Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : pharmacoscript

ANALISIS SENYAWA DALAM PARFUM ISI ULANG YANG BEREDAR DI KOTA BANDUNG DENGAN METODE KROMATOGRAFI GAS-SPEKTROMETRI MASSA (KG-SM) Purwaniati Purwaniati; Lisna Egisnawati; Emma Emawati
Pharmacoscript Vol. 4 No. 2 (2021): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v4i2.643

Abstract

Pewangi atau parfum merupakan produk yang sangat banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Produk parfum tidak dilengkapi dengan informasi yang cukup mengenai senyawa-senyawa yang digunakan didalamnya. Hal ini menyebabkan masyarakat tidak mengetahui potensi bahaya yang terkandung dalam parfum tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis senyawa yang terdapat dalam parfum isi ulang tersebut. Analisis ini dilakukan dengan metode kromatografi gas-spektrometri massa (KG-SM). Berdasarkan hasil analisis, parfum dengan aroma yang mirip menunjukkan mengandung senyawa-senyawa yang mirip pula. Dari lima sampel yang diuji, diketahui bahwa setiap sampel mengandung sekurang-kurangnya 24 senyawa. Dari semua senyawa tersebut, baru 5 senyawa yang telah ditentukan statusnya dalam Standard IFRA, yaitu limonene dan linalool yang statusnya spesificated, benzaldehyde dan citronellol yang statusnya restricted, dan lily aldehyde yang berstatus prohibited/restricted.
ANALISIS KCN MENGGUNAKAN METODE TITRASI ARGENTOMETRI LIEBIG-DENIGES PADA AIR RENDAMAN SINGKONG YANG DIRENDAM AIR KELAPA Emma, Emawati; Jigan Az, Zahra; Winasih, Rachmawati
Pharmacoscript 2025: Special Issue Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v1iSpecial.2429

Abstract

Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah dan beraneka ragam, Keanekaragaman tersebut membuka banyak peluang alternatif terhadap pengganti produk kimia yang dapat menimbulkan dampak negatif baik bagi kesehatan maupun lingkungan. Salah satu pemanfaatan tanaman ialah sebagai pengendali hama tikus alami (rodentisida). Singkong diketahui memiliki kandungan senyawa berbahaya yakni sianida (HCN) jika dilakukan pengupasan dan disimpan dalam jangka waktu yang lama. Sementara itu, air kelapa merupakan sumber kalium elektrolit yang baik, dan menyediakan 600 miligram dalam satu cangkir. Jika dilakukan perendaman singkong menggunakan air kelapa maka Ion kalium (K+) akan bereaksi dengan sianida (CN-) dalam singkong dan membentuk senyawa Kalium Sianida (KCN) yang memiliki efek racun. Pemanfaatan racun KCN tersebut telah banyak digunakan untuk mengendalikan hama pengerat oleh masyarakat, akan tetapi penelitian mengenai kandungan dan kadar senyawa KCN pada air rendaman tersebut masih memerlukan kajian lebih lanjut maka tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar KCN pada air rendaman singkong dengan air kelapa sebagai racun untuk hewan pengerat. Metode yang digunakan untuk analisis KCN adalah argentometri Liebig-Deniges dimana digunakan larutan AgNO3 sebagai pentiter dengan indikator ammonia dalam KI. Sebelum penetapan kadar, dilakukan validasi metode presisi dan akurasi. Hasil analisis KCN dalam sampel air rendaman dengan perbandingan 1 kg singkong : 2 liter air kelapa memiliki kadar KCN sebesar 2,229 mg/20 mL. Dengan kadar tersebut, pemberian sebanyak 20,6 mL sediaan pada tikus berbobot 200 g setara dengan dosis 11,5 mg/kg BB, yang merupakan nilai LD50 KCN pada tikus dewasa.