Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Aktivitas Antikoagulan Ekstrak Daun Pucuk Merah (Syzygium myrtifolium Walp.) pada Mencit Putih (Mus musculus L.) Lusi Indriani; Rahmawati, Noveri; Sartika Murni
The Journal Of Pharmacy Vol. 3 No. 1 (2025): Journal Of Pharmacy UMRI
Publisher : LPPM, Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Red shoot leaves are known to contain secondary metabolic compounds such as alkaloids, flavonoids, tannins, triterpenoids, steroids, saponins, and phenolic compounds. Flavonoids are known to have cardioprotective activity, including the ability to inhibit platelet aggregation. This study aims to determine the potential of red shoot leaf extract (Syzygium myrtifolium Walp.) as an anticoagulant. The method used is the determination of coagulation time, carried out on days 0, 3, and 6, following the initial wounding of the mice’s tails. The tail is wounded using a sterile lancet at a distance at 2 cm from the tip, and blood is subsequently absorbed using a capillary tube. Coagulation time is measured by observing the formation of fibrin threads on the broken sections of the capillary tube every 15 seconds. Coagulation time is the time required for the formation of the fibrin thread. The study results on day 6 showed that the 100 mg/KgBW dose group of red shoot leaf ethanol extract demonstrated an effect of increasing coagulation time equivalent to the 100 mg acetosal group. Meanwhile, the 125 mg/KgBW dose group of red shoot leaf ethanol extract showed a stronger effect than the 100 mg acetosal group.
Edukasi Pemanfaatan Jus Buah dan Herbal sebagai Alternatif Pengobatan Berbagai Penyakit di Desa Kualu Nenas Husnunnisa; Muhammad Arif; Izza Aulia Rizqika Nasution; Najmi Hilaliyati; Lusi Indriani
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i2.15295

Abstract

Perubahan gaya hidup masyarakat modern yang cenderung kurang sehat berkontribusi terhadap meningkatnya kejadian penyakit tidak menular, seperti diabetes melitus dan hipertensi. Pemanfaatan bahan alam berupa buah dan tanaman herbal sebagai sumber antioksidan dan terapi pendukung menjadi salah satu alternatif promotif dan preventif yang potensial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat Desa Kualu Nenas mengenai pemanfaatan jus buah dan herbal sebagai alternatif pendukung pengobatan, khususnya dalam menjaga kadar gula darah dan tekanan darah. Metode kegiatan dilakukan dalam tiga tahap, yaitu pengisian kuesioner, penyampaian materi melalui metode ceramah, dan demonstrasi pembuatan jus buah dan herbal. Peserta kegiatan berjumlah 20 orang masyarakat Desa Kualu Nenas. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat telah memiliki pengetahuan dan praktik yang baik terkait penggunaan tanaman obat dan ramuan herbal, baik untuk menjaga kesehatan maupun menangani penyakit ringan dan degeneratif. Namun, masih ditemukan kecenderungan penggunaan herbal berdasarkan kebiasaan turun-temurun tanpa mempertimbangkan aspek keamanan dan rasionalitas. Melalui kegiatan ceramah dan demonstrasi, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai khasiat tanaman obat, cara pengolahan yang higienis, dosis yang tepat, serta batasan penggunaan herbal. Kegiatan ini mendapat respons dan antusiasme yang baik dari peserta, serta diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan jus buah dan herbal secara aman, rasional, dan berbasis pengetahuan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif kesehatan masyarakat.
Evaluation of the Level of Knowledge, Attitudes, and Behavior of High School Students in the City of Pekanbaru in the Use of Antibiotics Nursyafni Lubis; Ayu Rahmawati; Lusi Indriani; Ayu Indah Lestari Afandi
Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas (Journal of Pharmaceutical Sciences and Community) Vol 22, No 1 (2025)
Publisher : Sanata Dharma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/jpsc.007268

Abstract

The high use of antibiotics in the community will lead to resistance. According to the results of studies in Indonesia, the problem of antibiotic resistance is very complex and will continue to increase every year. Infectious diseases account for more than 13 million deaths per year in developing countries. Wise and rational use of antibiotics can reduce the disease burden, especially infectious diseases. Conversely, the widespread use of antibiotics that do not match the indications significantly increases antibiotic resistance. Students must know the proper use of antibiotics so as not to develop antibiotic resistance. They do not know much or fully understand antibiotics during the transition from childhood to adulthood. This study aims to determine the relationship between knowledge, attitudes, and behavior of SMAN Se-Kota Pekanbaru students in the use of antibiotics. This research uses a descriptive survey method with 360 respondents. Data analysis was done using a chi-square test with a significance level of p 0.05. The results of this study showed that there were students with good knowledge (67%), with some who showed a positive attitude (75%), and less behavior in the use of antibiotics (74%). The chi-square test showed a significant relationship between attitudes and antibiotic use behavior with a p-value of 0.001 (p 0.005). While the level of knowledge and attitude had a p-value of 0.605 (p 0.05) and the level of knowledge and behavior had a p-value of 0.118 (p 0.05), indicating there was no significant relationship. From the results of this study, it can be concluded that there is no significant relationship between students' knowledge with attitudes and behavior in the use of antibiotics, and there is a significant relationship between attitudes and student behavior in the use of antibiotics.
Pengaruh Edukasi melalui Leaflet terhadap Kepatuhan Pasien Hipertensi di Puskesmas Leuwiliang Nhadira Nhestricia; Lusi Indriani; Eko Nugraha Sulistio
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfionline.v17i2.89

Abstract

Leaflet merupakan salah satu media yang dapat digunakan dalam edukasi untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan pasien dalam minum obat terutama bagi pasien yang memiliki regimen terapi yang kompleks, seperti hipertensi. Penelitian yang dilakukan di Puskesmas Leuwiliang bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian edukasi melalui media leaflet terhadap peningkatan kepatuhan minum obat pasien hipertensi. Penelitian ini menggunakan metode quasi-eksperimental dengan rancangan Pretest-Posttest Design. Sejumlah 47 responden yang memenuhi kriteria bersedia mengikuti penelitian, berusia lebih dari 18 tahun, dan yang menjalani kontrol perawatan rutin hipertensi selama 3 bulan terakhir diwawancara untuk diukur kepatuhannya dalam minum obat, kemudian diberikan edukasi melalui leaflet. Setelah 1 bulan kepatuhan responden dalam minum obat kembali diukur. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji wilcoxon dan menunjukkan bahwa pemberian edukasi melalui leaflet memberikan pengaruh sangat nyata terhadap peningkatan kepatuhan minum obat (p<0,020). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kepatuhan dengan tekanan darah sesudah diberikan intervensi pemberian informasi menggunakan media leaflet (p<0,003). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kepatuhan dengan kontrol tekanan darah (p=0,000). Penelitian ini menunjukkan bahwa edukasi melalui media leaflet berpengaruh sangat nyata dalam meningkatkan kepatuhan minum obat pasien hipertensi di Puskesmas Leuwiliang.