Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN PAPER QUILLING DI KELOMPOK B Hestiningrum, Elia; Pudyaningtyas, Adriani Rahma; Zuhro, Nurul Shofiatin
Early Childhood Education and Development Journal Vol 6, No 2 (2024): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v6i2.102242

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatakan keterampilan motorik halus melalui kegiatan paper quilling pada kelompok B TK Al Amaanah 3 Kebakkramat Karanganyar Tahun Ajaran 2022/2023.. Keterampilan motorik halus tidak kalah penting dengan aspek perkembangan lainnya. Permasalahan yang terjadi yaitu rendahnya gerak motorik halus anak terutama dalam hal menggunting dan menempel. Jenis penelitian ini adaalah penelitian Tindakan kelas kolaboratif dengan menggunakan penelitian Tindakan kelas Kemmis dan Mc. Taggart yang meliputi empat tahap yaitu perencanaan, Tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian dalam penelitian ini terdiri dari 20 anak sebanyak delapan anak laki laki dan dua belas anak Perempuan. Selain itu subjek penelitian dalam penelitian ini juga terdiri dari guru kelompok B dan Kepala Sekolah. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus penelitian yaitu siklus I dan siklus II. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif. Perolehan data kualitatif dengan cara menganalisis data dari wawancara dan dari data observasi selama penelitian. Sedangkan pemerolehan data kuantitatif dengan membandingkan hasil yang diperoleh dari pra Tindakan, siklus I dan siklus II. Peningkatan keterampilan motorik halus dapat dikatakan berhasil apabila persentase keberhasilan mencapai 80%. Hasil akhir penelitian ini menunjukkan peningkatan yang terjadi dalam keterampilan motorik halus menggunting dan menempel melalui kegiatan paper quilling, dibuktikan dengan hasil penilaian kondisi awal yakni pada pratindakan sebesar 25% kemudian meningkat pada siklus I yakni menjadi 55% dan pada siklus II mencapai 85%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kegiatan penelitian Tindakan kelas yang dilaksankan di kelompok B TK Al Amaanah 3 Kebakkramat Karanganyar melalui kegiatan paper quilling telah berhasil.
PENINGKATAN KEMAMPUAN SOSIAL EMOSIONAL PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI KEGIATAN BERMAIN PERAN Riyadi, Anggita Putri; Endang Rasmani, Upik Elok; Pudyaningtyas, Adriani Rahma
Early Childhood Education and Development Journal Vol 7, No 3 (2025): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v7i3.106157

Abstract

Perkembangan sosial emosional diartikan sebagai salah satu kemampuan yang dibutuhkan seseorang dalam membangun sebuah interaksi, komunikasi dan melakukan penyesuaian diri terhadap lingungan sekitar. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan sosial emosional melalui penerapan kegiatan bermain peran pada anak usia 5-6 tahun. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas selama 2 siklus dengan subjek anak usia 5-6 tahun sejumlah 22 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi dengan sumber data guru dan anak. Teknik uji valiiditas data dilakukan dengan triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Analisis data yang dilakukan peneliti yaitu dengan analisis data kuantitatif dan kualitatif. Penelitian dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan bermain peran dapat memberikan pengaruh dan mampu meningkatkan kemampuan sosial emosional pada anak usia 5-6 tahun. Persentase peningkatkan kemampuan sosial emosional anak semakin meningkat pada setiap siklus dan telah mencapai minimal target keberhasilan anak yaitu sebesar 75%. Pada akhir siklus 2 hasil ketuntasan kemampuan sosial emosional anak sebesar 83,6%. Hasil ketuntasan tersebut dicapai oleh 18 anak dari 22 nak di kelas. Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan bermain peran dapat meningkatkan kemampuan sosial emosional pada anak usia 5-6 tahun.
HUBUNGAN ANTARA PERHATIAN ORANG TUA DENGAN KEMAMPUAN MENGELOLA EMOSI PADA ANAK Khotimah, Khusnul; Rasmani, Upik Elok Endang; Pudyaningtyas, Adriani Rahma
Early Childhood Education and Development Journal Vol 5, No 3 (2023): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v5i3.102332

Abstract

Salah satu aspek perkembangan yang penting untuk dikembangkan bagi anak usia dini adalah aspek emosional. Dalam aspek emosional terdapat beberapa sub aspek salah satunya adalah kemampuan mengelola emosi. Kemampuan mengelola emosi mencakup kemampuan mengenali, mengatur dan mengekspresikan emosi kepada lingkungan luar. Kemampuan ini bermanfaat bagi anak dalam pengembangan kemampuan intrapersonal, kemampuan akademis dan kemampuan interpersonal. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan kemampuan ini adalah perhatian orang tua. Perhatian orang tua kepada anak terdiri dari; menyediakan lingkungan yang nyaman bagi anak, menjadi pelindung bagi anak, memberikan apresiasi bagi prestasi anak dan memberikan bimbingan dan nasihat. Banyak literatur yang membahas terkait perhatian orang tua, namun sedikit yang menghubungkannya dengan kemampuan mengelola emosi anak, untuk itulah penelitian ini dilakukan. Penelitian menggunakan anak berusia 5-6 tahun dan orang tua sebagai responden. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif korelasi. Pengujian hipotesis menggunakan rumus korelasi product moment dengan uji normalitas dan uji linieritas sebagai uji prasyarat. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa nilai rhitung 0,437 > rtabel 0,227 dengan taraf hubungan sedang. Nilai pearson correlation pada kedua variabel berada pada angka 0,437 yang berarti hubungan antara perhatian orang tua dengan kemampuan mengelola emosi berada pada taraf sedang dan memiliki hubungan yang positif.  Sehingga disimpulkan bahwa perhatian orang tua berhubungan dengan kemampuan mengelola emosi anak dengan tingkat pengaruh yang sedang.
PENGARUH METODE ROLE PLAYING TERHADAP TINGKAT SELF-AWARENESS ANAK USIA DINI Untayana, Virdania Amelinda; Pudyaningtyas, Adriani Rahma; Dewi, Nurul Kusuma
Early Childhood Education and Development Journal Vol 5, No 2 (2023): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v5i2.102300

Abstract

Kesadaran diri atau self-awareness adalah kemampuan anak untuk mengenali perasaan dan mengetahui alasan merasakan hal tersebut serta pengaruh perilakunya terhadap orang lain. Tujuan penelitian ini untuk mengukur ada atau tidaknya dampak yang ditimbulkan dari penerapan metode role playing terhadap tingkat self-awareness anak usia 4-5 tahun di TK Kristen Kerten. Metode penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian pre experiment dengan tipe desain one group pre-test post-test design. Subjek penelitian sebanyak 15 anak usia 4-5 tahun. Analisis data dengan menggunakan uji prasyarat analisis dengan uji normalitas dan uji homogenitas serta uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan tingkat self-awareness berkembang dalam kategori rata-rata anak sudah berkembang sesuai harapan ditunjukkan dengan kemampuan anak mampu mengungkapkan emosi diikuti ekspresi tindakan yang sesuai, anak memiliki pengendalian perasaan yang baik, anak mampu menyatakan pendapatnya, anak memiliki sikap gigih dan tidak mudah menyerah dalam menyelesaikan pekerjaannya secara mandiri, memahami dan menaati peraturan permainan, anak mampu menunjukkan rasa percaya diri dengan berani tampil di depan kelas, anak memiliki sikap mau berbagi dan menolong teman serta dapat bekerja sama dalam tugas kelompok. Sehingga tingkat self-awareness anak dikatakan meningkat.
PEMBELAJARAN ANAK TUNA RUNGU DENGAN METODE KOMUNIKASI VISUAL Juniarti, Naning; Pudyaningtyas, Adriani Rahma; Dewi, Nurul Kusuma
Early Childhood Education and Development Journal Vol 5, No 1 (2023): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v5i1.102293

Abstract

Komunikasi visual diartikan sebagai proses penyampaian informasi menggunakan elemen-elemen visual, seperti gambar, grafik, diagram, peta, simbol, warna, dan elemen visual lainnya, tanpa ketergantungan pada kata-kata atau teks. Tujuan dari komunikasi visual adalah untuk menyampaikan pesan atau informasi dengan jelas, efektif, dan mudah dipahami melalui elemen-elemen visual. Penelitian ini meneliti komunnikasi visual yang digunakan untuk pembelajaran anak tuna rungu di KB Smart Preshool Solo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkann data dari anak tuna rungu, guru dan kepala sekolah. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Uji validitas penelitian ini meggunakan triangulasi sumber data dan triangulasi teori. Hasil dari penelitian ini yaitu implementasi meode komunikasi visual di KB Smart Preschool Solo sangat membantu anak tuna rungu untuk memahami materi pembelajaran dan meningkatkan kemampuan bahasa, kognitif dan soaial anak.
PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS TPACK TERHADAP KEMAMPUAN BAHASA EKSPRESIF ANAK USIA DINI Aisy, Adinda Rohadati; Palupi, Warananingtyas; Pudyaningtyas, Adriani Rahma
Early Childhood Education and Development Journal Vol 5, No 3 (2023): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v5i3.102338

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berbasis TPACK terhadap kemampuan bahasa ekspresif anak usia 5-6 tahun di TK Al-Islam 4 Surakarta. Pendekatan penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi experimental design tipe non equivalent control group design. Penelitian ini dilakukan di TK Al-Islam 4 Surakarta dengan 14 anak sebagai kelompok eskperimen dan 14 anak sebagai kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes. Uji validitas menggunakan validitas isi. Uji reliabilitas menggunakan alpha cronbach’s. Uji normalitas menggunakan teknik analisis shapiro wilk, sedangkan uji homogenitas menggunakan teknik analisis levene statistics. Uji hipotesis menggunakan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata posttest kelompok eksperimen 3,600 dan kelompok kontrol 3,093 dengan nilai signifikasi 0,000. Hasil tersebut menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol, yang artinya pembelajaran berbasis TPACK berpengaruh terhadap kemampuan bahasa ekspresif anak usia 5-6 tahun. Hal tersebut terlihat ketika anak mengungkapkan ide, pendapat, atau perasaan saat diminta untuk mengamati tentang materi yang diberikan, menjawab pertanyaan dari guru yang lebih kompleks saat kegiatan tanya jawab, dan menceritakan kembali cerita yang sudah didengarkan dari media teknologi yang diberikan.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS PADA ANAK KELOMPOK B MELALUI KEGIATAN STRING ART Ratnamuslihah, Ratnamuslihah; Pudyaningtyas, Adriani Rahma; Zuhro, Nurul Shofiatin
Early Childhood Education and Development Journal Vol 3, No 3 (2021): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v3i3.101470

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B di TKIT Al Falaah Simo melalui kegiatan String Art. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah anak kelompok B kelas Abu Bakar yang berjumlah 22 anak. Objek penelitian adalah kemampuan motorik halus anak pada kemampuan meniru bentuk, menggunakan alat tulis dengan benar, dan eksplorasi berbagai media dan kegiatan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, unjuk kerja, dan dokumentasi. Teknik uji validasi dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kuantitatif dan teknik analisis data kualitatif. Indikator kemampuan motorik halus dalam penelitian ini adalah meniru bentuk, menggunakna alat tulis dengan benar, dan eksplorasi berbagai media dan kegiatan. Penelitian ini dinyatakan berhasil apabila 75% dari subyek penelitian mencapai nilai 3 atau BSH. Hasil keseluruhan kemampuan motorik halus anak kelompok B kelas Abu Bakar TKIT Al Falaah Simo berada pada nilai 3 dalam kategori BSH (Berkembang Sesuai Harapan) sejumlah 8 anak dan nilai 4 dalam kategori BSB (Berkembang Sangat Baik) sejumlah 9 anak dari total 22 anak maka 17 anak mampu memenuhi indikator keberhasilan penelitian.
PERBEDAAN KEMANDIRIAN ANAK DITINJAU DARI STATUS PEKERJAAN DAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU Rahmawati, Anita Dwi; Pudyaningtyas, Adriani Rahma; Zuhro, Nurul Shofiatin
Early Childhood Education and Development Journal Vol 5, No 2 (2023): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v5i2.102363

Abstract

Kemandirian dapat terbentuk dikarenakan kebiasaan, sehingga kemandirian penting sekali diajarkan kepada anak sejak usia dini agar nantinya anak terbiasa mandiri hingga dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemandirian anak usia 4-6 tahun ditinjau dari status pekerjaan dan tingkat pendidikan ibu di Kecamatan Tirtomoyo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif komparatif. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner tertutup. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 113 orang dan sampel yang digunakan sebanyak 53 responden. Uji hipotesis menggunakan two way annova. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang positif dan signifikan antara variable status pekerjaan dan tingkat pendidikan ibu dengan kemandirian anak usia 4-6 tahun di Kecamatan Tirtomoyo. Hal itu dapat dilihat dari signifikansinya yaitu < 0,05. Artinya perbedaan waktu kebersamaan yang dimiliki ibu bekerja dengan ibu tidak bekerja serta tingkat kemandirian ibu yang beragam mempengaruhi kemandirian anak. Berkaitan dengan hal tersebut orang tua khususnya ibu diharapkan dapat menambah kesadaran, kepedulian dan pengetahuan mengenai pentingnya peran lingkungan dalam menstimulus perkembangan kemandirian anak sejak usia dini.