Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

SINTESIS KATALIS CaO DARI CANGKANG TELUR BEBEK UNTUK DEGRADASI TETRASIKLIN DAN ALLURA RED Feronica, Sagita; Ulfa, Ade Maria; Husein, Saddam
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.17593

Abstract

Proses fotokatalisis ini limbah tetrasiklin dan katalis CaO akan dicampurkan sehingga diharapkan dari proses fotokatalisis ini dapat mendegradasi limbah tetrasiklin dan membuat kontaminan berkurang atau hilang. Hasil yang diperoleh katalis CaO Cangkang telur bebek memiliki intensitas puncak yang cukup tajam yaitu 2θ= 32,23, 37,39, dan 53,93 serta memiliki serapan pada 3 daerah serapan yaitu 721 cmˉˡ, 875 cmˉˡ, dan 1420 cmˉˡ. Larutan simulasi limbah tetrasiklin dengan konsentrasi 50 ppm setelah dilakukan fotokatalisis berubah warna menjadilebih bening. Larutan simulasi limbah merah allura dengan konsentrasi 50 ppm setelah dilakukan fotokatalisis berubah warna menjadi lebih bening. Degradasi yang terjadi selama proses fotokatalisis menurun seiring dengan lamanya durasi penyinaran lampu UV. Kesimpulan penelitian ini adalah Sintesis katalis CaO dari cangkang telur ayam menghasilkan katalis CaO yang mampu berperan mempercepat reaksi dalam proses fotokatalisis terhadap degradasi limbahtetrasiklin dan limbah merah allura.
Sintesis CaO Dari Cangkang Kerang Hijau (Perna viridis L.) Untuk Fotodegradasi Limbah Merah Allura, Skripsi, Program Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Malahayati, Bandar Lampung Handayani, Putri; Tutik, Tutik; Amalia, Putri; Husein, Saddam
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 4 (2025): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i4.20270

Abstract

Limbah zat warna sintetis, seperti Merah Allura, yang banyak digunakan dalam industri pangan dan farmasi berpotensi mencemari lingkungan perairan karena bersifat persisten dan sulit terdegradasi secara alami. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan mengevaluasi aktivitas fotokatalitik kalsium oksida (CaO) yang berasal dari limbah cangkang kerang hijau (Perna viridis L.) sebagai alternatif fotokatalis ramah lingkungan untuk degradasi Merah Allura. CaO disintesis melalui proses kalsinasi pada suhu 900 °C selama 4 jam dan dikarakterisasi menggunakan X-ray diffraction (XRD), scanning electron microscope (SEM), dan Fourier transform infrared spectroscopy (FTIR). Uji fotokatalitik dilakukan dalam sistem batch menggunakan larutan Merah Allura berkonsentrasi 20 mg/L (100 mL) dengan dosis katalis 0,5 g pada pH 7, di bawah penyinaran UV (λ = 365 nm, intensitas ±15 W). Hasil XRD menunjukkan terbentuknya fase CaO dengan kristalinitas tinggi dan ukuran kristalit skala nanometer, sementara SEM memperlihatkan morfologi berpori dan permukaan kasar. FTIR mengonfirmasi dominasi ikatan Ca–O dengan keberadaan gugus hidroksil dan karbonat sebagai spesies permukaan. Aktivitas fotokatalitik CaO menunjukkan peningkatan degradasi Merah Allura secara signifikan seiring waktu iradiasi, yaitu 0% (0 menit), 36,75% (30 menit), 71,56% (60 menit), 73,02% (90 menit), 81,84% (120 menit), dan mencapai 85,25% pada 150 menit. Kinetika degradasi mengikuti model orde semu pertama. Secara keseluruhan, CaO berbasis cangkang kerang hijau menunjukkan potensi tinggi sebagai fotokatalis ekonomis dan berkelanjutan untuk pengolahan limbah zat warna sintetis.
ANALISIS KANDUNGAN MINERAL (KALSIUM, KALIUM,FOSFOR) PADA KULIT PISANG KEPOK DAN PISANG AMBONDENGAN METODE MPAES Mauli, Mauli Handa Yani; Nofita; Husein, Saddam
Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33759/jrki.v7i1.705

Abstract

Banana is one of the most abundant horticultural commodities in Indonesia. Apart from the fruit, banana peels have great potential to be utilized because they contain various minerals that are beneficial to the body, such as calcium, potassium, and phosphorus. However, the utilization of banana peels is still very low because they are often considered as waste. This study aims to analyze the mineral content of kepok and ambon banana peels using the Microwave Plasma Atomic Emission Spectroscopy (MPAES) method. The study was conducted qualitatively and quantitatively. Qualitative analysis involved flame test and precipitation reaction to detect the presence of minerals, while quantitative analysis used MPAES instrument to measure mineral content. Qualitative results showed that kepok and ambon banana peels contained calcium, potassium and phosphorus. Quantitatively, kepok banana peels have an average calcium content of 2,568.7 mg/kg, potassium 5,237.6 mg/kg, and phosphorus 429.13 mg/kg. Ambon banana peel contains an average of 2,095.3 mg/kg calcium, 4,216.3 mg/kg potassium, and 177.43 mg/kg phosphorus. Differences in mineral content were analyzed using Paired sample T-Test and Wilxocon which showed significant differences in calcium and phosphorus levels between the two types of banana peels, while potassium levels showed no significant differences. The results of this study indicate the potential of banana peels as a source of minerals for nutritional supplements and pharmaceutical products. Utilization of banana peels can support organic waste management and increase the added value of banana production.
STUDI KIMIA KLINIK & FORENSIK: CEMARAN LIMBAH MEDIS DARI RUMAH TERAPI BEKAM DI DEPOK Husein, Saddam; Eryani, Kurnia; Lestari, Yovita Endah; Nurkhalika, Rachmi
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25723

Abstract

Terapi bekam menghasilkan limbah medis berupa darah dan material terkontaminasi yang berisiko terhadap kesehatan dan pencemaran lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik cemaran limbah medis dari rumah terapi bekam di Depok melalui pendekatan kimia lingkungan, kimia klinik, dan mikrobiologi, serta mengevaluasi praktik pengelolaannya. Metode yang digunakan mixed-method melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, dan analisis laboratorium. Hasil menunjukkan bahwa limbah dibuang sebagai sampah domestik tanpa pemisahan dan sterilisasi. Parameter kimia lingkungan menunjukkan nilai biological oxygen demand (BOD) 320 mg/L, chemical oxygen demand (COD) 780 mg/L, dan total suspended solids (TSS) 450 mg/L yang melebihi baku mutu. Analisis kimia klinik menunjukkan kadar hemoglobin 14,5 g/dL dan protein total 7,8 g/dL yang tinggi, sedangkan analisis mikrobiologi menunjukkan total plate count (TPC) sebesar 1,2 × 10⁶ CFU/mL. Temuan ini menunjukkan limbah bersifat infeksius, berpotensi mencemari lingkungan, dan meningkatkan risiko kesehatan masyarakat. Limbah bekam dikategorikan sebagai limbah B3 infeksius yang memerlukan pengelolaan sesuai standar yang berlaku.
Identifikasi dan Analisis Forensik Rhodamin B dalam Lipstik yang Beredar di Pasaran Bandar Lampung dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) Simarmata, Leni; Husein, Saddam; Saka Nusantari, Candra
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.255

Abstract

Lipstick is a cosmetic product used to color the lips, providing a decorative effect and enhancing lip appearance. This study aims to identify the presence of Rhodamine B in lipstick samples using the Thin Layer Chromatography (TLC) method. The analysis was carried out by comparing the retention factor (Rf) values of the lipstick samples with the Rhodamine B standard. The samples consisted of ten red lipstick products coded A–J in stick form. Sampling was conducted using purposive sampling in Bandar Lampung markets, specifically Bambu Kuning Market and Central Market. The TLC method used silica gel GF 254 as the stationary phase and a mobile phase consisting of n-butanol, ethyl acetate, and ammonia (10:4:5) with a total volume of 25 mL. Detection was performed under UV light at 365 nm, which showed yellow fluorescence in samples D, E, H, and J. The Rf value of Rhodamine B standard was 0.85, while the Rf values of samples D, E, H, and J were 0.72, 0.78, 0.98, and 0.84, respectively. Samples were considered positive for Rhodamine B if the difference between the sample Rf value and the standard was less than 0.2. Based on these results, samples D, E, H, and J were identified as positive for Rhodamine B.  
Evaluasi efektivitas fotokatalis zno/biochar terhadap degradasi antibiotik tetrasiklin menggunakan spektrofotometri uv-vis Husein, Saddam; Setiawan, Fatma Aris; Alkausar, Radho
JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues Vol. 6 No. 1 (2026): May Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/pti.v6i1.3046

Abstract

Background: Tetracycline contamination in aquatic environments has become a serious issue due to its persistence and resistance to conventional degradation methods. Photocatalysis using ZnO/Biochar composite is an Advanced Oxidation Process (AOP) capable of degrading complex organic compounds through reactive radical formation. Purpose: To evaluate the effectiveness of ZnO/Biochar photocatalyst in degrading tetracycline based on catalyst dosage and irradiation time under UV-Vis light. Method: This experimental laboratory study used UV-Vis spectrophotometry at a maximum wavelength of 378 nm. Results: The 0.5 g dosage showed the highest degradation efficiency of 84% at 120 minutes. Increasing catalyst dosage up to 0.5 g improved degradation, while 1 g reduced efficiency due to increased turbidity. Degradation increased with irradiation time. The reaction followed pseudo-first-order kinetics with a rate constant of 0.0142 min⁻¹. Conclusion:  ZnO/Biochar effectively degrades tetracycline under UV-Vis irradiation, with optimal performance at 0.5 g catalyst dosage following pseudo-first-order kinetics.   Keywords: Photocatalysis; Tetracycline; UV-Vis; ZnO/Biochar.   Pendahuluan: Pencemaran antibiotik tetrasiklin di perairan menjadi permasalahan lingkungan karena sifatnya yang persisten dan sulit terdegradasi secara konvensional. Fotokatalisis menggunakan komposit ZnO/Biochar merupakan metode Advanced Oxidation Processes (AOPs) yang efektif dalam mendegradasi senyawa organik melalui pembentukan radikal reaktif. Tujuan: Mengetahui efektivitas fotokatalis ZnO/Biochar dalam mendegradasi tetrasiklin berdasarkan variasi dosis katalis dan waktu iradiasi menggunakan lampu UV-Vis. Metode: Penelitian eksperimental laboratorium menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 378 nm. Hasil: Dosis 0,5 g menunjukkan degradasi tertinggi sebesar 84% pada menit ke-120. Peningkatan dosis hingga 0,5 g meningkatkan efisiensi, sedangkan pada 1 g terjadi penurunan akibat kekeruhan larutan. Degradasi meningkat seiring waktu iradiasi. Kinetika reaksi mengikuti orde satu semu dengan konstanta laju 0,0142 menit⁻¹. Simpulan: ZnO/Biochar efektif mendegradasi tetrasiklin dengan kondisi optimum pada dosis 0,5 g dan penyinaran UV-Vis, serta mengikuti kinetika orde satu semu.
Functional Group Profiling of Gelatin-Based Transparent Capsule Shells Using FTIR-ATR Spectroscopy Saddam Husein; Rafi Andrean Permana; Putri Amalia; Candra Saka Nusantari
Sains Natural: Journal of Biology and Chemistry Vol. 16 No. 2 (2026): Sains Natural
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/jsn.v16i2.976

Abstract

Transparent capsule shells are widely used as oral dosage forms; however, information regarding the source of gelatin is often unclear, potentially affecting product quality, safety, and halal status. This study aimed to profile ten samples of transparent capsule shells obtained from online stores using Fourier Transform Infrared Spectroscopy-Attenuated Total Reflectance (FTIR-ATR) and to compare their spectral characteristics with bovine, porcine, and fish gelatin standards. This laboratory experimental study employed FTIR-ATR analysis within the wavelength range of 4500-650 cm⁻¹. The results demonstrated that all capsule samples exhibited characteristic gelatin absorption bands in the Amide A, Amide I, Amide II, and Amide III regions. Based on Principal Component Analysis (PCA) and comparison with gelatin standards, 9 out of 10 samples (90%) showed spectral similarity to porcine gelatin, while 1 sample (10%) showed similarity to fish gelatin. No samples demonstrated dominant similarity to bovine gelatin. Sample K2 was classified as being closer to fish gelatin, whereas samples K1, K3, K4, K5, K6, K7, K8, K9, and K10 were classified as being closer to porcine gelatin. These findings indicate that FTIR-ATR is effective for profiling the chemical characteristics of transparent capsule shells and can be utilized as an analytical tool for identifying gelatin sources, thereby supporting quality control and consumer safety
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Bahan Herbal Lokal Dalam Pembuatan Minyak Anti Pegal bagi Ibu-Ibu PKK Desa Natar, Lampung Selatan Saddam Husein; Ahal Granaka; Amelia Fauzana; Arti Adillia; Alifia Anita Wandari; Anjar Sri Woeryanti; Adella Faninda Saharani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 6 (2026): Volume 9 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i6.25735

Abstract

ABSTRAK Nyeri dan pegal otot merupakan masalah muskuloskeletal yang umum terjadi akibat aktivitas fisik berlebihan dan memerlukan penanganan yang aman serta mudah digunakan. Kegiatan ini berfokus pada pengembangan dan evaluasi sediaan topikal alami sebagai alternatif pengobatan untuk nyeri otot. Metode yang digunakan dilakukan melalui formulasi serta pendampingan pembuatan sediaan minyak atsiri anti pegal dalam bentuk roll-on yang mengandung Virgin Coconut Oil (VCO), minyak kayu putih (Melaleuca cajuput), ekstrak jahe (Zingiber officinale), dan serai (Cymbopogon citratus).Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, homogenitas, stabilitas fisik, serta uji iritasi kulit. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sediaan roll-on memiliki karakteristik fisik yang baik, homogen, stabil selama penyimpanan, serta tidak menimbulkan iritasi pada kulit. Dengan demikian, sediaan roll-on minyak atsiri anti pegal alami berpotensi untuk dikembangkan sebagai sediaan topikal yang aman dan aplikatif dalam membantu mengurangi keluhan nyeri dan pegal otot. Kata Kunci: Pengabdian Kepada Masyarakat, Minyak Atsiri, Aromaterapi, Anti-Pegal.  ABSTRACT Muscle aches and pains were common musculoskeletal problems caused by excessive physical activity and required safe and easy-to-use treatment. This activity focused on the development and evaluation of natural topical preparations as an alternative treatment for muscle pain. The method was carried out through formulation and assistance in the preparation of anti-muscle ache essential oil in the form of roll-ons containing Virgin Coconut Oil (VCO), eucalyptus oil (Melaleuca cajuput), ginger extract (Zingiber officinale), and lemongrass (Cymbopogon citratus).The evaluation of the preparation included organoleptic tests, homogeneity, physical stability, and skin irritation tests. The results of the activity showed that the roll-on preparation had good physical characteristics, was homogeneous, remained stable during storage, and did not cause skin irritation. Thus, the natural anti-muscle ache essential oil roll-on had the potential to be developed as a safe and applicable topical preparation to help reduce complaints of muscle aches and pains. Keywords: Pengabdian Kepada Masyarakat, Essential Oil, Aromatherapy, Anti-Muscle Ache.
Pelatihan Lilin Aromaterapi Anti-Nyeri Berbasis Essential Oil Eucalyptus Jahe Serai pada Ibu-Ibu PKK Panca Tunggal Saddam Husein; Ardila Adinda Insa; Fibriliani Wulan; Arfilia Resmita; Audreyhea Avisha; Ana Sulistiani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 6 (2026): Volume 9 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i6.25768

Abstract

ABSTRAK Essential oil merupakan senyawa volatil yang berasal dari tanaman aromatik dan telah banyak dimanfaatkan dalam aromaterapi karena efek relaksasi serta potensi terapeutiknya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK dalam memproduksi lilin aromaterapi anti-nyeri berbasis essential oil jahe (Zingiber officinale) dan essential oil serai (Cymbopogon citratus) yang diperoleh melalui metode hidrodistilasi sebagai salah satu upaya promotif dalam menjaga kesehatan keluarga. Kegiatan dilaksanakan pada kelompok ibu-ibu PKK di Desa Panca Tunggal melalui pendekatan edukatif yang meliputi penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan lilin aromaterapi, serta dilengkapi dengan evaluasi tingkat pemahaman dan penerimaan peserta. Tahapan kegiatan mencakup penyampaian informasi mengenai potensi tanaman herbal, proses formulasi lilin aromaterapi, serta pelaksanaan uji organoleptik terhadap produk yang dihasilkan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam pemanfaatan bahan herbal lokal untuk menghasilkan produk lilin aromaterapi yang aman, aplikatif, dan bernilai guna. Produk lilin aromaterapi yang dihasilkan memiliki karakteristik sensori yang baik, meliputi aroma khas, warna yang menarik, tekstur yang stabil, serta memperoleh respons positif dari peserta. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam memperkuat peran ibu-ibu PKK sebagai agen kesehatan keluarga serta membuka peluang pengembangan produk berbasis bahan lokal yang berpotensi meningkatkan nilai ekonomi Masyarakat. Kata Kunci: Lilin Aromaterapi, Pengabdian Kepada Masyarakat, Minyak Esensial Jahe dan Serai.  ABSTRACT Essential oil is a volatile compound derived from aromatic plants and has been widely used in aromatherapy because of its relaxing effect and therapeutic potential. This community service activity aimed to increase the knowledge capacity and skills of PKK mothers in producing anti-pain aromatherapy candles based on ginger essential oil (Zingiber officinale) and lemongrass essential oil (Cymbopogon citratus) obtained through the hydrodistillation method as one of the promotional efforts in maintaining family health. The activity was carried out by a group of PKK mothers in Panca Tunggal Village through an educational approach that included counseling, demonstration, and direct practice of making aromatherapy candles, as well as an evaluation of the level of understanding and acceptance of the participants. The stages of the activity included the delivery of information about the potential of herbal plants, the aromatherapy candle formulation process, as well as the implementation of organoleptic tests on the products produced. The results of the activity showed that there was an increase in the understanding and skills of participants in the utilization of local herbal ingredients to produce aromatherapy candle products that were safe, applicative, and useful. The aromatherapy candle products produced had good sensory characteristics, including a distinctive aroma, attractive color, stable texture, and obtained a positive response from the participants. Overall, this activity gave a positive contribution in strengthening the role of PKK mothers as family health agents as well as opening up opportunities for the development of local ingredient-based products that had the potential to increase the economic value of the community Keywords: Aromatherapy Candle, Community Service, Ginger and Lemongrass Essential Oil.