu, peneliti mengembangkan terapi nonfarmakologis yang menggabungkan terapi minuman jahe herbal dan terapi relaksasi spiritual Islam, yang memiliki efek samping yang minimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak terapi MISANJA (Mindful-ness Spiritual Islam dan Minuman Jahe) terhadap tekanan darah pasien hipertensi. Desain penelitian ini menggunakan metode Pra-Eksperimental, yang dicirikan oleh desain one-group pre-post-test. Teknik total sampling digunakan untuk merekrut 120 responden untuk penelitian ini. Variabel tekanan darah dinilai menggunakan sphygmomanometer. Data dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata tekanan darah pre-sistolik dan post-sistolik menurun dari 156,23 menjadi 123,48, seperti yang ditunjukkan oleh penelitian. Rata-rata tekanan darah pra-diastolik dan pasca-diastolik menurun dari 97,68 menjadi 82,28 mmHg. Hasil di atas menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada tingkat tekanan darah sebelum dan sesudah pengobatan, dengan nilai p sebesar 0,000 (p 0,05).
Faktor Penyebab Terjadinya Gastritis pada Remaja Di Puskesmas Deket Kabupaten Lamongan Khusna, Siti Asmaul; Faridah, Virgianti Nur; Lestari, Trijati Puspita
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic) Vol 10 No 1 (2024): Agustus 2024
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/ejbst.v10i1.596

Abstract

Banyaknya masyarakat yang menganggap gastritis adalah penyakit ringan tidak berbahaya, sehingga jika tidak segera ditangani dapat bertambah parah dan dapat menurunkan kualitas hidup serta menjadikan hidup kurang produktif. Mencegah penyakit gastritis sebaiknya dengan cara memahami faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya gastritis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya gastritis pada remaja di Puskesmas Deket Kabupaten Lamongan. Jenis penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan cross sectional menggunakan simple random sampling di dapatkan 96 responden. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan lembar kuesioner. Setelah ditabulasi data akan dianalisis dengan menggunakan uji Spearman Rank (Rho) dengan tingkat kemaknaan p=<0,05. Hasil penelitian menununjukkan 62 responden (64,6%) mengalami gastritis akut, pola makan kurang 71 responden (74%), sering mengkonsumsi kopi 66 responden (68,8%), merokok ringan 60 responden (62,55%), stress normal 67 responden (59,8%). Sedangkan dari hasil uji analisis diperoleh hasil ada hubungan antara pola makan dengan frekuensi kejadian gastritis sebesar (P=0,000), konsumsi kopi (P=0,027), konsumsi rokok (P=0,022),  tingkat stress (P=0,045), yang memiliki kekuatan korelasi hubungan cukup kuat yaitu pada faktor pola makan. pola makan merupakan faktor utama dalam terjadinya kekambuhan penyakit gastritis. Karen secara alami lambung akan terus memproduksi asam lambung setiap waktu dalam jumlah yang kecil setelah 4-6 jam bila seseorang telat makan sampai 2-3 jam, maka asam lambung yang diproduksi dan berlebih dapat mengiritasi mukosa lambung serta menimbulkan rasa nyeri di sekitar epigastrium semakin banyak.
Perbandingan Efektivitas Slow Deep Breathing Dan Brisk Walking Exercise Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Puspitasari, Azizah Ayu; Faridah, Virgianti Nur; Lestari, Trijati Puspita
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic) Vol 10 No 1 (2024): Agustus 2024
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/ejbst.v10i1.598

Abstract

Hipertensi banyak dijumpai pada usia pertengahan. Hipertensi pada lansia meningkatkan resiko penyakit jantung, stroke dan kematian. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat diberikan untuk menurunkan tekanan darah adalah relaksasi slow deep breathing dan brisk walking exercise. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan efektivitas slow deep breathing dan brisk walking exercise terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Rancana penelitian menggunakan Pre eksperimen design dengan pendekatan Two Group and Post test Design. Sampel penelitian 56 responden diambil menggunakan teknik simple random sampling. Instrument dalam penelitian ini yaitu SOP, stopwatch, lembar observasi dan sphygmomanometer. Data dianalisis menggunakan uji Independent T-Test. Hasil penelitian menunjukkan rerata tekanan darah setelah diberikan slow deep breathing 5 mmHg sedangkan rerata setelah diberikan brisk walking exercise 9,14 mmHg. Hasil uji statistik dengan menggunakan Independent T-Test menunjukkan bahwa nilai p= 0,000 (<0,05), dapat disimpulkan bahwa slow deep breathing dan brisk walking exercise ada perbedaan efektivitas keduanya, dari kedua intervensi tersebut lebih efektif brisk walking exercise untuk menurunkan tekanan darah penderita hipertensi, karena brisk walking exercise dapat merangsang kontraksi otot, pemecahan glikogen & peningkatan oksigen jaringan, resistensi berkurang, mengurangi resiko terbentuknya arterosklerosis dan menurunkan tekanan darah. Slow deep breathing dan brisk walking exercise dapat digunakan sebagai intervensi dalam upaya menurunkan tekanan darah.
Effect Of Abdominal Streaching Therapy And Pelvic Rocking Exercise That Experience Primary Dysmenor In Adolescent Girls Faridah, Virgianti Nur; Susanti, Inta; Nisa', Firotin
Jurnal Surya Vol 14 No 3 (2022): VOL 14 NO 03 DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38040/js.v14i3.541

Abstract

Background: Primary dysmenorrhea can interfere with daily activities and a symptomatic phenomenon includes abdominal pain, cramps and back pain that occurs during menstruation. One of the nonpharmacological treatments is abdominal stretching and pelvic rocking exercise.Objectives: The purpose of the study was to determine the effect of abdominal stretching and pelvic rocking exercise on changes in primary dysmenorrhea pain in young womenDesign: The research design used is pre-experimental. The population in this study was young women with primary dysmenorrhea, with a large random sampling technique of 47 or samples that influenced the inclusion criteria. Independent variables of combination therapy Abdominal stretching and pelvic rocking exercise, dependent variables primary dysmenorrhea. Data was collected using the Numeric Rating Scale (NRS) instrument.Results: The patient's pain level before treatment was 68.1% experienced moderate pain. The pain felt by the patient after treatment was 49.5%. Wilcoxon's statistical test showed a value of ρ value of 0.000< α 0.05 so that there was an influence of abdominal stretching and pelvic rocking exercise on primary dysmenorrhea in young womenConclusions: Based on the results of the study, the combination therapy of abdominal streaching and pelvic rocking exercise can be used as complementary therapy in primary dysmenorrhea.
Pengaruh Health Education Deteksi Dini Stroke dan Meditasi Islami terhadap Perilaku Pencegahan Stroke Pada Penderita Hipertensi di Dusun Gabus Desa Tambakploso Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan Hati, Devie Mutiara; Faridah, Virgianti Nur; Lestari, Trijati Puspita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke merupakan penyebab kecacatan utama penyakit tidak menular, Pencegahannya dapat dilakukan melalui deteksi dini pada faktor resiko tertinggi yaitu hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh health education  deteksi dini stroke dan meditasi islami terhadap perilaku pencegahan stroke pada penderita hipertensi. Desain penelitian menggunakan pre-eksperimental one group pre-post test dan sampel sebanyak 36 responden menggunakan teknik total sampling.Instrumen health education deteksi dini stroke dan meditasi islami menggunakan SAP dan pengukuran perilaku pencegahan stroke menggunakan kuisoner. Hasil penelitian perilaku pencegahan stroke penderita hipertensi sebelum diberikan health education deteksi dini stroke dan meditasi islami didapatkan 63,9 % perilaku pencegahan stroke dalam kategori kurang dan perilaku pencegahan stroke setelah diberikan health education deteksi dini stroke dan meditasi islami didapatkan 83,3% perilaku pencegahan stroke penderita hipertensi dalam kategori baik. Uji hipotesis menggunakan uji Wilcoxon dengan hasil ( P = 0,000 kurang sama dengan a 0,05) artinya terdapat pengaruh health education deteksi dini stroke dan meditasi islami terhadap perilaku pencegahan stroke pada penderita hipertensi. Domain utama dalam peningkatan perilaku pencegahan yaitu pengetahuan yang cukup mengenai penyakit yang diderita.
A Review of Family Caregiver’s Responses of Care to Patients Undergoing Hemodialysis Faridah, Virgianti Nur; Lestari, Trijati Puspita; Qowi, Nurul Hikmatul
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 17 No. 4 (2024): February
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v17i4.3347

Abstract

The limitations of CKD patients require families to care for family members who suffer from CKD. This research analyzes family experiences in caring for family members with CKD. This research method uses a descriptive design with a scoping review approach. Article searches used four journal databases: PubMed, ScienceDirect, EBSCO, and Google Scholar. Articles that met the inclusion criteria, including a publication range from 2015 to 2022 in English and Indonesian and free access to the full-text PDF, were evaluated before selection. The research results based on a review of 10 articles show that family members have different responses in caring for CKD sufferers. Acceptance of known kidney disease indicates coping with solid efforts. The family will also continue to fight to get the best treatment for the patient's recovery. Apart from that, the family and the patient can make decisions regarding the continuation of the patient's therapy program. Families need emotional support from the surrounding environment. Psychological responses will increase along with the lack of family acceptance of the condition of the patient being treated.
The effect of online learning on student satisfaction in nursing education during the COVID-19 pandemic Hikmatul Qowi, Nurul; Suratmi, Suratmi; Faridah, Virgianti Nur; Lestari, Trijati Puspita; Pramestirini, Rizky Asta; Karsim, Karsim; Pamungkas, Nanda Rifqi Tri
Jurnal Ners Vol. 17 No. 2 (2022): OCTOBER 2022
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jn.v17i2.34567

Abstract

Introduction: Online learning is a global trend in higher education in the era of the COVID-19 pandemic. Online learning becomes one of the approaches available to most students and educators, as opposed to face-to-face learning. The aim of this research is to find out the correlation of online learning and satisfaction among nursing students during the COVID-19 pandemic. Methods: This study was a cross-sectional approach involving 177 second-year nursing students randomly selected resulting in 121 students. Students filled out an online learning questionnaire consisting of 14 items and a satisfaction questionnaire consisting of 21 items from Google Forms. Data were analysed using logistic regression with level of significance (p=0.000). Results: The online learning indicator that had the highest average value was relevance (3.12), while the highest average value of student satisfaction indicator was content (3.05). Logistic regression showed that the online learning indicator that greatly affected student satisfaction was attractiveness. Fair attractiveness for online learning increased satisfaction by 7.516 times compared to poor attractiveness (p = 0.000) and good attractiveness for online learning increased satisfaction by 55.538 times compared to poor attractiveness (p = 0.000). Conclusions: Student satisfaction depends heavily on student attractiveness to the online learning process. Lecturers can increase the attractiveness of students toward online learning, whether through the utilized media, learning methods, or the technology of delivering lecture materials.
PENGARUH TERAPI RELAKSASI AUTOGENIK BERBASIS ISLAMI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN CVA : THE EFFECT OF ISLAMIC-BASED AUTOGENIC RELAXATION THERAPY ON ANXIETY LEVELS IN CVA PATIENTS Ninik Eva Maulidia; Faridah, Virgianti Nur; Lestari, Trijati Puspita
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 10 No 4 (2025): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v10i4.27545

Abstract

Background :Psychological disorders are common in CVA patients. Anxiety is one of the psychological factors that can worsen the condition of CVA patients. Islamic-based autogenic relaxation therapy is an alternative for reducing anxiety. Objective :This study aims to understand the impact of islam-based autogenic relaxation therapy on anxiety levels in patients with CVA in the Bougenville Ward of Dr. Soegiri Regional Hospital, Lamongan Regency. Methods : This study used a pre-experimental design with a single-group pre-test and post-test approach. Using consecutive sampling, 36 CVA patients were recruited. The study used the HADS-A instrument to measure anxiety levels and the HMS instrument to measure mobility levels. Islamic-based autogenic relaxation therapy was administered for three consecutive days according to standard operating procedures (SOP). The data were analyzed using the Wilcoxon test with a P-value of 0.05. Result : Before the intervention, 80.6% of CVA patients experienced moderate anxiety. After the intervention, 50% of patients experienced mild anxiety. The Wilcoxon test showed a P-value of 0.000, indicating a significant effect of Islamic-based autogenic relaxation intervention on anxiety levels in CVA patients. Conclusion : Islamic-based autogenic relaxation therapy can reduce anxiety by calming the mind, reducing stress, and motivating patients to be more active.