Heliati Fajriah, Heliati
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Published : 42 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMBELAJARAN SAINS TERHADAP PENGENALAN TAUHID PADA ANAK TK B DI PAUD-IT CENDEKIA ACEH BESAR Amelia, Lina; Shalihah, R.A Maratun; Fajriah, Heliati
SELING: Jurnal Program Studi PGRA Vol 11 No 1 (2025): Vol 11 No 1 Tahun 2025
Publisher : Program Studi PGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/seling.v11i1.2132

Abstract

Pengenalan tauhid pada penelitian ini adalah mengenal Keesaan Allah melalui kegiatan sains sederhana yang mudah dipahami oleh anak. Berdasarkan hasil observasi di PAUD-IT Cendekia Darussalam pengenalan tauhid sudah dikenalkan pada anak namun masih dalam bentuk formalitas dalam memuncukan indicator Nilai Agama dan moral anak. Tujuan penelitian ini Pengaruh Pembelajaran Sains Terhadap Pengenalan adalah ingin mengetahu Tauhid Pada Anak TK B di PAUD-IT Cendekia Aceh Besar. Pada penelitian ini bentuk pengenalan tauhid yang diperkenalkan untuk anak melalui pembelajaran sains yang menyenangkan serta dihubungkan dengan sifat Allah yaitu (Wujud, Qudrah, Iradah). Percobaan sains yang yang dilaksanakan dalam penelitian ini yaitu percobaan gunung meletus, percobaan pelangi, dan percobaaan gerhana. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian One Group Pretest Posttest Design. Populasinya yaitu semua siswa kelas B dengan jumlah 42 anak di PAUD-IT Cendekia Darussalam. Penentuan sampel menggunakan teknik random sampling, sehingga sampel yang terpilih adalah kelas B2 dengan jumlah 14 anak. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi. Teknik analisis data yang digunakan dengan uji normalitas dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil yang telah dilakukan dapat dibuktikan dengan nilai signifikansi yaitu 0,000 0,05 dan nilai t memperoleh nilai Thitung sebesar 6,928 dan hasil dari uji Ttabel sebesar 1,770 dapat dilihat bahwa dari nilai signifikan dan nilai Thitung nilai Ttabel yang artinya bahwa H0 ditolak Ha diterima, hasil penelitian tersebut menggunakan SPSS 20. Dengan demikian maka Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti pembelajaran sains berpengaruh terhadap pengenalan tauhid pada anak TK B di PAUD-IT Cendekia Darussalam.
Efektivitas Metode Demonstrasi terhadap Pengenalan Wudhu pada Anak di RA Fathun Qarib Riyyana, Mulya; Fajriah, Heliati
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1813

Abstract

Pengenalan wudhu penting diajarkan kepada anak sejak usia dini agar anak mampu melaksanakan langkah-langkah ibadah wudhu dengan benar sesuai dengan ketentuan hukum. Dibutuhkan metode yang dapat digunakan untuk mengenalkan wudhu pada anak yaitu metode demonstrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas metode demonstrasi terhadap pengenalan wudhu di RA Fathun Qarib. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif desain Pre Eksperimental Design jenis one group pretest-posttest design. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi  dan dokumentasi. Subjek penelitian berjumlah 25 orang. Teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan Uji normalitas dan uji-t dengan taraf signifikan 5%. Diperoleh nilai signifikansi pada pretest adalah 0,053 > 0,05 dan nilai signifikansi pada posttest 0, 367 > 0,05 kriteria pengambilan keputusan hipotesis berdasarkan significance (sig) data pretest dan posttest berdistribusi normal. Maka sign (2-tailed) 0.000 < 0,05, Maka Ho ditolak dan Ha diterima atau Metode demonstrasi  efektif terhadap pengenalan wudhu pada anak di RA Fathun Qarib.
Pengembangan Multimedia Interaktif Untuk Mengenalkan Sains Pada Anak Usia 5-6 Tahun Hijriati Hijriati; Heliati Fajriah; Mulhamah Mulhamah
Hadlonah: Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak Vol 5 No 1 (2024): Hadlonah: Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah UI BBC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengenalan sains dalam pembelajaran yang dilakukan belum dijalankan secara optimal, dibuktikan dengan pengenalan sains yang diajarkan di sekolah hanya sebatas menggunakan media konvesional saja, tidak ada media lain yang bisa digunakan untuk mengenalkan sains pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan multimedia interaktif untuk mengenalkan sains pada anak usia 5-6 tahun serta melihat kelayakan multimedia interaktif yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian R&D dengan model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan, yaitu analisys (menganalisis permasalahan dan kebutuhan untuk kemudian menawarkan solusi), design (merancang desain multimedia Interaktif), development (pengembangan produk), Implementation (uji coba produk), dan evaluate (evaluasi hasil penelitian). Berdasarkan hasil penilaian kelayakan yang dilakukan oleh ahli materi sebanyak dua kali berada pada ketegori sangat layak dengan skor nilai 94 %, oleh ahli media dilakukan sebanyak dua kali validasi dengan skor 86,15 % berada pada kategori sangat layak, sedangkan ahli lembar observasi dilakukan sebanyak satu kali dengan skor 75,15 berada pada kategori layak. Hasil uji coba yang dilakukan di TK Dharma Wanita Bukit Gadeng pada anak usia 5-6 tahun secara keseluruhan memperoleh hasil penilaian anak masuk kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa multimedia interaktif layak digunakan sebagai media ajar dalam mengenalkan sains pada anak usia 5-6 tahun.
Peran Orangtua Tunggal Dalam Membentuk Nilai agama Anak Usia dini Di Samadua Kabupatrn Aceh Selatan Yarzi - Napila; Heliati Fajriah; Munawwarah Munawwarah
Hadlonah: Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak Vol 4 No 1 (2023): Hadlonah : Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah UI BBC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Single parents who raise children without a father or mother to accompany them require more struggles and challenges in raising and meeting family needs. The background of this research is that family education is very important, especially religious education, because religion is an asset for children as a provision for their next life, every parent ust instill it fro an early age. The subjects of this study were 3 single parents who had children aged 56 years in Mukim Sedar, Samadua District, South Adeh District. This study aims to determine the roles and constraints of single fathers and single mothers in shaping children’s religious values in Mukim Sedar, Samadua District, South Aceh District. This study uses qualitative research with a case study approach. Data collection techniques are observation, interviews and documentation. The mothers instill religious values in children by means of gentleness, affection, and communicate more verbally, on the other hand, fathers tend to be more assertive and don’t communicate much verbally with their children. The religious values fomed by the Samadua community for early childhood are faith, morals, and worship education. In addition, the constraints faced are limited time because parents work to meet family.
Model Sekolah PAUD Ramah Anak Berbasis Islam di Kecamatan Singkohor Aceh Singkil Ratna Rahmawati; Heliati Fajriah; Zikra Hayati
Hadlonah: Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak Vol 4 No 2 (2023): Hadlonah : Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah UI BBC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on the results of initial observations, researchers saw that PAUD Tunas Bangsa Singkohor, researchers saw that teachers lacked preparation in providing learning to children, lacked reinforcement and familiarization with Islamic values in early childhood. The aim is to find out the standards for Islamic-based processes in PAUD Tunas Bangsa Singkohor. This research uses qualitative research methods, with a descriptive approach. Subjects were 3 people and used observation, semi-structured interviews and documentation. The results of this research show that the Islamic-based process standards in PAUD are running properly based on five indicators. (1) PAUD Tunas Bangsa Singkohor uses a scientific approach based on PAIKEMIS by applying questions and answers, observing and informing in accordance with Islamic values, (2) educators teach children to speak politely, but do not accustom children to speak politely, (3) Educators teach children to behave be kind and polite and do not accustom children to behave well and be polite, (4) Educators are lacking in instilling in children a love of local culture, and teaching children to have social life skills and have good morals in socializing, (5) Educators provide a sense of security and comfort but not intense when the learning process is taking place in the classroom.
Improving Student Learning Outcomes in Islamic Cultural History Learning with the Problem Based Learning Model: A Classroom Action Research Fajriah, Heliati
Jurnal Pengembangan Profesi Guru dan Dosen Vol. 1 No. 2 (2024): DECEMBER 2024
Publisher : Barkah Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63228/jppgd.v1i2.11

Abstract

This study aims to improve student learning outcomes in Islamic religious education learning by using Problem Based Learning Model. This study is a classroom action research that uses four steps, namely planning, action, observation and reflection. The subjects of this study were high school students. The data for this study were obtained by test and observation techniques. Tests are used to measure learning outcomes and observations are used to analyze teacher and student learning activities. The data analysis technique used in this study is descriptive statistics by comparing the results obtained with indicators of research success. The results of the study indicate that Problem Based Learning Model can improve student learning outcomes in Islamic religious education learning. This can be seen from the increase in the percentage of student learning completion in each cycle with details of the pre-cycle 48.71%, the first cycle 66.39% and in the second cycle it increased to 89.66%. Thus, the use of Problem Based Learning Model can be used as an alternative to improve student learning outcomes in Islamic religious education learning.
MENGENALKAN PENDIDIKAN SEKS PADA ANAK USIA DINI MELALUI BUKU LIFT THE FLAP “AURATKU” Fitriani, Dewi; Fajriah, Heliati; Wardani, Arnis
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v7i1.8683

Abstract

Pengenalan seks pada anak merupakan sebuah keharusan yang harus dilakukan oleh para pendidik dan juga orang tua. Hal ini dianggap perlu dengan merebaknya kekerasan seksual yang dialami oleh anak-anak di Indonesia, khususnya Aceh. Terbatasnya media pembelajaran dalam mengenalkan pendidikan seks pada anak usia dini merupakan salah satu bagian dari permasalahan yang harus ditangani, dan media tersebut perlu untuk diketahui kelayakannya dalam mengenalkan Pendidikan seks pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengetahui kelayakan dari media buku Lift The Flap sebagai media pembelajaran untuk mengenalkan pendidikan seks pada anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini menggunakan desain research and development (R and D) dan melakukan 7 tahapan penelitian, yaitu: potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk awal, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi produk awal. Dalam proses penelitian dan pengembangan ini, media dinilai dengan menggunakan dua (2) kategori yaitu materi dan media. Isi materi dilihat dari aspek kelayakan isi, bahasa dan performance; sedangkan isi media ditinjau dari aspek bahasa, performance, dessain grafis dan kemudahan pemakaian. Media juga melalui uji coba kepraktisan yang dilakukan terhadap anak usia dini. Hasil pengembangan memperlihatkan kelayakan materi berdasarkan aspek yang dinilai sebesar 95%, 91% dan 95%. Uji kelayakan media mendapatkan persentase sebesar 100%, 100%, 93% dan 100% berdasarkan empat aspek yang dinilai. Pada uji kepraktisan, media mendapatkan persentase sebesar 86 %.
POLA ASUH ORANGTUA PADA ANAK USIA DINI DI TK TIGA SERANGKAI DESA MEUREUBO KABUPATEN ACEH BARAT mainnah, muth -; Fajriah, Heliati; Roemin, Luthfiani
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v7i1.8536

Abstract

Pola asuh merupakan suatu proses membimbing, mendidik, dan mendisiplinkan yang dilakukan oleh orangtua pada anak untuk mencapai kemandirian dengan menerapkan norma-norma tertentu yang ada dalam keluarga dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pola asuh orangtua pada anak usia dini di TK Tiga serangkai Desa Meureubo Kabupaten Aceh Barat. Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 56 % atau 10 orangtua menerapkan pola asuh demokratis, 33 % atau 6 orangtua menerapkan pola asuh permisif, dan 11 % atau 2 orangtua menerapkan pola asuh otoriter. Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pola asuh demokratis merupakan pola asuh yang paling banyak diterapkan oleh orangtua anak di TK Tiga Serangkai Desa Meureubo Kabupaten Aceh Barat.
Parents' role in early sex education introduction for childhood in Taman Pintar Daycare Banda Aceh Munawwarah, Munawwarah; Fajriah, Heliati; Misriaton, Misriaton
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v9i2.19774

Abstract

Early sex education is an important thing to give to the individual since their childhood as the preventive action of doing immoral behavior that happening nowadays. Giving sex education for children is the responsibility of all parties, such as parents, teachers, societies, and government. This study aims at constructing the role of parents in introducing early sex education for early childhood and to find out the supporting and inhibiting factors of parents in introducing early sex education in Taman Pintar day care Banda Aceh, Indonesia. By using a qualitative descriptive method, the study collected the data through in-depth interview and documentation. The informants are parents who have children aged 4-5 years with total of 8 people. Data analysis used in this study is reduce data, data collection, data presentation and conclusions drawing. The results of this study indicate that the role of parents in introducing early sex education in children aged 4-5 years is very important. They are the closest people to the children, so that parents can be the first source of information for children and can be a model for their children. The supporting factors are parental education, modelling healthy behavior and , media content. While the inhibiting factors are fear of premature knowledge and lack of parental education.
Implementation of the Talaqqi Method in Memorizing Juz ‘Amma among Kindergarteners: A Case Study at Islamic Kindergarten, Banda Aceh Fajriah, Heliati; Muthmainnah; Shalihah, Qatrun Nada
Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jga.2025.102-12

Abstract

This study explores the implementation of the talaqqi method in Qur’anic memorization of Juz ‘Amma among kindergarten students at Baitussalihin Integrated Islamic Kindergarten in Banda Aceh. Although widely regarded as a foundational pedagogical approach in Islamic education, the talaqqi method remains understudied in early childhood contexts, particularly in relation to its interaction with home learning environments and parental support. The objective of this study is to examine how the talaqqi method is applied in classroom instruction, identify the supporting and inhibiting factors influencing its effectiveness, and assess the extent to which family-school collaboration affects children’s memorization outcomes. Employing a qualitative case study approach, data were collected through participatory observation and semi-structured interviews involving one principal, one teacher, one parent, and three students from Class B. Data were analyzed thematically using the Miles and Huberman interactive model. The findings reveal that while the talaqqi method was implemented systematically through phases of teacher recitation, student repetition (murājaʿah), and evaluation, its success was heavily influenced by contextual factors. Supporting elements included structured tahfīẓ programs, availability of auditory media, and parenting sessions. Inhibiting factors included inconsistent parental involvement, minimal follow-up at home, and difficulties in children’s articulation of makhārij al-ḥurūf. This study contributes to the growing literature on Qur’anic pedagogy by affirming that the effectiveness of talaqqi in early childhood education is not solely determined by instructional methods but also by the alignment between formal and informal learning contexts. Limitations of this study include its focus on a single institutional setting and reliance on qualitative data, which restrict generalizability. Future research should consider longitudinal or mixed-method designs to examine long-term memorization retention and the role of family engagement. Educators and curriculum developers are advised to integrate structured home-school communication mechanisms and provide training for parents in Qur’anic literacy facilitation.