Claim Missing Document
Check
Articles

SELF-AWARENESS SEBAGAI PREDIKTOR PERILAKU TANGGUNG JAWAB PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Agustin, Dian Pertiwi; Pudyaningtyas, Adriani Rahma; Syamsuddin, Muhammad Munif
Kumara Cendekia Vol 13, No 3 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i3.95847

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self-awareness dengan perilaku tanggung jawab anak usia 5-6 tahun dan untuk mengetahui prediktor bagi perilaku tanggung jawab pada anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif noneksperimen yang menggunakan analisis regresi linear sederhana. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 73 anak usia 5-6 tahun yang berasal dari dua TK di daerah Kartasura yang diambil dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner/angket untuk kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu variabel self-awareness akan menyebabkan kenaikan variabel perilaku tanggung jawab sebesar 0,681. Sumbangan efektif prediktor self-awareness terhadap perilaku tanggung jawab sebesar 69,6% dan sisanya 30,4% dari faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Hasil uji hipotesis dapat diputuskan bahwa hipotesis H0 ditolak dan hipotesis H1 diterima yang berbunyi “self-awareness memiliki hubungan dengan perilaku tanggung jawab anak usia 5-6 tahun dan dapat dijadikan sebagai prediktor perilaku tanggung jawab anak usia 5-6 tahun”. Self-awareness dapat memprediksi munculnya tanggung jawab, sehingga diperlukan upaya dalam menstimulasi self-awareness agar perilaku tanggung jawab pada anak sejak usia dini dapat meningkat.
PENGARUH PERMAINAN SCRATCHJR TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KOMPUTASIONAL ANAK USIA 5-6 TAHUN Hardiyanti, Widya Dwi; Hafidah, Ruli; Pudyaningtyas, Adriani Rahma
Kumara Cendekia Vol 11, No 2 (2023): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v11i2.63169

Abstract

Kemampuan berpikir komputasional dianggap penting untuk setiap individu supaya dapat beradaptasi dengan perkembangan di zaman era digital seperti sekarang. Oleh karena itu, kemampuan berpikir komputasional perlu dikembangkan sejak anak usia dini melalui permainan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan ScratchJr terhadap kemampuan berpikir komputasional anak 5-6 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis quasi experimental design tipe non equivalent control group design. Teknik pengambilan sampel dengan sampling jenuh. Sampel penelitian ini adalah anak 5-6 tahun di TK Aisyiyah Surakarta yaitu 11 anak kelompok eksperimen dan 11 anak kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data dengan tes. Uji normalitas menggunakan shapiro wilk, uji homogenitas menggunakan levene’s test for equality of variences, teknik analisis data menggunakan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol, hal ini dibuktikan dengan post-test kelompok eksperimen 23,45 sedangkan post-test kelompok kontrol 18,64. Berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan independent sample t-test menunjukkan signifikansi 0,005 dengan dasar pengambilan keputusan p<0,05 maka terdapat perbedaan. Hasil rata-rata post-test kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol terdapat perbedaan signifikan, sehingga dapat dikatakan terdapat pengaruh permainan ScratchJr. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh permainan ScratchJr terhadap kemampuan berpikir komputasional anak 5-6 tahun di TK Aisyiyah XI Surakarta.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN SISTEM AMONG KI HAJAR DEWANTARA DALAM MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN ANAK Mahesthi, Dita Dwi Angga; Pudyaningtyas, Adriani Rahma
Kumara Cendekia Vol 13, No 4 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i4.105646

Abstract

Kemandirian merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan anak usia dini yang perlu ditumbuhkan melalui pendekatan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendekatan Sistem Among Ki Hajar Dewantara dalam mengembangkan kemandirian anak usia 4–5 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendekatan Sistem Among melalui prinsip Asah, Asih, dan Asuh berkontribusi terhadap perkembangan kemandirian anak dalam aspek pengambilan keputusan, keterampilan mengurus diri, kemampuan memecahkan masalah, serta kemandirian sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap penguatan praktik pendidikan anak usia dini berbasis karakter dan budaya Indonesia yang mengedepankan kebebasan bertanggung jawab, keteladanan, dan pembiasaan positif dalam membentuk sikap mandiri anak sejak dini.
PERBEDAAN KEMANDIRIAN ANAK USIA 4-5 TAHUN DITINJAU DARI STATUS PEKERJAAN ORANG TUA wahyuni, Sri Umi Ayu; Pudyaningtyas, Adriani Rahma; Jumiatmoko, Jumiatmoko
Kumara Cendekia Vol 11, No 2 (2023): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v11i2.59791

Abstract

Kemandirian pada anak yaitu keterampilan anak untuk memiliki inisiatif dalam merencanakan dan mengatur perilaku dalam melakukan kegiatan sehari-hari sesuai dengan perkembangannya.  Anak yang mandiri dapat membantu dirinya untuk tidak banyak bergantung dengan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan kemandirian anak usia 4-5 tahun ditinjau dari status pekerjaan orang tua. Status pekerjaan orang tua diduga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kemandirian anak. Jenis penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian komparasi. Peneliti membatasi masalah pada perbedaan kemandiriian anak usia 4-5 tahun ditinjau dari status pekerjaan orang tua. Kategori orang yang bekerja sendiri yaitu melakukan pekerjaan selama 1 jam berturut-turut selama satu minggu untuk memperoleh pendapatan. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple random sampling. Sebanyak 40 anak dengan ayah dan ibu bekerja serta 52 anak dengan ayah bekerja dan ibu tidak bekerja sehingga total sampel yang digunakan sebanyak 92 anak. Data yang sudah terkumpul selanjutnya dilakukan uji prasyarat analisis. Uji normalitas menggunakan Kolmogorov Smirnov  dan uji homogenitas menggunakan Levene test. Perhitungan uji tersebut dilakukan dengan bantuan SPSS 25 for windows. Hasil hipostesis menunjukkan bahwa nilai signifikan menunjukkan angka 0,034. Nilai signifikan 0,034 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak sehingga terdapat perbedaan kemandirian anak usia 4-5 tahun ditinjau dari status pekerjaan orang tua.
PERAN ORANG TUA YANG BEKERJA DALAM AKTIVITAS BELAJAR DARI RUMAH UNTUK ANAK USIA 5-6 TAHUN (STUDI FENOMENOLOGI DI DESA TEMPEL, KECAMATAN GATAK, KABUPATEN SUKOHARJO) Rahmawati, Dian; Palupi, Warananingtyas; Pudyaningtyas, Adriani Rahma
Kumara Cendekia Vol 11, No 1 (2023): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v11i1.59432

Abstract

Aktivitas belajar bagi anak usia dini yang semula diselenggarakan di sekolah secara tatap muka berubah dengan kebijakan aktivitas belajar dari rumah (BDR), karena munculnya virus Covid-19 yang secara cepat menjadi pandemi global. Peran guru di sekolah beralih kepada orang tua di rumah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk aktivitas BDR yang dilakukan anak, mengetahui jenis pendampingan yang diberikan orang tua yang bekerja selama aktivitas BDR dan megetahui penerapan pola asuh selama aktivitas BDR pada anak usia 5-6 tahun di Desa Tempel, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Milles and Huberman sedangkan uji validitas data menggunakan triangulasi teknik dan sumber serta member checking. Hasil penelitian ini sebagai berikut, Pertama, anak melakukan aktivitas BDR secara luring dengan pendampingan orang tua dan bentuk aktivitas BDR yang dilakukan anak sebagian besar langsung pada inti pembelajaran. Kedua, orang tua di desa Tempel melakukan upaya pendampingan kepada anak selama BDR sebagai pendidik, teman, pendorong, fasilitator, konselor dan panutan. Ketiga, orang tua di desa Tempel menerapkan beragam pola asuh diantaranya permisif, demokratis, otoriter, dan campuran.
The Effectiveness of Reward-Based Strategies on the Responsible Behavior of Children Aged 4-5 Years Fatirahma, Al Fa'izza; Pudyaningtyas, Adriani Rahma
Kumara Cendekia Vol 14, No 1 (2026): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v14i1.109040

Abstract

Responsibility is an important aspect of social-emotional development that should be introduced to children from an early age. Responsible behavior itself enables children to complete their tasks effectively, control themselves, and build harmonious relationships with their environment, thereby increasing their acceptance and likability by others. The impact on children who do not have responsible behavior is that they always depend on others and do not trust. Additionally, children often struggle to understand the norms and rules that exist in their environment. The purpose of this study was to determine the effectiveness of rewarding responsible behavior in early childhood children, especially those aged 4-5 years. This type of research employs quantitative methods with a quasi-experimental design, utilizing a one-group pretest-posttest approach. Data collection was conducted using observational techniques and a behavioral checklist. Based on the research data, the average pre-test value was 11.73, and then increased to 17.27 during the post-test. It can be concluded that giving rewards has an effect on the responsible behavior of children aged 4-5 years.
DAMPAK PENDEKATAN PEMBELAJARAN STEAM DENGAN MEDIA LOOSE PART PADA KREATIVITAS ANAK USIA 5-6 TAHUN kristiyani, erna; Hafidah, Ruli; Pudyaningtyas, Adriani Rahma
Kumara Cendekia Vol 12, No 1 (2024): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v12i1.65168

Abstract

Kreativitas adalah salah satu aspek kognitif manusia yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa setiap manusia memiliki tingkatan kreativitas yang berbeda-beda. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengukur dampak yang ditimbulkan dari penggunaan pendekatan pembelajaran STEAM dengan media loose parts pada kreativitas anak usia 5-6 tahun di KBIT Briliant Musuk Boyolali. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimental design dengan tipe non equivalent control group design. Sumber data penelitian ini dari pelaksanaan pembelajaran dan rencana pelaksanaan pembelajaran harian. Pengumpulan data dilakukan dengan pretest dan posttest. Uji Validitas menggunakan validitas isi. Uji Reliabilitas menggunakan alpha cronbach’s. Uji normalitas menggunakan teknik analisis shapiro wilk, sedangkan uji homogenitas menggunakan teknik analisis levene statistics. Uji hipotesis menggunakan independent sampel t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran STEAM dengan media loose parts ini dapat meningkatkan kreativitas anak usia 5-6 tahun di KBIT Briliant. Hal tersebut ditunjukkan dari rata-rata posttest kelompok eksperimen 3,729 dan kelompok kontrol 3,436. Hasil tersebut menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dan eksperimen, yang artinya pendekatan pembelajaran STEAM dengan media loose parts  berpengaruh terhadap kreativitas anak usia 5-6 tahun. Hal tersebut terlihat ketika proses pembelajaran anak menjadi lebih antusias dalam mengikuti kegiatan eksplorasi terhadap komponen loose parts yang telah disediakan, anak dapat menciptakan karya yang tiada batasannya, anak berani mengambil resiko ketika bertindak serta dengan media loose parts ini dapat menumbuhkan rasa kepedulian anak mengenai lingkungan sekitarnya. Berkaitan dengan hal tersebut maka sekolah dan orangtua harus menjalin kerjasama dalam penggunaan pendekatan STEAM dengan media loose parts untuk mengoptimalkan kemampuan kreativitas anak usia dini, khususnya usia 5-6 tahun.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 4-5 TAHUN MELALUI KEGIATAN ECOPRINT Wati, Elissa Widia; Pudyaningtyas, Adriani Rahma
Kumara Cendekia Vol 13, No 3 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i3.101331

Abstract

Kemampuan motorik halus merupakan kemampuan koordinasi jari-jemari antara mata dan tangan untuk mengatur syaraf dan otot-otot halus untuk memegang suatu objek. Kemampuan motorik halus mempunyai proses perkembangan yang berbeda-beda, sehingga permasalahan kemampuan motorik halus pada anak tidak mungkin semua sama persis. Penelitian ini dilakukan untuk peningkatan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan eco print. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian berlangsung selama 2 siklus, dilakukan 3 kali pertemuan di setiap siklusnya. Subjek dalam penelitian ini merupakan anak usia 4-5 tahun yang berjumlah 20 anak. Penelitian ini memakai teknik analisis data terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik uji validitas data yang digunakan yakni triangulasi teknik dan triangulasi sumber serta melakukan uji expert judgement. Peneliti menggunakan 3 aspek capaian kemampuan motorik halus meliputi, (1) Koordinasi mata dan tangan; (2) Menjiplak bentuk; dan (3) Gerakan manipulatif. Hasil dari penelitian yang dilakukan terbukti bahwa pelaksanaan kegiatan eco print dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak telah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan persentase rata-rata sampai dengan siklus 2 meningkat sebesar 75%. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kegiatan eco print dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun.
HUBUNGAN HELICOPTER PARENTING DENGAN KEMANDIRIAN ANAK USIA 5-6 TAHUN Shofiyah, Salsabila Yudi; Pudyaningtyas, Adriani Rahma; Sholeha, Vera
Kumara Cendekia Vol 12, No 4 (2024): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v12i4.88002

Abstract

Kemandirian ialah sikap yang didapat melalui proses yang harus dibentuk sejak dini, ketika seseorang belajar untuk dapat menuntaskan kegiatan dengan kemampuannya sendiri dan tidak asuh mudah bergantung pada orang lain. Kemandirian juga dipengaruhi oleh faktor pola orang tua diantaranya helicopter parenting. Penelitian bertujuan untuk menguji adanya hubungan helicopter parenting dengan kemandirian anak usia 5-6 tahun. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif korelasional dan melibatkan sampel sejumlah 110 orang tua dan 110 anak dari 5 TK dalam 1 gugus. Pengumpulan data dilakukan dengan penggunaan kuesioner mengenai helicopter parenting dan observasi mengenai kemandirian anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan helicopter parenting terhadap kemandirian anak usia 5-6 tahun yang ditunjukkan dengan hasil perhitungan uji korelasi pearson product moment didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,033. Penelitian menunjukkan bahwa kedua variabel mempunyai hubungan yang positif dengan kekuatan hubungan yang rendah. Artinya, semakin orang tua menerapkan helicopter parenting maka akan berpengaruh pada meningkatnya kemandirian anak. Penelitian ini menjelaskan orang tua yang menerapkan helicopter parenting sedang memiliki batasan pada menanamkan nilai yang baik untuk anak sehingga anak memiliki tingkat kemandirian yang tinggi.
Upaya Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Melalui Kirigami Pada Anak Kelompok B2 TK ABA Thoyibah Banyuanyar Tahun Ajaran 2015/2016 Setyorini, Endang; Hafidah, Ruli; Pudyaningtyas, Adriani Rahma
Kumara Cendekia Vol 6, No 4 (2018): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v6i4.35351

Abstract