Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Penguatan Tata Kelola Desa Simongagrok Mojokerto melalui Website Interaktif dan Informatif Santosa, Santosa; Sutrisno, Eko; Amaliya , Nadiya; Utomo , Ardhian Danisvara; Rizkya , ⁠Fatikhatur; Setyawan , Doris
Yumary: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): September
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/yumary.v6i1.4258

Abstract

Purpose: imongagrok Village, Mojokerto, faces limitations in population data collection, transparency, public services, and access to information owing to the conventional administrative system. The lack of technology use causes slow information delivery and low community participation in village government. This service aims to strengthen the governance of Simongagrok Village by creating an interactive and informative website to increase transparency and public services. Methodology: The service activity was conducted in Simongagrok village, Dawarblandong District, Mojokerto, on October 9 and 30, 2024. The methods used included needs analysis, website development, village apparatus training, and evaluation of implementation effectiveness. The developed website has key features such as village information, online administration services, budget transparency, community aspiration forums, and local business directories. Results: Village websites enhance information access, budget transparency, administrative services, and two-way communication to support modern and accountable governance. Conclusions: The Simongagrok Village website has succeeded in increasing transparency, accelerating access to information, and simplifying administrative services in the village. Limitations: The low digital literacy of the community, limited Internet access in some areas, and lack of trained human resources to manage the village website sustainably. Contribution: This service activity is beneficial for village governance in Simongagrok, especially in the fields of e-government, information technology, and community participation, and can be applied in other rural areas to increase the transparency and efficiency of public services.
Peningkatan Literasi Konservasi Air Melalui Pelatihan Pemanenan Air Hujan Berbasis Rumah Tangga di Wilayah Perdesaan Sutrisno, Eko; Bashiroh , Ainin; Sukmaningtyas , Yanuarini Nur
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v6i2.1755

Abstract

Krisis air bersih masih menjadi permasalahan nyata di berbagai wilayah perdesaan, terutama akibat tingginya ketergantungan masyarakat terhadap air tanah dan terbatasnya alternatif sumber air. Salah satu potensi yang belum dimanfaatkan secara optimal adalah air hujan, yang sebenarnya dapat dijadikan sebagai sumber air bersih rumah tangga apabila dikelola secara tepat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi konservasi air melalui pelatihan pemanenan air hujan berbasis rumah tangga di Desa Plosobuden, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, diskusi interaktif, serta pelatihan teknis sederhana tentang sistem penampungan dan penyaringan air hujan. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test menggunakan skala Likert untuk mengukur perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata dari 2,42 pada pre-test menjadi 3,62 pada post-test, yang mencerminkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap manfaat air hujan dalam konteks ekonomi, lingkungan, dan sosial. Selain itu, partisipasi aktif peserta dalam sesi diskusi dan simulasi menunjukkan antusiasme tinggi dan kesiapan untuk menerapkan teknologi sederhana pemanenan air hujan di lingkungan rumah masing-masing. Dampak lanjutan yang muncul adalah inisiatif gotong royong serta dukungan untuk program konservasi air berskala komunitas. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil meningkatkan literasi konservasi air dan mendorong perubahan perilaku masyarakat perdesaan secara positif. Saran yang diajukan adalah perlunya pelatihan lanjutan, dukungan kebijakan lokal, dan replikasi kegiatan serupa di desa-desa lain dengan kondisi geografis dan sosial yang sebanding, sebagai bagian dari strategi ketahanan air berkelanjutan berbasis masyarakat.