Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

OPTIMALISASI PENGGUNAAN OBAT MAAG DAN GERD SELAMA BULAN PUASA: EDUKASI KESEHATAN BAGI SISWA MAN 3 KOTA PEKANBARU Iskandar, Benni; Frimayanti, Neni; Ulfa, Rodhia; Maulana, Irfan; Anggraini, Haryeni Sastra; Sisilawati, Kolista; Azela, Lala; Anabesi, Mazaya Putri; Rizki, Mulia; Salsabillah, Mutiara; Ramadhani, Nadea Zahra; Putri, Nadila; Novrianti, Nisa
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.44093

Abstract

Selama bulan Ramadan, individu Muslim yang menderita penyakit maag dan gastroesophageal reflux disease (GERD) mengalami perubahan pola konsumsi obat akibat periode puasa yang berlangsung antara 11 hingga 18 jam. Penyesuaian jadwal ini dapat memengaruhi farmakokinetik obat, berpotensi mengurangi efektivitas terapi jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, edukasi kesehatan menjadi krusial untuk memastikan pemahaman yang tepat mengenai aturan dan waktu penggunaan obat selama berpuasa guna mencapai efek terapi yang optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa MAN 3 Kota Pekanbaru tentang penggunaan obat maag dan GERD yang rasional selama bulan Ramadan. Metode yang digunakan mencakup penyuluhan interaktif yang didukung dengan media edukasi berupa leaflet dan presentasi PowerPoint. Efektivitas edukasi diukur melalui pre-test dan post-test dengan lembar checklist sebagai instrumen evaluasi. Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan signifikan dalam tingkat pengetahuan siswa setelah edukasi, dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Temuan ini menegaskan bahwa penyuluhan berbasis ceramah, didukung oleh leaflet, secara efektif meningkatkan pemahaman siswa tentang penggunaan obat maag dan GERD selama bulan puasa.
Peningkatan pengetahuan terhadap sosialisasi dagusibu pada siswa SMA An Namiroh kota Pekanbaru Djohari, Meiriza; Susanti, Adriani; Ulfa, Rodhia; Parina, Ana Bella; Putri, Atika; Fadila, Azhariah; Winekas, Bintang Bayu; Setyowati, Bonita Dwi; Adilla, Dea; Amrianis, Delfi; Farahdilla, Dinda; Rizki, Rahmi Asrina; Ikhwani, Ulfha; Sinulingga, Yori Yunita
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25929

Abstract

AbstrakIkatan Apoteker Indonesia melakukan edukasi baru yang disebut DAGUSIBU, yang merupakan singkatan dari "Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang". Dengan mengikuti langkah-langkah yang diuraikan dalam program DAGUSIBU yang dimulai dengan perolehan obat-obatan dan diakhiri dengan pembuangannya. Salah satu lapisan masyarakat yang sejak dini harus mengetahui tentang penggunaan obat adalah Siswa SMA. Untuk memastikan siswa tidak melakukan kesalahan dalam menggunakan obat, kegiatan sosialisasi DAGUSIBU dilaksanakan karena siswa masih belum memiliki cukup informasi tentang cara menggunakan obat yang benar.  Siswa SMA An Namiroh Kota Pekanbaru mengikuti sosialisasi DAGUSIBU dengan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah tes untuk mengukur pengetahuan mereka. Sebanyak 50 siswa yang mengikuti sosialisasi menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan yaitu dari 75% pada pretest menjadi 93,4% pada posttest. Hasil menunjukkan bahwa pemahaman siswa terhadap DAGUSIBU dapat meningkat sebesar 18,4% ketika sosialisasi ini diadakan. Kata kunci: dagusibu; pengetahuan; obat. AbstractThe Indonesian Pharmacists Association is conducting a new education program called DAGUSIBU, which stands for “Get, Use, Store, and Dispose”. By following the steps outlined in the DAGUSIBU program that starts with the acquisition of medicines and ends with their disposal. One of the layers of society that should know about the use of medicines from an early age is high school students. To ensure that students do not make mistakes in using medicines, DAGUSIBU socialization activities are carried out because students still do not have enough information about how to use medicines correctly.  Students of An Namiroh High School in Pekanbaru City participated in the DAGUSIBU socialization using pre- and post-test questionnaires to measure their knowledge. A total of 50 students who participated in the socialization showed an increase in knowledge from 75% in the pretest to 93.4% in the posttest. The results show that students' understanding of DAGUSIBU can increase by 18.4% when this socialization is held. Keywords: dagusibu; knowledge, medicine.
Lulur dari limbah kopi : solusi tepat guna pemanfaatan sisa ampas kopi sebagai antioksidan Ulfa, Rodhia; Fadhilah, Mauizah; Khairi, Ikhwanul; Zulfa, Maulida; Berliana, Melinda; Surya, Natasya; Nurul, Nida; Rahma, Novia; Fadhilah, Nur; Hafizah, Nur; Izzati, Nur
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37672

Abstract

AbstrakPeningkatan konsumsi kopi di masyarakat, terutama di Kota Pekanbaru, menyebabkan meningkatnya jumlah limbah ampas kopi yang berpotensi mencemari lingkungan karena menghasilkan gas metana. Namun, ampas kopi mengandung senyawa bioaktif seperti kafein dan asam klorogenat yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan perawatan kulit alami. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ibu-ibu PKK Kelurahan Tobekgodang melalui penerapan teknologi tepat guna dalam pemanfaatan limbah ampas kopi menjadi produk lulur antioksidan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, edukasi kesehatan kulit, demonstrasi pembuatan lulur dari ampas kopi, praktik langsung, serta evaluasi melalui kuesioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan masyarakat, dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 8% menjadi 88% (p < 0,05). Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai guna, sekaligus membuka peluang usaha kecil berbasis bahan alami yang ramah lingkungan. Program ini diharapkan berlanjut sebagai model pemberdayaan masyarakat menuju ekonomi kreatif dan berkelanjutan. Kata kunci: ampas kopi; antioksidan; lulur; teknologi tepat guna; pemberdayaan masyarakat. AbstractThe increasing coffee consumption in society, particularly in Pekanbaru City, has led to a rise in coffee waste, which can harm the environment due to methane gas emissions. However, spent coffee grounds contain bioactive compounds such as caffeine and chlorogenic acid that exhibit antioxidant and anti-inflammatory properties, making them potential natural ingredients for skin care. This community service program aimed to empower members of the PKK women’s group in Tobekgodang Village through the application of appropriate technology in processing coffee waste into antioxidant body scrub products. The activities included socialization, health education, demonstration, hands-on training, and evaluation using pre-test and post-test questionnaires. The results showed a significant improvement in participants’ knowledge, with the “good” knowledge category increasing from 8% to 88% (p < 0.05). The program effectively enhanced community awareness and skills in utilizing waste materials into value-added products, while also creating opportunities for small-scale, environmentally friendly businesses. It is expected that this initiative will serve as a sustainable community empowerment model supporting creative and green economic development. Keywords: coffee grounds; antioxidant; body scrub, appropriate technology, community empowerment.