Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Edukasi Peningkatan Kesadaran Penyakit Menular Seksual pada Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Way Hui Bandar Lampung Nurkhalika, Rachmi; Samor, Vania Amanda; Lestari, Yovita Endah; Husein, Saddam
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i2.725

Abstract

Warga binaan pada lembaga pemasyarakatan merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap berbagai permasalahan, mulai dari permasalahan sosial, fisik, maupun mental. Salah satu bahaya kesehatan yang kerap terjadi di lembaga pemasyarakatan adalah bahaya terinfeksi penyakit menular seksual (PMS), hal ini berkaitan dengan riwayat terdahulu warga binaan terkait aktivitas seksualnya. Kejadian penyimpangan seksual juga tidak dapat dihindari dan meningkatkan resiko terjadinya PMS. Sehingga kegiatan ini ditujukan untuk mengedukasi warga binaan Lapas Kelas IIA Way Hui Bandar Lampung guna meningkatkan pengetahuan mereka terkait PMS. Metode edukasi dilakukan dengan ceramah dan diskusi. Peserta berjumlah 62 orang dengan demografi yang berbeda-beda dan sejumlah 13% warga binaan memiliki riwayat PMS. Melalui kegiatan edukasi diperoleh perubahan yang signifikan terkait tingkat pengetahuan warga binaan dari mayoritas mendapat skor 5 (24%) menjadi 10 (61%) dengan nilai p0.00<0.05. Melalui hasil dapat disimpulkan bahwa intervensi edukasi mampu meningkatkan pengetahuan warga binaan terhadap masalah PMS. Inmates in correctional institutions are vulnerable to the wide range social, physical, and mental health issues. One of the health risks that frequently happens in correctional institutions is the risk of sexually transmitted infections (STIs), which is tied to the inmates' prior history of sexual behavior. Sexual aberrations are unavoidable and raise the danger of STIs. As a result, the aim of this program is to educate women inmates of the Way Hui Class IIA Correctional Facility in Bandar Lampung about PMS. Lectures and thorough discussions were used as the method. There were 62 participants from various demographics, with 13% of the inmates having history of STIs. Significant changes in the inmates’ level of knowledge were obtained after education intervention from the majority receiving a score of 5 (24%) to 10 (61%) with a value of p 0.00<0.05. Based on the findings, it can be concluded that given educational intervention can improve inmates’ knowledge of STIs.
Uji Fenolik Total Ekstrak Etanol, Aseton, Dan N-Heksana Daun Handeuleum (Graptophyllum pictum (L.) Griff) Menggunakan Metode Sokletasi Ariska, Nadia; Amalia, Putri; Husein, Saddam
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i7.15969

Abstract

Tanaman Handeuleum (Graptophyllum pictum (L.) Griff) yang menarik di pekarangan rumah digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengobati berbagai macam penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelarut ekstraksi yang optimal dan kandungan fenolik keseluruhan daun Handeuleum (Graptophyllum pictum (L.)) Griff. Metode ekstraksi menggunakan metode sokletasi, ekstrak daun Handeuleum (Graptophyllum pictum (L.) Griff) selama 4-6 jam, ulangi proses tersebut hingga sampel menjadi bening pada suhu 40°C. Kandungan fenolik total ekstrak daun Handeuleum (Graptophyllum pictum (L.) Griff) diukur menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Rendemen yang diperoleh dari proses ekstraksi sebesar 4,54% pada pelarut etanol 96%, 1,025% pada pelarut aseton, dan 0,365% pada pelarut n-heksana. Temuan dari skrining fitokimia pelarut aseton dan etanol 96%, serta n-heksana menunjukkan sampel positif mengandung senyawa metabolit sekunder. Kadar etanol yang diperoleh dari uji ekstrak fenolik total sebesar 7,777%, ekstrak aseton sebesar 13,135%, dan ekstrak nheksana sebesar 5,197%. Dengan menggunakan etanol 96%, aseton, dan pelarut n-heksana, hasil uji One Way Anova terhadap LSD menunjukkan perbedaan yang signifikan pada kandungan total fenolik dengan (P-Value) < 0,05.
Development of WO3/TiO2-NT/Ti photoanode for simultaneously POME degradation, electricity generation, and hydrogen production in a photocatalysis-fuel cell system Bachri, M. Febriansyah; Husein, Saddam; Susanto, Bambang Heru; Ratnawati, Ratnawati; Slamet, Slamet
International Journal of Renewable Energy Development Vol 14, No 3 (2025): May 2025
Publisher : Center of Biomass & Renewable Energy (CBIORE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61435/ijred.2025.60978

Abstract

This research presents a WO₃/TiO₂-NT/Ti photoanode for processing POME waste as well as producing electricity and hydrogen simultaneously. The photoanode in the form of nanocomposites was synthesized using an in-situ anodization method and characterized using Field Emission Scanning Electron Microscopy with Energy Dispersive X-ray (FESEM-EDX), X-ray Diffraction (XRD), Photoluminescence Spectroscopy (PL-Spectra), photocurrent transient, X-ray Photoelectron Spectroscopy (XPS), and UV-Visible Diffuse Reflectance Spectroscopy (UV-Vis DRS). The results showed that the WO₃/TiO₂-NT/Ti photoanode with 0.3 g of WO₃ precursor added during anodization exhibited the best PFC performance. The system achieved a COD degradation of 84%, hydrogen production of 11.18 mmol/m², and a maximum power density of 0.0375 mW/cm² under visible light irradiation, outperforming the variations with 0.5 g and 0.78 g WO₃ precursor. The enhanced performance was attributed to the formation of a heterojunction between WO₃ and TiO₂, as confirmed by characterization results and performance tests in COD degradation, electricity generation, and hydrogen production. Meanwhile, the addition of 0.5 g and 0.78 g WO₃ precursor reduced photocatalytic performance, likely due to excessive Na₂WO₄·2H₂O during anodization, which could partially cover the active TiO₂-NT/Ti surface and alter the electrochemical oxidation process. The developed WO₃/TiO₂-NT/Ti photoanode offers a promising solution for simultaneous wastewater treatment, clean hydrogen production, and electricity generation, with potential applications in sustainable palm oil processing industries and future renewable energy technologies.
Achieving superior tartrazine-tetracycline removal and hydrogen production with WO3/g-C3N4/TiNTAs through integrated photocatalysis-electrocoagulation Husein, Saddam; Budiman, Abdul Hamid; Dewi, Eniya Listiani; Slamet, Slamet
International Journal of Renewable Energy Development Vol 14, No 4 (2025): July 2025
Publisher : Center of Biomass & Renewable Energy (CBIORE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61435/ijred.2025.61167

Abstract

The study aims to evaluate the removal of tartrazine (TZ), tetracycline (TC), and a combination of both TZ+TC and hydrogen (H2) production simultaneously using WO3/g-C3N4/TiNTAs (W-CN-TiNT) nanocomposites. The processes used in this study were Electrocoagulation (EC), photocatalysis (PC), and a combination of photocatalysis-electrocoagulation (PC-EC) simultaneously. The synthesis of W-CN-TiNT nanocomposites was carried out using the in-situ Anodization (IA) method, which was then tested for its performance in the PC and PC-EC processes. The nanomaterials were characterized by various techniques such as X-ray diffraction (XRD), ultraviolet-visible diffuse reflectance spectroscopy (UV-Vis DRS), field emission scanning electron microscopy with energy dispersive X-ray spectroscopy (FESEM-EDX), high-resolution transmission electron microscopy with selected area electron diffraction (HRTEM-SAED), X-ray photoelectron spectroscopy (XPS), and photocurrent measurements. In the PC process, liquid chromatography-high-resolution mass spectrometry (LC-HRMS), UV-Vis spectrophotometer, and gas chromatography (GC) were used to assess the efficiency of pollutant removal and H2 production. The results show that TZ is removed more easily than TC during the PC process, and the pollutant removal rate is correlated with H2 production. This observation also applies to the EC process and the PC-EC. The PC-EC process is superior to the single process of removing the TZ+TC pollutants. The proposed approach has proven to be effective for TZ+TC removal and in enhancing H2 production. The use of W-CN-TiNT nanocomposite as a photocatalyst is revolutionary. It significantly improves the process efficiency. This research provides a sustainable alternative solution that is environmentally friendly and can be applied for the treatment of pharmaceutical industrial wastewater containing complex organic compounds.
Uji Degradasi Limbah Merah Allura Dan Tetrasiklin Menggunakan Katalis Kalsium Oksida (CaO) Putra, Muhammad Satria Mandala; Lestari, Yovita Endah; Husein, Saddam; Nurkhalika, Rachmi
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 2 (2025): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i2.20939

Abstract

Penelitian ini berfokus pada evaluasi kinerja kalsium oksida (CaO) yang disintesis dari cangkang kerang dan cangkang telur ayam sebagai katalis dalam proses degradasi limbah yang mengandung zat warna sintetik Merah Allura dan antibiotik tetrasiklin. Kedua senyawa organik tersebut merupakan polutan persisten yang umum ditemukan dalam limbah industri dan dapat membahayakan lingkungan. Metode penelitian meliputi sintesis katalis CaO serta karakterisasi menggunakan teknik XRD, FTIR, dan SEM. Spektrofotometri UV-Vis digunakan untuk menguji aktivitas katalis dalam proses degradasi limbah, dengan variasi waktu penyinaran (0–150 menit) pada konsentrasi limbah tetap sebesar 50 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CaO memiliki potensi sebagai katalis yang efektif, ditunjukkan dengan perubahan warna limbah Merah Allura dan tetrasiklin dari pekat menjadi agak bening, serta persen degradasi masing-masing mencapai 93% dan 67% setelah 150 menit. Berdasarkan temuan ini, CaO dinilai sebagai katalis yang menjanjikan untuk pengolahan limbah yang mengandung senyawa organik persisten. Efisiensi degradasi yang tinggi serta kemudahan sintesis dan regenerasi menjadikan CaO sebagai alternatif menarik dibandingkan katalis konvensional. Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengidentifikasi produk samping degradasi dan menguji stabilitas jangka panjang katalis CaO dalam kondisi operasi nyata.
Efektivitas Sintesis Cao Nanopartikel dengan Bawang Putih (Allium Sativum L.) sebagai Antibakteri Husein, Saddam; Fachrozi, Muhammad Nirwan; Lestari, Yovita Endah; Nofita, Nofita
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i1.16913

Abstract

ABSTRACT Skin infections are a common health problem caused by pathogenic bacteria. Staphylococcus aureus and Staphylococcus epidermidis are two common causes. Staphylococcus aureus is particularly dangerous and can cause abscesses, impetigo, and cellulitis, while Staphylococcus epidermidis is often involved in infections in immunocompromised individuals or infections associated with medical devices. Controlling these infections is essential to prevent serious complications. This study aims to investigate the antibacterial activity of a mixture of CaO nanoparticles and garlic extract against Staphylococcus aureus and Staphylococcus epidermidis, and to determine the most effective concentration for inhibiting these bacteria. The research involved the green synthesis of CaO nanoparticles using garlic extract. The antibacterial activity was tested using the well diffusion method against both bacteria. Characterization of the nanoparticles was conducted using XRD, SEM, and FTIR analyses. The results indicated that the mixture of CaO nanoparticles with garlic extract exhibited significant antibacterial activity against both Staphylococcus aureus and Staphylococcus epidermidis. The most effective concentration was identified, showing a higher inhibition zone compared to pure CaO and garlic extract alone. The study concludes that the Green synthesis of CaO nanoparticles using garlic extract is a promising approach to develop natural antibacterial agents for the treatment of skin infections. Keywords: Green Synthesis, CaO Nanoparticles, Garlic Extract, Antibacterial, Staphylococcus Aureus, Staphylococcus Epidermidis.  ABSTRAK Infeksi kulit adalah masalah kesehatan umum yang disebabkan oleh bakteri patogen. Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis adalah dua bakteri yang sering menjadi penyebab utama. Staphylococcus aureus sangat berbahaya dan dapat menyebabkan abses, impetigo, dan selulitis, sedangkan Staphylococcus epidermidis sering terlibat dalam infeksi pada individu dengan kekebalan tubuh lemah atau infeksi terkait peralatan medis.Pengendalian infeksi ini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius. Untuk menginvestigasi aktivitas antibakteri campuran nanopartikel CaO dan ekstrak bawang putih terhadap Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis, serta menentukan konsentrasi paling efektif untuk menghambat bakteri tersebut. Penelitian melibatkan sintesis hijau nanopartikel CaO menggunakan ekstrak bawang putih. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi sumuran terhadap kedua bakteri kemudian di Karakterisasi nanopartikel dilakukan menggunakan analisis XRD, SEM, dan FTIR. Campuran nanopartikel CaO dengan ekstrak bawang putih memiliki aktivitas antibakteri yang signifikan terhadap Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis. Konsentrasi paling efektif teridentifikasi, menunjukkan zona hambat yang lebih tinggi dibandingkan CaO murni dan ekstrak bawang putih saja. sintesis hijau nanopartikel CaO menggunakan ekstrak bawang putih adalah pendekatan yang menjanjikan untuk mengembangkan agen antibakteri alami untuk perawatan infeksi kulit. Kata Kunci: Sintesis Hijau, Nanopartikel CaO, Ekstrak Bawang Putih,  Antibakteri, Staphylococcus Aureus, Staphylococcus Epidermidis.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK ETANOL LIDAH BUAYA (Aloe vera L.) DAN GANGGANG HIJAU (Ulva lactuca L.) Septiawan, Azizah Nada; Emelda, Emelda; Husein, Saddam
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1505.661 KB) | DOI: 10.21927/inpharnmed.v4i1.1601

Abstract

Penelitian yang dilakukan Rahman menyatakan bahwa ekstrak lidah buaya (Aloe vera L.) memiliki aktivitas antioksidan dengan adanya perubahan warnaungu pekat menjadi kuning. Sedangkan Penelitian yang dilakukan oleh Emelda menjelaskan bahwa kemampuan menangkap radikal bebas ekstrak etanol ganggang hijau (Ulva lactuca L.) lebih baik dibandingkan Vitamin C dilihat dari nilai IC 50 dan semakin tinggi konsentrasi ekstrak etanol ganggang hijau maka semakin tinggi kemampuan menangkap radikal bebas. Kombinasi dari dua jenis atau lebih tumbuhan yang memiliki kandungan antioksidan diharapkan dapat menghasilkan daya antioksidan yang lebih tinggi karena sifatnya sinergis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada kombinasi ekstrak etanol lidah buaya (Aloe vera L.) dan ganggang hijau (Ulva lactuca L.) melalui nilai IC 50 pada kombinasi ekstrak etanol lidah buaya (Aloe veraL.) dan ganggang hijau (Ulva lactuca L.). Jenis penelitian ini adalah eksperimental untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada ekstrak tunggal dan kombinasi ekstrak lidah buaya (Aloe vera L.) dan ganggang hijau (Ulva lactuca L.) dengan perbandingan 1:1; 1:2 dan 2:1 dengan menggunakan metode DPPH. Hasil Pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH menunjukkan bahwa kontrol positif, ekstrak etanol lidah buaya tunggal, ganggang hijau tunggal berserta kombinasi dengan perbandingan 1:1; 1:2 dan 2:1 memiliki aktivitas antioksidan kuat sampai sangat kuat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kombinasi ekstrak etanol lidah buaya dan ganggang hijau 1:2 memiliki aktivitas antioksidan tertinggi dengan nilai IC 50 sebesar 16,51 µg/ml.
FORMULASI KRIM TABIR SURYA EKSTRAK ETANOL GANGGANG HIJAU (Ulva lactuca L.) DAN UJI IN VITRONILAI SPF (SUN PROTECTING FACTOR) Pratiwi, Dinda Ayu; Emelda, Emelda; Husein, Saddam
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1469.836 KB) | DOI: 10.21927/inpharnmed.v4i1.1602

Abstract

Radiasi sinar ultraviolet atau sinar UV secara berlebih akan mengakibatkan jaringan epidermis pada kulit tidak cukup mampu melawan efek berbahaya. Tabir surya merupakan bahan kosmetik yang secara fisik maupun kimia berfungsi sebagai penghambat penetrasi sinar UV ke dalam kulit. Tanaman yang dapat berfungsi sebagai tabir surya karena memiliki senyawa fenolik salah satunya adalah ganggang hijau (Ulva lactucaL). Jenis Penelitian ini adalah eksperimental menggunakan spektrofotometri UV-Vis untuk menentukan kemampuan krim tabir surya dalam menghambat radiasi sinar UV ke kulit. Tujuan penelitian ini yaitu membuat formulasi sediaan krim tabir surya dari ekstrak etanol ganggang hijau (Ulva lactuca L.) dan mengetahui nilai SPF(Sun Protecting Factor) yang paling baik dari berbagai konsentrasi krim tabir surya ekstrak etanol ganggang hijau (Ulva lactuca L.). Hasil dari penelitian yaitu nilai SPF dari formula 1 (basis krim) sebesar 1,5077 yang berarti formula 1 tidak memiliki aktivitas sebagai tabir surya, formula 2 (ekstrak ganggang hijau 3%) memiliki formula 2 (konsentrasi ekstrak 3%) memiliki nilai SPF sebesar 7,311 yang tergolong dalam kategori proteksi ekstra, formula 3 (konsentrasi ekstrak 4%) memiliki nilai SPF sebesar 13,427 yang termasuk dalam kategori proteksi maksimal dan formula 4 memiliki nilai SPF sebesar 19,282 yang tergolong dalam kategori perlindungan ultra. Formulasi krim dengan nilai SPF yang paling tinggi adalah formula 4. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak maka makin semakin meningkat nilai SPF.
Sosialisasi dan pelatihan pengolahan limbah cangkang telur sebagai sumber vitamin pada minuman kolagen Husein, Saddam; Ananta, I Wayan Feri; Widiyanti, Iin; Lestari, Indah Budi
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Agustus
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v7i3.2073

Abstract

Cangkang telur merupakan salah satu limbah domestik rumah tangga yang memilki kandungan vitamin yang melimpah seperti kalsium karbonat, protein dan mineral magnesium, selenium. Cangkang telur dapat dimanfaatkan sebagai produk kesehatan seperti minuman kolagen, sebagai pupuk yang menyuburkan tanah, sebagai nanomaterial untuk membersihkan karang gigi dan katalisator enzim. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan inovasi baru kepada masyarakat Kelurahan Way Huwi RT 026 dalam mengolah minuman kolagen dari limbah cangkang telur dan manfaatnya. Metode pelaksanaan yang digunakan yaitu penyampaian materi atau ceramah interaktif, pelatihan pengolahan minuman kolagen dari limbah cangkang telur serta tanya jawab. Hasil kegiatan ini menyatakan bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengetahui cara pengolahan dan manfaat dari limbah cangkang telur. Parameter keberhasilan dari kegiatan ini yaitu adanya ketertarikan masyarakat dalam mengolah limbah cangkang telur menjadi minuman kolagen dengan persentase sebesar 87,8 % serta dapat mengoptimalkan limbah cangkang telur menjadi produk dengan daya jual yang akan membantu perekonomian masyarakat.
ANALISIS KANDUNGAN VITAMIN C KULIT PISANG AMBON, PISANG RAJA DAN PISANG KEPOK DENGAN VARIASI WAKTU PENYIMPANAN Subroto, Inggrid Virzinia; Nofita, Nofita; Husein, Saddam
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.17742

Abstract

Kulit buah pisang mempunyai kandungan gizi cukup lengkap, seperti karbohidrat, lemak, protein, fosfor, zat besi, vitamin B, vitamin C, dan air. Salah satu kandungan gizi pada kulit buah pisang yang cukup penting untuk tubuh adalah vitamin C. Vitamin C berperan sebagai antioksidan dan efektif mengatasi radikal bebas yang dapat merusak sel atau jaringan. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan yaitu periode penyimpanan 0, 3, 6, 9 hari terhadap kadar vitamin C pada filtrat kulit pisang ambon, kepok dan raja. Kandungan vitamin C diuji menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif untuk mengukur kadar vitamin C. Uji kualitatif filtrat kulit pisang dilakukan dengan menambahkan NaOH 10% dan FeSO4 5%. Hasil menunjukan ketiga filtrat kulit pisang menghasilkan uji positif dengan hasil uji berwarna kuning. Uji kuantitaif atau penentuan kadar vitamin C pada filtrat kulit pisang dilakukan dengan spektrofotometri UV-Vis. Panjang gelombang maksimal yang digunakan sebesar 267 nm. Persamaan kurva kalibrasi untuk penentuan kadar vitamin C pada filtrat kulit pisang diperoleh persamaan regresi linear y = 0,0699 x – 0,0232 dengan koefisien korelasi R2 = 0,9903 Analisis data dilakukan menggunakan program spss 16 dengan metode kruskal wallace. Hasil pengujian menunjukan nilai sig sebesar 0,737 (sig ≥ 0,05) artinya tidak ada perbedaan kadar vitamin C pada penyimpanan 0, 3, 6, dan 9 hari. Kata Kunci: Kulit Buah Pisang, Vitamin C, Lama Penyimpanan, Spektrofotometri UV-Vis