Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Upaya DP3A Kabupaten Malang dalam Optimalisasi Melindungi Anak Korban Kekerasan saat Pembelajaran Daring Perspektif Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Kekerasan dalam Rumah Tangga sobri, ahmad mulki; Rouf, Abd.
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 3 (2022): Sakina: Journal of Family Studies
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jfs.v6i3.2136

Abstract

Kebijakan pembelajaran daring atau pembelajaran di rumah masing-masing yang ditetapkan oleh pemerintah untuk meminimalisir penyebaran covid-19. Akan tetapi di dalam pembelajaran daring tersebut banyak menimbulkan problematika diantaranya adanya kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh orang tuanya. Oleh sebab itu Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Malang hadir untuk memberikan perlindungan terhadap anak korban kekerasan saat pembelajaran daring. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya DP3A Kabupaten Malang dalam optimalisasi melindungi anak korban kekerasan saat pembelajaran daring dan untuk mengetahui upaya DP3A Kabupaten Malang dalam optimalisasi melindungi anak korban kekerasan saat pembelajaran daring perspektif Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Artikel ini menggunakan penelitian empiris dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sedangkan Sumber data yang digunakan adalah data primer yaitu peneliti dengan melakukan wawancara. Hasil dari penelitian ini diantaranya adalah: DP3A Kabupaten Malang telah memberikan perlindungan dengan cara melakukan pendampingan terhadap anak korban kekerasan fisik yang dilakukan oleh orang tuanya dengan melakukan pemeriksaan psikologis bagi korban dan pelaku untuk pemulihan mental dan psikisnya. Upaya dilakukan oleh DP3A dalam memberikan perlindungan terhadap korban kekerasan terhadap anak sudah sesuai dengan Pasal 22 ayat (1) Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)
Model Ijtihad Ulama di Era Modern Rouf, Abd.
Sakina: Journal of Family Studies Vol 3 No 1 (2019): Sakina: Journal of Family Studies
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.482 KB)

Abstract

Konsep hidup yang terus berubah dan berlanjut dari generasi kegenerasi, membuat kebutuhan dan permasalahan kehidupan turut berkembang, banyak permasalahan yang baru yang belum dipecahkan jawabannya di era ulama salaf dulu, sehingga ijtihad yang terbaharu menjadi solusi untuk menjawab permasalahhan-permasalahan tersebut, seperti ijtihad al intiqa’I dan ijtihad al insya’I, yang mana keduanya memiliki karakter dan cara kerja sendiri dalam proses penemuan hukum permasalahan era modernisas ini. Penelitian ini merupakan jenis penelitian normatif dengan menggunakan conseptual approach. Adapun hasil yang dapat diperoleh dalam penelitian ini yakni, diketahuinya bahwa terdapat model-model ijtihad yang baru selain model yang telah ada pada masa ulama salaf, dalam memecahkan permasalahan Islam yang terbaharukan.
Domestic Violence and Women’s Legal Awareness: The Family Corner Programmes Interventions through the Perspective of Maqāṣid al-Usrah Cholil, Mufidah; Rouf, Abd.; Rahmatullah, Prayudi; Ni’ami, Mohammad Fauzan
De Jure: Jurnal Hukum dan Syari'ah Vol 17, No 2 (2025)
Publisher : Shariah Faculty UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/j-fsh.v17i2.30101

Abstract

This study examines the mosque-based family corner in Malang Regency as a community institution implementing a legal awareness intervention programme for victims of domestic violence. The research specifically analyses the design and implementation of this intervention through the perspective of Jamaluddin Athiyyah’s maqāṣid al-usrah, while also evaluating key programme components such as legal education, counselling, mediation, and legal advocacy aimed at enhancing victims’ legal awareness. Employing field research with a descriptive-qualitative approach, data were collected through in-depth interviews with family corner counsellors, religious figures, and community leaders, complemented by direct field observations of programme activities. The findings demonstrate that the mosque-based family corner plays a significant role in assisting families affected by domestic violence, particularly by increasing victims’ understanding of their legal rights and encouraging informed decision-making through non-litigation mechanisms. The intervention programme contributes positively to strengthening family integrity, restoring communication, and fostering a shared commitment to preserving family unity following incidents of domestic violence. These outcomes are consistent with the core objectives of Jamaluddin Athiyyah’s maqāṣid al-usrah, including the realisation of sakinah, mawaddah, and rahmah within the family; the protection of life (ḥifẓ an-nafs); the safeguarding of religious values (ḥifẓ at-tadayyun); and the reinforcement of family institutions as a foundation of social stability. This study enriches the scholarly discourse on legal awareness among women victims of domestic violence, particularly those who choose counselling-based, non-litigation pathways, and highlights the strategic role of mosque-based community institutions in promoting access to justice and family resilience.