Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Petani Melalui Penerapan Sistem Integrasi Tanaman Pangan Dan Ternak Kambing Di Desa Paok Pampang Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur M. Yusuf; Muhammad Nursan; Lalu Sukardi; Fadli Fadli; Anna Apriana Hidayanti; Anwar Anwar; Eka Numinda Dewi Mandalika; Aeko Fria Utama FR; Rifani Nur Sindy Setiawan; Sri Mulyawati; Ni Made Nike Zeamita Widiyanti
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i2.4804

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini secara umum bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan  masyarakat petani melalui pengembangan integrasi tanaman pangan dan ternak kambing. Metode pendekatan yang digunakan, yaitu teknik pengembangan masyarakat yang menekankan pembelajaran orang dewasa dengan melibatkan 10 orang anggota kelompok tani  sasaran. Secara umum pelaksanaan kegiatan pengabdian berlangsung dengan sukses dan lancar serta dapat dapat diterima dengan baik oleh kelompok tani sasaran. Selain itu, kegiatan pengabdian ini juga mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta terutama  yang berkaitan dengan:  (a) Aspek teknik, aspek sosial ekonomi dan lainnya  dari usaha integrasi tanaman pangan dan ternak kambing; (b) Teknik  pembuatan pupuk organik dari kotoran kambing dan aplikasi pupuk tersebut terhadap tanaman padi dan cabai; (c)  kemampuan manajemen kelompok dalam  upaya memanfaatkan potensi yang ada;  dan (3) Kegiatan pengabdian ini ikut mendorong semakin intensifnya komunikasi timbal balik antara perguruan tinggi dengan kelompok petani di Desa Paok Pampang Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur.
Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan PIRT Hasil Produk Olahan Kelompok Wanita Tani Melati di Desa Suranadi Rifani Nur Sindy Setiawan; Anna Apriana Hidayanti; Sri Mulyawati; Eka Nurminda Dewi Mandalika; Ni Made Nike Zeamita Widiyanti; Muhammad Nursan; Wirajaya Kusuma
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6804

Abstract

Izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) adalah salah satu bentuk legalitas usaha yang perlu dimiliki oleh kelompok industri rumahan. Beberapa home industry yang ada di Suranadi sudah memiliki izin PIRT yang didapatkan dari Dinas Koperasi saat membuka usahanya. Namun, saat PIRT sudah kadaluarsa mereka tidak memiliki pengetahuan untuk memperpanjang ataupun membuat PIRT baru. Begitu pula dengan KWT Melati saat diadakan kunjungan, mereka mengungkapkan bahwa kendala yang sedang dihadapi adalah beberapa produk izin PIRT nya sudah kadaluarsa. Sehingga, kegiatan ini bertujuan untuk memberi Sosialisasi serta Pelatihan Pembuatan PIRT Hasil Produk Olahan KWT Melati. Metode pelaksanaan kegiatan ini terdiri tahap Persiapan, Sosialisasi dan Pelatihan, serta Evaluasi. Tahap persiapan berupa survey lokasi serta diskusi tentang potensi dan kendala yang dimiliki oleh KWT Melati. Pelaksanaan kegiatan sosialisasi kepada para anggota KWT Melati yang bertujuan untuk memberi pengetahuan tentang pentingnya izin PIRT dan pelatihan cara pembuatan PIRT. Tahap ketiga yaitu Evaluasi yang dilakukan untuk melihat respon dan pemahaman peserta terhadap materi yang telah diberikan. Beberapa hasil dari kegiatan ini adalah : (1) Meningkatkan pemahaman peserta tentang prosedur pembuatan, berkas kelengkapan, kebermanfaatan, serta Pengajuan dan Pembuatan PIRT. (2) Pihak KWT Melati berharap terdapat kegiatan pendampingan pembuatan PIRT sebagai keberlanjutan dari kegiatan Pengabdian ini.
Sosialisasi Dan Pelatihan Laporan Keuangan Produk Dodol Buah Pada Kwt Melati Di Desa Suranadi Anna Apriana Hidayanti; Rifani Nur Sindy Setiawan; Sri Mulyawati; Eka Nurminda Dewi Mandalika; Ni Made Nike Zeamita Widiyanti
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i2.8545

Abstract

Kegiatan membuat dodol buah banyak dilakukan oleh kelompok tani Wanita. Hal ini dilakukan sebagai sarana untuk menyalurkan kemampuan sekaligus upaya peningkatan ekonomi keluarga. Kelompok Wanita Tani di Kecamatan Narmada tersebar di seluruh desa. salah satunya adalah adalah KWT Melati meski sudah memproduksi dodol dari tahun 2014 hingga saat ini di Desa Suranadi, mitra tidak mempunyai pembukuan mengenai laporan keuangan. Hal ini menyebabkan mitra hanya memperkirakan jumlah untung-rugi yang diperoleh dan harga produksi. Untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mitra dalam pembuatan laporan keuangan, sehingga perlunya memberikan pelatihan dan pendampingan pembuatan laporan keuangan yang baik. Pelatihan dimulai dengan introduksi aspek-aspek apa saja yang termasuk dalam pengelompokan biaya dan penerimaDilanjutkan dengan pelatihan penulisan laporan keuangan berdasarkan aliran pembiayaan selatiga bulan terakhir. Selanjutnya mitra dapat menulis dan menghitung sendiri laporan keuangan berdasarkan contoh pelatihan yang diberikan
Pendampingan Pembuatan SPP-IRT Hasil Produk Olahan Kelompok Wanita Tani Melati di Desa Suranadi Rifani Nur Sindy Setiawan; Anna Apriana Hidayanti; Sri Mulyawati; Eka Nurminda Dewi Mandalika; Ni Made Nike Zeamita Widiyanti
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i2.8680

Abstract

Desa Suranadi cukup dikenal oleh wisatawan Nusantara dengan produk olahan kulinernya. Pada desa tersebut terdapat beberapa Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah (UMKM) yang memproduksi produk olahan buah. Hal tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat untuk kegiatan berwirausaha yang tinggi. UMKM merupakan salah satu pilar penopang perekonomian nasional dan kekuatan ekonomi suatu daerah. Salah satu dokumen legalitas usaha yang perlu dimiliki oleh pelaku UMKM adalah izin SPP-IRT. Dengan adanya SPP-IRT menunjukkan bahwa suatu badan usaha tersebut telah legal dan sah secara hukum dalam proses kegiatan usahanya. Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati adalah salah satu UMKM yang terdapat di Desa Suranadi.  Selama menjalankan usahanya KWT Melati pernah memiliki izin SPP-IRT untuk produk dodol buah. SPP-IRT itu didapatkan oleh KWT Melati dengan bantuan Dinas Koperasi saat awal usahanya dimulai. Namun saat survey awal yang dilakukan oleh tim pengabdian Universitas Mataram (UNRAM), pihak KWT Melati menyatakan bahwa SPP-IRT yang dimilikinya telah kadaluarsa dan belum diperpanjang. Oleh karena itu, tim pengabdian UNRAM bertujuan untuk memberi pendampingan pembuatan SPP-IRT untuk hasil olahan KWT Melati. Dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan nilai jual produk, kepercayaan, serta minat beli konsumen.
Sosialisasi Peran dan Fungsi BUMDES dalam Upaya Peningkatan Perekonomian Masyarakat Melalui Potensi Desa Wisata Tetebatu Idiatul Fitri Danasari; Sri Mulyawati; Siska Ita Selvia; Ni Made Wirastika Sari; Baiq Rika Ayu Febrilia
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i2.1164

Abstract

Peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADesa) merupakan salah satu isu yang menjadi perhatian karena lambatnya pergerakan perekonomian di pedesaan. Kendala yang dihadapi tidak lain adalah kurangnya kemampuan masyarakat dan pemerintah desa dalam mengelola dan memanfaatkan potensi dan sumberdaya yang dimiliki. BUMDesa merupakan salah satu lembaga yang diharapkan dan diberikan wewenang dalam mengelola dan memanfaatkan sumberdaya dan potensi yang dimiliki oleh desa dalam bentuk beberapa jenis usaha yang nantinya dapat meningkatkan PADesa. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mensosialisasikan peran dan fungsi BUMDesa dalam mengelola dan memanfaatkan aset dan potensi desa dalam meningkatkan aktivitas perekonomian masyarakat desa khususnya Desa Wisata Tetebatu di Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan dihadiri sebanyak 20 peserta yang terdiri dari perwakilan pelaku UMKM, kelompok sadar wisata, kelompok tani dan ternak, pengrajin (handcraft), anggota BUMDesa, dan pemerintah desa. Pengabdian dilaksanakan melalui beberapa kegiatan seperti observasi lokasi dan mitra, Focus Group Discussion, sosialisasi, dan evaluasi. Setelah dilaksanakannya sosialisasi, masyarakat desa memiliki kesadaran dan pemahaman akan pentingnya BUMDes dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, masyarakat desa juga menunjukkan antusias yang positif dan berinisiatif memulai kembali kegiatan perekonomian berbasis kolaboratif dan berkelanjutan dengan memanfaatkan sumberdaya dan potensi desa yang dimiliki. Socialization Of The Role And Function Of “Bumdes” In Efforts To Improve The Community's Economy Through The Potential Of The Tetebatu Tourism Village Increasing Village Original Income (PADesa) is one of the issues that is of concern because of the slow movement of the economy in rural areas. The obstacle faced is none other than the lack of ability of the community and village government to manage and utilize the potential and resources they have. BUMDesa is one of the institutions that is expected and given authority to manage and utilize the resources and potential possessed by the village in the form of several types of businesses which can later increase PADesa. The purpose of this service is to socialize the role and function of BUMDesa in managing and utilizing village assets and potential in increasing the economic activities of village communities, especially Tetebatu Tourism Village in Sikur District, West Lombok Regency. The activity was attended by twenty people consist of representatives of MSME actors, tourism awareness groups, farmer and livestock groups, craftsmen (handcraft), BUMDesa members, and village government. Community service is carried out through several activities such as location and partner observations, Focus Group Discussions, outreach and discussions. After the socialization was carried out, the village community had awareness and understanding of the importance of BUMDes in improving the economy and community welfare. In addition, the village community also showed positive enthusiasm and took the initiative to restart collaborative and sustainable-based economic activities by utilizing the village's resources and potential
Sosialisasi Pentingnya Sertifikasi Halal untuk Meningkatkan Mutu Produk Keripik KWT Nine Seru Baiq Rika Ayu Febrilia; Sri Mulyawati; Rosyid Ridho; Isna Juliana Kurnia; Jihan Dita Faradila
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i3.2073

Abstract

KWT Nine Seru telah memproduksi berbagai jenis keripik sejak lama, namun produk ini belum memiliki sertifikat halal. Padahal kepemilikan sertifikat halal pada suatu produk cukup mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli barang. Kelompok ini menghadapi permasalahan karena kurangnya pengetahuan mengenai pentingnya sertifikasi halal produk serta belum adanya pengetahuan dan pengalaman dalam mengurus pengajuan sertifikat halal. Oleh karena itu, tujuan kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikan pentingnya sertifikasi halal untuk meningkatkan mutu produk keripik KWT Nine Seru. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab yang terdiri atas tiga tahapan, yaitu persiapan, implementasi dan evaluasi. Kegiatan sosialisasi ini telah berhasil dilaksanakan dan mendapatkan respon yang baik dari peserta. Hasil pre-test dan post-test peserta menunjukkan bahwa peserta telah sepenuhnya memahami pentingnya keberadaan label halal pada kemasan makanan dan pentingnya pemeriksaan keberadaan label halal dalam kemasan makanan atau minuman yang akan dikonsumsi. Peserta juga telah mendapatkan informasi mengenai adanya perubahan logo halal, tata cara pengajuan sertifikasi halal dan gambaran dokumen yang dibutuhkan dalam pengajuan tersebut. Socialization of the Importance of Halal Certification to Improve the Quality of KWT Nine Seru Chips Products KWT Nine Seru has been producing various types of chips for a long time, but this product does not yet have a halal certificate. In fact, having a halal certificate on a product is quite influential in consumer decisions in purchasing goods. This group faces problems due to a lack of knowledge about the importance of halal certification of products and the lack of knowledge and experience in managing halal certificate applications. Therefore, the purpose of this activity is to socialize the importance of halal certification to improve the quality of KWT Nine Seru chip products. Community service activities are carried out using lecture and question and answer methods consisting of three stages, namely preparation, implementation and evaluation. This socialization activity has been successfully implemented and received a good response from the participants. The results of the pre-test and post-test of participants showed that participants fully understood the importance of the existence of a halal label on food packaging and the importance of checking the existence of a halal label on food or beverage packaging that will be consumed. Participants have also received information about changes in halal logic, procedures for submitting halal certification and an overview of the documents needed in the application.  
Pemanfaatan Fitur Wabot Sebagai Respon Atas Kebutuhan Konsumen Secara Online Pada KWT Nine Seru Di Desa Lantan Sri Mulyawati; Tajidan Tajidan; Baiq Rika Ayu Febrilia; Idiatul Fitri Danasari; Ni Made Wirastika Sari; Ni Luh Mira Puspayani
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i3.2074

Abstract

Wabot atau WhatsApp Chatbot merupakan salah satu fitur yang dikembangkan oleh aplikasi WhatsApp, khususnya WhatsApp Business. Munculnya aplikasi dan fitur-fitur tersebut disebabkan oleh perkembangan teknologi digital yang semakin massiv dan menyesuaikan kebutuhan pengguna. Pelaku usaha mikro kecil yang terletak di pelosok daerah membutuhkan bantuan untuk beradaptasi dengan teknologi, salah satunya adalah Kelompok Wanita Tani Nine Seru yang ada di Desa Lantan Kabupaten Lombok Tengah. Kelompok tersebut telah berdiri cukup lama, namun belum mampu memanfaatkan teknologi untuk menjawab kebutuhan konsumen secara online. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman KWT Nine Seru tentang Wabot dan cara untuk mengaktifkan, serta menggunakanya. Metode pelaksanaan pengabdian dibagi menjadi tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa tedapat peningkatan pemahaman peserta kegiatan tentang Wabot dan cara untuk mengaktifkannya. Hal ini dibuktikan dari jawaban 71% peserta kegiatan yang setuju bahwa Wabot bermanfaat untuk membangun kepercayaan konsumen melalui respon cepat dan otomatis. Sebagai luaran pengabdian, KWT Nine Seru telah memiliki aplikasi Whatsapp Business yang dapat digunakan untuk menjual dan mempromosikan produknya. Utilisation of the Wabot Feature As A Response To Consumer Needs Online At KWT Nine Seru In Lantan Village Wabot, or WhatsApp Chatbot, is one of the features developed by the WhatsApp application, especially WhatsApp Business. The emergence of these applications and features is due to the development of digital technology, which is increasingly massive and adapts to user needs. Micro and small businesses located in remote areas need help adapting to technology, one of which is the Nine Seru Women Farmers Group in Lantan Village, Central Lombok Regency. The group has been established for a long time, but has not been able to utilise technology to answer consumer needs online. Therefore, the purpose of this service activity is to increase KWT Nine Seru's understanding of Wabot and how to activate and use it. The service implementation method is divided into three stages, namely the preparation stage, implementation stage, and evaluation stage. The results of the service showed that there was an increase in the participants' understanding of Wabot and how to activate it. This is evidenced by the answers of 71% of activity participants who agree that Wabot is useful for building consumer trust through fast and automatic responses. As an output of the service, KWT Nine Seru has a WhatsApp Business application that can be used to sell and promote its products.