Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pemberdayaan Ibu PKK Melalui Pembuatan Salep Herbal Luka Ringan dari Daun Kelor dan Minyak Kelapa Saddam Husein; Ni Nyoman Ocha Gisella; Ni Wayan Della Agustina; Ni Wayan Deswita P. S; Ni Wayan Gita May Saputri; Salsabila Efilia
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.1066

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberdayakan ibu-ibu PKK melalui pelatihan pembuatan salep herbal sederhana yang berpotensi digunakan untuk perawatan luka ringan berbahan dasar daun kelor (Moringa oleifera) dan minyak kelapa. Daun kelor diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif, seperti flavonoid, vitamin, dan antioksidan yang berpotensi mendukung proses penyembuhan luka. Minyak kelapa digunakan sebagai bahan dasar salep karena mudah diperoleh dan umum digunakan dalam formulasi produk berbasis bahan alam. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Beringin Raya, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung melalui metode penyuluhan, praktik langsung pembuatan salep, serta evaluasi tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pemanfaatan bahan herbal lokal, yang ditunjukkan oleh penurunan kategori pemahaman kurang dari 28% menjadi 0% serta peningkatan kategori sangat baik dari 44% menjadi 78% setelah pelatihan. Selain itu, salep herbal yang dihasilkan memperoleh respons positif dari peserta berdasarkan penilaian organoleptik sederhana, terutama pada aspek aroma, tekstur, warna, dan kenyamanan penggunaan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK dalam memanfaatkan bahan alam lokal secara berkelanjutan serta mendukung kemandirian masyarakat dalam pembuatan produk herbal sederhana. Salep herbal yang dihasilkan berpotensi digunakan sebagai produk perawatan luka ringan, namun masih memerlukan pengujian mutu, stabilitas, keamanan kulit, dan efektivitas sebelum dapat digunakan secara lebih luas.
STUDI KIMIA KLINIK & FORENSIK: CEMARAN LIMBAH MEDIS DARI RUMAH TERAPI BEKAM DI DEPOK Saddam Husein; Kurnia Eryani; Yovita Endah Lestari; Rachmi Nurkhalika
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25723

Abstract

Terapi bekam menghasilkan limbah medis berupa darah dan material terkontaminasi yang berisiko terhadap kesehatan dan pencemaran lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik cemaran limbah medis dari rumah terapi bekam di Depok melalui pendekatan kimia lingkungan, kimia klinik, dan mikrobiologi, serta mengevaluasi praktik pengelolaannya. Metode yang digunakan mixed-method melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, dan analisis laboratorium. Hasil menunjukkan bahwa limbah dibuang sebagai sampah domestik tanpa pemisahan dan sterilisasi. Parameter kimia lingkungan menunjukkan nilai biological oxygen demand (BOD) 320 mg/L, chemical oxygen demand (COD) 780 mg/L, dan total suspended solids (TSS) 450 mg/L yang melebihi baku mutu. Analisis kimia klinik menunjukkan kadar hemoglobin 14,5 g/dL dan protein total 7,8 g/dL yang tinggi, sedangkan analisis mikrobiologi menunjukkan total plate count (TPC) sebesar 1,2 × 10⁶ CFU/mL. Temuan ini menunjukkan limbah bersifat infeksius, berpotensi mencemari lingkungan, dan meningkatkan risiko kesehatan masyarakat. Limbah bekam dikategorikan sebagai limbah B3 infeksius yang memerlukan pengelolaan sesuai standar yang berlaku.
ENGINEERING ZnO/BIOCHAR COMPOSITES FOR ENHANCED PHOTOCATALYTIC PERFORMANCE: MECHANISTIC ELUCIDATION OF TETRACYCLINE DEGRADATION AND UV–VIS SPECTROSCOPY-BASED KINETIC ANALYSIS Saddam Husein; Fatma Aris Setiawan; Candra Saka Nusantari
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 11, No. 01 April (2026) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/analit.v11i01.255

Abstract

Tetracycline contamination in aquatic environments is difficult to remove using conventional treatment methods due to its stable and persistent nature. This study aimed to develop ZnO/Biochar composites and evaluate their photocatalytic activity for tetracycline degradation. Laboratory experiments were conducted by varying catalyst dosage and UV–Vis irradiation time. Tetracycline concentration was monitored using UV–Vis spectrophotometry at 378 nm. Catalyst dosage of 0.5 g provided optimum performance, achieving 84% degradation efficiency after 120 min of irradiation. Increasing catalyst dosage up to the optimum level improved degradation efficiency, whereas excessive amounts reduced effectiveness due to increased turbidity. Kinetic analysis indicated that the degradation followed a pseudo-first-order model with a rate constant of 0.0142 min⁻¹. These findings demonstrate that ZnO/Biochar composites have potential as photocatalytic materials for antibiotic wastewater treatment.
STUDI KIMIA KLINIK & FORENSIK: CEMARAN LIMBAH MEDIS DARI RUMAH TERAPI BEKAM DI DEPOK Saddam Husein; Kurnia Eryani; Yovita Endah Lestari; Rachmi Nurkhalika
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25723

Abstract

Terapi bekam menghasilkan limbah medis berupa darah dan material terkontaminasi yang berisiko terhadap kesehatan dan pencemaran lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik cemaran limbah medis dari rumah terapi bekam di Depok melalui pendekatan kimia lingkungan, kimia klinik, dan mikrobiologi, serta mengevaluasi praktik pengelolaannya. Metode yang digunakan mixed-method melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, dan analisis laboratorium. Hasil menunjukkan bahwa limbah dibuang sebagai sampah domestik tanpa pemisahan dan sterilisasi. Parameter kimia lingkungan menunjukkan nilai biological oxygen demand (BOD) 320 mg/L, chemical oxygen demand (COD) 780 mg/L, dan total suspended solids (TSS) 450 mg/L yang melebihi baku mutu. Analisis kimia klinik menunjukkan kadar hemoglobin 14,5 g/dL dan protein total 7,8 g/dL yang tinggi, sedangkan analisis mikrobiologi menunjukkan total plate count (TPC) sebesar 1,2 × 10⁶ CFU/mL. Temuan ini menunjukkan limbah bersifat infeksius, berpotensi mencemari lingkungan, dan meningkatkan risiko kesehatan masyarakat. Limbah bekam dikategorikan sebagai limbah B3 infeksius yang memerlukan pengelolaan sesuai standar yang berlaku.